The Worst One

The Worst One
Chapter 3


__ADS_3

- Asrama -


Di Asrama perempuan, lebih tepatnya dikamar dengan tulisan nama Ayame Shaga..., terlihat diranjang seorang perempuan cantik tengah tertidur pulas, ia mengeliat sedikit dan perlahan iris Violet miliknya menyapa dunia..., Shaga bangkit dari tidurnya dan mengucek matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk..., ia menatap kesamping meja dimana disana ia melihat kacamata baca tebal miliknya...,


' kau terlihat manis..., aku menyukainya '


Perlahan rona merah hingga diwajah Shaga ketika mengingat perkataan pemuda pirang yang belum lama ia kenal itu, perlahan Shaga menyentuh kedua pipinya..., dan sekilas ingatan tentang kejadian diperpustakaan kemarin membuat Rona merah diwajah Shaga semakin terlihat jelas...,


ingatan tentang dia yang memeluk pemuda bersurai pirang yang baru beberapa hari ini ia kenal..., pemuda pirang yang selalu datang keperpustakaan untuk membaca buku atau sekedar menanyakan sesuatu pada dirinya..., tidak hanya memeluk tapi juga meminta pemuda itu agar menemaninya sedikit lebih lama dan pemuda itu menjawab tanpa keberatan sama sekali..., malahan pemuda itu memberikannya sebuah senyuman, senyuman terindah yang pernah dilihat oleh Shaga.


Shaga langsung mengambil bantal dan menyembunyikan wajahnya yang semakin memerah, ia berteriak dibantal itu meluapkan rasa yang ada didalam hatinya, setelah puas Shaga menatap kedepan...,


" Namikaze Naruto..., "


Shaga menggumamkan nama pemuda yang menjadi penyebab hal aneh ini terjadi padanya..., Namikaze Naruto, The Worst One. Pemuda yang merupakan orang yang selalu mendapatkan diskriminasi dari para murid karena kemampuan dan bakatnya yang sangat buruk..., tapi beberapa hari belakangan ini pemuda itu telah berubah, berubah menjadi lebih baik daripada dirinya yang dulu...,


Shaga menghela nafas dan bangkit dari ranjangnya lalu menuju kekamar mandi untuk melakukan rutinitas manusia normal dipagi hari..., setelah beberapa saat, Shaga sudah memakai pakaian sekolah lengkap, ia tersenyum puas dan menatap tampilan dirinya dicermin lemari, setelah merasa semua selesai, Shaga langsung mengikat rapi rambutnya dan memakai kacamata tebal miliknya...,


" Yosh..., waktunya berangkat..., "


- Skip Time -


Shaga berjalan dengan langkah ringan, ia sangat senang menghirup udara segar dipagi hari, dan yang terpenting!, tidak akan ada yang melihat dirinya karena sekarang masih pukul 5 pagi, jadi sekolah belum ada seorang muridpun...,


Shaga bersenandung ria dan berjalan menuju perpustakaan, sesampainya didepan pintu perpustakaan Shaga menoleh kekanan dan kekiri, yosh, tidak ada siapapun..., Shaga langsung masuk kedalam perpustakaan..., setelah menutup pintu Shaga menghela nafas lega.


" hah..., beruntungnya tidak ada orang, hari ini aku harus menyelesaikan terjemahan buku itu..., yosh semangat, Shaga. "


Shaga berjalan dengan langkah ringan menuju tempat duduk biasanya, sesekali ia bersenandung ria..., sampai ia terhenti ketika mendengar sesuatu, ia menajamkan pendengarannya untuk mendengar suara apa itu..., samar-samar ia dapat mendengar gumaman seseorang yang ia yakin berasal dari seorang pria.


" uhm..., [Crafting Magic], Magic ini cukup berguna, hanya mencari bahan dan membayangkan benda apa yang ingin dibuat maka benda itu akan terwujud sendiri..., Magic yang hebat. "


Shaga perlahan melangkah pelan mendekati Suara itu, ia berjalan menuju Rak buku tempat dimana buku magic dasar untuk pemula berada, sesampai disana ia menatap kearah seorang pemuda bersurai pirang panjang hingga kedua jambangnya membingkai wajahnya..., iris shappire menatap serius buku yang ada ditangannya...,


" Naruto-kun?. "


Namikaze Naruto, yang tengah membaca buku dengan serius mengalihkan pandangannya kesamping dimana ia melihat perempuan bersurai pirang dikuncir rapi, kacamata baca tebal yang tak pernah lepas dari hidung perempuan itu..., Naruto menaikan satu alisnya melihat perempuan itu...,


" Shaga-chan?. "


Shaga perlahan melangkah mendekati Naruto, ia membenarkan letak kacamatanya dan menatap Naruto intens.


" apa yang sedang kau lakukan diperpustakaan dipagi buta seperti, Naruto-kun. "


Tanya Shaga menyelidik, Naruto terdiam sejenak sebelum ia menutup buku ditangannya dan tersenyum tipis kearah Shaga.


" bukankah hal itu juga berlaku untukmu, Shaga?. Apa yang seorang perempuan lakukan dipagi buta seperti ini?. "


Tanya Naruto balik, Shaga terdiam sebelum ia bersedekap dan mengerucutkan bibirnya, Naruto merona tipis melihat tingkah Shaga yang menurutnya imut.


" Mou, orang macam apa yang menjawab pertanyaan dengan pertanyaan juga?. "


Ucap Shaga cemberut, membuat Naruto tertawa gugup dan mengaruk belakang kepalanya yang tak gatal.


