
Maria Rossfield, seorang siswi Knight yang dikatakan berbakat karena kemampuan berpedang miliknya kini melayang didepan Namikaze Naruto dan Tobio Ikuse...
Naruto memasang sikap waspada dengan tangan menarik pelan Katana dipinggangnya, Tobio disebelah Naruto juga mulai menciptakan pedang dengan aura hitam keunguan miliknya.
Ketiganya terdiam dan menatap satu sama lain, Naruto dan Tobio sadar betul jika mereka salah mengambil tindakan maka kematianlah bayarannya.
sulur yang sebelumnya menancap ditanah perlahan tercabut dari tanah dan bergerak dengan menjijikan kembali kebalik jubah Maria..., Keheningan berlangsung beberapa saat, sampai Maria melesat cepat kearah keduanya...,
Naruto yang melihat Maria melesat langsung mengalirkan [Mana] miliknya ke Katana dan melakukan tebasan Vertikal kearah Maria, sama halnya dengan Naruto, Tobio melakukan tebasan Horizontal hingga terlihatlah dua pedar energi tipis yang membentuk Cross Slash melesat kearah Maria..., namun Cross Slash milik Tobio dan Naruto hanya melewati tubuh Maria begitu saja...,
Naruto dan Tobio langsung waspada ketika Maria mengeluarkan empat sulur dari balik punggungnya, keempat sulur itu melesat kearah mereka berdua dengan cepat, Tidak ingin terluka, Tobio menghindar dengan memiringkan tubuhnya, sementara Naruto langsung melompat kebelakang.
Boom! Boom! Boom! Boom!
Dentuman keras bergema disana, keempat Sulur hitam itu tertancap dilantai cukup dalam, Naruto yang masih diudara segera mengalirkan [Mana] miliknya ke Katana ditangannya lalu dengan cepat melakukan tebasan Horizontal yang dengan cepat melepaskan sebuah pedar tipis yang langsung memotong dua sulur disana..., disaat yang sama, Tobio sudah memotong dua sulur didekatnya dengan cepat.
Naruto mendarat dengan mulus dan menatap kedepan dengan pandangan datar, ia tidak bisa melihat dengan jelas Ekspresi dibalik jubah hitam itu, dan hanya melihat sepasang mata merah yang menusuk.
Maria menarik kembali sulur miliknya dan menatap keempatnya dengan ekspersi tak terbaca dibalik tudung jubah-nya itu..., Maria mengalihkan pandangannya dan menatap Naruto serta Tobio yang menatap balik dengan pandangan datar..., tiba-tiba dari balik jubah hitam itu terlihat sesuatu yang mendesak keluar, dari sana terlihat sesuatu yang bisa dibilang sebagai sulur hitam namun kali ini ukurannya lebih besar.
jika yang sebelumnya berukuran seperti bambu, maka ini seperti Batang Kayu pohon yang berusia puluhan Tahun..., tidak hanya satu namun dua..., kondisi bertambah buruk ketika keempat sulur yang sudah terpotong perlahan beregenerasi seperti semula...,
" ini akan sulit..., "
Tobio bergumam selagi menatap Maria yang berdiri dengan dua Sulur besar itu sebagai kakinya, keempat suluh itu bergerak menjijikan disekitar Maria..., Naruto mengangguk pelan sebelum ia menempatkan Katana disamping pelipisnya.
" aku akan membuka celah, kau serang dia saat itu juga..., "
Ucap Naruto datar, Tobio menatap Naruto sejenak sebelum ia mengangguk pelan..., melihat Tobio mengangguk tanpa banyak waktu Naruto langsung berlari dengan cepat...,
Maria yang melihat Naruto berlari kearahnya menyerang Naruto dengan keempat sulur miliknya, Naruto memejamkan mata kanan-nya sebelum perlahan terbuka dan menunjukan Mata sihir miliknya.
[Belial Eye's]
Dalam penglihatan [Belial Eye's], Naruto dapat melihat jalur serangan Maria sepuluh detik kedepan, berkat hal itu Naruto menghindari keempat sulur itu dan memotongnya dengan cepat...,
Ketika jarak sudah mulai menipis, Naruto melakukan tebasan kearah Dua sulur besar itu dengan cepat namun Maria berhasil menghindar dan mengarahkan Sulur besar itu kearah Naruto, Naruto yang melihatnya mengangkat Katananya keatas dengan cepat.
Booom!
Krak!
Tanah dipijakan Naruto retak akibat tekanan kuat dari Maria, Naruto meringis pelan ketika ia merasakan kedua kakinya mulai bergetar..., tidak sampai disana, dari arah kanan sulur satu lagi melesat cepat berniat meremukan rusuk kanan Naruto.
" Tobio!, sekarang!. "
Naruto dengan sekuat tenaga mendorong Sulur diatasnya dan melompat kesamping..., tepat setelah itu Tobio membuka matanya, disekitar tubuh Tobio Aura hitam keunguan menari dengan ganas...,
" Original Style..., "
Tobio mengangkat tinggi-tinggi pedang aura miliknya yang memancarkan aura gila..., dengan cepat Tobio menurunkan pedanya...,
" ..., Shadow End!. "
Slaaaash!?
pedar energi hitam keunguan melesat dengan cepat dan menelan Maria dalam kegelapan pekat, pedar energi itu terus bergerak dengan cepat sebelum akhirnya menghilang ketika sudah mencapai jarak puluhan meter dari posisi Tobio..., dan tidak menyisakan apapun disana.
Naruto terdiam melihat garis besar tercipta dilantai, aura hitam keunguan masih terlihat berkobar dipinggiran garis yang diciptakan Tobio disana...,
' itu... lebih kuat dari teknik [Original Style : Great Wave] milikmu master... kemampuan penghancur-nya berada ditingkat yang berbeda... '
Ophis berucap pelan selagi ia melihat semua lewat sesuatu yang semacam layar didepannya, Naruto terdiam sejenak, memang benar kekuatan penghancurnya lebih besar dari teknik [Great Wave]..., Naruto akui itu, tapi... Pandangan Naruto terarah pada Tobio yang tengah mengatur nafasnya yang terlihat berat dan juga wajahnya dipenuhi keringat...,
' beban yang diterima juga besar, '
Ophis bergumam pelan, Naruto mengangguk pelan, ini sama seperti teknik [Martial Art : Seiryuu] miliknya, daya penghancurnya luar biasa namun beban yang diterima tubuh juga besar...,
" pisau bermata dua, kah?..., "
pepatah yang sangat tepat untuk menggambarkan [Shadow End] dan [Martial Art : Seiryuu], Naruto menghela nafas dan berjalan kearah Tobio yang masih menenangkan deru nafas-nya, ia memasukan kembali katana miliknya. untuk teknik yang hebat dibutuhkan bayaran yang tidak sedikit...,
Ketika Naruto sudah mengambil tiga langkah tiba-tiba iris matanya membulat ketika tepat dibelakang Tobio sepasang mata merah menusuk menyala dengan terang..., sebuah sulur hitam menari disebelah Maria dengan menjijikan, Naruto yang melihat hal itu berlari cepat...,
" Tobio!, dibelakangmu!. "
Jleb!
Tubuh Tobio menegang ketika ia merasakan rasa sakit dibagian perutnya, pandangan Tobio terarah kebawah dan terlihatlah sebuah benda berwarna hitam mencuat dari perutnya..., darah segar perlahan mengalir disudut bibir Tobio...,
" Chough!..., "
Tobio memuntahkan sedikit darah ketika tubuhnya terangkat keudara, Naruto membulatkan matanya ketika Maria menarik sulurnya kebelakang dan dengan tidak manusiawi Tobio dihempaskan kelantai dengan kuat hingga membuat Tobio melesat dan menbentur tanah dengan kuat...,
Booom!
