The Worst One

The Worst One
Chapter 23


__ADS_3

Dibagian selatan Academy terlihat anggota club penelitian Alam tengah berjalan menuju suatu tempat, Tobio berjalan didepan memimpin jalan dengan Miya disampingnya sementara tepat dibelakang keduanya Naruto dan Cao Cao mengikuti.


Setelah beberapa saat yang lalu Cao Cao Resmi menjadi Anggota Club penelitian alam setelah Miya dengan seenak jidat-nya menerima Cao Cao dan menyuruh Naruto untuk mengajari cara menjadi seorang Knight sejati.


Naruto awalnya ingin menolak sebab dia sendiri tidak tahu bagaimana caranya menjadi Knight sejati!, namun saat hendak protes Naruto dihadiahi tiga Topeng Hannya yang membuat Naruto langsung bungkam... Dan begitulah Cao Cao bergabung dengan Club Penelitian Alam. Naruto menghela nafas dirinya tidak bisa protes jadi jalani sajalah.


"Kita sampai."


Naruto dan Cao Cao menoleh kedepan dan mereka berdua melihat sebuah gubuk sederhana, Tobio berjalan kearah pintu dan langsung mengetok pintu.


"Sensei!, apa kau ada didalam?..."


Tidak ada Respon... Tobio mendorong pintu dan masuk kedalam gubuk yang minim cahaya, Tobio menatap kesekeliling sebelum pandangan-nya terkunci pada sosok pria dengan keadaan memprihatinkan, rambut cokelat panjang yang kusut menutupi wajah pria itu, pakaian yang lusuh membungkus tubuh kekar pria itu duduk dimeja bundar dengan keadaan kepala diatas meja.


Tobio menghela nafas melihat pria itu sebelum ia masuk kedalam dan mencoba membangunkan pria itu, "sensei, bangun ini sudah waktunya..." ucap Tobio sambil mengoyang-goyangkan tubuh pria yang dipanggil sensei itu namun nampak-nya sia-sia... Miya yang berada didepan pintu menyaksikan hal itu menghela nafas.


"Tobio-kun, biarkan aku yang membangunkan Sensei..."


Ucap Miya membuat Tobio mengangguk pelan dan berjalan meninggalkan pria itu saat berpapasan Tobio menepuk bahu Miya.


"Lakukan yang terbaik, Miya."


"Ha'i~, serahkan saja padaku!."


Naruto menatap kedua orang yang menjadi Taichou dan Fuku-Taichou diclub yang ia masuki dengan sweatdrop, bagaimana tidak kedua orang itu tengah memasang wajah bersahabat namun hal itu berbanding terbalik dengan aura menakutkan yang menyeruak dari tubuh mereka berdua... Naruto menatap Tobio yang berjalan mendekat.


"Tobio... Miya akan melakukan apa?."


"Eh, Miya?... Maa, dia akan melakukan salah satu keahlian-nya, perhatikan dan dengarkan..."


"Haaah?..."


Naruto bergumam bingung selagi ia menatap Tobio yang menyeringai kejam, nih pasti gak beres... Dan benar saja beberapa saat kemudian suara teriakan terdengar dari dalam gubuk.


"Mi-Miya!, hentikan!, aku sudah bangun, Ghaa!, hey!, hentikan!, kau akan membunuh gurumu!, fuaah!?, aku mengerti!, cukup dengan Air-nya!, aku bangun *bloblob*... Miya-sama ampuni aku!?."


Naruto dan Cao Cao menatap kasihan pada siapapun yang ada didalam sana, berbeda dengan Tobio yang sudah memegang perutnya dan tertawa terbahak-bahak .


.


.


.


"Jadi... Kalian akhirnya berkunjung, huh?. Aku pikir kalian sudah melupakan guru kalian ini."


Naruto dan Cao Cao menatap iba pria yang ada didepan mereka, pria itu terlihat basah kuyub, pandangan Naruto dan Cao Cao terarah pada sebuah baskom kayu yang penuh dengan air yang sudah berkurang seperempat karena berceceran kemana-mana...


Naruto dan Cao Cao mengalihkan pandangan mereka kearah Miya yang hanya tersenyum polos, pandangan mereka turun kearah tangan Miya dimana tangan itu terlihat basah dan terdapat beberapa bagian basah diblaze hitam bergaris emas yang digunakan Miya.


'Akuma / Monster.'


"Uhm?, ada apa?."


Miya yang merasa diperhatikan menoleh kearah samping dan ia melihat Naruto dan Cao Cao menatap kearahnya dengan keringat dingin diwajah tampan kedua-nya.


"Uhm?, ada apa?."


"Ti-Tidak ada..."


Miya menatap bingung kedua orang yang dengan kompak mengalihkan pandangan mereka kesamping... Uhm?, apa mereka berdua ketakutan?, memang benar jika pria yang ada disebelah Miya saat ini memiliki penampilan yang menakutkan.


"Naruto-san... Cao Cao-san... Tenang saja meskipun sensei berpenampilan seperti ini, sensei adalah orang yang baik."


Miya mengatakan itu dengan senyuman lebar diwajahnya hingga tak menyadari jika Sensei disamping-nya dan Naruto serta Cao Cao semakin berkeringat dingin.


'Tidak mereka / kami takut padamu, Miya-san.'


Tobio hanya bisa menahan tawa melihat betapa tidak pandainya Miya membaca suasana, sebelum ia tiba-tiba mengingat apa tujuan-nya kesini... Tobio menatap kearah Sensei yang tengah mengeringkan rambut cokelat-nya yang basah plus kusut.


"Sensei, tujuan kami datang kesini sebab Event 'itu' tak lama lagi akan dimulai."