" ha'i, ha'i, aku akan menjawab pertanyaanmu, Shaga-chan. Aku disini seperti yang kau lihat, aku tengah membaca buku tentang Magic [Crafting], aku tertarik untuk mempelajarinya..., dan kau sendiri?, apa yang kau lakukan disini?. "


Kali ini giliran Naruto yang bertanya, Shaga mengembalikan posturnya dan menatap Naruto dengan intens..., Shaga menghela nafas.


" aku memang sudah sering datang jam segini, Naruto-kun. "


Ucap Shaga, membuat satu alis Naruto terangkat, serius?, sering datang jam segini?, Naruto meletakan buku ditangannya kembali kerak dan menatap Shaga.


" serius?, setiap hari?, Shaga-chan. Memang apa yang kau lakukan dipagi buta seperti ini, menerjemahankan buku tebal itu?..., "


Ucap Asal tebak Naruto, Shaga tersentak sedikit membuat Naruto terdiam melihat postur tubuh Shaga..., tebakan asalnya tepat sasaran?..., Naruto menatap intens, Shaga.


" Shaga-chan. Jadi selama ini kau berdiam diri diperpustakaan selama berjam-jam karena kau mencoba buku tebal itu?. "


Ucap Naruto, Shaga berkeringat dingin sebelum dengan gerakan patah-patah ia menyampingkan wajahnya...,


" ap-apa yang ka-kau, katakan?. Ak-Aku tidak mengerti. "


Ucap Shaga dengan gugup, Naruto memasang wajah blank.


' pembohong yang buruk..., '


Batin Naruto, ia menghela nafas pelan, dan dengan cepat menarik tangan Shaga dan menyeretnya menuju tempat letak buku yang sering dibaca oleh Shaga. Shaga hanya dapat terkejut ketika tangannya ditarik oleh Naruto..., perlahan rona merah menghiasi pipi, ini merupakan pertama kalinya, Shaga merasakan rasanya disentuh oleh seorang pria selain, ayah dan kakeknya. Sesampainya ditempat buku tebal itu Naruto melepaskan tangan Shaga dan mencoba melihat buku tebal didepannya dan seketika wajah Naruto langsung menjadi datar, sedatar yang dia bisa.


" nee, Shaga. Kau sudah berapa lama menerjemahkan buku ini?. "


Ucap Naruto tanpa menoleh, Shaga terdiam sebelum ia membenarkan letak kacamatanya.


" tiga bulan, sudah tiga bulan aku mencoba menerjemahan buku itu namun tetap saja hasilnya aku baru bisa menerjemahankan sedikit kata-kata..., "


Ucap Shaga, Naruto menoleh sekilas kearah Shaga dan memasang wajah Kasihan, sebelum ia kembali menatap kearah buku tebal didepannya..., ia menyentuh permukaan kertas yang penuh dengan huruf kanji jepang itu...,


' pantas saja ia tidak mengerti buku ini, buku ini ditulis menggunakan bahasa jepang dan Inggris..., tapi aku cukup terkejut ia bisa mengartikan beberapa kata-kata dari bahasa yang tidak ia ketahui '


Batin Naruto, Shaga terdiam sejenak dan menatap Naruto yang tengah memasang senyuman tipis..., Shaga langsung muncul dipipi putihnya, perlahan tangan Shaga terangkat dan menyentuh dadanya yang berpacu dengan cepat saat melihat ekspresi Naruto..., Shaga mengalihkan pandangannya kearah lain ketika Naruto menatap kearahnya.


" nee, Shaga-chan. Jika kau mau aku bisa membantumu menerjemahkan buku ini untukmu..., bagaimana apa kau mau?. "


Tawar Naruto, mendapat tatapan cepat dari Shaga..., satu alis Shaga terangkat dan menatap bingung Naruto.


" memang kau mengerti tulisan yang ada dibuku itu?. Aku saja yang sudah mencoba menerjemahkannya selama 3 bulan terakhir baru bisa mengerti beberapa kata saja..., "


Tanya Shaga dengan nada meremehkan, Naruto menyeringai tipis kearah Shaga..., ia mendekat kearah Shaga dan menatap mata yang tersembunyi dibalik kacamata tebal itu...,


" heh..., sebaiknya kau jangan menilai buku dari sampulnya nee..., Shaga-chan. Aku tahu apa yang ditulis dibuku itu, disana tertulis sebuah Formula Magic yang bernama [Mizu Bunshin], Magic tingkat menengah untuk mengendalikan unsur air, dimana penggunanya bisa membuat Clon dirinya dengan media air..., "


Ucap Naruto menatap kearah buku yang ia asumsikan sebagai buku khusus untuk seorang Wizard Type Air..., karena ketika ia membaca dua halaman disana, ia hanya menemukan dua formula Magic yang berhubungan dengan air..., dan jika tebakannya benar maka Shaga adalah seorang Wizard Type elemen air...,


Shaga memasang wajah terkejut, Naruto bisa memahami buku yang sedang ia coba untuk terjemahkan selama tiga bulan lebih dan hanya bisa memecahkan beberapa kata, dipecahkan oleh pemuda pirang didepannya dalam waktu yang singkat...,


Naruto mengalihkan pandangannya dan sebuah senyuman terpatri diwajah Naruto ketika melihat wajah terkejut Shaga yang menurutnya lucu...,


" jadi, Shaga. Apa kau masih yakin masih tidak mau aku bantu untuk menerjemahkan buku ini untukmu?..., "


Ucap Naruto dengan nada menggoda, Shaga membenarkan letak kacamatanya, dan menatap Naruto serius...,


" kau..., bagaimana bisa kau memahami buku ini, aku saja hanya bisa memecahkan beberapa kata-kata saja dan kau hanya dalam sekali melihat bisa menebak isi dari buku ini, bagaimana kau bisa melakukannya?. "


Tanya Shaga, Naruto hanya terdiam sebelum tersenyum tipis, seandainya Shaga tahu bahwa buku itu ditulis menggunakan bahasa tempat dia berasal mungkin perempuan itu akan terkejut..., Naruto mengeleng pelan.


