The Worst One

The Worst One
Chapter 29


__ADS_3

Pagi hari yang indah membuka lembaran baru untuk takdir sebuah clan yang kini tengah ditulis ulang, dihalaman Mansion Clan Namikaze terlihat banyak sekali orang-orang yang tengah berkumpul, kenapa mereka semua berkumpul disana?, alasannya sebenarnya sederhana, sehari sebelumnya kepala Clan Namikaze mengumumkan jika mereka mengadakan sebuah sayembara untuk menemukan orang-orang yang akan berperan penting dalam rencana besar Clan namikaze, dan hasilnya, banyak sekali dari warga yang berkumpul disana...


Suara para penduduk yang mulai terdengar disana-sini namun seketika semua suara itu lenyap ketika mereka melihat seseorang muncul dari atas balcon, itu Kepala Clan Namikaze saat ini... Namikaze Minato.


Minato menatap kebawah dengan aura kebijaksanaan yang luar biasa berteriak disekitarnya, Minato menatap satu persatu dengan wajah serius dan itu membuat para penduduk menelan ludah sebab mereka jarang sekali melihat wajah serius Minato... Dan jika Minato tengah memasang wajah serius seperti itu maka apapun yang akan dikatakan Oleh kepala Clan Namikaze itu merupakan sesuatu yang sangat penting. Minato menarik nafas sejenak.


"Aku mengucapkan terimakasih karena kalian telah datang menjawab panggilan yang aku berikan, hari ini kalian pasti bertanya-tanya apa yang akan aku sampaikan bukan?."


Semua mengangguk dalam hati mereka, Minato menatap semua penduduk yang terdiam sebelum ia melanjutkan.


"Hari ini, aku akan melakukan reformasi besar-besaran pada Clan Namikaze, aku akan membangun kembali kejayaan Clan Namikaze yang saat ini tengah dalam keadaan memprihatinkan... Kalian pasti sudah merasakan bagaimana kondisi Clan kita sekarang bukan?."


Sekali lagi para penduduk mengangguk dalam hati, mereka sudah merasakan jika kondisi mereka sangat menyedihkan, para penduduk tidak bisa melakukan aktivitas jual-beli dengan clan lain sebab mereka ditolak entah karena alasan apa, dan juga tidak aman-nya kawasan Clan Namikaze karena keamanan Clan Uchiha yang ditarik keluar membuat Magical Beast dan banyak bandit yang berkeliaran membuat para pedagang dan penduduk tidak berani keluar kawasan Namikaze dan itu membuat kondisi keuangan para penduduk memburuk dan memburuknya keuangan para penduduk berakibat juga dengan ekonomi Clan Namikaze. Minato menatap para penduduk yang terlihat menunduk.


"Kondisi ini tidak bisa dibiarkan lebih lama lagi, karena itu aku akan merubah semua ini, dan rencana perubahan itu akan dipimpin oleh putra-ku, Namikaze Naruto."


Semua penduduk menatap kearah seorang pria yang mirip dengan Minato, bisa dibilang jika pemuda itu mirip Minato saat masih muda. Naruto menatap kebawah dengan pandangan dingin.


"Sebelum aku melakukan perubahan aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian..."


Semua penduduk terdiam melihat iris shappire itu menatap mereka dengan tatapan sedingin ice, Naruto terdiam selama beberapa saat sebelum ia menarik nafas dan berucap.


"Kalian memang benar-benar tidak berguna ya?."


Sebuah ucapan kasar itu membuat para penduduk membeku dan tak lama entah dipicu oleh siapa tiba-tiba amarah penduduk meledak, mereka bersorak dan melontarkan perkataan kasar pada Naruto... Naruto mengabaikan semua lontaran kasar dari para penduduk dan tersenyum miring pada para penduduk.


"Kalian tidak berguna sebab kalian hanya bisa terdiam sementara kalian melihat jika kondisi kampung halaman kalian ini tengah dalam keadaan yang menyedihkan, kalian tidak berguna karena kalian tidak melakukan apapun dan hanya diam menyaksikan kehancuran Clan kalian yang sudah dekat ini... Katakan apa aku salah mengatakan jika kalian adalah orang yang tidak berguna?."