Sensei yang tengah mengeringkan rambutnya terhenti dan menatap kearah Tobio yang menatap serius dirinya, Sensei terdiam selama beberapa saat sebelum ia mengerti apa yang diinginkan oleh Tobio.


"Begitu... Jadi sekarang kalian memintaku untuk mengajukan surat perijinan untuk melakukan Camp pelatihan bukan?."


"Ya, kami ingin anda mengurus surat perijinan, kami sudah mendapatkan jumlah anggota yang cukup untuk melakukan Camp pelatihan..."


Sensei mengalihkan pandangannya dan menatap kearah Naruto dan Cao Cao yang hanya menatap datar kedepan, Sensei menatap kedua orang itu cukup lama seolah-olah ia tengah menilai Naruto dan Cao Cao sebelum ia tersenyum tipis dan menatap kearah Tobio.


"Kau menemukan anggota yang hebat, Tobio. Baiklah. aku akan mengurus surat perijinan... Kalian tunggu saja diluar aku akan bersiap-siap."


Tobio mengangguk dan bangkit lalu meninggalkan ruangan itu bersama dengan Miya, Naruto dan Cao Cao, setelah kepergian keempat orang itu Sensei bangkit dengan senyuman diwajahnya yang melebar.


"Sungguh tim yang terlalu banyak memiliki Rahasia, terutama si pirang itu, dia terlihat memiliki begitu banyak rahasia... Heh~, menarik..."


"Tobio, siapa Ossan tadi?."


Disetelah keluar dan duduk dibawah pohon rindang Naruto bertanya pada Tobio yang menyenderkan tubuhnya dipohon, Tobio terdiam dan menatap awan yang bergerak dengan tenang selama beberapa saat sebelum ia menatap kearah Naruto dengan pandangan datar sebelum ia menutup matanya.


"Dia... Adalah orang yang melatihku dan Miya, dia adalah guru kami."


Guru?... Melihat kebingungan Naruto membuat Miya yang ada disebelah Tobio tersenyum... Tak lama kemudian seseorang berdiri didepan mereka.


"Yo, apa kalian lama menunggu..."


Mendengar sebuah suara membuat keempat orang itu mengalihkan pandangan mereka kesamping dan disana mereka melihat seorang pria bersurai cokelat pendek dengan pony berwarna pirang dengan iris mata Violet yang menatap lembut namun menyimpan ketegasan didalam mata itu... Setelan hitam dengan jubah cokelat membuat aura ketegasan yang dimiliki-nya berteriak keras!.


Cao Cao dan Naruto menatap orang dengan pandangan bingung, Tobio menatap orang itu sebelum ia bangkit dari duduk-nya.


"Kau lama, Azazel-sensei."


"Maa, maa... Kau tahu aku harus berpenampilan keren sebab aku akan bertemu dengan Tsunade-Hime dan si kodok tua itu..."


Naruto dan Cao Cao menatap kearah orang yang dipanggil Azazel-sensei oleh Tobio dengan mata mengerjap beberapa kali, orang yang ada didepan-nya ini adalah pria berpenampilan kusut tadi?, sungguh tidak terduga!, orang tua berpenampilan kusut itu kini berubah menjadi seorang pria yang kharismatik.


"Sudahlah, mari kita minta persetujuan pada wanita keras kepala, kodok tua dan ilmuwan gila itu..."


Ucap Azazel dengan cengiran diwajahnya yang menurut Naruto dan Cao Cao terlihat seperti seorang penjahat kelamin. Cao Cao mencondongkan tubuhnya kearah Naruto dan berbisik.


"Salahkah aku jika aku berpikir kalau dia adalah orang mesum."


"Tidak, kau benar. Aku juga berpikir seperti itu..."


-time skip-


"Master... Kau benar-benar akan pergi untuk mengikuti Camp pelatihan dan meninggalkan kami selama 2 minggu disini?."


Ophis bergumam sedih selagi matanya menatap Naruto yang tengah memasukan beberapa pedang kayu yang baru saja ia beli dari pembendaharaan Hirozimon Academy kedalam [Dimension Space Magic: Gate], Naruto menghentikan kegiatan-nya dan menoleh kearah ranjang dimana ia melihat Ophis, Maria dan Jeanne tengah menatap sedih kearahnya... Naruto menghela nafas.


"Hey, Hey, aku hanya pergi selama dua minggu bukan untuk selama-nya, aku pasti kembali setelah selesai melakukan Camp pelatihan... "


Ucap Naruto selagi tangannya membenarkan tas ransel yang berisikan beberapa perlengkapan untuk pelatihan, Naruto tersenyum puas setelah selesai berkemas, Naruto bangkit dan berjalan mendekati ketiga perempuan yang sebenarnya adalah Makhluk Astral, sebuah buku dan seekor Magical Beast. Naruto duduk didepan ketiga perempuan yang memiliki paras cantik yang saat ini memasang ekspresi sedih. Naruto menatap ketiga wajah sedih itu sebelum ia tersenyum lembut.


"Aku harus pergi, Ophis... Jeanne... Maria. Aku hanya pergi selama dua minggu setelah itu aku akan kembali, karena itu selama dua minggu bisakah aku mengandalkan kalian untuk menjaga tempat ini selama aku tidak ada?."


Suara lembut itu membuat ketiga perempuan itu menatap Naruto , Ophis menghela nafas sebelum ia memgangguk pelan.


"Baiklah Master, kami akan menjaga tempat ini karena itu setelah selesai melakukan Camp pelatihan, cepat kembali kesini dan masakan kami beberapa masakan yang enak."