" Tobio!?..., "
Dentuman keras bergema disana, Naruto langsung berlari ketempat Tobio tergeletak, ditengah kawah berukuran kecil Tobio tergeletak..., darah merembes dibawah tubuh Tobio..,
" Tobio!..., bertahanlah kawan!. "
Naruto membalik tubuh Tobio dan menepuk wajahnya, Tobio membuka matanya sedikit dan melirik Naruto dengan tatapan lemah...,
" Na..., Naruto..., "
" diam!, jangan banyak bicara!. "
Naruto menekan luka Tobio dibagian perut untuk menahan pendarahannya namun darah keluar dari sela tangan Naruto...,
' luka yang dia derita cukup parah, Organ Vitalnya terluka..., dan darahnya terus berkurang..., hanya tinggal menunggu waktu sampai dia..., '
Ophis bergumam pelan melihat Masternya yang tengah melepaskan pakaiannya dan memakainya untuk menutup luka Tobio..., Naruto terus menekan luka itu namun sebuah tangan menyentuh tangannya, Naruto mengalihkan pandangannya dan menatap Tobio yang tersenyum lemah kearahnya.
" cukup Naruto..., percuma saja..., *Chough*..., Naruto..., berjanjilah..., berjanjilah padaku..., kau akan menyelamatkan Miya apapun yang terjadi..., berjanjilah..., *Chough* kau akan menyelamatkan Miya..., "
Naruto terdiam sebelum ia memasang wajah pedih dan mengangguk pelan, Tobio tersenyum.
" lakukan demiku..., Naruto..., selamatkan lah Miya..., "
Perlahan kelopak mata Tobio menutup, Naruto menatap pedih hal itu, kesedihan tergambar jelas diwajah Naruto..., Naruto mengepalkan tangannya dengan erat..., ini terjadi lagi..., untuk kedua kalinya ia kehilangan orang yang bisa ia panggil Sahabat didepan matanya..., Naruto meremas tangan Tobio dengan erat, sedetik kemudian ia terhenti ketika ia merasakan denyut nadi lemah Tobio, orang ini belum mati...,
" Ophis, apa ada Magic yang bisa menyembuhkan cidera seperti ini?. "
' Master..., aku dulu mempunyai buku yang memuat tentang Magic penyembuhan lengkap, namun..., '
Ophis membalas dengan nada pelan, Naruto terdiam sebelum ia tersenyum miris, begitu rupanya isi buku itu menghilang...,
Guk! Guk! Guk!
Naruto tersadar dari dunianya ketika ia mendengar suara gongongan anjing, Naruto mengalihkan pandangannya kesamping dan disana terlihat seekor anjing kecil berwarna hitam berlari kearahnya..., anjing kecil itu terlihat berhenti didepan tubuh Tobio dan menatap Tobio dengan wajah sedih, telinga dan ekor miliknya turun kebawah..., sepertinya Anjing kecil itu terlihat tengah bersedih.
Naruto menatap Anjing itu dalam diam, rupanya Anjing kecil itu memiliki hubungan dengan Tobio.. , Anjing itu perlahan berjalan mendekati Tobio dan naik kedada Tobio..., Anjing itu menatap wajah Tobio yang mulai kehilangan Rona hidup, dengan gerakan pelan Anjing kecil itu menyentuhkan dahinya kedahi Tobio...,
Sriing~
Dalam sekejap sebuah lingkaran Magic tercipta dikepala anjing kecil itu dan dari lingkaran magic itu keluar cahaya yang langsung menyelimuti tubuh Tobio dengan lembut, Naruto menatap hal iti sebelum pandangan teralih kearah luka diperut Tobio, mata Shappire Naruto melebar ketika melihat Luka diperut Tobio perlahan tertutup seolah-olah tengah menonton rekaman video yang dimundurkan...,
" ini..., "
Naruto tidak bisa mengatakan apa yang ingin ia katakan, lidahnya terasa keluh, hal yang ia saksikan didepannya luar biasa menakjubkan..., setelah beberapa saat anjing kecil itu menjauhkan kepalanya dan menatap Tobio lalu memberikan sapuan lidah kasih sayang sekali sebelum anjing itu berbalik dan menatap kearah Naruto dengan pandangan seolah mencari tahu, setelah beberapa saat pandangannya terarah pada Maria yang melayang membelakangi lingkaran Rune seolah-olah ia memproitaskan dirinya untuk melindungi tubuh barunya..., Tiba-tiba Anjing itu mengeram marah, dan menyalak galak...,
Guk! Guk! Guk!
Anjing itu terus menyalak keras sebelum pandangan Anjing itu terarah pada Naruto, sementara yang ditatap hanya memasang wajah bingung.
Guk, Guk, Guk.
Naruto menatap hal itu bingung, entah kenapa firasatnya mengatakan jika Anjing kecil didepannya seperti sedang mengajaknya berbicara.
' kau teman, Master bukan?. Aku akan membantumu mengalahkan makhluk itu, akan aku pinjamkan kekuatanku untuk mengalahkannya..., begitulah yang dia katakan. '
Naruto mengerutkan dahinya mendengar perkataan Ophis lewat Mind Link, " Ophis, kau bisa mengerti bahasa Anjing?. " tanya Naruto.
' entah, aku juga tidak tahu, tiba-tiba aku bisa mengerti bahasa hewan. '
Naruto terdiam sejenak sebelum ia menatap kearah Anjing kecil yang menatapnya dengan pandangan mendalam..., Naruto melihat tekad baja dibalik mata Anjing kecil ini..., Naruto bangkit dan menepuk pantatnya.
" baiklah, mohon bantuannya!..., "
Guk!, Guk!, Guk!.
' Jin!, panggil aku Jin!, itu adalah nama yang diberikan oleh Masterku!..., itulah yang dia katakan. '
" baiklah, mohon Bantuannya, Jin. "
Guk!
' serahkan padaku!..., itulah yang dia katakan. '
Setelah mengatakan itu, tiba-tiba Anjing bernama Jin itu bersinar terang hingga memenuhi ruangan dengan cahayanya, Naruto menutup matanya..., perlahan cahaya terang meredup dan menghilang, Naruto membuka matanya dan hal yang pertama ia lihat adalah pedang berwarna hitam dengan aura hitam pekat yang menyelimutinya, Naruto menatap kagum pedang yang melayang didekatnya itu..., berbeda dengan Naruto, Ophis justru terkejut melihat pedang itu...,
' Canis..., Canis Lykaon..., '
Naruto mengerutkan dahinya ketika mendengar gumaman Ophis, Canis..., Lykaon?, apa itu?...,
' Ma..., Master, Canis Lykaon adalah salah satu dari Divine Weapon atau biasa dikenal sebagai senjata pembunuh Tuhan, Longinus. didunia ini Longinus hanya ada tiga belas, dan Canis Lykaon adalah salah satunya, The Dark Blade, pedang yang sanggup membuat seluruh dunia tertelan dalam kegelapan, [Inugami of Black Blade]..., Canis Lykaon..., itulah pedang itu. '
Naruto tidak bisa untuk tidak terkejut, tiga belas senjata pembunuh Tuhan!, dan dihadapannya ini adalah salah satu dari ketiga belas senjata tersebut!, Canis Lykaon..., pedang hitam yang sanggup menelan dunia dalam kegelapan sungguh kekuatan yang gila!..., dan melihat bagaimama terkejutnya Ophis maka senjata ini pasti sangat luar biasa!.
Pedang hitam itu perlahan turun dan jatuh tepat ditangan Naruto, Naruto menatap pedang itu sejenak dan ia merasakan suatu kekuatan perlahan mengalir kedalam tubuhnya...,
' [aku akan membantumu sebisaku, Teman Master. Jadi kalahkan Makhluk itu, balaskan dendam Masterku dan Nona Miya.] '
Naruto mendengar sebuah suara dikepalanya, suara seorang perempuan imut yang diperkirakan dimiliki oleh anak usia 10 tahunan..., suara ini?, apakah berasal dari pedang ini?...,
Naruto yang tengah menatap pedang ditangannya tiba-tiba terarah kesamping ketika sebuah cahaya yang lumayan silau bersinar, tepat diatas Miya terbentuk sebuah lingkaran Magic yang berputar dengan pelan, Naruto menatap kearah lingkaran Magic itu dengan intens sebelum irisnya membulat ketika ia menyadari hal itu.