" tidak, kau salah, Shaga-chan. Aku memang mengerti terjemahan isi buku ini namun aku tidak memahami konsep dari formula yang ada didalamnya, mengerti dan memahami adalah dua hal yang berbeda..., dan lagi pula, menerjemahkan merupakan salah satu keahlianku, jadi, Shaga. Apa kau mau aku bantu?. "


Ucap Naruto dengan nada lembut, Shaga terdiam sebelum ia menghela nafas dan memijat pelipisnya yang berdenyut, kenapa dirinya yang sudah menguasai banyak materi bahasa bahkan baru bisa memecahkan beberapa kata saja sementara pemuda didepannya dapat memecahkan isi bahasa didalamnya dalam waktu singkat?, pemuda didepannya membuat usaha tiga bulannya menjadi sia-sia..., ternyata dunia ini luas sekali...,


" baiklah, kau boleh membantuku, Naruto-kun. "


Ucap Shaga, membuat Naruto bersedekap, menyipitkan matanya dan menatapnya intens Shaga...,


" apa itu caranya meminta bantuan orang lain?. "


Ucap Naruto, Shaga tersentak sedikit sebelum ia berdehem sejenak dan menatap Naruto lalu dengan anggun ia menarik sedikit roknya dan menundukan sedikit kepalanya...,


" Mohon, Bantuannya. Naruto-kun. "


Ucap Shaga, Naruto yang melihatnya tersenyum tipis dan dengan pelan mengelus surai pirang Shaga...,


" tentu, aku akan membantumu, Shaga..., "


Ucap Naruto sambil tersenyum lembut, Shaga mengangkat kepalanya dan menatap kearah Naruto dan seketika rona merah hingga diwajahnya...,


" heh~, Wajahmu memerah, Shaga..., kau kebelet?. "


Twich!.


Mendengar perkataan melenceng Naruto membuat urat pelipis Shaga berdenyut..., perlahan Aura mengerikan menyeruak dari tubuh Shaga, membuat Naruto langsung mengambil satu langkah mundur...,


" Na. Ru. To..., "


Glek!


Naruto menelan ludah mendengar nada berbahaya dari Shaga, nyawanya bisa dalam bahaya jika Shaga melampiaskan amarahnya padanya..., Naruto terdiam ketika sebuah ide gila muncul dikepalanya..., rencana ini gila!, dan jika gagal maka ia akan mati untuk yang kedua kalinya!..., tapi jika tidak ia juga akan mati!..., ah peduli setan!, lebih baik mencoba dan mati daripada tidak mencoba tapi tetap mati!...,


Naruto menundukan wajahnya, dengan cepat ia mengambil tangan Shaga dan meremasnya dengan lembut..., Naruto perlahan mengangkat wajahnya dan terlihatlah wajah paling menawan yang bisa dibuat oleh seorang Namikaze Naruto...,


" Shaga, aku mencintaimu, sejak pandangan pertama kita bertemu, aku sudah jatuh cinta padamu..., "


Ucap Naruto dengan nada lembut, membuat Shaga langsung terkejut hingga Aura menyeramkan langsung lenyap tak berbekas dan digantikan oleh uap panas yang keluar dari wajah Shaga..., wajah Shaga memerah bak kepiting rebua yang sudah direbus sepuluh kali diair mendidih..., dengan wajah merah dan gaya malu-malu kucing, Shaga melihat kearah Naruto...,


" be-benarkah?..., "


" tentu saja tidak, aku hanya bercanda..., "


Ucap Naruto yang langsung lari dari sana dengan kecepatan tinggi meninggalkan Shaga yang hanya bisa terdiam sebelum perlahan wajahnya memerah maksimal ketika ia sadar bahwa ia hanya dikerjain oleh Naruto...,


" Namikaze Naruto!?..., "


Teriakan Shaga langsung menguncang seluruh isi perpustakaan...,

__ADS_1


- Naruto side -


Sementara sih pelaku yang membuat Shaga berteriak tengah tertawa puas sambil berjalan menuju kelasnya, perlahan tawa itu mereda dan digantikan senyuman tipis, ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah Coin emas..., perlahan ia memejamkan matanya..., jika benar yang ia dapatkan dari buku maka dirinya hanya tinggal membayangkannya saja bukan?...,


[Crafting Magic]


Perlahan Coin emas ditangan Naruto melayang pelan diatas yangan Naruto, mencair dan dengan cepat mengambil bentuk bulat sempurna, bulatan itu perlahan berubah bentuk lagi menjadi sebuah cincin..., Naruto membuka matanya dan menatap kearah tangannya..., sebuah cincin emas polos berada ditangannya, perlahan senyuman mengembang diwajah Naruto...,


" ternyata melakukan [Crafting Magic] sangatlah mudah..., aku bisa membuat cincin dalam hitungan detik..., "