Bagaikan sebuah air yang mendinginkan api, seketika para penduduk ditelan dalam keheningan tidak ada satupun yang berani membuka mulut untuk membalas perkataan Naruto sebab apa yang dikatakan Naruto itu memang benar adanya... Mereka hanya diam tanpa melakukan apapun untuk Clan Namikaze, Naruto menatap datar para penduduk yang perlahan menundukan kepala mereka menghindari tatapan Naruto.


"Wahai para penduduk Clan Namikaze!... katakan apa kalian ingin menjadi orang yang berguna!, katakan apa kalian ingin menjadi berguna untuk Clan dimana kalian lahir, hidup dan mati ini!..."


Para penduduk yang awalnya menundukan kepala mereka perlahan mendongkan kepala mereka dan dengan semangat yang membara mereka secara serempak berteriak.


Naruto tersenyum melihat semangat para penduduk yang membara, "kalau begitu dengarkan ini!, aku saat ini tengah merancang sebuah rencana!, rencana yang akan mengubah masa depan Clan kita ini!, tapi... Aku tidak bisa melakukannya sendiri, aku membutuhkan banyak orang untuk menjalankan rencana ini!... Karena itu aku akan katakan pada kalian, apa kalian ingin menjadi orang yang berguna untuk Clan Namikaze!." ucap Naruto dijawab teriakan semangat dari para penduduk... Naruto memperlebar senyumannya.


"Semangat yang bagus!, kalau begitu, sebelum kalian bisa dinyatakan berguna maka aku akan melakukan selesksi untuk menentukan dimana kalian akan ditempatkan!, lihatlah kesebelah kalian disana terdapat beberapa meja bukan?."


Para penduduk dengan serempak menoleh kesamping dan mereka melihat beberapa meja terdapat disana dengan beberapa Maid yang duduk dengan wajah datar. Naruto tersenyum melihat wajah bingung para penduduk.


"Aku telah membagi beberapa pekerjaan untuk rencana besarku disana, pilihlah pekerjaan yang menurut kalian cocok untuk kalian!... Setelah kalian sudah memilih apa pekerjaan yang menurut kalian cocok untuk kalian pergilah ketempat yang ditunjukan disana!... Apa lagi yang kalian tunggu!, cepat pilih dan jadilah orang yang berguna untuk Clan Namikaze!."


Para penduduk berteriak semangat sebelum mereka langsung saja menyerbu meja-meja dimana disana terdapat tumpukan kertas yang menggunung, Naruto tersenyum melihat antusias para penduduk sebelum pandangan Naruto terkunci pada seorang pemuda bersurai hitam gaya nanas tengah menatapnya dengan mata malas sebelum ia memutuskan tatapan itu dan berjalan menuju kearah Meja, tanpa keduanya Sadari mereka saling menyeringai tipis satu sama lain... Naruto yang tengah menatap pada penduduk seketika menoleh kebelakang ketika ia merasakan sebuah tepukan pelan dibahunya dan terlihatlah sebuah senyuman lembut dari seorang Namikaze Minato.


"Kau memiliki bakat untuk memimpin, Nak. Setelah kau membuat mereka sadar atas kesalahan mereka, kau langsung memberikan mereka harapan untuk memperbaiki kesalahan mereka, kau memang benar-benar calon pewarisku yang tepat, Nak."


Naruto terdiam mendengar perkataan ayahnya sebelum ia tersenyum tipis, "aku adalah putra dari seorang pemimpin Clan yang cerdas, bijaksana dan kuat.. Mungkin darah yang mengalir didalam tubuhku didominasi olehmu, Ayah." ucap Naruto dengan senyuman tipis.


Saat ayah dan anak itu saling tersenyum satu sama lain, kepala Maid Yuri Alpha masuk dan membuat ayah dan anak itu mengalihkan pandangan mereka dengan kompak menatap Yuri yang tengah menundukan kepala-nya.