' ya, master..., ritualnya dimulai, lihat api dililin itu melayang kelimgkaran sihir itu..., '
Benar apa yang dikatakan Ophis api pada salah satu dari kesepuluh lilin melayang kelingkaran sihir itu sebelum terserap dan menjadi sebuah simbol unik...,
' ketika semua api dililin itu terserap kelingkaran sihir itu maka kita kalah, Master. '
Naruto membulatkan matanya mendengar perkataan Ophis, ini tidak bisa dibiarkan..., Naruto memasang wajah serius dan meletakan Jin didepannya dan memasang posisi tempur..., Melihat Naruto dalam posisi menyerang, Maria mengeluarkan dua sulur besar dan empat sulur kecil yang mengeliling sekitar Maria...,
" Jin..., kita akan bertempur, bersiaplah. "
Ucap Naruto, Jin dalam mengeluarkan aura hitam lembut,
' [aku akan membantumu, ini aku berikan salah satu kemampuanku padamu, Teman Master.] '
Naruto terdiam sebelum aura hitam dengan cepat menyelimuti tubuh Naruto yang langsung meringis ketika ia mendapatkan sebuah ingatan yang masuk dengan paksa keotaknya..., Naruto terdiam dan menatap kearah pedang ditangannya.
" kemampuan ini, sangat hebat..., tapi apa berpengaruh padanya?, dia roh. "
Tanya Naruto lewat Mind link, Ophis yang mendengarnya menceletuk, ' Canis Lykaon adalah Artifek suci, jadi pedang ini bisa melukainya, pasti!. ' ucap Ophis, Naruto terdiam sebelum ia menyeringai kecil.
" kedudukan akan berbeda sekarang..., "
Naruto menatap Maria yang masih menatapnya dengan pandangan Waspada, Naruto perlahan melangkah, berlari pelan sebelum melesat dengan kecepatan tinggi..., melihat Naruto berlari Maria langsung melesatkan keempat sulur berukuran sebatang bambu kearah Naruto yang dengan cepat mengaktifkan mata Magic miliknya.
[Belial Eye's]
Iris shappire berubah dengan cepat menjadi emas Vertikal, Naruto memfokuskan Mana miliknya dan melihat jalur serangan sulur Maria.
Naruto merendahkan tubuhnya dan menghindari sulur pertama, lalu dengan mata emas menyala Naruto menebas sulur kedua yang berniat melukai perutnya, dari arah kanan dan kiri Naruto dua sulur bersiap mencambuk tubuhnya namun dengan cepat Naruto menukar Canis Lykaon ketangan kirinya dan dengan cepat menarik katana dipinggang kanannya.
Ketika jarak kedua sulur itu semakin dekat dengan nice timing Naruto melompat kebelakang dan melakukan tebasan cepat dengan Canis Lykaon dan Katana Oric miliknya membuat kedua sulur itu terpotong dan mengeliat menjijikan dilantai.
Naruto menatap kedepan dan seketika iris Shappire Naruto menajam melihat dua sulur sebesar batang pohon melesat kearahnya, Naruto yang melihatnya melompat mundur namun sebuah sulur mengikat kakinya dan menariknya kebawah, Naruto membulatkan matanya ia melupakan satu sulur!.
' shimatta..., '
Dooom!
Dooom!
Dentuman besar meledak ditempat Naruto, debu dan material lain-nya membumbung tinggi, Maria menatap hal itu dengan Ekspresi tak terbaca..., ia menarik kembali sulurnya dan ia terdiam melihat sebuah kawah berukuran cukup luas disana, itu adalah bukti betapa kuatnya hantaman kedua sulur besar itu, tapi Naruto tidak ada disana.
Maria sedikit menegang ketika ia merasakan nafsu membunuh yang begitu besar dibelakangnya.., dari balik bayangan hitam Maria, Naruto perlahan muncul kepermukaan, iris emas Naruto menyala menakutkan..., dengan gerakan cepat Naruto langsung menghunuskan pedang Canis Lykaon.
__ADS_1
Jleb!
Canis Lykaon menembus tubuh Maria dengan telak, Naruto menatap hal itu dengan datar sebelum bergumam pelan. "Berakhir sudah...," ucap Naruto dan dengan cepat memutar pegangan Canis Lykaon yang sedetik kemudian beberapa pedang langsung mencuat cepat dari tubuh Maria yang tertutup Jubah hitam itu...,
Setelah itu jubah Maria jatuh dan bertengger di Canis Lykaon, sulur-sulur hitam perlahan menguap dan menghilang tanpa bekas, Naruto menghela nafas melihat semua ini sudah berakhir..,
" hah~, akhirnya sele-, "
Deg!
Naruto menegang ketika ia merasakan nafsu membunuh dari depannya, Naruto menyipitkan matanya ketika ia melihat sesuatu yang tergeletak tak jauh darinya perlahan bangkit dari balik kegelapan, samar-samar ia melihat seseorang bertubuh mungil dengan surai putih gaya bob, ia berbalik dan memperlihatkan iris Lime miliknya bersinar dari kegelapan...,
orang itu berjalan keluar dari kegelapan dan kini terlihatlah seorang Bishoujo bertubuh mungil tengah menatap Naruto dengan pandangan datar namun nafsu membunuh yang begitu pekat terpancar jelas dari dirinya...,
Naruto terdiam melihat perempuan mungil yang tidak pernah ia lihat itu, Naruto menyipitkan matanya melihat ciri-ciri itu..., bukankah sama persis dengan hantu yang membunuh Kagami no Onna, Mary. hanya saja ia mengenakan pakaian hitam tipis yang menutupi lehernya sampai dadanya dan membiarkan perutnya terbuka..., pandangan Naruto mengarah kebawah dan seketika darah meluncur dari lubang hidungnya
' Hentai..., '
Jleb!
" ap-, ak-aku tidak!, di-dia yang!..., "
' Hentai, Pedofil, Fetish aneh!. '
Jleb! Jleb! Jleb!
" Ohok!?. "
Naruto serasa ditusuk oleh jarum tepat dihatinya ketika mendengar Ophis berceletuk kejam seperti itu..., Naruto jatuh dengan aura suram mengelilingi tubuhnya, ini bukan salah Ophis menghina Naruto dengan kata-kata kejam secara beruntun itu, itu semua ia lakukan karena Masternya melihat apa yang dipakaian perempuan itu untuk menutupi bagian bawahnya...,
****** ***** tipis!, sangat tipis berwarna menutupi bagian ter-Rahasia milik para kaum perempuan!, dan Masternya melihat ****** ***** itu dengan tatapan mesum!, ini tidak adil, kenapa Masternya lebih tertarik dengan perempuan yang mengenakan pakaian yang tidak senonoh itu!, padahal dulu waktu melihat tubuh telanjang-nya, Masternya tidak beraksi sama sekali!..., padahal tubuhnya dan tubuh perempuan itu tidak berbeda jauh!, dan Ophis cukup yakin jika rupa dan bentuk tubuh-nya lebih menggoda daripada perempuan itu!..., lantas kenapa!, kenapa Masternya tidak..., Ophis langsung menghentak-hentakan kakinya kelantai dengan kesal, pipinya digembungkan sedikit menandakan jika ia tengah ngambek, meskipun ekspresi datar milik-nya lebih Dominan...,
' Master no baka..., '
" Ohok!..., "
Naruto semakin terpuruk dipojokan dengan aura suram mengelilinginya, darah mengalir dari sudut bibir Naruto..., serangan batin yang diterima Naruto berdampak luar biasa untuk jiwanya..., " Op-Ophis...,-chan. I-itu kejam..., " gumam Naruto yang hanya dibalas 'hmph!' dari Ophis.
