The Worst One

The Worst One
Chapter 26


__ADS_3

Naruto menyipitkan matanya melihat keempat perempuan yang saat ini tengah diselimuti semangat penuh ambisius, entah kenapa ia merasakan firasat buruk ketika melihat keempat perempuan itu, Naruto menarik pedang kayu yang ia bawa dan memasang posisi bertarung, perlahan pedar biru tipis menyelimuti pedang kayu ditangan Naruto, ia melakukan itu agar pedang kayu miliknya menjadi lebih kuat.


"Kita mulai, Naruto-kun."


Shaga mengatakan itu dengan seringai tipis diwajahnya, ia mengerakan tangannya kedepan dan seketika puluhan lingkaran Magic diatas Shaga bersinar dan sedetik kemudian menembakan puluhan magic yang melesat cepat kearah Naruto yang terkejut melihat puluhan Magic yang bergerak cepat kearahnya.


Blaar!


Blaar!


Blaar!


Ledakan beruntun menghancurkan tempat dimana Naruto berdiri, debupun membumbung tinggi menutupi pandangan, dari balik debu Naruto melesat keluar dan berlari dengan cepat kearah keempat perempuan itu... Arthuria yang melihat Naruto melesat langsung berlari dengan kecepatan tinggi dan melakukan tebasan horizontal.


Tak!


Naruto dan Arthuria berbenturan satu sama lain, Naruto menatap kearah Arthuria yang menatap serius dirinya, keduanya saling menatap satu sama lain sebelum keduanya dengan kecepatan tinggi bertukar tebasan!.


Tak!


Tak!


Tak!


Naruto dan Arthuria terus menukar tebasan dengan kecepatan tinggi namun dapat dilihat jika Naruto mulai tertekan. Naruto memfokuskan pandangannya untuk melihat serangan Arthuria tapi karena pedang Arthuria yang berubah menjadi Transparan Naruto jadi tidak bisa melihat jangkauan serangan Arthuria.


'Aku tidak bisa melihat jangkauan pedangnya.'


Tak!


Naruto dan Arthuria mengadu kedua pedang mereka dan saling mendorong satu sama lain, Arthuria tersenyum kearah Naruto yang nampak mengeraskan wajahnya.


"Aku tidak menyangka permainan pedangmu sangat hebat, Naruto-kun. Kau bisa menyeimbangiku sejauh ini."


"Terimakasih... Aku berjuang keras untuk ini."


Keduanya saling dorong satu sama lain mengambil jarak satu sana lain, Naruto menatap tajam kearah Arthuria yang nampaknya tidak terlihat lelah sama sekali.


'Perempuan ini, dia tidak terlihat lelah sedikitpun dan permainan pedangnya berada ditingkat berbeda dari pada adiknya, Arthur.'


Naruto yang tengah menatap Arthuria tiba-tiba menoleh kesamping ketika instingnya merasakan bahaya dan benar saja ketika ia menoleh kesamping ia melihat Kyubi tengah berlari kearahnya dengan pukulan berlapiskan [Mana].


Tidak ingin terkena pukulan itu Naruto mengerakan pedang kayu miliknya dan menahan pukulan Kyubi, namun itu merupakan kesalahan besar sebab pukulan Kyubi...


"Oryaaaa!"


Tak!


Krak!


Naruto membulatkan matanya ketika pedang kayu miliknya patah menjadi dua dan sedetik kemudian Naruto memuntahkan sedikit darah ketika perutnya terhantam oleh pukulan kuat Kyubi... Kuatnya pukulan Kyubi membuat Naruto terseret kebelakang dengan cepat sebelum membentur dinding stadium dengan keras.


Blaaaar!


Benturan kuat menyebabkan sebuah retakan menjalar dinding itu, Naruto meringis kesakitan ketika ia merasakan organ dalamnya nampaknya terluka... Apa-apaan pukulan Kyubi tadi, kuat sekali... Pukulan itu bukanlah pukulan yang bisa dikategorikan sebagai pukulan dari seorang perempuan!.


Insting Naruto menjerit ketika ia merasakan sesuatu yang berbahaya, Naruto menyipitkan matanya ketika ia melihat Kaguya tengah melakukan Pose pistol jari, Naruto melebarkan matanya ketika muncul percikan listrik dari tangan Kaguya dan sedetik kemudian lingkaran Magic muncul dan melepaskan sebuah kilatan petir berwarna tosca melesat cepat kearahnya.


'Shimatta!'


Blaaaar!


Kilatan petir itu menghantam tempat Naruto dengan kuat hingga menciptakan ledakan hebat yang membuat getaran kecil diarena luas itu...


"Ufufufu~, apa tepat sasaran?."


Kaguya berucap senang selagi matanya menatap kearah Shaga yang menatap serius kepulan debu yang menghalangi pandangan, iris Violet Shaga menajam ketika ia melihat bayangan seseorang berjalan keluar dari kepulan debu, Shaga menaikan kacamata tebalnya.


"Tidak, dia berhasil menghindarinya."


"Ara?, benarkah?. Sayang sekali."


Kaguya tersenyum kecil selagi mengalihkan pandangannya dan menatap kedepan dimana ia melihat Naruto berjalan keluar dari kepulan debu dengan dua tangan yang memegang dua buah katana dengan warna perak dan Hitam mengkilap.


"Tidak buruk, tapi dibutuhkan usaha yang lebih dari itu untuk mengalahkanku."


Naruto menatap keempat perempuan didepannya sebelum perlahan membuat gesture bertarung dengan kedua katana yang ada dikedua sisinya, Naruto menekan kakinya sebelum ia berlari dengan cepat kedepan, ia menyipitkan matanya ketika melihat Arthuria kembali menyambutnya.


Trank!


Dua ahli dalam bidang kenjutsu itu berbenturan satu sama lain, keduanya saling serang dengan kecepatan tak masuk akal, baik Naruto dan Arthuria tidak ada satupun yang ingin mengalah hingga stadium itu dipenuhi dengan suara logam yang berdentingan.


Trank!


"... Permainan pedangmu bertambah kuat..., Naruto-kun, kau seorang pengguna dua pedang?."


Naruto menatap datar Arthuria yang ada didepannya, kedua pedang mereka saling bergesekan hingga menciptakan bunga api yang memercik disela adu kekuatan kedua ahli kenjutsu itu.


"Ya, aku seorang pengguna dua pedang."


Setelah mengatakan itu Naruto mementalkan pedang Arthuria lalu dengan gerakan cepat Naruto memutar tubuhnya dan melakukan tendangan kuat yang dengan telak mengenai Armor pelindung tubuh Arthuria.


Kuatnya tendangan Naruto membuat Arthuria terseret dua langkah kebelakang, Arthuria melebarkan matanya ketika ia melihat Naruto sudah ada didepannya dengan kedua katana yang siap menebasnya namun karena refleks yang dimiliki Arthuria dengan cepat ia menahan tebasan Naruto.


Trank!


Naruto menatap datar Arthuria yang nampak sedikit kesulitan kenahan tekanan yang ia berikan, sebelum tatapan Naruto terarah kesamping dimana ia melihat Kyubi sudah ada disampingnya dengan pukulan mematikannya.