"Naruto-sama, ada tamu yang sedang menunggu anda."


"Oh~, dia sudah datang kah?, cepat sekali."


Naruto tersenyum dengan senang membuat Minato menatap bingung putranya.


"Dia...?."


Naruto menoleh kesamping dan melihat ayahnya bingung perlahan menyungging senyuman tipis.


.


.


.


"Hohoho~, lama tidak berjumpa Bocah emasku!."


Seorang yang sangat penting untuk divisi senjata kini ada didepan Naruto, pakaian bangsawan miliknya terlihat sangat elegan dengan warna cokelat tua dan sebuah tongkat berlapiskan batu permata ditangannya, topi lonjong keatas, kacamata saku membuat penampilannya terlihat seperti bangsawan yang menganggumkan. Naruto tersenyum tipis.


"Lama tidak berjumpa juga, Tenma-san... Aku tidak menyangka jika kau akan secepat ini datang ketempatku, padahal baru kemarin aku mengirimkan surat untukmu."


"Hahahaha!, tentu saja aku akan datang cepat, setelah melihat isi suratmu aku tidak mungkin tidak datang dengan cepat... Jadi, mana barang yang ingin kau tunjukan padaku?."


Tenma tertawa sambil menepuk bahu Naruto dengan lembut namun hal itu tetap membuat Naruto sedikit meringis, kekuatan seorang pandai besi memang mengerikan. Naruto tersenyum tipis.


"Silahkah ikuti aku."


Naruto dan Tenma berjalan dengan tenang keluar Mansion dan berhenti ditempat sebuah bangunan yang menyerupai bengkel blacksmith tenma works. Naruto membuka pintu besar itu dan masuk kedalamnya dengan Tenma yang masih mengikuti dari belakang... Sesampai didalam Tenma disambut oleh sebuah ruangan kosong tanpa apapun selain sebuah meja panjang dengan sebuah kain yang menutupi atasnya dan sesuatu yang seperti papan lukis yang ditutupi kain putih...


"Jadi?, apa yang ingin kau tunjulan nak?."


Tenma menatap kearah Naruto yang berjalan dengan pelan menuju belakang meja, sebuah senyuman misterius terpatri diwajahnya.


"Aku akan memperlihatkan maha karya dari seorang [Magiester Crafting] terjenius abad ini, Tenma-san." ucap Naruto sebelum dengan kuat ia menarik kain yang menutupi meja dan terlihatlah beberapa benda yang terjajar diatas meja, Tenma menatap kearah benda-benda itu dengan mata terbuka lebar...


"I... Ini... Kau membuat senjata baru..."


Naruto tersenyum dan mengangguk pelan, "aku menciptakan semua ini dengan kekuatanku sebagai [Magiester Crafting], ini adalah Wakizashi..." ucap Naruto sambil menunjukan sebuah Katana namun memiliki ukuran lebih pendek yaitu sekitar 30 sampai 60 centimeter atau 12 sampai 24 ichi... Tenma mengerutkan dahinya melihat katana versi mini itu.


"Uhm... Bocah?, apa benda-nya katana ini dengan katana yang kau berikan padaku dulu?."


Naruto tersenyum mendengar pertanyaan Tenma, sebelum ia dengan cepat menarik Wakizashi dan dengan cepat memainkannya seolah itu hanyalah pisau saku yang ringan.


"Ini lebih ringan dan lebih mudah digerakan daripada Katana... Dan ini lebih cocok dipasangkan dengan Katana sebab ringan digerakan... Perhatikan..."


Naruto menarik Katana Oric yang selalu ia bawa kemana, Naruto membuat Kuda-kuda dengan Katana Oric ditangan kanan dan Wakizashi ditangan kiri... Naruto dengan cepat melakukan beberapa serangkaian gerakan, Tenma menatap kearah Naruto yang tengah mengayunkan Wakizashi dengan indahnya... Katana kecil bernama Wakizashi itu bisa dibilang merupakan pasangan yang benar-benar cocok untuk Katana. Naruto menghela nafas setelah ia menyelesaikan serangkaian gerakan dan menatap kearah Tenma-san yang sedang berpikir.