Ucap Ophis membuat Naruto tersenyum sebelum tertawa kecil, "um, pasti...," pandangan Naruto kini terarah pada Maria yang melayang dengan rendah.


"Maria, tolong awasi Ophis, kau kakak-nya bukan?."


"[Meskipun berat karena tidak bisa merasakan masakan buatanmu, tapi ya, aku akan menjaga Ophis-chan.]"


Maria berucap dengan santai, Naruto tersenyum tipis. "Aku mengandalkanmu, Maria." dan sekarang kearah perempuan terakhir, Jeanne menundukan kepala-nya dengan sedih membuat Naruto menghela nafas.


"Jeanne, aku pergi untuk berlatih agar menjadi kuat, bukankah jika aku menjadi kuat, kau juga akan bertambah kuat dan dengan begitu impianmu akan menjadi kenyataan... Tidakkah kau menginginkan-nya?."


Jeanne terdiam mendengar perkataan lembut dari sebelum ia mengangkat wajahnya dan menatap kearah Naruto yang saat ini tengah memasang senyuman lembut..


"Geez... Baik, Baik aku mengijinkanmu pergi tapi dengan satu syarat."


Naruto tersenyum mendengar Jeanne akhirnya mengijinkan dirinya untuk mengikuti Camp Pelatihan besok pagi.


"Katakan apa itu?."


Jeanne membuat wajah yang kesulitan, rona merah tipis perlahan memenuhi wajahnya, Jeanne mengalihkan pandangannya kearah Maria dan Ophis yang mengangguk dan memasang wajah seolah mengatakan 'katakan!'..., Jeanne menarik nafas menenangkan dirinya sebelum menatap kearah Naruto yang masih menunggu jawaban... Jeanne menekan rasa malu yang saat ini ia rasakan sebelum ia berkata dengan nada yang tak lebih pelan dari sebuah bisikan.


"Ma... Master harus t-tidur d-d-dengan ka-kami..."


"Huh, apa?... Suaramu terlalu kecil, katakan lebih keras..."


Jeanne mengepalkan erat tangannya sebelum ia menatap kearah Naruto dan berteriak...


"Master harus tidur dengan kami malam ini!?."

__ADS_1


"Eh...?, Ehhhhh!... Ke-kenapa harus itu!, kenapa tidak syarat yang lain sadja!. Ugh, aku mengigit lidahku."


"Kami tidak mau tahu!, malam ini kita tidur bersama titik!."


Mendengar kalimat yang tidak bisa dibantah lagi membuat Naruto mau tidak mau harus menuruti-nya, Naruto menghela nafas panjang...


"Baiklah, mari tidur bersama... Hanya untuk malam ini."


Naruto perlahan naik keranjang sebelum ia mengambil posisi ditengah, Ophis ditempat favoritnya yaitu dada Naruto, Maria yang merupakan hantu mengambil sisi kanan dekat dinding dan Jeanne mengambil sisi kiri... Ketiga perempuan itu memeluk erat Naruto yang tengah menatap atap kamarnya dengan pandangan datar.


"Oyasumi, Master..."


'Sial, bisakah aku tidur nyenyak malam ini!?.'


"O-Oyasumi, Minna..."


Dan malam itu ditutup dengan air mata yang turun dari sudut mata Naruto.


.


.


.


"Kawan... Kau tampak kacau."


"Berisik!, kau tidak tahu apa yang aku alami semalam!."


Naruto berteriak kearah Tobio... Bukan salahnya jika dirinya berpenampilan kacau!... Jika ada yang ingin disalahkan maka salahkan ketiga perempuan dikamarnya!. Naruto berpenampilan Kacau dengan kantung mata menghitam, beberapa helai rambut yang mencuat dan tak lupa pakaian yang tidak dikenakan dengan benar. Semalaman Naruto tidak bisa tidur sama sekali!, ia terjaga semalaman suntuk!, ini semua karena tiga perempuan jadi-jadian dikamar-nya yang meminta permintaan yang luar biasa menyenangkan(menyiksa!) bagi jiwa-nya!...


"Baiklah, Karena semua telah berkumpul maka kita akan pergi menuju tempat yang menjadi Camp Pelatihan kita!..."


"Hooh!, Sensei... Dimana kita akan mengadakan Camp Pelatihan!."


"Pertanyaan bagus, Cao Cao... Kita akan melakukan Camp pelatihan ditempat yang merupakan surga para Magical Beast, [Magical Beast Mountain]... Disana kalian akan aku latih dengan keras jadi persiapkan diri kalian..."


Glup!


Keempat orang itu menelan ludah paksa ketika melihat Azazel mengeluarkan seringai mengerikan diwajahnya... Dan keempat orang itu tidak tahu latihan mengerikan apa yang akan menanti keempat Anggota Club penelitian alam...


"Baiklah!, kita berangkat!."


-Time Skip-


Dua minggu telah berlalu, dan saat ini adalah saat yang menyibukan bagi Academy Hirozimon sebab hari ini adalah hari yang menentukan sudah sejauh apa para murid menyerap materi yang diberikan oleh Academy, [Check Up Mana]... Terlihat banyak sekali Staf Academy yang berlarian kesana kemari sepertinya mereka benar-benar sibuk... Didepan gerbang Academy terlihat lima orang pemuda tampan dengan pakaian bangsawan highclass baru saja turun dari kereta kuda mewah nan megah.


"Heh... Lihat mereka, berlarian kesana kemari hanya untuk menyiapkan panggung untuk kita..."