Gumam Naruto senang, ia menaruh cincin emas itu dikantung miliknya dan berjalan menuju kelas karena sekarang waktu mengatakan jika sekarang saatnya masuk kelas...,


Seandainya Naruto tahu bahwa, menguasai [Crafting Magic] tidaklah mudah, malahan itu merupakan hal yang sulit karena syarat untuk melakukan [Crafting Magic] penggunanya harus memiliki daya ingat yang kuat terhadap objek yang ingin ia buat, sangat kuat hingga benar-benar harus detail..., dan Namikaze Naruto melakukannya dengan sangat mudah...,


- Skip Time -


Tak terasa hari sudah sore, dan kelas Ibiki-sensei pun berakhir, Namikaze Naruto langsung membereskan perlengkapan belajarnya dan memasukannya kedalam tas..., saat akan melangkah tiba-tiba sebuah suara teriakan menghentikan langkahnya...,


" Kyaaa~, Kyubi Nee-sama ada disini..., "


Naruto mengalihkan pandangannya dan seketika wajah Naruto langsung menjadi datar melihat salah satu dari Four Great Onee-sama tersenyum saat melihat kearahnya..., Kyubi perlahan melangkah kearahnya...,


" hallo, kita bertemu lagi, Namikaze-kun. "


Naruto menaikan satu alisnya mendengar Kyubi menyapanya dengan sopan, ketiban pohon apa nih perempuan sampai mau datang jauh-jauh dari bangunan utama Wizard ketempat para pecundang (Divisi Knight), tentu dia memiliki maksud tertentu karena tidak mungkin tujuannya hanya untuk menyapa Naruto dengan sopan...,


" hallo..., juga, Se-Senju-san..., "


Naruto langsung memasang wajah seperti orang yang ingin muntah, namun ia segera kembali kewajah semula hingga tak ada yang menyadarinya sama sekali...,


" jadi?, apa kau memiliki urusan denganku?. "


Tanya Naruto datar, Kyubi terdiam menatap kearah wajah Naruto dengan mata berkedap-kedip..., sebelum ia sadar dan memasang senyuman manis yang langsung membuat semua laki-laki merona hebat dan perempuan berteriak gaje...,


" tentu saja, aku masih menginginkan dirimu..., "


Ucap Kyubi dengan nada menggoda, para lelaki langsung meneteskan darah dari hidung mereka ketika mendengar kata Ambigu yang dikeluarkan sementara perempuan semakin berteriak kencang..., Naruto menatap kearah Kyubi dengan pandangan datar...,


" oke..., dan jawabanku masih sama, tidak..., "


Ucap Naruto datar, Kyubi mengembungkan pipinya imut, dan bersedekap dibawah oppai yang oversize itu hingga membuat oppainya semakin terlihat jelas...,


Crooot!


Bruuk!


" mou..., tidak bisakah kau mempertimbangkannya lagi?, aku akan mengambulkan apapun yang kau mau, kau ingin harta?, kekuasaan?, atau ketenaran?, aku bisa memberikannya jika kau mau menjadi bawahanku..., "


Ucap Kyubi dengan nada dibuat imut, Naruto melirik kebelakang Kyubi dan melihat para cowok sudah tepar dengan darah yang menyembur dari hidung mereka, Naruto mengalihkan pandangannya kearah Kyubi dan menghela nafas lelah.


" aku tidak berminat, aku tidak ingin Harta, kekuasaan ataupun ketenaran..., aku tidak menginginkan semua itu..., dan aku tidak mau menjadi bawahanmu..., Senju-san, dan permisi..., "


Ucap Naruto sambil melangkah pergi meninggalkan Kyubi, Kyubi dengan cepat berbalik dan mencoba mengejar Naruto namun karena apes..., kaki Kyubi tersandung bagian meja dan membuatnya kehilangan keseimbangan...,


" Kyaa!..., "


Grep!


Kyubi memejamkan matanya berharap rasa sakit yang akan ia rasakan tidak terlalu sakit, namun setelah beberapa saat ia tidak merasakan rasa sakit melainkan sebuah dekapan hangat yang ia rasakan..., perlahan Kyubi membuka matanya, dan ia melihat jika dirinya sudah berada dipelukan seseorang, Wajah Kyubi terangkat dan yang ia lihat sebuah permata Shappire indah yang seolah-olah menyedot dirinya untuk tenggelam kedalam mata itu...,


Naruto menatap Kyubi yang berada dipelukannya dengan pandangan datar, beruntung saja ia memiliki refleks yang bagus, jadi ia bisa langsung menangkap tubuh Kyubi sebelum menabrak tubuhnya dan berakhir dengan adegan klise dimanga yang pernah ia baca...,


" kau baik-baik saja?. "


Tanya Naruto sambil menatap Kyubi, Kyubi terdiam sejenak sebelum ia mengangguk pelan, Naruto menghela nafas dan perlahan melepas dekapannya..., ia menatap Kyubi datar.