Tidak ingin terkena pukulan mematikan itu, Naruto langsung melompat menjauh dari Arthuria, melihat Naruto yang mencoba menghindar Kyubi Mengubah arahnya dan melesat mengejar Naruto.


Naruto menatap tajam kedepan dimana Kyubi mengarahkan pukulan kearahnya mengincar titik-titik vital yang memungkinkan Naruto akan langsung K.O jika terkena pukulan Kyubi, tapi karena refleks terlatih Naruto berhasil menghindari setiap pukulan Kyubi.


Pukulan demi pukulan Naruto hindari hingga membuat Kyubi yang memang memiliki temper rendah langsung terpancing emosi dan melompat seraya mengepalkan tangannya dengan erat, tak ingin terkena pukulan itu Naruto dengan cepat melompat mundur.


[Impact]


Blaaaaar!


Naruto menatap horor akibat yang ditimbulkan oleh pukulan Kyubi, beberapa bagian dari lantai mencuat keatas tercipta akibat pukulan kuat Kyubi.


'Jika aku terkena pukulan itu sudah dapat dipastikan aku akan mati.'


"Ufufufu~."


Naruto menatap kesamping dimana ia melihat Kaguya tengah menatapnya dengan senyuman diwajahnya, Naruto mengalihkan pandangannya kearah tangan Kaguya dimana disana ia melihat lingkaran Magic berwarna Tosca berputar dengan pelan.


Sring~


Sebuah cahaya menyilaukan dibawah kaki Naruto membuat pemuda Namikaze itu menoleh kebawah dan irisnya melebar ketika dibawah Naruto lingkaran Magic besar tengah berputar dengan pelan. Kaguya tersenyum melihat wajah terkejut Naruto sebelum ia dengan anggun bergumam pelan.


'Shimatta!'


[Electrik Shock]


Zoooorrrsh!


Lingkaran Magic itu melepaskan petir hingga membuat Naruto yang tidak bisa menghindar tertelan didalam pillar petir itu... Namun bukannya kesakitan Naruto justru menatap datar kearah Kaguya yang hanya bisa terkejut melihat Naruto yang dengan santainya keluar dari lingkaran magic milik Kaguya.


"Petir orang itu, lebih kuat daripada ini."


Naruto bergumam pelan sebelum ia melirik kearah samping dimana ia melihat Shaga yang hanya berdiam diri dibelakang Arthuria yang siap siaga dengan pedang invisible miliknya... Naruto mengerutkan dahinya ketika ia melihat untuk sekilas Shaga menyeringai tipis.


Naruto melebarkan matanya ketika ia melihat disekelilingnya telah dipenuhi oleh banyak sekali bola-bola air yang melayang dengan tenang, Naruto menoleh kearah samping dan ia terkejut ketika melihat tak jauh dari tempat-nya lingkaran Magic berwarna biru berputar pelan dan mengeluarkan bola-bola air.


Naruto menoleh kearah keempat kekasihnya yang menyeringai tipis, melihat hal itu wajah Naruto mengeraskan, begitu... Jadi mereka semua sudah merencanakan hal ini?, Arthuria dan Kyubi mengiringnya ketempat dimana Kaguya menaruh lingkaran Magic namun itu hanyalah jebakan sebab rencana mereka sebenarnya ada diserangan Shaga!. Sungguh kerja sama yang menakjubkan!, dan itu mereka lakukan tanpa melakukan berdiskusi terlebih, Naruto tidak akan terlalu menanggapinya jika saja keempat kekasihnya itu merupakan teman akrab yang sering melakukan latihan bersama hingga mereka tahu dan paham betul satu set kemampuan teman mereka!, tapi keempat kekasihnya itu baru saja bersama dan kini!, mereka telah menciptakan kombinasi yang luar biasa!.


Bola-Bola air itu perlahan melekat ditubuhnya Naruto layaknya lem, Naruto yang melihatnya berusaha menyingkirkannya namun percuma bola air itu hanya akan tertembus jika tersentuh olehnya.


'Apa-apaan bola air ini?, kenapa tidak bisa dilepaskan.'


Bola-Bola air yang menempel ditubuh Naruto semakin lama semakin banyak kini hampir seluruh tubuh Naruto tertutupi oleh bola-bola air.


[Water Magic: Water Prison]


Seperti nama-nya, Penjara Air. Magic ini memperangkap target-nya didalam penjara yang berbentuk Bola air berukuran 2-3 meter, sekali target terkunci didalam Magic ini maka mereka akan mati secara perlahan karena kehabisan Nafas. Shaga menyeringai melihat Naruto kini terkurung dalam Bola air.


"Permainan berakhir, Naruto-kun."


Naruto menatap kearah Shaga yang mengatakan itu selagi kakinya melangkah mendekati-nya, Shaga membenarkan letak kacamatanya dan menatap kearah Naruto yang hanya bisa menunjukan ekspresi datar.


"Menyerah saja, Naruto-kun. Kau tidak memiliki kesempatan melawan kami sekaligus."


Naruto terdiam, memang benar kemampuan keempat kekasih-nya itu diluar perkiraan-nya, keempat kekasihnya itu tidak diragukan lagi bukanlah orang sembarangan.


Arthuria, permainan pedang milik perempuan pendragon itu tidak diragukan lagi merupakan yang terhebat dari semua ahli kenjutsu yang ia temui sampai saat ini, seperti yang diharapkan dari keluarga yang selalu menjadi ksatria pribadi keluarga kerajaan Alvarez.


Kyubi, meskipun ia terlihat lemah dan rapuh namun kekuatan perempuan itu berada diskala yang bisa membuat mendapatkan gelar sebagai Monster dalam hal kekuatan, melihat siapa ibu dan Ayah-nya maka kemampuan Kyubi sebagai monster tidak perlu dipertanyakan lagi.


Kaguya, akurasi tembakan magic yang dilepaskan Kaguya berada dipersentase dimana ia tidak akan pernah melesat, itu semua berkat kemampuan mata spesial miliknya, [Tenseigan]. Mata yang dapat melihat jauh dan menembus Objek lalu tak lupa daya penglihatan 360° membuat serangan dari manapun akan dipatahkan dengan mudah oleh mata spesial itu.


Ketiga kekasihnya itu memang calon perwaris Clan yang sudah dapat dikatakan layak dan sekarang orang yang membuat Naruto penasaran dengan jati dirinya, Naruto mengalihkan pandangannya dan menatap kearah Shaga dengan pandangan datar.


Shaga, jujur saja Naruto tidak mengetahui kemampuan bertarung Shaga, sama sekali tidak mengetahui kemampuan perempuan yang sering menghabiskan waktunya diperpustakaan untuk menerjemahkan sebuah buku tua tebal yang berisi formula Water Magic. Tidak... ada satu fakta yang Naruto ketahui tentang Shaga yaitu fakta yang menunjukan jika Shaga adalah Wizard Type air.


Sial... Nampaknya Naruto meremehkan Shaga, ia tidak mengetahui jika Shaga merupakan Wizard type air yang memiliki kemampuan sehebat ini...


'Nampaknya aku terlalu meremehkan mereka mereka hingga aku berhasil jatuh kedalam perangkap mereka ini... Tapi, bukankah mereka juga tidak boleh meremehkanku.'


Naruto melirik kearah bawah dimana tepat dibawah kaki Shaga dan seketika sebuah seringai tipis terpatri diwajah Naruto.