Seorang pemuda bersurai merah spiky dengan iris Violet menatap kearah para staf Academy yang sibuk, seringai tipis terpatri diwajah pemuda itu... Disebelah pemuda itu terdapat empat pemuda lain yang memiliki ketampanan yang tak kalah dari pemjda bersurai merah... Perak, pirang pucat, cokelat, dan biru dongker... Kelima pemuda itu berjalan dengan angkuh melewati para murid yang menatap mereka dengan pandangan kagum dari para murid laki-laki dan teriakan gaje dari murid perempuan.


"Mereka kembali!."


"Kyaaa!, para pangeran kembali!."


"Kyaaa!, Hirozimon no Ouji-sama telah kembali!."


Teriakan gaje dari para perempuan bergema disana... Biar aku perkenalkan pada kalian, mereka berlima adalah lima orang yang selama ini telah dianggap sebagai kebanggaan dari Hirozimon Academy karena bakat, dan kejeniusan mereka berlima berada ditingkat yang berbeda dari kebanyakan murid lain-nya... Wajah tampan bak model iklan parfum khusus pria, status sosial bangsawan elit dan kekuatan yang luar biasa, pantas saja para murid perempuan begitu tergila-gila pada mereka berlima, karena jika kau mendapatkan salah satu diantara mereka maka hidupmu jelas akan bahagia... Namun kenyataan-nya, dibalik kesempurnaan mereka sikap angkuh, sombong dan Arogan menguasai kelima orang itu hingga menganggap semua tak lain hanyalah Mainan mereka saja... Ku perkenalkan mereka.


Uchiha Sasuke... Otsutsuki Toneri... Senju Arashi... Uzumaki Menma... Dan Hyuga Neji...


Lima orang yang bertanggung jawab atas menderita-nya Namikaze Naruto, alasan dari seorang Namikaze Naruto untuk bangkit dan berjuang agar menjadi kuat...


"Tsk, berisik sekali... Apa tenggorokan mereka tidak pegal berteriak seperti itu..."


"Heh~, lupakan saja, Arashi. mereka hanya menganggumi kita."


"Benar apa kata, Neji... Biarkan saja mereka memganggumi kita, tak lama lagi mereka juga lelah dan berhenti."


"Tsk, kalian berdua menyebalkan, Neji, Toneri..."


"Maa... Santailah, Arashi. Nikmati saja... Lihatlah Sasuke, dia bahkan tidak merasa terganggu sama sekali."


"Hn... Abaikan saja."


"Tsk, kalian semua tidak waras..."


Kelima pangeran itupun melangkah masuk kedalam bangunan utama Academy dengan langkah angkuh, tak lama setelah kepergian lima pangeran itu, sebuah kereta kuda sederhana berhenti didepan gerbang Academy, dari kereta kuda sederhana itu keluar-lah empat orang remaja dengan pakaian yang merupakan identitas Hirozimon Academy, pakaian Blaze hitam bergaris emas dibeberapa bagian, dibelakang keempat orang itu berdiri seorang pria dewasa...


Pemuda pertama memiliki ciri seorang remaja dengan surai pirang keemasan dengan jambang yang membingkai wajahnya iris shappire indah miliknya menatap datar kedepan.


Pemuda ketiga memiliki ciri seorang remaja bersurai hitam pendek dengan iris mata sewarna rambutnya, dibelakang punggung pemuda itu terdapar sesuatu benda berbentuk panjang yang terbungkus oleh kain berwarna putih...


Dan yang terakhir adalah seorang perempuan bersurai ungu panjang, iris cokelat miliknya kini menatap dingin kedepan, kecantikan dan ekspresi dingin membuat perempuan itu seperti seorang ratu Ice...


Keempat remaja itu mengeluarkan aura tipis yang entah kenapa terasa berbahaya, aura itu seperti mengintimidasi sekitar secara halus... Pria paruh baya yang berdiri dibelakang keempat remaja itu bertepuk tangan membuat keempat remaja itu menatap kearahnya.


"Baiklah, aku ucapkan selamat pada kalian karena berhasil selamat dari latihan neraka selama dua minggu, kalian semua kini telah berkembang pesat, cukup pesat hingga membuatku lupa jika kalian adalah seorang murid Academy... sekarang masuk kedalam dan colok mata orang yang telah berani menghina divisi knight... Tunjukan pada mereka betapa mengerikannya kalian."


"Ha'i, Azazel-sensei!."


Keempat remaja itu berbalik dan berjalan menuju bangunan Academy meninggalkan Azazel yang menatap kepergian keempat remaja itu dengan senyuman tipis...


"Mereka benar-benar telah berkembang pesat, sangat pesat hingga membuatku takut melihat perkembangan mereka, terutama..."


Mata Azazel menatap kearah pemuda bersurai pirang keemasan yang berjalan memimpin ketiga remaja yang lain... Azazel mengangkat tangannya dan menyentuh perutnya.


"Pemuda itu... Namikaze Naruto... dialah monster sesungguhnya..."


- Naruto Side -


Naruto menatap kedepan dengan datar, saat ini dirinya tengah berjalan menuju kearah utara Academy, dimana disana akan diadakan event [Check Up Mana], tradisi Academy yang diadakan setiap akhir semester kini akan segera dimulai, dibelakang ketiga orang yang lain berjalan mengikuti Naruto.


Setelah berjalan selama beberapa saat akhirnya keempat orang itu sampai sebuah tempat luas, tempat berbentuk Oval ini lebih mirip seperti stadium sepak bola dimana ditengah tempat terdapat sebuah arena dari batu putih yang terlihat keras... Ditengah arena yang terbuat dari batu itu terdapat sebuah Crystal berwarna biru transparan berukuran besar...