" lain kali, berhati-hatilah..., "


Setelah mengatakan itu Naruto langsung melangkah pergi meninggalkan Kyubi yang hanya bisa menatap kepergian Naruto dengan pandangan sulit diartikan...,


Kembali ke Naruto, saat ini ia tengah berjalan menuju Asramanya..., ketika ia sebentar lagi akan keluar dari gedung utama beberapa orang berdiri dan menghalangi jalannya..., Naruto mengernyitkan dahinya ketika melihat lambang dikerah baju mereka...,


' lingkaran sihir?, ah..., murid dari Divisi Wizard, ada apa mereka menghalangi jalanku..., '


" Namikaze, bisa ikut kami sebentar..., "


Ucap salah satu dari mereka, Naruto terdiam sejenak sebelum ia menghela nafas, sepertinya pakaiannya akan kotor lagi..., Naruto mengangguk dan mengikuti mereka dari belakang..., dan disinilah mereka dibelakang Academy...,


" jadi?, apa yang ingin kalian lakukan?..., "


Tanya Naruto dengan nada bingung melihat para murid Academy Wizard berjumlah tujuh orang mengepungnya dari tujuh arah yang berbeda..., salah satu murid Wizard maju dan melemaskan tangannya...,


" diam dan terima saja..., "


Ucap salah satu diantara orang itu, Naruto menghela nafas, sudah ia duga ini akan terjadi, perlahan Naruto melepaskan Blaze miliknya dan memperlihatkan dalaman putih...,


" hah..., aku sudah menduga ini akan terjadi..., "


" jadi kau sudah menduganya?, baguslah kau tidak lari..., "


Naruto melipat Blaze miliknya dan meletakannya diatas tas yang tergeletak disampingnya..., Naruto menatap kedepan dengan pandangan datar, dengan gerakan lembut Naruto menyiapkan kuda-kuda bertarung miliknya...,


" majulah, kapanpun kalian, mau..., Wizard. "


Ucap Naruto datar, membuat para murid itu menatap satu sama lain sebelum dengan cepat dua diantara mereka melesat dan memberikan pukulan kearah Naruto yang dengan mudah dihindari oleh Naruto, pukulan demi pukulan dua orang itu lakukan namun tidak ada yang kena, sampai Naruto bosan...,


" membosankan, kalian memukul seperti perempuan..., "


Ucap Naruto mengejek, dan berhasil kedua orang itu terpancing dan melayangkan pukulan dengan membabi buta, Naruto menyeringai tipis dan langsung menahan dua pukulan yang mengarah kepipinya...,


" bodoh..., "


Gumam Naruto pelan yang langsung menarik keduanya mendekatinya dan memberikan pukulan kuat keulu hati mereka dan langsung membuat keduanya berlutut menahan sakit diperut mereka..., tak henti sampai disana Naruto langsung memberikan tendangan Axe kekepala salah satu murid Wizard hingga wajah orang itu mencium tanah dengan keras, Naruto melirik kesamping dan langsung memberikan tendangan lurus kekiri membuat murid Wizard itu melayang dan jatuh beberapa meter dari Naruto...,


Para murid yang tersisa menatap shock Naruto yang dengan tanpa kesulitan yang berarti menundukan dua murid Wizard yang memiliki berkah kapasitas [Mana] yang lebih baik daripada pada pemuda itu bisa dikalah?..., Naruto menegakan tubuhnya dan menoleh kebelakang dengan pandangan datar...,


" siapa selanjutnya?..., "


Suara dingin nan menusuk meluncur mulus dari Naruto, ia saat ini tengah marah, Naruto membenci ini, menyiksa yang lemah hanya karena mereka lebih kuat..., kekuatan ada untuk melindungi yang lemah bukan menekan dan menyiksa yang lemah...,


" ki-kita serang bersamaan, dia tidak akan bisa membalas..., "


Ucap Salah satu dari mereka, empat diantara mereka langsung melesat dan menyerang Naruto dari arah yang bersamaan, Naruto menatap datar hal itu, keempat murid Wizard sudah dekat dengan Naruto langsung mengarahkan sebuah pukulan berlapis [Mana] kearah Naruto..., Naruto terdiam sejenak sebelum ia melompat cepat dan melakukan tendangan memutar diudara yang sukses mengenai wajah keempat orang itu...,


Naruto mendarat dengan mulus dan menatap kebelakang dimana tersisa satu orang yang tersisa..., dengan gerakan menantang Naruto menyuruh Murid Wizard terakhir untuk maju...,


" Majulah, kau laki-laki bukan?..., "


Ucap Naruto dengan datar namun menyimpan nada ejekan, orang itu terdiam sejenak sebelum ia menyeringai


" setidaknya aku harus membuatmu, terluka pecundang..., "


Orang itu langsung merapalkan Mantra membuat Naruto membulatkan sedikit matanya..., oi, serius?, ini masih dilingkungan sekolah dan berdasarkan peraturan sekolah mengunakan sihir dilingkungan sekolah dilarang...,


Perlahan lingkaran sihir muncul didepan pemuda dari Divisi Wizard itu..., pemuda itu menyeringai dan berteriak...,


" terima ini, Namikaze!..., "


[ Fire Ball ]


Setelah mengatakan itu, lingkaran sihir itu langsung menuntahkan bola api berukuran sedang yang melesat cepat kearah Naruto..., Naruto mengertakan giginya, orang ini..., merupakan type yang Naruto benci..., dengan cepat Naruto memompa Mana miliknya dan bergumam pelan...,


[ Accel ]


Blaar!