"Bagaimana, Tenma-san. Apa kau menemukan perbedaan-nya?."


Tanya Naruto dengan senyuman tipis, Tenma menatap kearah Naruto dengan wajah berpikir sebelum ia mengangguk pelan.


"Bisa dibilang Wakizashi cocok untuk ditempatkan ditangan kiri karena ringan dan Katana ditangan kanan karena ia sedikit berat, begitu... Setelah aku melihat gerakanmu barusan, senjata ini sangat cocok untuk seorang petarung yang mengandalkan kecepatan dan keakurat yang tinggi... Uhm... Begitu."


"Ya, seperti yang diharapkan dari penempa besi terbaik kerajaan Alvarez."


Naruto meletakan Wakizashi dan mengambil sepasang senjata dengan bentuk seperti Trisula dalam bentuk belati, Naruto memutar senjata itu seolah-olah itu tak lebih dari sekedar Mainan, Tenma menatap kearah Naruto yang tengah memainkan senjata itu dengan pandangan tertarik. Naruto tersenyum tipis sebelum ia mengenggam kedua

__ADS_1


"Ini adalah [Sai], sebuah senjata yang ringan dan mudah digunakan, senjata ini memang terlihat seperti belati namun berbeda disaat yang bersamaan, kau lihat bagian ini?."


Naruto menujuk pada bagian disebelah kiri dan kanan [Sai] dengan senyuman tipis, "jika orang yang sangat hebat memainkan [Sai] maka ia bisa membuat senjata musuh khususnya pedang terlepas dari tangannya, dan juga senjata ini sangat cocok untuk memberikan tikaman maut, seperti ini..." naruto membuat Gesture seolah ia menusuk lehernya dengan [Sai], Tenma memegang lehernya secara refleks karena ia membayangkan jika lehernya yang tertikam oleh [Sai] itu.


Naruto tersenyum dan meletakan [Sai] itu lalu ia mengambil sebuah bilah melintang dengan rantai yang terikat pada sebuah bola besi berduri disana, Naruto tersenyum sebelum ia menatap kearah Tenma-san.


"Ini adalah [Kusari Kama] senjata ini bisa menyerang dari jarak yang sesuai dengan jangkauan rantainya, tapi senjata ini sangat sulit digunakan, tapi jika ada yang bisa menggunakan-nya maka aku yakin dia akan menjadi lawan yang sulit dikalahkan sebab ia bisa memainkan jarak serangan..."


Naruto meletakan [Kusari Kama] miliknya dan berjalan mengambil sebuah senjata berbentuk Bilah golok dengan pegangan sebuah tongkat yang cukup panjang, Naruto tersenyum sebelum ia memainkan senjata itu...


"Ini adalah Naginata, senjata yang merupakan gabungan antara Tombak dengan pedang, senjata ini bisa menjadi sangat mematikan jika seseorang membuat mata pisaunya menjadi tebal bahkan ini bisa menebus sebuah zirah dan memotong leher dengan sangat mudah, jangkauan lebih luas daripada pedang dan mudah digunakan layaknya Tombak."


Naruto menghentakan Naginata ketanah dan menatap kearah Tenma-san yang memasang wajah berpikir, Tenma-san mengalihkan pandangannya dan menatap kearah Naruto yang sedang tersenyum misterius.


"Tenma-san, mari menjalin kerjasama yang baru..."


Tenma mengerutkan dahinya mendengar perkataan Naruto.


"Kerjasama yang baru?."


Naruto mengangguk pelan dan meletakan Naginata miliknya diatas meja. "Mari kita ulang kerjasama kita, bukan antara aku dan kau tapi, [Blacksmith Tenma Works] dengan Clan Namikaze..." ucap Naruto, Tenma mengerutkan dahinya.