Naruto menghela nafas lalu perlahan bangkit dari kesuramannya dan menatap kearah perempuan didepannya, Naruto menatap perempuan itu intens, tidak salah lagi, itu Maria Rossfield...,
" sial, ini masih berlanjut. "
Naruto langsung waspada ketika melihat Maria menarik sesuatu dari balik pinggangnya..., sepasang dagger berwarna merah muda pada bilah membuat Dagger itu terlihat indah, Naruto mengangkat Canis Lykaon didepan dadanya...,
' lebih baik, kau kalahkan dia Master, lihat api dililin keempat sudah terserap..., waktumu tinggal 6 menit lagi..., '
Naruto memasang wajah serius, 6 menit..., itu terlalu sebentar, terlebih lagi, Naruto tidak mengetahui satu set kemampuan dari Maria Rossfield ini akan berat...,
Naruto meningkatkan kewaspadaannya ketika dari sekitar Maria perlahan kabut muncul, Kabut itu perlahan menyebar dan menutupi Maria sebelum akhirnya menghilang begitu juga dengan Maria yang lenyap tak berbekas sama sekali...,
Naruto mencoba memperluas indera penglihatannya namun nihil ia tidak bisa melihat Maria dimanapun, Naruto terdiam sebelum ia memfokuskan semua indera yang ia miliki dan seketika iris Naruto melebar ketika ia mendeteksi kehadiran dibelakangnya...,
Naruto berbalik dan dengan refleks yang bagus Naruto menahan sebuah dagger yang berniat menikam jantungnya dengan Canis Lykaon, Naruto mendorong Dagger itu dan melakukan tendangan menyamping namun gagal karena Maria sudah terlebih dahulu memanggil kabut dan lenyap...,
Naruto kembali memfokuskan semua pancar indera yang ia miliki dan mencoba merasakan kehadiran Maria namun nihil, Maria tidak terdeteksi..., Naruto menoleh kesamping ketika ia melihat kabut muncul namun tidak ada apapun disana...,
" tidak salah lagi, membunuh dalam diam..., Maria Rossfield, dia seorang Assassin terlatih..., "
Gumam Naruto, merasakan bahaya dari samping kanannya Naruto menoleh dan benar saja Maria muncul dan mengarahkan Dagger miliknya yang siap menikam kepala Naruto, namun dengan cepat Naruto berhasil mementalkan serangan Maria, Maria yang melihat serangannya gagal langsung memutar tubuhnya dan mengarahkan dagger satunya keleher Naruto, namun dengan refleks bagus Naruto menghindar dan dengan cepat menangkap tangan Maria dan membantingnya dengan keras!.
Brak!
Naruto mengangkat Canis Lykaon tinggi dan berniat menusuk ketempat dimana jantung Maria berada namun terlambat, kabut menyelimuti Maria dan membuat tusukan Naruto hanya mengenai lantai...,
" sial, ia lolos..., kabut menyebalkan!. "
Naruto mengumpat pelan, Ophis yang melihat Masternya terdiam, Masternya bisa menyentuh wujud Ghoib Maria Rossfield dan membantingnya ketanah dengan keras?...,
' Master..., bagaimana kau melakukannya?, '
" hah?. "
Naruto memekik bodoh ketika ia mendengar pertanyaan Ophis yang tiba-tiba dan jujur saja ia tidak mengerti arah pertanyaan Ophis ini...,
" apa maksudmu, Ophis?. "
' Master, apa kau tidak sadar kau baru saja melakukan kontak fisik dengan Maria Rossfield, kau bisa menyentuh Roh itu bahkan membantingnya kelantai..., apa kau tidak sadar hal itu?. '
Naruto mengerutkan dahinya sebelum ia mengerti Maksud Ophis, tadi ia bisa menyentuh fisik Maria dan membantingnya kelantai..., tunggu, kenapa itu bisa terjadi?.
Naruto dan Ophis terdiam sejenak sebelum mereka berdua menatap kearah Canis Lykaon, sepertinya keduanya berpikir bahwa ini ada hubungannya dengan Canis Lykaon...,
Naruto menoleh kesamping ketika ia merasakan hawa kehadiran, dari jarak yang lumayan jauh dari Naruto sebuah kabut berkumpul dan dari kabut itu keluar Maria yang menatap Naruto dengan pandangan datar..., Naruto menaikan kewaspadaannya ketika ia merasakan firasat buruk melihat gesture aneh dari Maria..,
Maria membuka kuda-kuda miliknya dan menaruh kedua dagger miliknya didepannya, Naruto menatap gesture Aneh Maria sebelun iris shappire-nya membulat sedikit ketika ia merasakan kekuatan Maria meningkat pesat..., jangan-jangan!.
Maria menutup Matanya dan bergumam pelan, namun entah bagaimana Naruto mampu mendengar suara datar tak berisi emosi dari Maria.
[Murderer of the Misty Night]
Seketika Kabut muncul disekitar dan menyebar dengan cepat memenuhi ruangan itu, Naruto yang melihatnya meningkatkan kewaspadaan-nya, penglihatannya tidak berguna karena kabut ini, Ophis dari [Library World] menatap serius kearah layar yang memproyeksikan apa yang dilihat Naruto...,
" Kabut ini... mengandung [Mana] dalam jumlah besar... sangat besar untuk ukuran orang yang sudah mati. Master!, berhati-hatilah!, Kabut ini mengandung [Mana], [Belial Eye's] tidak akan bisa menembus kabut ini!..., "
Naruto terdiam mendengar perkataan Ophis sebelum ia mengangguk paham, pantas saja sedaritadi yang ia lihat hanya kabut saja, ternyata [Belial Eye's] memiliki kelemahan seperti ini...,
Dari balik kabut Maria menatap Naruto yang tengah waspada dan menatap sekelilingnya, Maria menatap datar hal itu sebelum ia mengangkat kedua dagger miliknya dan bergumam pelan.
[Assassin Secret Skill: Jack The Ripper]
Naruto menegang ketika ia mendengar sebuah suara yang begitu dingin tepat didepannya, mata Naruto membulat sempurna ketika melihat Maria melesat kearahnya dengan kecepatan tinggi!, Dagger tajam ditangannya terhunus kedepan, tidak ingin Mati Naruto menghindar kesamping namun karena kecepatan Maria yang luar biasa Maria berhasil melukai perut kanan Naruto...,
Tak sampai disitu, Maria melancarkan serangan kedua dan ketiga dengan cepat dan merobek dada Naruto cukup dalam, darah menyembur keluar dari sana..., Naruto kehilangan keseimbangan dan bersiap jatuh.
' sial!, dia sangat cepat..., [Belial Eye's] tidak bisa melihat jelas pergerakannya, dia bisa bergerak melebihi waktu prediksi [Belial Eye's]..., '
Naruto meringis ketika rasa perih menyelimuti tubuhnya, darah mengalir dengan deras, Naruto melirik kebelakang dimana ia melihat Maria yang bersiap melakukan serangan terakhir, Dagger miliknya bersinar terang!...,
' kuso!, aku tidak ingin mati..., dua kali!..., tidak ada pilihan lain!. '
[Limit Burst]
Wusssh!?
Sebuah gelombang aura yang cukup besar menghempaskan kuat disekitar Naruto, Aura merah crimson tipis menyelimuti tubuh Naruto dan membungkusnya dalam pedar tipis..., Naruto menyeimbangkan tubuhnya dan dengan cepat membalik kan tubuhnya menghadap Maria yang bersiap melesat..., Naruto memegang Canis Lykaon dengan erat dan berkonsentrasi penuh...,
Maria melesat dan memotong jarak dengan cepat dan menguhunuskan Dagger miliknya, Naruto membuka matanya dan melihat Maria sudah berada dalam jangkauan serangannya dengan cepat melakukan tebasan kekanan sebelum ia memutar tubuhnya kekiri dan menutupnya dengan tebasan dari atas.