Ledakan cukup besar bergema dilapangan itu, pemuda tadi menyeringai melihat bekas [Fire Ball] miliknya..., ia tertawa cukup keras...,


" Hahaha, rasakan itu, Namikaze!. Dengan begini, Kaguya-sama pasti akan senang..., "


Ucap Pemuda itu cukup keras, ia tertawa lagi untuk yang kedua kalinya sebelum tawa itu terhenti ketika ia merasakan hawa keberadaan seseorang..., ketika ia akan berbalik, sebuah tangan mengambil tangan kanannya dan langsung memberikan kuncian, tak hanya itu ia merasakan kakinya juga disapu dengan kuat hingga ia kehilangan keseimbangan dan jatuh mencium tanah...,


" heh~, jadi ini perintah dari salah satu The Four Great Onee-sama?, Otsutsuki Kaguya?..., "


Pemuda yang sekarang tidak bisa bergerak menoleh untuk menatap orang yang telah memberikannya kuncian, seketika matanya membulat melihat pemuda yang menguncinya...,


" ap-apa..., "


Pemuda itu mencoba menoleh kearah dimana [Fire Ball]nya meledak dan seketika ia membulatkan matanya tidak ada apapun disana, yang ada hanya sebuah kawah kecil yang mengeluarkan asap hitam kecil...,


" Ba-Bagaimana bisa kau bisa lolos dari seranganku, Namikaze!. "


Naruto, pelaku penguncian hanya bisa menyeringai kecil mendengar perkataan dari pemuda dibawahnya...


" dalam posisi seperti ini aku tidak perlu menjawab pertanyaanmu, sebaliknya, kau..., harus menjawab pertanyaanku..., "


Ucap Naruto dengan nada datar, pemuda itu terdiam sebelum ia berdecih...,


" katakan, apa yang Kaguya inginkan hingga kalian datang dan mengeroyokku?. "


Tanya Naruto, namun pemuda itu hanya diam saja, Naruto terdiam sebelum ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah bulpoin kusam dan perlahan Bulpoin itu terarah pada mata pemuda itu membuat murid Wizard itu terkejut...,

__ADS_1


" ap-apa yang ingin kau lakukan..., "


Naruto menyeringai dan perlahan mendekatkan Bulpoin itu kearah mata pemuda itu...,


" nee..., menurutku, kau akan terlihat keren dengan satu mata?, bagaimana apa kau mau?..., "


Ucap Naruto dengan seringai kejam diwajahnya, membuat pemuda itu langsung bergetar ketakutan, keringat dingin langsung memenuhi wajah pemuda itu ketika Naruto semakin mendekatkan bulpoin kematanya...,


" Ak-Aku tidak tahu, Aku bersumpah!, aku tidak tahu!..., Kaguya-sama hanya meminta kami untuk memberimu pelajaran hanya itu saja yang kami tahu..., "


Ucap Pemuda itu, Naruto terdiam sebelum ia menjauhkan bulpoin itu dan melepaskan kunciannya..., ia berjalan menuju kearah Tas dan mengambil Blaze miliknya..., Naruto menoleh kebelakang dan dengan pandangan datar menatap para murid Divisi Wizard yang tengah meringis kesakitan...,


" pergilah, sebelum aku berubah pikiran dan membuat kalian memakan bubur untuk seumur hidup kalian..., "


Ucap Naruto dengan nada mengancam, membuat para murid Wizard itu berjengit dan tanpa banyak waktu lagi mereka langsung lari tunggang langgang..., setelah kepergian mereka Naruto menghela nafas dan berjalan pulang menuju Asrama...,


Tanpa Naruto Sadari, seseorang tengah memperhatikan setiap hal yang terjadi dari salah satu jendela kelas, seorang perempuan bersurai perak panjang, iris seindah mutiara menatap Naruto yang berjalan menjauh, bibir tipis nan seksi membentuk senyuman manis..., ia adalah orang yang menjadi dalang dari pengeroyokan Naruto..., Otsutsuki Kaguya...,


" pantas saja, Kyu. Tertarik pada orang ini, kemampuan bertarungnya sangat tinggi, aku sendiri juga terkejut melihat dia bisa menghindari [Fire Ball] dengan kecepatan tinggi, Namikaze Naruto..., nampaknya aku juga tertarik padamu..., ufufufu~, "


Malam harinya, Naruto membaca kembali buku hitam miliknya, ia menghela nafas ketika melihat buku itu hanya memiliki beberapa halaman yang berisikan Formula Magic, selebihnya kosong..., Naruto menutup buku didepannya...,


" hah, percuma saja..., buku ini hanya mengajarkan beberapa Magic yang luar biasa selebihnya hanya ada halaman kosong..., aku membuat satu coin emas dengan percuma..., "


Naruto menghela nafas dan menyenderkan tubuhnya kepenyangga kursi..., hari ini ia mengalami luar biasa menyebalkan, didatangi salah satu Onee-sama, dikeroyok sekumpulan murid Divisi Wizard yang disuruh oleh salah satu Onee-sama juga..., Naruto menghela nafas lagi dan perlahan ia bangkit untuk menuju ranjangnya, hari ini cukup ia harus beristirahat karena Firasatnya mengatakan jika besok ia akan menghadapi hal menyebalkan lainnya yang mungkin terjadi saat akan masuk sekolah...,


- Skip Time -


Hari perlahan mulai pagi, matahari bersinar dengan terang, disalah satu kamar, dengan tulisan Namikaze Naruto terpasang jelas dipintu masuk, perlahan penghuni kamar Naruto membuka mata ketika merasakan sinar matahari yang masuk kedalam..., Naruto menyampingkan wajahnya dan terlihatlah langit keemasan diarah timur tanda matahari akan segera naik..., pandangan Naruto terarah pada jam kuno yang berada disudut ruangan yang menunjukan pukul 05:30..., sudah pagi..., Naruto melakukan peregangan dan menguap lebar...,


" baiklah saat bersiap-siap..., "


Gumam Naruto, namun saat ia berusaha bangkit ia mengernyitkan dahinya ketika merasakan tubuhnya terasa lebih berat..., perlahan mata Naruto turun kedadanya dan seketika Naruto langsung membeku...,


Diatas dadanya saat ini, seorang perempuan bertubuh mungil, bersurai hitam panjang sepaha..., tidak, Naruto bukan terdiam karena itu, ia terdiam karena tubuh mungil perempuan itu, tidak!. Ditutupi!. Oleh selembar kain sedikitpun!...,


" Wuaaaah?!..., "


Bruk!