"Kerjasama antara Bisnisku dengan Clanmu?."


"Benar, Clanku akan menerima konstribusi besar dari hasil penjualan ciptaanku ini, dan aku ingin kau memproduksi Massal semua ini dengan mengatas namakan Bisnismu... Kita akan sama-sama mendapatkan keuntungan bukan?, kau dan aku akan bekerja dibalik layar dan mengendalikan Sektor pembuatan senjata dinegeri ini, Bisnismu akan semakin terkenal dan Clanku akan semakin berjaya."


Tenma memasang gesture berpikir, mengendalikan sektor pembuatan senjata itu bukanlah penawaran yang buruk malah sebaliknya kesempatan ini adalah kesempatan yang sangat bagus...


"Baiklah, kita akan bekerjasama, Clanmu dan Bisnisku sekarang adalah Rekan bisnis..."


Naruto tanpa disadari oleh siapapun menyeringai kejam, Tenma-san nampaknya tidak mengetahui jika mereka berdua berhasil mengendalikan Sektor pembuatan senjata dinegeri ini maka mereka secara tak langsung mengendalikan kekuatan Militer dinegeri ini... Naruto menghapus seringai-nya dan memasang senyuman bersahabat, Naruto menjabat tangan Tenma-san dan itu menjadi tanda dijalinnya kerjasama diantara mereka berdua. Naruto melepaskan jabatan tangannya sebelum ia mengulas senyuman tipis.


"Baiklah, karena ini adalah langkah awal kerjasama yang menguntungkan aku ingin kau membuka cabang [Tenma Works] mu disini, kau bisa mengambil ahli bangunan ini."


"Uhm?, membuka cabang ya?... Uhm usulan yang bagus dengan begitu kita bisa saling memperdalam ikatan kita bukan?."


"Tentu saja... Ah, satu hal lagi, aku ingin membahas sebuah Project denganmu, Tenma-san."


Ucap Naruto selagi ia berjalan menuju sesuatu yang ditutupi oleh Kain putih, Tenma-san menatap kearah Naruto dengan pandangan bingung.


"Tenma-san, aku ingin kau menciptakan sesuatu yang hanya untuk Clan Namikaze..."


Naruto mengatakan itu selagi ia menarik kain itu dan seketika mata Tenma membulat sempurna melihat sebuah cetakan suatu benda yang ada disana... Tenma dengan langkah pelan berjalan mendekati cetak biru itu.


"I... Ini luar biasa... Jika kita bisa menciptakan benda ini maka Bisnisku akan menjadi yang paling terkenal dinegeri... Tidak dunia ini..."


Naruto tersenyum tipis melihat sinar kagum yang terpancar diwajah Tenma-san, Tenma-san tersadar dari keterkaguman-nya dan menatap kearah Naruto.


"Bocah, apa nama dari benda ini?... Katakan padaku!."


Naruto tersenyum tipis sebelum ia melirik kearah cetak biru disana sejenak sebelum ia mengalihkan pandangannya dan menatap Tenma-san dengan senyuman Misterius.


"Aku menamakan benda ini sebagai... [Hawk Ballista]."


.


.


.


Naruto hanya bisa memasang wajah kesakitan ketika Tenma-san memukul bahunya dengan keras, Naruto meringis pelan merasakan bahunya yang nampaknya bergeser sedikit akibat tepukan kasih sayang dari Tenma.


Tenma menarik nafas sebelum ia tersenyum kearah Naruto, "Aku akan segera membuka cabang bisnisku disini... Dan kita akan membahas project kita bersama-sama, Nak." ucap Tenma, Naruto tersenyum kecil dan mengangguk pelan.


"Aku menantikan hal itu, Tenma-san."


"Baiklah, kalau begitu aku harus kembali dan memproduksi Massal senjata-senjata menganggumkan ini, uhm... Ah!, aku hampir lupa... Ini hasil penjualan Katana beberapa minggu ini... sampai jumpa lagi, Nak."