'Mari kita coba Magic 'itu'.'


Naruto memejamkan matanya dan mengkonsentrasikan [Mana] miliknya kemata kanan-nya untuk mengaktifkan Magic eye, [Belial's Eye].


Shaga mengerutkan dahinya melihat seringai Naruto, entah kenapa Shaga merasakan firasat jika Naruto tengah merencanakan sesuatu, dan firasat itu semakin kuat ketika Naruto perlahan memejamkan matanya dan sedetik kemudian mata itu terbuka dan terlihatlah iris emas dimata kanan Naruto... Iris emas vertikal itu perlahan memunculkan lingkaran magic kecil didepan matanya, lingkaran magic itu perlahan berputar pelan.


[Belial's Eye: Cardinal]


Naruto menatap tajam kearah katana dibawahnya dan dengan cepat lingkaran magic didepan mata Naruto berputar dengan cepat, Naruto mengarahkan tangan-nya kedepan dan kedua katana itu bergetar hebat membuat Shaga mengalihkan pandangannya kebawah dan membulatlah iris violet miliknya ketika melihat kedua katana itu melesat cepat kearah Naruto seolah-olah mereka menanggapi perintah Naruto untuk kembali.


Jraaaash!


Kedua katana itu merobek bola air yang mengurung Naruto membuat penjara air itu pecah dan Naruto berhasil keluar dari perangkap penjara air Shaga.


"Yaa... Aku kira aku akan mati kehabisan nafas..."


Shaga, Arthuria, Kaguya dan Kyubi membulatkan mata mereka ketika melihat Naruto berhasil lolos dari penjara air milik Shaga, mereka semakin dibuat terkejut ketika melihat mata kanan Naruto yang seharusnya blue shappire indah kini berubah menjadi emas vertikal yang berkilat dengan tajam... Naruto dengan mata emas miliknya menatap kearah keempat gadis didepannya sebelum dengan suara pelan Naruto bergumam.


[Accel]


Keempat gadis membulatkan mata mereka ketika mereka melihat dengan mata mereka sendiri Naruto tiba-tiba menghilang dari pandangan mereka. Arthuria yang memiliki insting seorang Knight menoleh kesamping dan dengan cepat ia mengayunkan pedang milik-nya.

__ADS_1


Trank!


Suara pedang berbenturan bergema disana, Arthuria menatapa tajam orang didepannya yang tak lain adalah Naruto sendiri... Keduanya saling adu tatap satu sama lain sebelum keduanya dengan cepat bertukar tebasan.


Trank!


Trank!


Trank!


Tebasan demi tebasan saling beradu satu sama lain, Arthuria terlihat kesulitan menahan serangan yang Naruto lancarkan. Arthuria mengeraskan wajahnya.


'Kemampuan berpedangnya semakin cepat, gerakan-nya juga tidak hanya cepat namun terarah dengan sempurna.'


Trank!


'Dan...'


Trank!


'... Entah kenapa aku merasa jika dia...'


Trank!


'... Bisa membaca setiap seranganku!.'


Arthuria dengan segenap kekuatannya mementalkan serangan Naruto hingga membuat Naruto sedikit kehilangan keseimbangan, melihat cela Arthuria dengan cepat menghunuskan pedang-nya kedepan namun...


Trank!


Arthuria melebarkan matanya ketika melihat Naruto dengan cepat menahan tusukan Arthuria dengan kedua katana-nya.


"Terkejut?."


Arthuria mengalihkan pandangannya dan menatap kearah Naruto yang menatap datar dirinya, Arthuria terpaku pada mata kanan berwarna emas yang entah kenapa memancarkan kilatan yang berbahaya. Naruto melirik kesamping dimana ia melihat Kyubi melompat kearahnya dengan pukulan kuat nan mematikan miliknya, tidak ingin terkena serangan Kyubi, Naruto mendorong Arthuria dan melompat mundur membuat serangan Kyubi kembali meremukan lantai.


Naruto mengulas senyuman tipis dan menatap kearah keempat gadis yang menatap kearah dirinya dengan pandangan terkejut. Ya itu bukanlah ekspresi yang aneh jika kau melihat seorang pecundang seperti Namikaze Naruto, pecundang terburuk sepanjang sejarah academy. Bisa menekan permainan pedang dari seorang keluarga Pendragon yang sangat ahli dalam permainan berpedang, terlebih menurut Academy ini, Arthuria Pendragon memiliki gaya berpedang yang berbeda dari semua Knight diacademy ini. Tapi pecundang itu telah lama menghilang lebih tepatnya menghilang saat event [Check up Mana] dilakukan.


Naruto menyeringai tipis ketika masih segar diingatan-nya dimana ia melihat seluruh orang diacademy ini terkejut melihat-nya. Tak percaya, kagum, dan lain-lainnya begitu manis melekat diingatan-nya. Semua yang dulu menghina-nya berbalik menganggumi-nya. Naruto menatap kearah empat gadis didepan-nya.


"Ne, Himetachi. Apa kalian tidak keterlaluan membuat seorang pria merasa diremehkan oleh kalian?, aku tahu kalian masih menahan diri bukan?."


"..."


Naruto menghela nafas tidak ada yang menjawab pertanyaan-nya, keempat gadis itu hanya mengalihkan pandangan mereka menghindari kontak mata dengan Naruto. Naruto menatap kedepan dengan wajah serius.


"Dengar, Himetachi. Aku melakukan sparring untuk melihat sejauh mana kemampuanku, jika kalian tidak mengeluarkan seluruh kemampuan kalian maka, bagaimana mungkin aku tahu sejauh mana kemampuanku!."


Semua terdiam mendengar Naruto mulai meninggikan suaranya, Naruto terdiam sejenak sebelum ia menurunkan kedua pedang milik-nya.


"Sudahlah, kita akhiri saja sparring ini."


Ucap Naruto membuat semua mengarahkan pandangan mereka pada Naruto yang melunakan postur tubuhnya.


"Tidak ada guna-nya melanjutkan sparring yang hanya dilakukan dengan setengah hati... Sebagai seorang Knight, bertarung saat musuh hanya bertarung setengah hati, itu adalah penghinaan terbesar untuk harga diri Knight... Jika kalian tidak ingin melawanku dengan serius maka, akhiri saja sampai disini."


Naruto berbalik dan berjalan meninggalkan keempat perempuan yang hanya bisa melihat kepergian Naruto dalam diam, Naruto yang baru saja mengambil empat langkah tiba-tiba terhenti dan membuat keempat gadis itu menatap kearah Naruto.


"Kalian tahu, awalnya aku berpikir apa aku pantas untuk kalian?, apakah aku bisa melindungi kalian?, pertanyaan itu terus berputar dikepalaku, namun setelah sparring ini aku mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu... Aku tidak pantas untuk kalian, aku belum cukup kuat untuk melindungi kalian... Jadi, aku rasa hubungan kita berakhir sampai disini..."


Ucap Naruto seraya melanjutkan langkahnya meninggalkan keempat gadis yang menatap Naruto dengan ekspresi tak terbaca sebab mereka menundukan wajah mereka.