Suara teriakan dan suara seseorang yang jatuh menghiasi pagi di Asrama laki-laki..., mendengar suara Teriakan Naruto membuat perempuan mungil yang tadi tertidur nyenyak perlahan membuka matanya dan memperlihatkan mata hitam kosong miliknya..., ia bangkit dan mengucek matanya dengan gaya imut...,


Naruto menatap kedepan dengan jari telunjuk bergetar, seolah-olah apa yang ada didepannya ini lebih horor daripada film horor atau rumah hantu...,


" si-siapa kau?..., bagaimana kau bisa ada dikamarku?. "


Tanya Naruto, perempuan itu mengalihkan pandangannya dan menatap Naruto dengan pandangan Kosong..., ia memiringkan kepalanya dengan imut...,


" aku?, namaku adalah Ophis..., dan bagaimana aku bisa berada disini?, uhm..., bukankah Master yang membawaku kesini?...,, "


Ucap perempuan dihadapannya yang mengaku sebagai Ophis, Naruto terdiam sejenak, ia bersumpah demi hukuman kejam kakeknya, ia bukanlah seorang Lolicon..., dirinya tidak ada niatan untuk menjadi Lolicon?!..., tidak akan pernah!?


" kapan aku pernah membawamu kesini!?, aku bahkan tidak ingat jika aku pernah bertemu denganmu!?..., "


Ucap Naruto dengan nada tinggi, Ophis hanya terdiam sebelum ia memiringkan kepalanya imut..., membuat Naruto mati-matian menahan Hasratnya agar tak mencubit wajah mengemaskan Ophis...,


' aku bukan lolicon!?, aku bukan lolicon!?, aku pencinta Milf!?, Milf lovers!?. '


" tapi..., Master kau memang membawaku kesini, bahkan kau sudah menyentuhku berkali-kali..., "


' aku bukan Loli-, '


Batin Nista Naruto terhenti ketika mendengar perkataan Ophis...,


" hey!?..., kapan aku pernah menyentuhmu!?, kita saja baru bertemu hari ini!?..., "


Ucap Naruto dengan nada tinggi, ini fitnah!?, bagaimana mungkin ia menyentuh tubuh mungil itu sedangkan mereka baru saja bertemu hari ini!?..., Ophis memiringkan kepalanya bingung...,


" tapi, Master..., semalam kau juga menyentuhku, kemarin malamnya juga, kemarinya lagi juga kau menyentuhku untuk belajar Magic [Belial Eye's]..., "


" kapan ak-, tunggu..., tunggu sebentar..., belajar Magic kau bilang?. "


Tanya Naruto, Ophis terdiam dan mengangguk pelan..., Naruto terdiam, ia belajar Magic hanya pada satu buku dan buku itu seharusnya ada di..., Naruto menyabet kepalanya dan menatap kearah meja, fix buku itu tidak ada lalu pandangan Naruto terarah pada Ophis yang masih menatap dengan pandangan kosong yang imut..., gir-gir diotak miliknya berputar dengan kecepatan tinggi..., ia membulatkan sedikit matanya ketika paham apa yang terjadi...,


" kau, jangan bilang jika kau adalah buku sihir hitam milikku?. "


Tanya Naruto dengan nada was-was, Ophis terdiam sejenak sebelum ia mengangguk...,


" ummu, aku adalah wujud asli dari salah satu buku ciptaan Solomon, [Infinite Magic of Solomon Book]..., dan namaku adalah Ophis..., "


Ucap Ophis dengan datar, Naruto terdiam sebentar sebelum ia mengampar dirinya sendiri dengan kuat, ia mengaduh kesakitan..., sialan ini bukan mimpi!?..., lalu pandangan Naruto terarah pada Ophis yang menatapnya dengan bingung...,


" jadi, kau adalah wujud dari buku milikku yang memiliki nama [Infinite Magic Of Solomon book], "


Tanya Naruto, Ophis mengangguk..., Naruto memijat pelipisnya yang berdenyut, sial..., rupanya ia belum bisa sepenuhnya beradaptasi dengan dunia ini, dan itu terbukti dengan buku sihir miliknya yang berubah bentuk menjadi seorang perempuan imut bertubuh mungil dengan daya keimutannya melebihi angka Maks!?..., Naruto terdiam dan menatap Ophis ketika ia mengingat sesuatu...,


" kau bilang, kau merupakan salah satu dari buku yang diciptakan oleh seseorang bernama Solomon, kan? .., "


Tanya Naruto, Ophis terdiam sebelum ia mengangguk..., Naruto mencubit dagunya, berdasarkan manga genre fantasy yang pernah ia baca didunia sebelumnya, solomon merupakan seorang raja yang menguasai ilmu sihir tak tertandingi dan memiliki 72 iblis yang memiliki kekuatan setara dengan dewa dibawah komandonnya..., dan jika Solomon itu yang dimaksud maka..., Naruto mengalihkan pandangannya dan menatap Ophis...,