[Namikaze Style: Turning Swallow Strike]
Blaaaar!?
Dua teknik tingkat tinggi itu berbenturan satu sama lain, hingga menyebabkan ledakan yang menelan mereka berdua...,
- The Worst One -
- Naruto POV -
Ah..., dimana aku?, apa aku mati lagi untuk yang kedua kalinya?, Aku mencoba mengerakan tanganku, aku bisa mengerakannya. Perlahan aku membuka mataku dan hal yang pertama aku lihat adalah sebuah langit cokelat dengan lampu gantung dari crytal cantik yang tersusun rapi, lampu itu..., bukankah lampu gantung itu hanya ada diperpustakaan?, itu artinya aku ada di...,
Aku bangkit dari posisi tidurku dan menatap sekeliling, benar... Aku berada diperpustakaan, pandanganku teralih kebelakang ketika aku mendengar suara pintu terbuka, dan apa yang aku lihat membuatku terkejut, tepat didepanku Maria berjalan dengan pelan menuju kearahku, aku bersiap menarik katanaku dipinggangku...,
Eh?, Are?, katanaku?, tidak ada..., sial jika begini aku akan melawannya dengan tangan kosong..., aku memasang kuda-kuda dan bersiap memukul Maria yang sudah ada didepanku.
Punch!
Pukulanku..., pukulanku melewati tubuh Maria begitu saja?, da-dan..., baru saja Maria berjalan melewatiku?..., aku terdiam sebelum menatap kearah tanganku, tanganku transparan..., begitu juga dengan tubuhku..., ini, aku mencubit daguku dan berpikir..., tubuhku jadi tembus pandang?, dan tidak memiliki bentik fisik?... Apa aku, sudah mati dan menjadi hantu?... Aku memucat ketika memikirkan hal itu.
" Kuso!?, aku sudah mati!, lagi!. sialan!, aku mati dua kali dalam kondisi perjaka ting-ting!?, apa ini kutukan!?, kutukan karena aku terlahir dengan wajah super tampan ini hingga Dewa yang iri mengutuk diriku!?, sial!..., setidaknya sebelum mati ijinkan aku bercinta setidaknya sekali saja!, "
Tenang, tenang Naruto, tarik nafas buang..., oke, sekarang apa yang terjadi padaku?, pikirkan kembali, setelah hampir mati akibat serangan super cepat Maria, aku melawan balik setelah mengaktifkan [Limit Burst] dan melancarkan teknik andalan milikku dan setelah itu aku dan Maria diselimuti cahaya..., dan aku berakhir disini..,
Aku mengalihkan pandanganku dan menatap kearah perempuan yang bisa dibilang 'mirip' Maria tengah mengambil sebuah buku yang agak tebal dan membawanya kepojok perpustakaan lalu membacanya...,
" perempuan ini..., apa dia..., "
Aku menatap intens perempuan itu sebelum suara pintu yang didobrak keras mengalihkan perhatianku, disana aku melihat empat orang pemuda bertubuh super besar berjalan kearah perempuan yang 'mirip' dengan Maria itu.
" Maria Rossfield?. "
Aku membulatkan mataku ketika pria yang paling tinggi diantara mereka memanggil nama perempuan itu, Maria!, Maria dia bilang?!, jadi perempuan itu adalah Maria Rossfield!, tapi..., kenapa ia masih hidup dan..., bagaimana ini bisa terjadi!?...,
Selagi aku bergelut dengan gir-gir diotakku, Maria yang tengah membaca buku mengalihkan pandangannya dan menatap keempatnya dengan pandangan datar sebelum ia mengangguk pelan...,
" bisa ikut kami sebentar? "
Aku mengalihkan pandanganku dan menatap kearah Maria yang terdiam sebelum ia menghela nafas dan menutup buku ditangannya.
" baiklah, tunjukan jalannya. "
Setelah Maria mengatakan itu tiba-tiba cahaya yang menyilaukan muncul dan memaksaku menutup mataku, setelah mereda aku membuka mataku dan kini didepanku aku melihat keempat orang bertubuh besar yang sebelumnya menegur Maria diperpustakaan menumpuk satu sama lain dengan Maria yang dengan santainya memainkan dagger ditangannya, ia duduk diatas tumpukan orang bertubuh besar itu...,
" membosankan..., "
Maria melompat turun dan menaruh dagger miliknya lalu berjalan menuju pinggir lapangan, aku menatap kepergian Maria kepinggir lapangan disana aku melihat seorang pemuda yang ehem, tampan dengan mata cokelat menawan, surai emas pendek dan pakaian Academy hitam yang menambah kesan menawan untuk pemuda itu..., aku menyipitkan mataku ketika melihat lambang dikerah baju pemuda itu, Wizard?...,
" kerja bagus, Maria. "
Pemuda itu memberikan Maria handuk hangat, Maria terdiam sebelum ia dengan err..., malu-malu menerima handuk itu dan mengelap keringat diwajahnya, Aku mengerjapkan mataku berkali-kali, aku bersumpah tadi aku melihat Maria merona meskipun tipis tapi tetap saja merona!...,
" Arigatou..., Richard-kun. "
" sama-sama, Maria. "
Pemuda bernama Richard itu menunjukan senyuman cerah yang sangat menawan dan aku berani bertaruh jika perempuan manapun akan meleleh melihatnya, namun aku yakin hal itu tidak akan berlaku pada Maria karena dia itu pembubuh berdarah ding-,
Terdiam
Aku mengerjapkan mataku berkali-kali dan mengucek mataku ketika melihat Maria tersipu malu dengan rona merah memenuhi wajahnya..., Apa ini!?, Maria Rossfield tengah tersipu malu!?..., Richard meletakan handuk ditangannya dengan gaya ala butler dan menatap Maria yang terlihat malu..., seseorang hajar aku!?.
" nee, Maria. Malam ini, apa kau ada rencana?. "
Richard bertanya dengan nada ramah dan senyuman menawan miliknya, Maria tersentak sebelum ia menjadi salah tingkah dan memainkan kedua jari telunjuknya menandakan jika Maria tengah gugup, sangat gugup!?...,
" ak-aku tidak ada rencana apapun, me-memang kenapa?. "
Tunggu!, siapa orang ini!?, kemana perginya Assassin berdarah dingin yang aku lawan sebelumnya!?. Mendengar perkataan Maria Richard tersenyum senang.
" benarkah!, kalau begitu bagaimana jika kita bertemu ditaman Academy malam ini?, bagaimana?, kau mau?. "
Maria nampak semakin salah tingkah ketika Richard dengan semangat yang berlebihan memajukan wajahnya hingga wajah Maria dan Richard hanya terpisah beberapa inci lagi, Maria langsung merona hebat sebelum beberapa saat kemudian mengangguk pelan.
Setelah itu tempat berganti lagi, kali ini aku kembali keperpustakaan, aku menatap kesekeliling, dan pandanganku terkunci kearah pintu perpustakaan yang terbuka, Maria dan Richard masuk kedalam perpustakaan dengan langkah layaknya maling...,
" aman, kita masuk. "
" uhm..., Richard-kun. Apa..., apa yang ingin kau tunjukan padaku disini?. "
Maria bertanya selagi wajahnya merona tipis, ia merona karena Richard menarik tangan Maria, hah~, dasar anak muda..., Richard menoleh kebelakang dan tersenyum.