Naruto terus melangkah meninggalkan arena itu namun saat ia sudah hampir meninggalkan arena iu tiba-tiba instingnya menjerit merasakan bahaya dibelakangnya dan benar saja ketika Naruto berbalik ia melebarkan matanya melihat Arthuria yang sudah ada didepannya dengan pedang siap menebas tubuhnya. terkena serangan itu, Naruto langsung mengangkat kedua katana miliknya.


Trank!


'Kuh...kuat sekali!.'


Naruto mengeraskan wajahnya ketika dirinya terdorong kebelakang hanya karena menahan tebasan dari Arthuria, Arthuria kembali melancarkan serangan cepat dan Naruto yang melihatnya berusaha bertahan.


Trank!


Trank!


Trank!


Naruto membuat wajah kesulitan ketika ia merasakan gaya bertarung Arthuria berbeda dari sebelumnya, Naruto melebarkan matanya ketika Arthuria dengan cepat menundukan kepalanya menghindari tebasannya dan dengan cepat menghunuskan pedangnya kedepan... Naruto yang terkejut kembali dibuat terkejut ketika ia melihat pedang transparan Arthuria mulai terlihat bentuknya dan sedetik kemudian setelah seluruh bagian pedang itu terlihat, pedang itu bercahaya terang dan...


[Shockwave]


Duaaaar!


Wush!


Blaaar!


Pedang itu meledakan sebuah gelombang kejut hingga membuat Naruto terhempas kebelakang dengan sangat cepat hingga ia membentur bagian dinding Arena dengan keras, Naruto menatap kearah Arthuria dengan ekspresi kesakitan dan darah yang mengalir disudut bibirnya...


'Shockwave... Dia sama seperti Miya Fuku Taichou...'


Naruto berusaha keluar dari dinding dan ketika ia sudah berhasil lepas dari dinding insting Naruto kembali berteriak dan membuat Naruto menatap keatas dan melebarlah mata Naruto ia melihat diatas-nya Kyubi tengah bersiap melepaskan pukulan yang diselimuti oleh [Mana] yang berkobar... Naruto yang tidak ingin terkena pukulan berbahaya itu segera melompat kesamping membuat pukulan Kyubi menghantam dinding...


[Gigantic Impact]


Blaaaaaaar!


"!"


Naruto mengerutkan dahinya ketika ia melihat tempat yang seharusnya terang kini mulai gelap, Naruto mendongakan kepalanya dan ia melihat perlahan awan hitam mulai berkumpul... Naruto menatap tajam awan hitam itu, entah kenapa ia dapat merasakan bahwa awan hitam itu dialiri oleh [Mana], Naruto terus menatap awan sebelum ia melebarkan matanya ketika awan hitam itu melepaskan sebuah petir berskala besar kearahnya. Tidak ingin merasakan listrik bertegangan tinggi itu Naruto melompat kesamping dan membiarkan petir itu menghantam tempatnya...


Naruto kembali melompat ketika awan itu kembali melepaskan petir kearahnya, tidak hanya sekali tapi berkali-kali awan hitam itu menebakan petir kearahnya... Naruto mengeraskan wajahnya, ada apa dengan petir berwarna tosca ini!, kenapa petir itu seperti dikendalikan oleh seseorang... Naruto terdiam ketika ia menyadari sesuatu yang aneh, petir tosca?... Bukankah itu warna khas dari petir... Naruto melirik kesamping dan ia melihat Kaguya tengah berdiri diatas lingkaran Magic berskala besar dengan wajah menunduk hingga Naruto sama sekali tidak dapat melihat ekspresi Kaguya. Begitu... Ini adalah Magic milik Kaguya.


[Thunderstrom]


Zooorrrsh!


Zooorrrsh!


Zooorrrsh!


Naruto yang terlalu sibuk menghindari hujan petir tidak menyadari jika dari belakangnya muncul Shaga yang dengan cepat menyentuh punggung Naruto membuat Naruto melebarkan matanya merasakan sentuhan Shaga... Dengan gerakan pelan Naruto menoleh kebelakang dan iris shappirenya membulat sempurna ketika ia melihat Shaga berada dibelakangnya, ekspresi Shaga tidak dapat terbaca sama sekali, iris Naruto semakin melebar ketika Shaga mengaktifkan sebuah Magic, lingkaran Magic dengan cepat muncul dipunggung Naruto. Wajah Naruto langsung pucat ketika ia mendengar nama Magic Shaga.


[Water Magic: Maelstrom]


Lingkaran Magic itu bersinar terang dan sedetik kemudian melepaskan pusaran air yang begitu besar yang bergerak dengan cepat dan membentur dinding dengan Naruto yang terhimpit oleh pusaran air itu... Naruto mengeraskan wajahnya merasakan tubuhnya tertekan oleh kekuatan pusaran air yang dilepaskan Shaga...


Naruto dengan wajah meringis menatap kearah Shaga dan ia melihat Kaguya tengah berdiri didekat Shaga dengan lingkaran Magic didepan telapak tangannya. Naruto melebarkan matanya. Jangan bilang jika Kaguya akan... lingkaran magic itu bercahaya terang sebelum melepaskan sebuah petir berskala sedang kearah pusaran air.


Air merupakan konduktor paling baik untuk listrik dan jika listrik bertemu air maka petir itu akan menyebar dengan cepat didalam air dan itu artinya...


Zrrrrrrrssssh!


Naruto berteriak kesakitan ketika tubuhya yang terhimpit pusaran air dari Shaga kini tubuhnya harus merasakan sengatan dari petir Kaguya yang tercampur didalam pusaran air... Naruto meringis kesakitan merasakan seluruh sarafnya terasa terbakar dari dalam...


Deg!


Insting Naruto kembali meneriaki bahaya, Naruto mengalihkan pandangannya kesamping Kaguya dimana ia melihat Kyubi tengah melakukan sikap seperti seseorang yang akan memukul kuat samsak tinju, ia mengeratkan tangan yang terselimuti sarung tangan itu, iris mata Naruto mengecil ketika ia melihat aura lembut berwarna merah keorangean menyelimuti tubuh Kyubi, aura itu memang terlihat lembut namun insting Naruto merasakan bahaya yang nyata dari aura yang saat ini menyelimuti Kyubi.


Krak!


Lantai dibawah pijakan Kyubi amblas kebawah ketika Kyubi mengambil satu langkah kedepan, Kyubi menjauhkan tangan kanan-nya kebelakang dan memusatkan sebuah aura ditubuhnya ketangannya hingga kini tangan itu terlapisi oleh aura yang berkobar dengan bebas. Lingkaran Magic berwarna merah dengan lambang rubah dengan sembilan ekor tercipta disana, iris mata ruby Kyubi perlahan berubah vertikal dan garis hitam perlahan muncul dikedua pipinya.


Sring~


Naruto melirik kesamping dimana ia melihat Arthuria tengah mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, disekitar Arthuria [Mana] berwarna emas berkumpul disekitar pedang Arthuria yang mengeluarkan cahaya emas lembut.


Serangan dari dua arah... Kali ini Naruto pasti mati!?. Bagaimana tidak, tekanan yang tengah dilakukan oleh Kyubi dan Arthuria memang terasa ringan namun justru disitulah bahaya-nya!, sesuatu yang tenang terkadang menyimpan bahaya yang nyata!.