Naruto menangkap sebuah cincin ruang yang dilempar oleh Tenma-san, Naruto menatap cincin ditangannya sebelum ia tersenyum kearah Tenma yang berjalan masuk kedalam kereta kuda mewah itu. Setelah kepergian Tenma, Naruto menyeringai lebar...


"Tahap awal selesai..."


Naruto membalikan tubuhnya dan ia mengernyitkan dahinya ketika ia melihat kepala Maid Yuri-san tengah berjalan kearahnya, Yuri menundukan kepalanya didepan Naruto dengan sopan.


"Naruto-sama... Semua telah selesai dan para pemenang dari seleksi-seleksi telah menunggu, Naruto-sama dihalaman Latihan."


Naruto terdiam sebelum ia menyeringai tipis, "begitu?, sudah selesai ya... Baiklah, antarkan aku untuk menemui para pemenang itu." ucap Naruto, Yuri menegapkan tubuhnya dan mengangguk.


"Silahkan ikuti, saya."


Naruto mengangguk pelan dan berjalan mengikuti Yuri-san dari belakang, setelah berjalan selama beberapa saat akhirnya Naruto sampai ditempat dimana sebelumnya para penduduk berkumpul... Dibandingkan beberapa saat yang lalu jumlah yang bertahan hanya ada sekitar 87 orang...


'87 emas ya... Heh~, beruntungnya aku...'


Naruto menatap kearah para penduduk yang bertahan yang rata-rata berusia masih muda, Naruto tersenyum tipis.


"Aku ucapkan selamat pada kalian yang berhasil bertahan, baiklah, kalian yang berhasil bertahan dari seleksi uji ketangkasan silahkan memisahkan diri!..."


Setelah mengatakan itu 25 orang memisahkan diri dari kerumunan, Naruto menatap itu dengan pandangan intens...


"25, ya... Sisanya ahli dalam bidang bercocok tanam dan ahli dalam ekonomi... Heh, Lucky~."


Naruto bergumam pelan tanpa ada yang menyadarinya, Naruto menatap semua dengan pandangan datar...


"Kalian yang berhasil bertahan dari seleksi yang aku berikan, aku ucapkan selamat!, besok aku harap kalian kembali lagi disini, akan aku jelaskan apa yang harus kalian lakukan mulai besok..."


Ucap Naruto sebelum ia berbalik meninggalkan para penduduk yang hanya menatap datar kepergian Naruto, sebelum para penduduk yang berhasil lolos dari Seleksi meninggalkan tempat itu... Sementara itu disisi Naruto, pemuda Heiress Clan Namikaze itu tidak bisa untuk tidak menyeringai kecil... Hari ini ia mendapatkan sesuatu yang diluar perkiraan-nya.


"Aku tidak sabar untuk besok..."


Naruto menyeringai lebar sebelum ia tertawa jahat, sebuah tawa yang membuat Yuri harus menahan untuk tidak menyebut tuan mudanya itu menakutkan!...


-time skip-


Tak!


Tak!

__ADS_1


Tak!


Dipagi hari yang indah Naruto terlihat tengah bertarung melawan 25 orang yang telah lulus dari seleksi untuk menjadi prajurit khusus, Naruto mengulirkan matanya dengan cepat menahan setiap serangan yang datang pada-nya...


Tak!


Naruto menahan tebasan pedang kayu yang datang secara bersamaan, Naruto mendorong semua dengan sekuat tenaga sebelum Naruto langsung menghajar mereka dengan tebasan pada leher masing-masing dari mereka dan itu membuat mereka tumbang...


Naruto tersenyum menatap kearah 24 orang yang telah tergeletak ditanah dalam kondisi menyedihkan, hari ini sesuai janji oleh Naruto, ia secara khusus akan menjelaskan apa yang akan mereka -para penduduk yang lolos seleksi-nya- lakukan, untuk seleksi ketangkasan dimana mereka mulai sekarang akan dilatih secara khusus oleh Naruto selama beberapa hari kedepan...