Naruto menatap kesekeliling dimana ia melihat banyak sekali orang yang memenuhi stadium dengan kapasitas ribuan orang ini, Naruto terus menatap kesekeliling sampai pandangan-nya terkunci pada tiga orang yang mengenakan pakaian bangsawan mewah tengah duduk dikursi VIP, Naruto menyeringai tipis melihat ketiga orang itu...,


Seringai Naruto luntur ketika pandangannya teralihkan pada seseorang yang muncul ditengah Arena ketika lampu crystal sihir menuju kearahnya...


"Kyaa... Arthuria Ane-sama!."


"Kau cantik seperti biasa!."


Teriakan itu bergema dari para perempuan dan lenguhan kagum dari para pria, Naruto menatap datar Arthuria yang berdiri ditengah Arena, seperti Arthuria akan memberikan kata pembukaan.


"Ketua kedisplinan, Arthuria Pendragon... Seorang Rune Breaker dengan Title [Saber]..."


Naruto bergumam pelan hampir tidak terdengar sebab suara teriakan gaje yang memenuhi stadium ini... Diatas Arthuria perlahan melayang turun bola Crystal berwarna hijau cerah, itu adalah [Crystal Visual] sebuah Crystal yang menyimpan sihir Roh Angin [Sylphs] yang mampu menyebarkan suara diudara, mirip seperti pengeras suara... Arthuria diam selama beberapa saat sebelum ia mengangkat tangannya dan seketika itu juga Stadium menjadi hening...


[Hari ini kita semua berkumpul disini untuk menjalankan Tradisi yang sudah ada semenjak berdiri-nya Academy ini, sebuah Tradisi yang telah lama dijalankan sejak generasi pertama Hashirama-sama dan Madara-sama ada, Tradisi ini dijalankan untuk melihat sejauh mana kalian telah berkembang, sejauh mana kerja keras kalian dan sejauh mana kalian telah menyerap pelajaran yang diberikan oleh Academy ini..., hari ini kalian akan disuruh untuk memperlihatkan sejauh Mana kalian berkembang, dan Crystal ini akan menunjukan hasil kerja keras kalian... Dengan Nama Dewi Lalatina, aku... Arthuria Pendragon. Mewakili Kepala sekolah dan para wakil kepala sekolah aku membuka Tradisi suci ini!.]


Arthuria berjalan kearah Crystal dan menuangkan [Mana] miliknya dan membuat Crystal itu bersinar terang sebelum sinar itu berhenti dan terlihatlah sebuah Angka di Crystal itu [2254]... Arthuria Pendragon telah berada ditingkat [Gold: II]...


Suara tepuk tangan dan teriakan kekagumam langsung meledak melihat tingkat dari Arthuria, Naruto yang melihat tingkatan Arthuria hanya bisa tersenyum tipis.


"[Gold: II] ya... Kau hebat, Arthuria."


[Sekarang kalian, Divisi Wizard angkatan baru, kalian akan dipanggil satu persatu untuk melakukan pengcheck-an [Mana], kita lihat sejauh mana kalian telah berkembang...]


Naruto dan ketiga teman-nya yang lain menatap datar kearah Siswa yang tengah berjalan untuk melakukan tes [Mana]...


"Kita pergi, sudah saatnya kita merubah pandangan mereka tentang Divisi Knight..."


Ucap Naruto seraya berbalik dan meninggalkan tempat penonton itu dengan ketiga teman-nya yang mengikuti dibelakang... Disepanjang perjalanan hanya keheningan yang menemani keempat orang itu, setelah beberapa saat tertelan dalam keheningan akhirnya mereka sampai ditempat tunggu, disana mereka melihat para Divisi Knight mendapatkan tatapan remeh dari Divisi Wizard, Naruto mengabaikan hal itu dan berjalan melewati para murid Wizard itu.


Naruto berjalan dengan datar kedepan sebelum ia tersenyum tipis ketika digaris pandangan menangkap seorang pemuda bersurai hitam gaya mangkok tengah melakukan latihan ekstream yaitu push up dengan menggunakan kedua ibu jari-nya... Naruto melangkah cepat kearah pemuda itu.


"Yoo, Lee..."


"896... 897... 898... 899... 900..."


Lee yang tengah mencapai angka 900 berhenti dan mengalihkan pandangannya kesamping dan ia melihat Naruto tengah berjalan kearahnya, Lee bangkit dari posisi push up ekstream-nya dan menatap Naruto dengan senyuman cerah dan sebuah Brofist.


"Yoo, Naruto-kun... Lama tidak bertemu, kemana saja kau?."


Naruto tersenyum dan menyambut Brofist Lee, "ya, banyak hal yang aku lakukan selama dua minggu ini, bisa dibilang aku selama dua minggu ini menjalani Camp Pelatihan dengan guru pembimbing Club yang aku masuki." ucap Naruto.


"Begitu... Lalu, siapa mereka?."


Lee menatap ketiga orang dibelakang Naruto yang langsung menoleh kebelakang dan tersenyum tipis. "Biar aku perkenalkan padamu, mereka adalah temanku dari Club yang sama... Yang bersurai hitam itu bernama Ikuse Tobio, Taichou dari Club yang aku masuki... Disebelahnya adalah Asama Miya, Fuku-Taichou diclubku... Dan dia adalah Cao Cao, anggota Club sama sepertiku... Lalu, Minna perkenalkan dia adalah Rock Lee, dia adalah Sahabatku." ucap Naruto, Lee menundukan kepalanya dan membuat Cao Cao, Miya dan Tobio menundukan sedikit kepalanya.


"Rock Lee, Knight yang akan berdiri dipuncak bersama si pirang ini..."


Lee memamerkan senyuman mengkilaunya dengan ibu jari terangkat keatas, Cao Cao, Miya dan Tobio tersenyum tipis melihat semangat berapi-api Lee. Naruto tersenyum tipis melihat Lee bisa membuat ketiga teman-nya itu tersenyum tipis.