Kyubi menguatkan tubuhnya begitupula Arthuria yang membuka matanya dan memperlihatkan emerlad tenang namun menyimpan ketegasan dan kebijaksana-an yang kuat... Keduanya mengambil satu langkah kedepan dan dengan cepat mereka berdua melepaskan serangan mereka berdua.


[Deadly Impact]


Kyubi memukul lingkaran Magic didepannya kuat dan lingkaran Magic itu melepaskan Tembakan [Mana] yang kuat hingga menciptakan garis memanjang sepanjang arah tembakan [Mana] yang Kyubi lepaskan.


[Caliburn Slash]


Disaat yang bersamaan, Arthuria memotong udara dan melepaskan sebuah tembakan [Mana] dari ujung pedangnya, tembakan [Mana] berwarna emas itu melesat dengan cepat memotong apapun yang ada didepan-nya.


Naruto yang melihat kedua serangan itu hanya dapat melebarkan matanya sebab tubuhnya sudah tidak dapat digerakan karena terhimpit pusaran air Shaga dan aliran petir Kaguya. Inikah kekuatan sebenarnya dari keempat perempuan didepan-nya?... Naruto terdiam sebelum ia menyeringai tipis.


'Akhirnya kalian serius.'


Duaaaaar!?.


Ledakan hebat menguncang hebat tempat itu, ledakan dari dua kekuatan besar itu menelan Naruto bulat-bulat, perlahan ledakan mereda dan debu yang dihasilkan dari ledakan perlahan-lahan menghilang... Dan memperlihatkan sosok Naruto yang tergeletak disana dengan keadaan penuh luka, tubuhnya tercabik-cabik hingga darah keluar dan membasahi seluruh pakaian-nya yang telah terkoyak habis... Naruto benar-benar telah dihajar habis oleh keempat kekasihnya itu.


Keempat perempuan itu menatap datar Naruto, keempat gadis itu memang terlihat tidak peduli namun pancaran dari cahaya mata mereka berkata lain, pancaran dimata mereka mengatakan jika mereka juga terluka, bukan secara fisik namun emosi, hati mereka terasa remuk melihat kondisi pemuda yang berstatus sebagai kekasih mereka, namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa, kekasih mereka yang meminta agar mereka serius menyerang-nya, awalnya mereka tidak berniat untuk serius karena takut melukai kekasih mereka itu namun ketika mereka mendengar jika kekasihnya akan mengakhiri hubungan-nya dengan mereka karena menganggap dirinya tak pantas untuk mereka karena tidak memiliki cukup kemampuan untuk melindungi mereka, mendengar hal itulah yang akhirnya memaksa mereka untuk mengeluarkan kemampuan mereka untuk membuktikan jika kekasih mereka, Namikaze Naruto adalah orang yang mampu dan pantas untuk mereka...


Shaga perlahan melangkah kedepan dengan wajah menatap datar kedepan dimana Naruto masih tergeletak dengan luka ditubuhnya.


"kami tahu kau masih bisa melanjutkan sparring ini, Bangunlah Naruto!, bangun dan lawan kami!. Kau mengatakan akan melindungi kami bukan?, jika begitu bangunlah, dan tunjukan pada kami jika kau!, adalah orang yang mampu melindungi kami!."


Shaga merasakan hatinya serasa diremas, tidak bukan hanya Shaga saja namun yang lain juga merasakannya, mereka sebenarnya tidak mau melihat hal ini, tapi mereka harus melakukan-nya sebab jika tidak Naruto akan meninggalkan mereka dan mereka tidak mau hal itu terjadi, mereka sudah nyaman dengan sih kuning bego yang gak peka sama perasaan perempuan ini, mereka merasakan nyaman dengan Naruto karena perhatian-nya dan tingkah konyol-nya selalu bisa membuat mereka merasakan kehangatan dari orang lain... Kehilangan orang yang bisa melakukan hal itu pada mereka hanya akan menjadi penyesalan seumur hidup mereka.


"Bangun pirang!, buktikan pada kami jika kau bisa dan pantas untuk berdampingan dengan kami!, jika kau menyerah disini maka aku akan... Aku akan membencimu!, membencimu seumur hidupku!."


Shaga sudah tidak kuat, hatinya terlalu sakit untuk memaksa Naruto kembali berdiri, iris violet yang bersembunyi dibalik kacamata tebal itu melembab dan siap menumpahkan isi-nya kapan saja. Tapi saat iris violet itu akan menumpahkan isi-nya sebuah suara membuat hal itu tidak terjadi.


"Yare, yare... Membuat perempuan mengatakan itu padaku, aku rasa aku memang brengsek."


Shaga, Arthuria, Kaguya dan Kyubi langsung merasakan hati mereka sedikit terlepas dari rasa kekhawatiran melihat Naruto yang perlahan bangkit dan menatap kearah mereka dengan wajah dipenuhi darah yang mengalir dari kepalanya... Kondisi yang terlihat dari Naruto saat ini adalah [Babak Belur] namun pemuda itu nampaknya dapat bertahan dari luka para ditubuhnya.


Naruto berusaha bangkit dengan bantuan kedua katana yang ia jadikan tumpuan bangkit, Naruto menatap kearah keempat gadis didepan-nya sebelum ia tersenyum kecil.


"Aku senang akhirnya kalian melakukan-nya dengan serius, awalnya aku cukup terkejut melihat kekuatan kalian tapi disaat yang bersamaan aku merasa jika itu hal yang wajar sebab kalian adalah pewaris clan ternama selanjutnya, terimakasih dengan begini aku bisa mengeluarkan seluruh kekuatanku tanpa harus khawatir...ya tanpa harus khawatir karena aku sudah mengetahui kurang lebih kekuatan kalian berempat."


Keempat gadis itu menatap Naruto dengan bingung sebelum iris mereka menyipit ketika melihat disekitar tubuh Naruto terlihat percikan listrik statis, percikan itu semakin lama semakin besar sebelum akhirnya menyelimuti seluruh tubuh Naruto.


Mereka melebarkan mata mereka melihat perubahan drastis dari Naruto, rambut pirang milik Naruto kini memanjang hingga rambut itu berkibar tertiup angin, tubuh mereka menegang ketika melihat mata Shappire Naruto yang menatap mereka dengan datar... Wujud yang keempat gadis itu lihat adalah kartu joker dari seorang Namikaze Naruto.


[Magia Erebea: Raiten Taiso]


Naruto menatap datar keempat perempuan itu sebelum ia melesat dengan kecepatan kilat membuat keempat gadis itu terkejut, Naruto melesat kearah Kaguya dan dengan cepat menghantam tengkuk Kaguya membuat Heiress Clan Otsutsuki itu kehilangan kesadaran-nya, Naruto melirik kesamping dimana ia melihat Kyubi tengah melompat kearahnya dan berniat memukulnya, Naruto dengan santai memiringkan tubuhnya hingga pukulan Kyubi hanya mengenai udara kosong.


Kyubi melebarkan matanya melihat serangannya dihindari dengan begitu mudahnya sebelum mata itu membelalak ketika ia merasakan rasa sakit diperutnya, Naruto menguatkan pukulan-nya yang bersarang diperut Kyubi, Naruto berharap Kyubi akan tumbang namun sayang Kyubi masih bisa bergerak dan berniat melancarkan pukulan kewajah datar Naruto, tapi sebelum pukulan itu mengenai wajahnya Naruto mengalirkan energi petir miliknya kedalam tubuh Kyubi yang membuat Kyubi merasakan sengatan yang setara dengan sambaran petir... Kuatnya tegangan membuat Kyubi langsung kehilangan kesadaran-nya dan jatuh dilengan Naruto.