" nee..., Ophis, kau ini buku yang hebat bukan?. "


Tanya Naruto, Ophis mengangguk lagi...,


" sehebat apa kau jika dibandingkan dengan buku yang lain?. "


Tanya Naruto membuat Ophis terdiam selama beberapa saat sebelum ia mengangguk...,


" jika aku mendapatkan kembali semua ingatanku, maka aku bisa menyeimbangi kedua saudariku..., "


Ucap Ophis, Naruto menaikkan satu alisnya, mendapatkan kembali ingatan?, nih buku Amnesia?...,


" kau hilang ingatan?, "


" ya, bisa dibilang begitu, aku kehilangan ingatan ketika..., uhm?..., aku lupa apa penyebabnya tapi yang jelas, hal itu sangatlah buruk bahkan untuk Master dengar..., "


Ucap Ophis polos, Naruto menghela nafas, jadi alasan kenapa bukunya hanya memiliki beberapa Formula Magic karena buku miliknya kehilangan catatan memori akibat penyebab yang tak diketahui..., Naruto menghela nafas lagi dan menatap kearah Ophis...,


" jadi?, apa yang akan kau lakukan sekarang?. "


Tanya Naruto, Ophis terdiam sebelum menatap Naruro dengan memiringkan kepalanya...,


" tentu saja aku akan mengikuti kemanapun Masterku pergi..., "


Ucap Ophis, Naruto terdiam sebelum ia menatap kembali Ophis, Naruto menghela nafas, ia perlahan bangkit membuat Ophis menatapnya dengan pandangan kosong miliknya...,


" baiklah, kau boleh mengikutiku, lagipula kau memang buku milikku..., tapi..., apa kau akan baik-baik saja dengan kondisi tubuh seperti itu, apa kau tidak kedinginan?. "


Tanya Naruto, Ophis terdiam sebelum pandangannya terarah pada tubuhnya yang terbuka tanpa sehelai benangpun, kemudian ia menatap kembali Naruto dengan pandangan bingung...,


" uhm, master. kau seharusnya tahu jika aku tidak bisa merasakan yang namanya din-, Achooo!?..., huee..., sruf!, "


Ophis bersin dan mengeluarkan lendir dari hidungnya sebelum ia menghisapnya kembali, dan menatap Naruto dengan pandangan polos, Naruto terdiam dan menatap Ophis yang kembali mengalirkan cairan dari hidungnya dengan pandangan sulit diartikan..., perlahan tubuh Naruto bergetar...,


" kau bisa kena Flu juga!?, buku macam apa kau!?, cepat pakai pakaian dan hangatkan dirimu!?.., "


" Ha-Ha'i, Master, Achoo!?..., surft..., "


" buang ingusmu!?, jangan kau masukan kembali kehidungmu!?. "


- Change Scene -


Naruto menghela nafas lelah entah untuk keberapa kalinya dipagi ini, hal ini diakibatkan oleh Buku miliknya yang ternyata memiliki nama [Infinite Magic Of Solomon Book] dan bisa berubah wujud menjadi seorang gadis loli imut bin kawai bernama Ophis,


Naruto menghela nafas, ternyata gadis Loli itu bisa juga kembali menjadi buku jika ia mau, dan Naruto meminta Ophis untuk menjadi buku kecuali saat mereka hanya berduaan saja maka Ophis boleh mengambil bentuk Aslinya...,


Naruto kembali melanjutkan langkahnya menuju sekolah, ini sudah waktunya pelajaran Ibiki-sensei, dan hari ini mereka akan kembali melakukan sparring dengan katalain, Naruto akan bertemu kembali dengan Arthur dan mungkin ia akan kembali melakukan sparring dengan bangsawan dari Keluarga Pendragon itu...,


" Namikaze Naruto?. "


Naruto menghentikan langkah ketika didepannya berdiri seorang perempuan bersurai pirang dikuncir rapi dengan iris Emerlad indah menatapnya dengan datar..., Naruto terdiam, perempuan ini mirip sekali dengan Arthur, apa dia duplikat Arthur versi Cewek?...,


" apa kau yang bernama Namikaze Naruto?..., "


Tanya perempuan itu sekali lagi, Naruto terdiam sebelum ia mengangguk pelan, perempuan itu tersenyum tipis...,


" bisakah kau ikut aku sebentar?..., "


Tanya perempuan itu, Naruto menaikan satu alisnya bingung, entah kenapa firasatnya mengatakan jika akan ada hal yang buruk terjadi jika ia mengikuti Versi Female Arthur ini...,


" kemana?..., "


Tanya Naruto, perempuan itu mempelebar senyumannya, dan entah kenapa Naruto merasakan aura dari perempuan ini sangat tidak mengenakan...,


" tentu saja, ruang kepala sekolah..., kau dituduh melukai tujuh murid Wizard hingga menderita luka yang parah..., jadi ikuti aku dan jangan melawan jika tidak maka mungkin..., akan ada yang patah nanti..., "


Glek!


Naruto meneguk ludah, nih perempuan bisa tersenyum setelah mengatakan perkataan mengerikan seperti itu..., Naruto mengangguk kaku dan perlahan mengikuti perempuan itu..., tunggu sebentar..., barusan dia bilang menghajar tujuh murid Wizard?..., ah, sial..., ini akan rumit nih..., Naruto menghela nafas...,


" Yare, aku benci jika Firasatku itu benar..., "

__ADS_1


__ADS_2