"Lee, bagaimana situasi-nya?."


Tanya Naruto membuat Lee langsung menatap kearah Naruto, Lee nampak terdiam sebelum ia menghela nafas. "Buruk, Naruto. Sejauh ini Divisi Knight belum ada yang mencapai tingkat Silver kecuali Arthur Pendragon yang berada ditingkat [Silver: VII], yang lain-nya hanya bisa mencapai Bronze..." ucap Lee membuat Naruto terdiam sejenak sebelum kembali menatap Lee.

__ADS_1


"Lalu bagaimana situasi Divisi Wizard?."


"Ya... Jika Divisi Wizard maka..."


Lee mengalihkan pandangannya dan menatap kearah Arena dimana digaris pandangan-nya terlihat Hirozimon no Ouji-sama tengah bersiap-siap maju kedepan...


"Owh!, Neji-sama telah berhasil mencapai tingkat [Silver: III]."


"Arashi-sama berada ditingkat [Silver: IV]!."


"Lihat!, Toneri-sama sudah mencapai tingkat [Silver: IV] hampir mencapai bintang V!."


"Menma-sama!, dia mencapai tingkat [Silver: VI]!, sungguh bakat yang mengerikan!."


Menma menyeringai kecil melihat hasil kerja keras-nya selama beberapa bulan ini membuahkan hasil yang memuaskan, Menma berbalik dan menatap kearah Sasuke yang hanya menatap datar dirinya.


"Coba kalahkan itu, Teme!."


[Uchiha Sasuke!, silahkan maju!.]


Sasuke yang namanya dipanggil maju kedepan mengabaikan perkataan Menma dan hal itu sukses membuat Menma naik darah!, Sasuke menyentuh Crystal dan menuangkan [Mana] miliknya kedalam Crystal itu... Angka dengan cepat bergerak sebelum akhirnya berhenti tepat diangka [1879] dan itu menjadikan Sasuke sebagai Wizard tingkat [Silver: VIII]... Melihat hal itu seketika stadium langsung ricuh dan bersorak gaje meng-agungkan nama Uchiha Sasuke.


"Dia... Hebat!, tidak luar biasa!."


"Usia semuda itu bisa menjadi [Silver: VIII], dia jenius!."


Sasuke menatap datar hal itu sebelum ia berbalik dan menatap kearah Menma yang terkejut melihat tingkatan Sasuke... Sasuke berjalan mendekati Menma dan ketika akan berpapasan Sasuke berbisik.


"Dobe nampaknya kau harus lebih banyak berlatih."


Sasuke meninggalkan arena yang tengah ricuh itu dengan teman-teman-nya yang mengikuti tepat dibelakang-nya. Lee dan Naruto menatap kelima orang yang dianggap berbakat dan Jenius diseluruh Academy... Naruto dan keempat teman-nya menatap waspada ketika kelima pangeran itu berhenti didepan mereka.


"Worst One..."


"Uchiha Sasuke..."


Naruto dan Sasuke menatap satu sama lain dengan pandangan datar, Menma yang melihat Naruto entah kenapa mendapatkan ide untuk menghilangkan rasa kesal-nya... Perlahan ia berjalan dan mendekati Naruto.


"Wah, Wah, Wah. Lihat siapa ini?, bukankah kau sipecundang Namikaze Naruto?, apa yang kau lakukan disini?, check up [Mana]?. Sebaiknya hentikan dan pulanglah, sebelum kau menjadi bahan ejek seluruh Academy... Sebagai sepupumu aku hanya memperingati agar tidak mempercundangi dirimu lagi, pecundang."


Naruto menatap kearah Menma yang tengah tertawa setelah mengatakan kalimat hinaan itu tak hanya Menma ketiga orang yang lain juga ikut tertawa hanya Sasuke saja yang diam dan menatap kearah Naruto dengan datar.


"Kalian tahu, simpan tawa kalian nanti, aku takut mungkin suatu saat nanti kalian tidak akan bisa tertawa saat melihat kalian telah dikalahkan oleh seorang pecundang yang ada didepan kalian saat ini..."


Ucapan datar nan menusuk itu membuat tawa Menma, Arashi, Neji dan Toneri seketika terhenti, mereka menatap kearah Naruto dengan tajam, Menma yang memiliki Temparamental rendah langsung meledak dan berniat menghajar Naruto dengan tangannya yang sudah diselimuti [Mana], Namun saat akan Maju Sasuke menghentikan-nya, Mata gelap Sasuke bertemu dengan Shappire Naruto.


"Kau mengatakan sesuatu yang mustahil terjadi, mengalahkan kami?... Sadarlah tempatmu berada, Namikaze."


[Asama Miya, Cao Cao, Ikuse Tobio, Rock Lee dan Namikaze Naruto!, harap segera menaiki Arena!...]


Naruto menatap Iris Gelap yang berubah menjadi Magic Eye's kebanggaan dari Clan Uchiha, [Sharingan]. Naruto menatap datar Sasuke sejenak sebelum ia berjalan melewati Sasuke seraya berkata...


"Roda takdir telah berputar Uchiha, berhati-hatilah agar kau tidak terlindas oleh Roda Takdirku..."


Sasuke menatap kearah punggung Naruto yang telah menjauh bersama keempat teman-nya. Menma menatap benci Naruto.


"Cih, pecundang itu sudah mulai berani bertingkah, sebaiknya kita beri dia pelajaran agar dia ingat rasa sakit saat ia pertama kali masuk ke Academy ini... Sudahlah kita pergi, tidak ada guna-nya kita melihat para sampah itu, hanya buang-buang waktu."