Naruto menatap Kyubi sejenak sebelum ia meletakan Kyubi disamping Kaguya dengan lembut, Naruto menatap sejenak keduanya sebelum ia menonaktifkan aura petir miliknya dan merogoh sakunya dan mengeluarkan dua buah tabung berisikan cairan berwarna hijau, Naruto melepaskan tutup tabung itu dan meminumkan isi tabung itu kepada Kaguya dan Kyubi.


"Yosh, dengan begini kalian sudah selamat. Sekarang... Tinggal mengurus dua sisa-nya."


Ucap Naruto selagi iris shappire miliknya terarah pada Arthuria dan Shaga yang memasang wajah terkejut. Naruto tersenyum sebelum ia kembali mengaktifkan Aura petir miliknya dan memasang kuda-kuda bertarung selagi iris shappirenya menatap kedua perempuan pirang didepan-nya.

__ADS_1


"Aku yang sekarang jauh lebih kuat daripada kalian berdua, jadi... Keluarkan seluruh kekuatan kalian berdua atau aku bisa saja melukai kalian."


Ucap Naruto membuat Shaga dan Arthuria bersiaga, Arthuria melompat kearah Shaga dan berusaha melindungi Shaga hal itu mengundang tatapan bingung dari Naruto... Arthuria, kenapa dia terlihat seperti melindungi Shaga?... Naruto mengabaikan hal itu, sekarang yang harus ia pikirkankan adalah membuat kedua perempuan itu tidak sadarkan dirinya dan memberikan ramuan yang akan mematahkan efek dari Elixir of Love.


'Tunggulah, Shaga... Arthuria... Aku akan mematahkan efek dari ramuan laknat milik Orochimaru-sensei.'


"Shaga, apapun yang terjadi tetaplah dibelakangku, Naruto. Saat ini dia... Kau merasakan-nya juga bukan?."


Arthuria berkata tanpa menoleh dan terus menatap kearah Naruto yang nampaknya masih menyusun strategi, Shaga dibelakang Arthuria mengangguk dengan bulir keringat yang menuruni wajahnya.


"Ya, jika bukan karena Kekkai spesial milik Hashirama-sama yang menyelimuti seluruh bangunan Stadium ini maka sudah jelas mereka akan merasakan kekuatan dari Naruto-kun... Sebab dia kini berada ditingkat [Black Gold]..."


Shaga berkata dengan nada serius, Arthuria mengangguk pelan, beruntungnya mereka bertarung diarena yang diselimuti Kekkai spesial milik Hashirama-sama yang menghalangi apapun dari dalam Arena keluar, entah itu suara maupun pancaran [Mana] kuat yang saat ini tengah mereka berdua rasakan... Arthuria memposisikan pedangnya didepan tubuhnya lalu membuat gesture bertarung.


Naruto, Arthuria dan Shaga saling menatap satu sama lain sebelum Naruto akhirnya mengambil langkah pertama dengan melesat dengan cepat kearah Arthuria yang bersiaga melindungi Shaga...


Trank!


Kedua ahli kenjutsu itu kembali bentrok, keduanya kembali bertukar serangan dengan kecepatan tinggi, Arthuria memfokuskan pandangannya untuk melihat pergerakan Naruto yang super cepat!, jujur saja Arthuria kewalahan melihat pergerakan Naruto!.


Naruto terus melakukan tebasan dengan kedua katana-nya, ia berencana menyudutkan Arthuria dan membuka cela diantara mereka, Naruto menyipitkan matanya ketika ia melihat Arthuria merubah gaya pedang-nya dan dengan cepat menghindari tebasan-nya dan menyelinap diantara dirinya dan serangannya, gerakan ini... Tidak salah lagi. Arthuria akan menggunakan serangan [Shockwave] dan benar saja pedang Arthuria perlahan mulai terlihat wujudnya dan bersinar dalam warna emas yang cantik... Naruto menatap datar hal itu, kali ini tidak akan ia biarkan dirinya terkena serangan yang sama untuk kedua kalinya.


[Shockwave]


Duaaaar!


Wush!


Blaaar!


Sebuah gelombang kejut melesat lurus lalu menghantam dinding dan meremukan dinding itu hingga amblas kedalam, Arthuria melebarkan matanya dan menatap kearah pedangnya dimana ia melihat dua katana berbeda warna menghimpit pedangnya, sebelum pandangannya terangkat dan Naruto yang ada didepan-nya. Naruto... Baru saja dia membelokan serangan gelombang miliknya.


"Sayang sekali, Arthuria-hime. Serangan gelombang [Mana] milikmu meleset."


Naruto mengatakan itu selagi dengan cepat ia mementalkan pedang Arthuria dan dengan cepat ia menghantamkan kepalanya pada kepala Arthuria membuat sebuah memar merah tercipta disana, tak hanya sampai disitu Naruto dengan cepat menghantamkan gagang katana miliknya kearah perut Arthuria menyebabkan pewaris clan pendragon itu memuntahkan air liur dan perlahan kesadaran menjauh dan jatuh kearah tubuh Naruto...


Naruto menatap kearah Arthuria yang kehilangan kesadaran-nya sebelum ia dengan lembut membaringkan Arthuria dilantai dan sama seperti Kaguya dan Kyubi, Naruto mengambil satu tabung berisi cairan hijau sebelum ia membuka tutupnya dan meminumkan isinya pada Arthuria. Naruto menatap datar Arthuria, kini satu lagi tumbang tersisa satu lagi, pandangan Naruto terarah pada Shaga yang terdiam menatap kearahnya dengan ekspresi tak terbaca sebab kacamata itu menghalangi Naruto untuk melihat iris violet indah milik Shaga. Naruto berdiri regap.


"Kini tersisa dirimu saja, Shaga-hime?. Apa kau ingin menyerah?."


Naruto menatap datar kearah Shaga yang terdiam sebelum ia tersenyum tipis, "aku tidak menyangka jika kau sekuat ini, Naruto-kun. Kekuatan yang kau miliki berada ditingkat yang berbeda dengan seluruh murid diacademy ini, kau dengan mudah berhasil mengalahkan Kyubi, Kaguya dan Arthuria. Melawanmu secara terang-terangan hanya akan membuatku kalah dalam sekejap." ucap Shaga menatap Naruto yang diselimuti petir ganas ditubuhnya, Shaga membenarkan kacamatanya dan menatap kearah Naruto dengan senyuman misterius yang terpatri diwajahnya.


"Tapi, Naruto-kun, wujudmu itu tidak bisa bertahan lebih lama lagi bukan?." tanya Shaga membuat Naruto terdiam, Shaga melebarkan senyuman-nya melihat Naruto yang terdiam. Shaga tidak bodoh untuk tidak menyadari kekuatan Naruto yang luar biasa itu, dan Shaga juga tidak bodoh untuk tidak menyadari jika Naruto tengah terbebani oleh wujud super kuat-nya itu.