" sesuatu yang luar biasa, aku akan menunjukan sesuatu yang luar biasa padamu, ikuti aku..., "
Richard membawa Maria kesana kemari, aku menatap semua itu dalam diam, entah kenapa Richard ini membawa Maria ketempat dimana aku dan Tobio menemukan simbol-simbol yang menuntun kami ketempat Rahasia Sekolah ini, aku menatap kearah Richard yang saat ini berada didepan meja tempat penjaga perpustakaan biasa duduk..., Richard mengambil cap stempel dan meletakannya diatas tempat tinta stempel dan mendorongnya kebawah hingga terdengar bunyi 'cklek'..., Pemuda ini, bagaimana ia bisa tahu semua pola teka-teki ini, ini mencurigakan.
" yosh, sekarang putar kekanan sekali, dua putaran kekiri dan dan satu putaran penuh kekan-, "
" hey!, apa yang kalian lakukan diperpustakaan Malam-Malam begini!. "
Aku mengalihkan pandanganku kebelakang dan aku melihat seorang perempuan cantik bersurai pirang dengan iris golden menatap kearah Maria dan Richard yang terkejut..., perempuan ini..., sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana?, aku bergulat dengan pikiran ku, aku menatap kearah perempuan itu dari atas sampai bawah, Orang ini mirip sekali dengan Professor Yasaka, salah satu guru terbaik di Divisi Wizard..., tunggu sebentar apa jangan-jangan...,
" ah, itu Yasaka!, kita lari Maria. "
Ya... Yasaka!?, jadi perempuan ini benar-benar Professor Yasaka!?..., Maria mengangguk dan dengan cepat langsung menciptakan kabut yang menyelimuti keduanya sebelum keduanya menghilang dari sana..., sebelum tempat berganti lagi aku melihat Yasaka yang terlihat menghela nafas.
" Dasar Maria bodoh..., "
Aku terdiam mendengar gumam Professor Yasaka sebelum cahaya yang menyilaukan muncul dan memaksaku untuk menutup mataku...,
Setelah cahaya redup aku membuka mataku dan hal pertama yang aku lihat adalah Maria yang tengah duduk dimeja belajar, perempuan itu terlihat tengah menulis sesuatu, aku berjalan mendekati Maria untuk melihat apa yang dia tulis.
" buku ini..., jadi buku itu memang ditulis oleh Maria Rossfield?. "
__ADS_1
Aku bergumam dan melihat Maria dengan semangat menulis teka-teki yang ia temukan bersama dengan Richard -yang aku tahu- orang yang disukai Maria, aku menatap Maria, bagaimana bisa orang yang -menurutku- baik ini berubah menjadi arwah pendendam...,
Ketika aku berpikir tentang hal itu cahaya kembali muncul dan memindahkanku ketempat selanjutnya, ketika aku membuka mataku hal pertama yang aku lihat adalah tempat dimana aku dan Maria bertempur...,
Aku melihat orang yang bernama Richard tengah berdiri tak jauh dariku dan menatap kedepan, aku yang melihat hal itu mengalihkan pandanganku kedepan dan seketika aku membeku dengan apa yang ada didepanku, Maria..., Rossfield tengah disetubuhi oleh beberapa pemuda yang tidak aku ketahui diatas atlar pengorbanan.
Apa ini!, apa yang terjadi disini!?, ke-kenapa Maria bisa...,
" kerja bagus, Richard. "
Aku mengalihkan pandanganku kebelakang dan disana aku melihat seorang pemuda bersurai merah panjang sebahu, iris blue miliknya menatap kearah Richard dengan senyuman ramah, Richard menoleh kebelakang dan tersenyum.., pakaian Academy dengan lambang Wizard dikerahnya, orang ini..., seorang siswa Wizard?...,
" aku hanya melakukan kontrak kita, dan dengan begini apa kau puas?. "
Apa maksudnya ini?, kontrak?, kontrak apa!?, dan siapa orang itu!. pemuda itu tersenyum dan berjalan melangkah mendekati Richard.
" tentu, kerjamu memuaskan, dengan begini aku bisa membalaskan rasa sakit hatiku dipemilihan festival empat ras..., seperti yang mereka, para penghuni pasar gelap bilang kenerja mu sangat memuaskan, iblis pelahap wanita, Richard Vallinel..., "
" ya, dengan begini kontrak selesai, membuat jatuh hati [Rune Breaker: Lady of the Mist] Maria Rossfield dan membawanya keruang rahasia ini, lalu lumpuhkan dan setelah itu kontrak kita selesai..., "
" ya, ini bayaranmu, aku sudah menyimpan semua yang kau minta, lain kali jika aku ada kepentingan seperti ini lagi aku akan menghubungimu. "
" senang berkerja sama denganmu, Viscount Ragor-sama..., "
Aku mengeraskan wajahku, jadi begitu!?, orang ini..., orang ini adalah dalang dari semua tragedi [Maria Rossfield], orang ini menyewa Richard, seseorang yang berasal pasar gelap, mereka berdua yang melakukan semua ini, Richard Vallinel, dan Viscount Ragor..., dua orang bajingan ini..., mereka bukan manusia!, mereka lebih mirip seperti iblis!...,
" Ri...Richard-kun..., kenapa..., kenapa...,"
Aku mengalihkan perhatianku kebelakang dan aku melihat Iris Ilme milik Maria meredup, tidak ada lagi kehidupan disana, Maria..., dia masih memanggil nama brengsek ini, seberapa besarnya Maria jatuh oleh orang ini...,
Richard berbalik dan menatap Maria dengan senyuman ramah seolah-olah ia tidak merasakan apapun...,
" kenapa kau bilang?, tentu saja ini karena Kontrak permainan cinta-cintaan kita berakhir sampai disini, Maria..., selamat tinggal. "
Setelah mengatakan hal itu Richard pergi meninggalkan Maria disana, Aku mengeraskan wajahku hingga tanpa sadar aku mengepalkan tanganku dengan kuat, orang ini..., brengsek ini..., jika aku bertemu dengan orang ini aku pasti akan..., aku akan..., ketika aku dikuasai amarah cahaya menyilaukan kembali muncul dan kali ini aku masih tetap berada ditempat yang sama, aku menatap sekeliling sudah tidak ada siapa-siapa disini...,
sampai mataku terkunci pada Maria yang tergeletak tak berdaya, tubuhnya terlihat ditutupi oleh banyak sekali cairan kental milik para bajingan itu, aku menatap hal itu dengan kasihan dan sedih.
" aku..., aku tidak tahu ternyata kau semenderita ini, Maria..., "
Aku menatap pedih Maria yang 'rusak', tanpa sadar aku mengepalkan tanganku, melihat semua ini membuatku sadar bahwa didunia ini orang-orang bisa mengunakan apapun untuk membalas dendam...,
Ketika aku sedang meratapi betapa kerasnya dunia, sebuah langkah kaki membuatku mengalihkan pandangan kebelakang disana aku melihat seseorang yang mengenakan jubah hitam dengan tudung yang menutupi wajahnya hingga tidak bisa ku lihat.
Orang itu berjalan mendekati Maria dan menatapnya dengan wajah tak terbaca, ia menyentuh Kepala Maria dan sebelum ia mendekatkan wajahnya ketelinga Maria dan membisikan sesuatu..,
" ********, ******* "
Aku menutup telingaku ketika aku mendengar suara seperti kaset rusak bergema digendang telingaku, orang ini apa yang ia lakukan..., tak lama setelah itu orang ia menjauhkan wajahnya dan berbalik meninggalkan Maria.
" bangkitlah, dan balaskan dendam mu, mulai sekarang namamu adalah Maria Rossfield, [Shadow The Reaper]. "
Aku menatap kepergian orang itu sebelum tubuhku menegang ketika merasakan sengatan listrik dari belakangku, aku memutar kepalaku dan menatap kebelakang, aku melebarkan mataku...,
Maria perlahan bangkit dengan aura Crimson gelap menyelimuti tubuhnya, tekanan energi gelap nan kelam menyeruak dari tubuh Maria, tanpa sadar aku mengambil langkah mundur ketika melihat sepasang mata merah berkilat tajam kedepan..., perlahan aura crimson gelap itu berubah menjadi jubah hitam yang menutupi tubuh Maria..., dan inilah wujud dari seorang [Shadow The Reaper].