Ke 25 orang ini awalnya meremehkan Naruto sebab Naruto menantang mereka dalam adu kekuatan menggunakan kemampuan fisik, mereka merasa Naruto hanya seorang anak remaja tanpa kemampuan bertarung yang memumpun karena yang mereka dengar dari rumor yang beredar Naruto adalah seorang Wizard namun nyatanya mereka dihajar habis oleh Naruto...


"Jadi... Nara-san?, apa kau akan melakukan pertarungan dengan aku?."


Naruto mengatakan itu selagi iris shappire menatap kearah seorang pemuda bersurai hitam dengan gaya kuncir nanas yang terlihat berdiri diatas lututnya selagi bebannya ia tumpuhkan pada pedang kayu yang ia jadikan tumpuan, nafas pemuda itu nampak kacau... Pemuda Nara itu menatap kearah Naruto yang tersenyum tipis, ia menghela nafas sebelum ia bangkit dan membuang pedangnya lalu mengangkat tangan tanda menyerah.


"Begitu... Keputusan yang bijak..."


Naruto melunakan posturnya dan menaruh pedang kayunya diatas bahunya, Naruto berjalan menuju kepinggir lapangan sebelum ia mengernyitkan dahinya melihat kepala Maid Yuri berdiri disana...


"Ini handuk hangat anda, Naruto-sama."


Yuri memberikan sebuah handuk hangat pada Naruto yang menerimanya dengan senyuman tipis, Yuri membenarkan letak kacamatanya dan menatap kearah 25 orang yang terlihat kelelahan.


"Anda sangat menganggumkan bisa mengalahkan mereka sendirian, Naruto-sama."


Ucap Yuri selagi ia menoleh kearah Naruto dan seketika semburat tipis terpatri diwajah Yuri ketika melihat Naruto tengah bertelanjang dada dan mengelap keringat tubuhnya dengan perlahan, sungguh pemandangan yang mengairahkan ketika melihat pemuda tampan dengan tubuh berotot namun tidak berlebihan berkulit tan tengah membersihkan tubuhnya dengan perlahan... Hal itu mampu membuat perempuan manapun merona... Naruto tersenyum selagi ia terus membersihkan keringat ditubuhnya tanpa menyadari Yuri menatapnya dengan rona merah dikedua pipinya.


"Mungkin untuk saat ini aku bisa dengan mudah mengalahkan mereka..."


Ucap Naruto sambil menyudahi membersihkan keringatnya dan mengenakan kembali pakaian simpel miliknya, Yuri disebelahnya mengerutkan dahinya dengan bingung.


"Untuk saat ini?."


Naruto mengangguk atas pertanyaan itu, "ya, manusia mungkin yang terlemah dibandingkan Tiga Ras yang lain tapi dibandingkan yang lain Ras Manusia adalah yang paling cepat berkembang dalam bidang apapun... Lihat dia, Yuri-san." Naruto menunjuk kearah seorang pemuda bersurai hitam yang tengah berkumpul dengan 25 orang lain-nya, Yuri mengikuti arah tunjuk Naruto dan menatap bingung kearah pemuda itu.


"Dia mungkin terlihat lemah, tapi... Dia memiliki sesuatu yang luar biasa..."


"Dan apa itu, Naruto-sama...?."


Naruto menyungging senyuman tipis lalu mengambil pedang kayu miliknya dan berniat untuk kembali melanjutkan latihan, namun sebelum pergi Naruto mengucapkan sesuatu yang membuat Yuri terdiam.


"Kecerdasan-nya dalam menyusun strategi benar-benar sangat menakutkan, Yuri-san..."


Yuri hanya dapat terdiam selagi iris hitamnya menatap punggung Naruto yang berjalan menuju tengah lapangan.


"Baiklah!, kita lanjutkan latihan kalian ini!."


"Hooooo!."


.


.