Naruto terdiam mendengar perkataan Shaga yang tepat seratus persen, Naruto tersenyum tipis. "Ya, kau tahu ya?. Maa ketelitian seorang wanita memang menakutkan." Naruto mengatakan itu dengan sedikit bercanda sebelum ia tersenyum miris.


"Wujud ini, aku hanya bisa mempertahankan-nya selama kurang lebih 2-3 menit. Setelah itu aku akan menjadi sangat lemah, bahkan kau bisa mengalahkanku dengan mudah, Shaga-hime."


Ucap Naruto dengan jujur, Naruto tidak tahu bagaimana ia bisa mengucapkan rahasia dan kelemahan dari kekuatan yang menjadi Joker Card miliknya ini hati kecilnya hanya berkata padanya jika dia tidak boleh berbohong pada perempuan didepan-nya.


Kini giliran Shaga yang terdiam, ia tidak bisa mengatakan apapun selain terdiam, ia baru saja diberitahukan kelemahan dari wujud super Naruto itu, Shaga menatap kearah Naruto yang masih diselimuti petir ganas dan rambut pirang miliknya terlihat berkibar dengan anggun-nya. Shaga membenarkan letak kacamatanya.


"Jadi, aku hanya harus bertahan melawanmu sampai wujud milikmu menghilang dan dengan begitu aku akan menang, begitu menurutmu?."


Tanya Shaga dibalas Anggukan kecil dari Naruto yang langsung menyiapkan kuda-kuda bertarung, "ya begitulah, Shaga-hime. Kau hanya perlu mengulur waktu sampai wujudku ini lenyap, tapi..."


Sring~


Naruto menghilang dan dengan cepat berada didepan Shaga yang menatap datar dirinya, Naruto menyeringai tipis. "Apa kau pikir aku akan membiarkan hal itu terjadi, Shaga-hime." Shaga tidak memasang ekspresi apapun selain ia membenarkan letak kacamatanya.


"Ya, aku tahu kau tidak akan membiarkan-nya, Naruto-kun. Tapi aku akan mencoba mengalahkanmu."


Kedua makhluk pirang itu saling menatap satu sama lain sebelum Shaga dengan cepat menghentakan kakinya kelantai hingga memunculkan lingkaran Magic yang langsung bersinar dengan terang!.


Blaaaaar!


Lingkaran magic itu meledakan ribuan galon air yang langsung mengenangi seluruh arena, Shaga melompat keluar dari Air dan membiarkan Naruto tertelan oleh ribuan galon air itu... Shaga menciptakan lingkaran Magic atas alas kakinya hingga membuatnya dapat berdiri diatas air yang mengenangi arena itu. Perlahan ribuan galon air itu mereda dan memperlihatkan Naruto yang terselimuti petir, petir dari tubuh Naruto terlihat melemah mungkin itu dikarenakan petir dari tubuh Naruto bercampur dan menyebar dengan air... Naruto menatap kearah Shaga yang berdiri diatas air dengan lingkaran magic dibawah sepatu Academy miliknya.


Keduanya saling tatap sebelum Akhirnya Naruto melesat dengan kecepatan kilat miliknya dan memangkas jarak antara dirinya dan Shaga, Shaga yang melihat Naruto melesat menciptakan lingkaran sihir dibelakangnya yang dengan cepat menembakan puluhan peluru air kearah Naruto.


Naruto yang melihat puluhan peluru air itu mengaktifkan mata sakti miliknya, iris emas vertikal kini mengantikan blue shappire indah.


[Belial's Eye]


Dalam penglihatan Belial's Eye, Naruto dapat melihat dengan jelas pergerakan dari puluhan peluru air Shaga, Naruto menyiapkan katana miliknya dan dengan tebasan cepat nan akurasi yang tepat Naruto merangsek maju dan menebas puluhan peluru air milik Shaga. Ketika jarak telah terpangkas Naruto berniat melumpuhkan Shaga dengan mengirim energi petir miliknya namun ketika sedikit lagi Naruto akan menyentuh Shaga tuba-tiba sebuah sulur air melesat kearahnya dan membuat Naruto melompat mundur menghindari serangan sulur air itu.


Naruto menatap kearah Shaga yang saat ini tengah dikelilingi oleh puluhan sulur air yang seolah-olah melindungi Shaga, bukan seolah-olah tapi memang melindungi-nya. Naruto menegapkan tubuhnya.


"Sepertinya melumpuhkanmu adalah hal yang sulit, Shaga."


"Ufufufu~, aku ingin melihat kau mencobanya ketika aku berada diwilayah yang menunjang presentase kemenanganku, Naruto-kun."


Naruto menatap Shaga, perempuan ini ternyata sangat hebat, dirinya pikir Shaga hanya seorang penjaga perpustakaan tanpa kemampuan bertarung yang tinggi tapi nyata-nya kemampuan Shaga melebihi bayang-nya selama ini. Naruto mengeratkan genggaman-nya pada katana miliknya sebelum ia kembali melesat, Shaga yang melihat hal itu tidak tinggal diam, ia mengerakan tangannya dan seolah itu adalah perintah mutlak sulur-sulur air disekitar Shaga menerjang kearah Naruto.


Naruto menajamkan penglihatannya dan ia dapat dengan jelas sulur air itu, Naruto dengan kecepatan tinggi memotong puluhan sulur air dengan mudah. Potong, potong dan potong.. Itulah yang terus Naruto lakukan.


'Tsk, jika terus begini aku hanya akan berakhir dengan kekalahan, aku harus segera menyelesaikannya.'


Naruto melompat menjauh dari banyak-nya sulur air itu sebelum ia dengan cepat melebarkan kuda-kuda kalonya dan memposisikan kedua katana-nya disisi kanan tubuhnya sebelum sedetik kemudian Naruto memutar tubuhnya 360°.


[Namikaze Style: Tatsumaki]


Shaga melebarkan iris Violet miliknya melihat pusaran angin besar yang diciptakan Naruto, pusaran angin itu dengan cepat menghisap air disekitar dan membawanya terbang keudara. Shaga yang melihat daerah kekuasannya menghilang dengan cepat menyadari maksud dari Naruto.


'Dia berencana menghilangkan semua air ditempat ini dengan menggunakan Pusaran angin yang ia ciptakan.'


Shaga terdiam dan menatap keatas dimana ia melihat air yang tersedot oleh pusaran angin Naruto berjatuhan selayaknya hujan kecil. Shaga mengalihkan pandangannya pada siluet dibalik pusaran angin Naruto.


'Dia bukan menghilangkannya, tapi menahan-nya selama beberapa saat... Begitu, jadi itu tujuannya.'


Naruto dengan cepat menembus pusaran angin yang dibuatnya dan melesat dengan kecepatan tinggi kearah Shaga yang sudah menunggunya disana...


'Ia membuatku kehilangan wilayah kekuasaanku agar dia bisa mendekatiku dan melakukan serangan penghabisan?... Kau pikir aku akan membiarkan hal itu.'


Shaga membuat pistol dengan tangannya, Iris violet miliknya terkunci pada Naruto, "ini mungkin tidak memiliki kerusakan yang besar seperti [Thunder Shot] milik Kaguya tapi daya ini cukup untuk menembus tubuh manusia." Shaga berguman pelan sebelum dari ujung jarinya tercipta lingkaran Magicnyang berputar dengan tenang.