"Kalian... Pergilah duluan, aku akan menyaksikan Namikaze itu, dia baru saja mengatakan sesuatu yang membuatku tertarik..."


-Naruto Side-


Stadium yang sebelum-nya ricuh dan penuh dengan suara teriakan kekaguman mendadak langsung menjadi hening ketika melihat lima orang yang tengah memasuki Arena...


"Bukankah itu, [Worst One]?."


"Cih, aib sekolah itu masih berani muncul ditradisi suci ini..."


"Mati saja kau pecundang!..."


"Benar!, kedatanganmu ditradisi suci ini hanya mengotori-nya saja!."


Kalimat hinaan berterbangan diarena itu namun orang yang dituju kalimat hinaan itu tidak menghiraukan sama sekali, ia dengan santai memasuki Arena... Arthuria yang melihat orang yang mulai dianggap spesial untuk-nya dihinaan seperti itu langsung dipenuhi oleh rasa kesal, ia ingin sekali berteriak kepada orang yang melontarkan kalimat hinaan itu namun rasa kesal itu harus ditahan ketika Naruto menatap kearah-nya dan mengeleng pelan dengan wajah lembutnya...


'Naruto...'


Sementara itu diruangan Vip yang terpisah dengan Arena terlihat tiga orang gadis berparas cantik bak bidadari mengepalkan tangan mereka kesal melihat layar proyektor sihir didepan mereka...


'Naruto-kun... Dia sangat sabar menghadapi cacian dan hinaan itu, jika aku / diriku jadi dia maka sudah pasti aku akan bunuh diri.'


Tanpa Naruto sadari ia telah mendapatkan empat rasa simpati dari empat perempuan cantik yang mulai menganggap dirinya spesial... Arthuria mengepalkan tangannya dengan erat... Sudah cukup!. Arthuria dengan cepat mengangkat tangannya membuat Stadiun itu langsung hening, mereka hening sebab mereka melihat Arthuria nampaknya tengah dalam keadaan marah itu terlihat dari tangannya yang terkepal dan bergetar juga mata seindah Emerlad itu menyimpan kemarah didalamnya...


[Aku peringatkan pada kalian!, jaga kesopanan kalian ditradisi suci ini!, ini tradisi suci jadi jangan buat itu ternoda dengan ucapan kotor kalian!...]


Semua hening mendengar kalomat yang tidak bisa menyembunyikan amarah didalamnya semua langsung terdiam tidak ada yang berani membuka mulutnya sama sekali, mereka bukan orang bodoh yang berani memancing amarah dari keluarga Ksatria yang mendapatkan rasa hormat dari Raja kerajaan [Alvarez], keluarga Pendragon adalah keluarga yang selalu melayani kerajaan [Alvarez] dari ratusan tahun yang lalu sebagai ujung pedang kerajaan... Arthuria juga saat ini tengah menjadi ksatria pribadi yang melayani tuan putri kerajaan [Alvarez] yang juga merupakan teman masa kecil-nya... Memancing kemarahan pewaris selanjutnya Clan Pendragon hanya akan membuat keluarga mereka hancur. Jadi mereka hanya bisa diam.


Melihat semuanya diam Arthuria menarik nafas untuk menenangkan emosinya, Arthuria menatap kearah Naruto yang tersenyum lembut kearahnya dan dengan tanpa suara Naruto mengucapkan.


'Terimakasih, Arthuria.'


Arthuria yang bisa membaca gerakan bibir Naruto merona tipis sebelum ia dengan cepat berdehem dan menghilangkan rona merah diwajahnya...


[Baiklah, Asama Miya silahkan maju kedepan.]


Miya mengangguk dan maju kedepan, perlahan terdengar bisik-bisik yang membuat Author muak untuk menuliskan-nya, Miya mengabaikan bisikan itu dan maju kedepan lalu menyentuh Crystal besar itu dan menuangkan [Mana] miliknya... Angka muncul dan bergerak dengan cepat sebelum berhenti tepat diangkat [Silver: II] dan hal itu membuat bisikan menyakitkan menghilang seketika... Selanjutnya Cao Cao melakukan hal yang sama dengan Miya dan membuat dirinya berada ditingkat [Silver: IV]... Rock Lee Maju kedepan dan melakukan hal yang sama dan ia kini berada ditingkat [Silver: III], Naruto tersenyum lebar melihat kemajuan Lee nampaknya [Heavenly Necklace] pemberian-nya tidak sia-sia...


"Selanjutnya aku ya?... Doakan aku, Naruto."


"Hn, Maju dan bungkam mereka, Tobio."


Tobio maju kedepan dan menuangkan Mana miliknya kedalam Crystal, angkat dengan cepat muncul dan bergerak dengan kecepatan tinggi sebelum berhenti tepat ditingkat [Silver: V], semua orang disana membeku ketika melihat bahwa keempat orang dari Divisi Knight kini telah menjadi seorang Knight tingkat [Silver]... Azazel yang baru saja datang dan menyaksikan kemajuan dari murid-muridnya tersenyum tipis...


"Kalian memang menakutkan, perkembangan kalian memang benar-benar membuatku takut... Tapi yang membuatku merinding hebat adalah..."


[Namikaze Naruto!, Maju kedepan!.]


Naruto mengangguk dan menatap kedepan dengan datar, bisikan-bisikan menyakitkan kembali terdengar namun Naruto hanya menyikapi hal itu dengan datar... Pandangan Naruto terarah ketiga orang yang ada dikursi VIP... Sebelum pandangan Naruto melirik kearah lima Wizard jenius yang menatap Naruto dengan tatapan benci dan datar...