Setelah itu cahaya menyilaukan kembali muncul namun kali ini kesadaranku entah kenapa tersedot kedalam cahaya menyilaukan itu...,
- Naruto POV End -
- The Worst One -
' Master!, Master sadarlah!. '
Naruto perlahan membuka matanya ketika ia mendengar suara teriakan Ophis.
' Syukurlah, Master. Kau akhirnya membuka matamu..., '
Naruto bangkit dari posisi tergeletaknya dan memegang kepalanya yang pening, entah kenapa tadi terasa seperti mimpi...,
" Ophis..., apa yang terjadi. "
' kau terpental akibat ledakan dari benturan dua kekuatan besar Master..., '
Naruto terdiam sebelum ia merasakan tubuhnya terasa sakit semua, ia menatap kearah tubuhnya dan dua kata yang pantas mencerminkan keadaan Naruto saat ini [Hancur Lebur]..., pakaian yang ia kenakan kini sudah layak dipanggil pakaian orang gila, robekan dimana-mana, luka berbentuk X didadanya terus mengalirkan darah...,
" bagaimana dengan Maria dan Miya?..., "
' Miya, ia hanya memiliki waktu tak kurang dari 3 menit lagi, sementara Maria tengah berdiri didepan Rune..., '
Naruto mengarahkan pandangannya dan menatap kearah Maria yang berdiri membelakangi Rune penghalangan dengan ekspresi datar..., Naruto menatap kearah Maria dengan wajah sulit diartikan..., Naruto mengarahkan pandangannya kearah Canis Lykaon yang tergeletak tak jauh didekatnya..., Naruto mengambil pedang itu dan bangkit dari posisi duduknya.
Naruto menatap Maria dengan pandangan sulit diartikan, Naruto mengalihkan pandangannya kearah Canis Lykaon ditangannya.
" terimakasih, Jin. Bantuanmu cukup sampai disini, aku akan melawannya sendiri. "
Ucap Naruto seraya menancapkan Canis Lykaon kelantai membuat Ophis yang mendengarnya melebarkan matanya, ' Master, apa yang kau katakan!, melawan Monster itu tanpa kekuatan dari Canis Lykaon Mustahil untuk dilakukan!. ' ucap Ophis Panik, Naruto terdiam sebelum ia tersenyum tipis.
" aku mendapatkan cara yang bagus untuk menolongnya Ophis. "
Ucap Naruto melepaskan ikat katana dipinggangnya dan memasukan katana itu kedalam [Dimension Space Magic : Gate] miliknya..., Ophis mengerutkan dahinya, menolong?, bukankah seharusnya mengalahkan?.
Naruto mengabaikan kebingungan Ophus dan melangkah mendekati Maria yang langsung membalikan tubuhnya ketika ia mendengar suara langkah kaki, Maria menatap datar Naruto yang juga menatapnya datar.
Keduanya memasang sikap waspada satu sama lain, Naruto menyiapkan kuda-kuda siap tarung, Maria yang melihatnya mulai membuka kuda-kuda miliknya dan menaruh kedua dagger miliknya didepannya, sebelum ia bergumam pelan.
[Muderer of the Misty Night]
Kabut tebal langsung menyelimuti seluruh ruangan Naruto membuka telinganya lebar-lebar, penglihatannya tidak akan berguna sekarang jadi ia akan memfokuskan pada pendengarannya...,
[Assassin Secret Skill: Jack The Ripper]
Naruto membalikan tubuhnya ketika ia mendengar suara dibelakangnya dan benar saja ia melihat Maria yang melesat dengan kecepatan tinggi kearahnya, Naruto menguatkan kuda-kudanya dan bersiap untuk serangan Maria..., ketika jarak mereka memendek dalam hitungan Mili second Naruto menjulurkan tangannya berusaha menangkap Maria namun ia kalah cepat
Jrash!
Naruto terkena sayatan pertama, Naruto meringis kesakitan sebelum ia membalikan tubuhnya dan berusaha menangkap Maria namun gagal karena Maria kembali menyayat tubuhnya dengan dua luka melintang dari bahu sampai pinggang!, darah menyembur keluar...,
" ugh, sial pandanganku mulai mengabur..., "
Naruto kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh kebelakang namun karena tekad yang ia miliki Naruto berhasil menyeimbangkan tubuhnya..., Ophis menatap khawatir Masternya yang entah apa tujuannya itu, darah Masternya telah berkurang cukup banyak..., ingin Ophis menghentikan Masternya Namun pancaran dari mata Masternya menghentikan niatannya, iris Shappire indah itu memancarkan sebuah tekad yang kuat...,
" Master..., "
Naruto mengeleng pelan ketika pandangannya semakin buram, ia sadar ia kehilangan terlalu banyak darah, Naruto menatap kedepan dimana Maria tengah menekan kuda-kudanya dengan kuat dengan dagger yang ia posisikan didepannya...,
' jika aku tidak bisa menghentikan serangannya yang terakhir ini maka, aku akan mati..., lagi. '
Naruto menajamkan pandangannya, ia tidak boleh gagal karena ini menyangkut nyawa teman-temannya dan juga dirinya!. Naruto dan Maria menatap tajam satu sama lain, Maria dengan cepat melontarkan tubuhnya kedepan memangkas jarak antara dirinya dengan Naruto...,
' sial, ia terlalu cepat!, aku tidak akan bisa menangkap-nya disaat yang tepat..., '
Naruto menjadi khawatir dan mulai kehilangan ketenangan, ia dapat melihat dengan jelas dagger yang siap terhunus menusuk dirinya, Narutp memejamkan matanya pasrah, ia tidak mungkin bisa menangkap Maria di timing yang tepat..., sampai sebuah gambaran gadis bersurai pirang diikat rapi dengan kacamata tebal membangkai iris violet miliknya muncul dikepalanya..., Shaga-chan..., seolah mendapatkan dorongan hidup Naruto membuka matanya dan dengan cepat mengaktifkan [Belial Eye's] yang langsung bersinar debgan terang...
' aku melihatnya!, '
Grep!
" Ha~ah, jika aku menyerah sekarang, aku akan dihajar oleh kakekku dialam sana nanti, aku tidak ingin itu terjadi..., "
Maria membulatkan matanya terkejut ketika melihat pemuda didepannya menangkap dagger miliknya, Pemuda itu membuka matanya dan memperlihatkan iris mata yang berbeda dimana Shappire disebelah kiri dan emas dengan pupil vertikal disebelah kanan yang bersinar terang..., Maria mencoba melepaskan tangannya namun Naruto terlalu kuat.
" percuma saja, kau tidak akan bisa melepaskannya..., "
Ucap Naruto menatap Maria dengan tatapan datar, dengan gerakan cepat Naruto menghentakan tangannya dan membuat Dagger ditangan Maria terlepas dan jatuh kelantai.
" sekarang kau tidak bisa menyerangku lagi, apa yang akan kau lakukan?..., "
Maria mengeraskan wajahnya dan berusaha melepaskan dirinya namun Naruto menahan Maria dengan erat, Naruto menatap Maria, cukup lama Naruto menatap Maria sebelum ia berkata.
" Richard Vallinel..., "
Mendengar nama itu tubuh Maria menegang, dan menatap Naruto dengan tatapan terkejut, Naruto yang melihatnya menatap datar.
" kau ingin membunuhnya bukan?, karena itulah kau mencoba bangkit kembali dengan menggunakan [Curse Magic : Rivave Life] dan mencari Richard Vallinel..., "
Maria terdiam ia tidak lagi merontah dan menatap Naruto dengan pandangan sulit diartikan, dengan masih ekspresi datar diwajahnya Naruto menghela nafas.