[Water Bullet]


Sebuah peluru air dengan cepat melesat dari ujung jari Shaga, Naruto yang melihatnya dengan cepat menahan peluru air itu, Shaga menyeringai melihat keputusan Naruto menahan peluru air dengan pedangnya...


Trank!


Naruto melebarkan matanya melihat Katana miliknya terlepas dari tangannya, kuat sekali... Itulah yang Naruto pikirkan dari peluru air yang ditembakan Shaga... Peluru air yang ditembakan Shaga lebih kuat daripada sebelumnya... Naruto kembali waspada ketika melihat Shaga kembali menembakan peluru air kearahnya... Naruto yang tak sempat untuk menghindar karena kecepatan miliknya yang setara dengan Ruin Iskhur kembali menahan peluru air itu dan membuat katana hitam miliknya terlempas dari tangannya dan menancap ketanah. Naruto tidak memikirkan kedua katana miliknya dan terus bergerak memotong jarak dengan Shaga.


Shaga mengeraskan wajahnya ketika melihat Naruro yang sudah ada didepannya, dari jarak sedekat ini Shaga tidak sempat untuk mengaktifkan peluru air, tapi... Ia masih bisa mengaktifkan satu magic lagi... Shaga dengan cepat melompat kebelakang ketika ia melihat Naruto menjulurkan tangannya berusaha untuk menyentuhnya.


Shaga dengan cepat mengangkat tangannya keatas dan seketika hujan air yang diakibatkan oleh pusaran angin milik Naruto terhenti dan mengarah pada Naruto...


Kedua orang itu, kini berada dalam situasi dimana keduanya dapat menang dan kalah disaat yang bersamaan tergantung seberapa cepat mereka menyerang musuh didepannya.


Dalam gerakan lambat Shaga menurunkan tangannya sementara Naruto mengumpulkan energi petir ketangannya hingga terciptalah bola energi petir yang terlihat berbahaya... Disaat yang bersamaan Naruto dan Shaga melepaskan serangan terakhir mereka.


"Kau..."


"... Kalah!."


[Thousand Thunder Bolts]


[Rain Drop].


Zoooorrrsh!


Jleb!


Jleb!


Jleb!


Naruto berhasil membuat Shaga kehilangan kesadarannya, mata Shaga telah memutih sepenuhnya dan tubuh-nya telah gosong sempurna, sementara Shaga berhasil membuat Naruto mengalami luka disekujur tubuhnya berkat hujan proyektil air yang menghujani tubuh Naruto.


Bruk!


Keduanya tumbang bersamaan, namun pemenang dari sparring ini adalah Namikaze Naruto sebab Naruto masih mempertahankan kesadarannya... Perlahan wujud Naruto kembali seperti semula, waktu penggunaan Joker Card miliknya telah habis.


"Cough!... Sial, Shaga berhasil memberikanku luka yang cukup serius disaat-saat terakhir."


Naruto bergumam selagi ia mencoba untuk bangkit, Naruto menghela nafas lelah, dan berjalan kearah Shaga yang telah kehilangan kesadarannya, Naruto mengeluarkan botol tabung terakhir dan meminumkan isinya pada Shaga. Naruto menghela nafas, akhirnya ia telah menyelesaikan pemberian ramuan penawar pada keempat perempuan yang terkontaminasi Elixir of Love buatan Orochimaru.


Naruto menatap kearah Shaga yang tak sadarkan diri didepannya dengan pandangan intens... pertarungan tadi sangat menyulitkan ia tidak menyangka jika Shaga dapat memojokannya meskipun dalam kondisi Naruto mengaktifkan kartu joker miliknya. Naruto menatap lekat Shaga.


"Shaga... Siapa kau sebenarnya."


Guman pelan Naruto, pada akhirnya Naruto tidak mengetahui siapa Shaga yang sebenarnya. Naruto menghela nafas lagi sebelum ia mengalihkan pandangannya kesamping dan seketika Naruto terdiam... Shaga tidak ada disana?, Naruto mengerutkan dahinya, bukankah Shaga tadi ada disana barusan, lalu kemana dia?...


Deg!


Naruto menegang ketika ia merasakan hawa membunuh yang begitu pekat dibelakangnya, dengan gerakan pelan, Naruto menoleh kebelakang dan seketika iris shappirenya melebar melihat Shaga tengah berdiri dibelakangnya dengan telapak tangan terbuka lebar didepan wajahnya...


"Shaga... Kau-,"


[Wave]


Duaaaaar!


Wush!


Blaaaaaar!


Naruto tiba-tiba terhempas ketika Shaga melepaskan Gelombang Mana kuat dari telapak tangannya, kuatnya hempasan gelombangan Mana membuat Naruto terlempar keseberang arena dan membentur dinding dengan kuat...


"Chough!."


Naruto memuntah darah cukup banyak, ia meringis kesakitan ketika merasakan tubuhnya terasa sakit semua... Naruto meringis, apa-apaan power Wave tadi?, hanya dengan satu hempasan ringan Naruto diterbangkan hingga membentur dinding Arena, pandangan Naruto terarah kedepan dimana ia melihat Shaga tengah berjalan kearahnya dengan wajah menunduk hingga tidak terlihat dengan jelas ekspresi Shaga saat ini.


"Sh-Shaga..."


Naruto berusaha memanggil nama perempuan itu, Shaga nampaknya menghentikan langkahnya lalu perlahan ia mengangkat kepalanya, Naruto melebarkan matanya ketika ia melihat Shaga melepaskan kacamata tebal miliknya dan memperlihatkan matanya... Bukan iris Violet indah disana, tapi Blue Crystal dengan pupil Vertikal menatap datar dirinya...


Naruto menatap hal itu dengan terkejut, dia... Bukanlah Shaga, entah apa yang membuat Naruto berpikir seperti itu tapi satu hal yang pasti hati kecil Naruto berkata jika perempuan didepannya bukanlah Ayame Shaga.


"Kau... Siapa kau, apa yang kau lakukan pada Shaga."


Naruto bertanya dengan nada sakit namun ia berhati-hati dalam berkata-kata agar tidak memancing Objek yang merasuki tubuh Shaga itu. Shaga nampak terdiam sejenak sebelum ia menatap kearah Naruto dengan pandangan datar dan Blue Crystal yang menakutkan.


"[Namaku Eneas... Magical Beast, Mizuumi no Reijin]"


Naruto terkejut mendengar suara yang tak bisa ia jelaskan apakah dia perempuan atau pria karena suara itu seperti campur aduk menjadi satu, dan itu menyeramkan!. Naruto menatap kearah Shaga atau sekarang harus dipanggil sebagai Eneas... Mizuumi no Reijin... Tunggu sebentar?, seperti-nya Naruto pernah mendengar nama itu tapi, dimana?... Naruto yang tengah berpikir tiba-tiba membulatkan matanya ketika ia mengingatnya...


"Mizuumi no Reijin... Adalah Magical Beast yang dimiliki oleh putri kerajaan Alvarez... Dengan kata lain. Shaga adalah..."


Naruto bergumam dengan terkejut sebelum ia mengalihkan pandangannya pada Eneas yang sedang mengendalikan tubuh Shaga...

__ADS_1


"... Ini tidak mungkin, Shaga kau..."


__ADS_2