'Kalian... Kalian akan membayar apa yang telah kalian lakukan padaku, dan pembalasan itu dimulai dari...'


Naruto menyentuh Crystal beaar itu sebelum berkonsentrasi dan mengalirkan [Mana] miliknya kedalam Crystal besar itu, perlahan Angka muncul dan bergerak dengan sangat cepat melewati Bronze I... II... III... IV... V... VI... VII... VIII... IX... X...


Cring~


Batas silver terlewati!, dan disana dapat kita lihat Wajah Jiraiya dan Tsunade yang terkejut!, angka tersebut akhirnya berhenti tepat di [1301] yang artinya Naruto kini berada di [Silver: III]..., Azazel, Arthuria, Cao Cao, Miya, Tobio, Jiraiya, Tsunade dan tiga perempuan yang ada diruang khusus membulatkan mata mereka terkejut!... Tidak hanya mereka saja!, namun seluruh stadium membulatkan mata mereka!... Namikaze Naruto, seorang pecundang dengan tingkat perkembangan [Mana] cacat yang hanya dalam sebulan bertambah dari 5 menjadi 9 kini setelah tiga bulan berlalu naik menjadi [Silver: III]!, perkembangan Mana yang luar biasa!?...


Naruto membuka matanya dan menjauhkan tangannya dari Crystal sebelum ia menatap kearah Tsunade dan Jiraiya yang melebarkan mata mereka... Naruto menyeringai melihat wajah terkejut kedua orang itu, sebelum seringai itu lenyap digantikan dengan wajah datar dan meninggalkan Arena itu dalam keheningan yang manis...


- change scene -


Setelah acara Check Up [Mana] selesai, Naruto kini berada diruangan Club dalam posisi terkepung oleh guru dan teman seclub-nya serta Sahabat-nya.


"Apa maksudnya ini, Naruto. Kenapa kau melakukan-nya?."


Azazel bertanya dengan serius, Naruto berdecih melihat tatapan tajam dari teman-temannya itu sebelum ia mengaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


"Tidak ada alasan khusus, Sensei."


Twich


Urat kekesalan menebal dikepala Azazel, tidak ada alasan khusus dia bilang?,


"Jelas kau harus memiliki alasan yang jelas!, sebab kenapa kau yang notabene-nya seorang Knight [Silver: IX] tiba-tiba menunjukan pada seluruh sekolah jika kau adalah [Silver: III]!, apa yang dipikirkan kepala kuningmu ini, Hah!?."


Azazel menyembur marah pada Naruto yang hanya bisa menghela nafas panjang, Naruto mengaruk kepala-nya dan menatap kearah para teman-teman-nya itu.


"Baik, baik akan aku jelaskan, Alasan sebenarnya kenapa aku melakukan hal itu adalah karena 6 bulan dari sekarang aku akan bertarung dengan Heiress dari Clan Hyuga demi mengembalikan kehormatan Clan Namikaze yang telah dinodai oleh Mantan Tunanganku, Hyuga Hinata... Jadi jika aku mengumbar-umbar kekuatanku yang sesungguhnya maka Clan Hyuga akan mencabut pembatalan yang aku kirim pada mantan tunanganku yang Arogan itu... Jadi Maaf sensei, aku harus menyembunyikan kekuatanku."


Naruto berucap selagi ia menundukan kepalanya sebagai tanda jika ia benar-benar bersalah karena melakukan penipuan besar di Event Check Up [Mana]... Azazel terdiam sebelum ia mengingat sesuatu yang penting namun ia masih ragu tentang hal ini. Cukup lama Azazel terdiam sebelum ia menatap kearah Naruto.


"Tunggu... Kau bagaimana bisa ditunangkan oleh Heiress Clan Hyuga, apa hubungan keluargamu dengan Clan Hyuga hingga Hiashi. Mau menjodohkan anak semata wayang-nya denganmu, Naruto."


"Uhm?, jika kau tanya hubungan orang tuaku dengan kepala Clan Hyuga saat ini, Hyuga Hiashi. Maka aku akan menjawab jika ayahku, kepala clan Namikaze saat ini bersahabat baik dengan Hyuga Hiashi..."


Ucap Naruto membuat Azazel terdiam sebelum iris matanya membulat sempurna ketika menyadari sesuatu, Azazel dengan cepat mencengkram bahu Naruto dengan kuat hingga Naruto meringis sakit.


"Kau!, adalah anak dari Namikaze Minato!?, katakan!, apa Ibumu adalah Uzumaki Kushina."


"Y-ya... Kau benar... Mereka adalah kedua orang tuaku..."


Azazel memijat pelipisnya yang berdenyut sebelum ia menatap kearah Naruto dan menunjuk kearah hidung Naruto.


"Dengar, Bocah!, Ibu dan Ayahmu adalah mantan anak didikku dan Si kodok tua Jiraiya, dan mereka adalah Duo Legenda dikerajaan [Alvarez]!, tidak ada yang tidak mengenal mereka!... Ayahmu adalah Mantan Lord dengan Gelar [Yellow Flash] sedangkan Ibumu adalah seorang Rune Breaker dengan Gelar [Red Hanabero]!... Dan kau!, adalah monster yang tercipta dari mereka berdua!..."


Azazel berkata dengan terkejut, Naruto terdiam mendengar perkataan Azazel dengan dahi berkerut bingung... ayahnya adalah seorang Lord?, dan ibu-nya adalah seorang Rune Breaker?... Naruto terdiam selama beberapa saat sebelum sirkuit otaknya bergetar!... Iris mata Naruto seketika melebar sempurna!.


"Eeeeeeeehhhhhh!?."

__ADS_1


__ADS_2