" jika itu penyesalanmu, dan dendam mu maka aku akan mengantikanmu..., aku akan mencari Richard Vallinel dan membunuhnya untukmu.., "
Maria membulatkan matanya mendengar perkataan Naruto, Maria menatap Naruto yang memasang wajah datar namun ia dapat melihat dimata Naruto terdapat kesungguhan yang nyata.
" karena itu, bisakah kau melepaskan temanku, Miya?..., "
Tanya Naruto, Maria terdiam sebelum ia menatap Naruto, bibir pucat Maria perlahan bergerak.
" [benar kah..., benarkah kau akan melakukannya untukku?.] "
Tanya Maria dengan nada melemah, Naruto terdiam sebelum ia mengangguk dan menatap serius Maria.
" aku berjanji, demi nyawaku..., aku akan mencari Richard Vallinel dan membunuhnya untukmu, jika perlu aku akan menaruh jantungnya tepat dialtar itu untukmu, karena itu bisakah kau membatalkan Ritual Rivave Life dan lepaskan temanku?. "
Maria terdiam dan menatap Miya yang masih tergeletak diatas Altar tak sadarkan diri, pandangannya menatap Naruto yang masih memasang wajah serius kearahnya...,
" [aku mengerti, aku akan melepaskan temanmu, dan aku memintamu untuk menepati janjimu..., bunuh Richard Vallinel, dan letakan jantungnya diatas Altar itu untukku] "
" aku mengerti, aku pasti akan menepati janjiku. "
Maria menatap kearah Shappire indah Naruto dan ia melihat keseriusan didalamnya, Maria tersenyum tipis, air mata perlahan mengalir membasahi pipinya dan perlahan Maria mulai bersinar dan berubah menjadi partikel cahaya...,
" [seandainya aku terlahir sepuluh tahun dimasa depan, mungkin aku akan jatuh hati padamu, karena itu sebelum aku termurnikan, bisakah kau mendekat?.] "
Naruto menaikan satu alisnya sebelum ia merendahkan tubuhnya dan mendekat kearah Maria dan *cup*, sebuah ciuman singkat mendarat dibibir Naruto..., Maria menjauhkan wajahnya dan menatap Naruto dengan senyuman manis.
" [sekarang aku sudah tidak memiliki penyesalan lagi, terimakasih..., sampai jumpa...,] "
Tepat setelah itu tubuh Maria pecah menjadi partikel udara dan melayang keudara dan menghilang, Naruto masih terpaku ditempat sebelum tangannya menyentuh bibirnya..., tadi itu mengejutkan, ia baru saja dicium oleh seorang gadis, ya..., meski secara garis besar harusnya dipanggil tante..., tapi tetap saja ia baru saja mendapatkan ciuman dari lawan jenis!?..., hal itu membuat wajah Naruto memanas...,
Naruto mengeleng pelan dan berbalik menatap kearah Miya, lingkaran Rune yang menghalangi perlahan meredup dan menghilang, Lingkaran Magic diatas Miya perlahan menghilang tepat disaat api terakhir akan menyentuh lingkaran itu, Naruto menghela nafas..., ia berjalan dan mengambil jubah hitam Maria dan memakainya.
" akhirnya semua berakhir juga..., "
- change scene -
Setelah menyelesaikan pertempuran dengan Maria, Naruto membangunkan Miya dari pingsannya, awalnya Miya bingung dengan apa yang terjadi, dan pada akhirnya Naruto menjelaskan dari awal bahwa ia dan Tobio datang untuk menyelamatkannya, dan mereka berdua terlibat pertempuran hebat, Naruto mengatakan jika Tobio tak sadarkan dirinya..., Miya awalnya panik mendengar jika Tobio tak sadarkan diri karena terkena benturan(bohong) saat bertarung melawan Maria, namun Naruto dengan lembut menjelaskan jika Tobio baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, dan akhirnya Miya mengerti.
Setelah itu Naruto dan Miya serta Tobio yang dibopong Naruto berjalan keluar Perpustakaan, diperpustakaan Naruto memutar kuncinya dengan cara sebelumnya dan mengembalikan seperti semula...,
Saat ketiganya akan pulang tiba-tiba pintu terbuka dan memperlihatkan seorang gadis bersurai pirang diikat rapi dengan kacamata tebal membingkai wajahnya...,
" Naruto-kun? / Shaga-chan?. "
Keduanya berucap pelan, Shaga berjalan kearah Naruto cepat dan menatap keadaan Naruto yang kotor penuh debu.
" kau..., kau habis ngapain disini, Naruto. kenapa kau bisa berantakan seperti itu..., dan kenapa dengan pria ini dan..., bukankah kau yang diculik makhluk aneh itu?... "
Naruto terdiam mendengar pertanyaan Shaga, sebelum ia menghela nafas dan melepaskan satu tangannya yang membopong Tobio dan dengan cepat menyentil dahi Shaga dengan cukup kuat hingga membuat Shaga memeki sakit.
" bisakah kau bertanya satu-persatu?, aku akan menjelaskan semua tapi sebelum itu..., Miya-san, bisakah kau membawa Tobio keruang pemulihan?, ia membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut karena mungkin ia mengalami masalah pada kepalanya akibat benturan..., "
Ucap Naruto, Miya terdiam sebelum ia mengangguk dan membopong Tobio, sebelum pergi Miya menatap kearah Naruto.
" Naruto-san, bagaimana denganmu?, kau pasti juga membutuhkan pemeriksaan karena kau-, "
" ha'i, ha'i, aku akan menyusul kalian setelah menjelaskan apa yang menimpa kita, jadi kalian pergi saja lebih dulu, lagipula lukaku tidak terlalu parah..., "
Ucap Naruto yang jelas seratus persen bohong!, dibalik jubah hitam itu terdapat luka-luka yang cukup parah, Naruto berbohong karena ia bisa melihat rasa bersalah dimata Miya ketika ia bercerita bahwa Tobio tak sadarkan diri akibat benturan dikepalanya -yang juga bohong-, dan Naruto tidak ingin membuat Miya semakin merasa bersalah jika ia tahu bahwa ia terluka cukup parah...,
Miya menatap Naruto sejenak sebelum mengangguk dan pergi keruangan Pemulihan, meninggalkan Naruto yang menatap kepergian mereka, setelah yakin Miya telah pergi..., tiba-tiba Naruto kehilangan keseimbangan namun bukannya ia menyentuh tanah ia malah merasakan kehangatan pelukan seseorang, Naruto melirik kebelakang dan ia melihat Shaga tengah menahan tubuhnya agar tidak membentur tanah..., perlahan Shaga menurunkan Naruto dan memangkunya diatas pahanya.
" dasar baka, dengan keadaan luka parah seperti ini, kau masih berkata baik-baik saja?. "
" kau menyadarinya ya?, ya..., maaf aku terpaksa berbohong karena jika aku berkata jujur maka Miya-san akan tertekan oleh rasa bersalah..., jadi aku berbohong demi kebaikannya..., "
Ucap Naruto sebelum tertawa garing, Shaga terdiam sebelum ia menatap Naruto dan tersenyum lembut...,
" kau ini..., kau membuatku bingung, kau ini benar-benar bodoh atau benar-benar baik? "
" heh~, menurutmu, dimana aku seharusnya berada bodoh atau baik?. "
Tanya Naruto dengan nada lemah dan perlahan ia merasakan kesadarannya menjauh dan tak lama ia kehilangan kesadarannya, Shaga masih dengan senyuman lembut mengangkat tangannya dan dengan cepat lingkaran Magic berwarna hijau muda muncul dan mengeluarkan cahaya lembut..., perlahan luka Naruto menutup dengan lambat...,
__ADS_1
" baka~, kau ini adalah Pemuda bodoh yang baik...