-Naruto Pov-


Beberapa hari telah berlalu dan dimalam yang sunyi, kini tepat didepanku, 25 pemuda yang dinyatakan lolos dari seleksi ketangkasan kini berdiri didepanku dengan tegap, mereka kini telah benar-benar berubah daripada saat waktu pertama kali bertemu denganku, wajah, posture tubuh, dan aura yang mereka pancarkan sudah layak dikatakan sebagai Prajurit... Ke 25 pemuda didepanku telah memakai pakaian berwarna hitam dengan rompi putih yang menutupi pakaian hitam mereka, dibelakang punggung mereka terdapat Wakizashi yang aku pesan secara khusus dari Tenma-san, bisa dibilang Wakizashi itu adalah Wakizashi yang pertama dibuat oleh Tenma-san. Aku tersenyum tipis.


"Aku secara khusus mengucapkan selamat untuk kalian, kalian telah melalui latihan yang keras... Tekad dan semangat kalian sangatlah luar biasa... Dan kini kalian telah resmi bergabung dengan satuan khusus... Satuan khusus yang aku bentuk sendiri, satuan khusus yang akan menjadi ciri khas dari Clan Namikaze... Satuan Khusus dengan nama... [Anbu]."


Semua tidak ada yang menjawab dan hanya menegapkan posture mereka, aku tersenyum tipis, dan disebelahku Yuri-san muncul dengan membawa nampan besar yang diatas-nya terdapat beberapa topeng hewan, aku menyerahkan topeng-topeng itu pada mereka...


"Topeng itu akan menjadi identitas kalian mulai dari sekarang, selama kalian bertugas sebagai [Anbu] kalian akan diharuskan menggunakan topeng itu sebagai identitas kalian, dan Nara-san!, kau adalah ketua dari pasukan khusus [Anbu] ini... Dan mulai sekarang namamu adalah [Crow]..."


Aku menyerahkan topeng gagak pada orang yang selama pelatihan ini, menjadi otak dalam menyusun strategi untuk mengalahkanku, Strategi yang dibuat olehnya memang benar-benar berbahaya, aku sampai terdesak dan dipaksa menggunakan keahlian dua pedangku, bahkan dihari terakhir pelatihan mereka semua memaksaku untuk menggunakan Magic [Accel], [Boost] dan [Belial Eye]... Nara Shikamaru, nama lengkap dari pemuda itu menerima Topeng gagak itu dan perlahan mengenakan-nya... Aku tersenyum lebar.


"Baiklah!, satuan [Anbu] resmi dibentuk!, dan kini aku secara khusus akan memberikan tugas pertama untuk kalian... Tugas pertama kalian adalah... [Pembersihan]..."


Aku mengatakan itu, Anbu terdiam sebelum mereka mengangguk dan dengan kecepatan tinggi mereka menghilang dalam gelapnya Malam... Yuri-san yang ada disebelahku membenarkan letak kacamatanya melihat kepergian para [Anbu]...


"Magic yang Naruto-sama ajarkan pada mereka sangat berguna, [Accel] dan [Boost], kemampuan dan kecepatan mereka meningkat pesan setelah menerima Magic ciptaan Naruto-sama itu... terlebih mereka dilatih secara langsung oleh Naruto-sama untuk menjadi ujung tombak Clan Namikaze... Naruto-sama anda telah menciptakan sesuatu yang luar biasa."


Aku menyeringai kejam tanpa disadari oleh Yuri-san, aku menghapus seringaiku dan tersenyum kecil pada Yuri-san.


"Ini baru awal saja, Yuri-san. Aku akan membuat Clan Namikaze ditakuti oleh Clan-Clan yang lain dan bagaimana para maid?, apa mereka telah berkembang?."


Aku mengatakan itu dengan nada misterius, Yuri-san membenarkan kacamatanya hingga membuat sinar bulan memantul dari kacamata-nya...


"Mereka tengah berusaha menguasai Matrial Arts yang Naruto-sama berikan, dan menurut perhitunganku mereka akan menguasai-nya dalam beberapa minggu... Martial Arts khusus [Rokushiki]."


Aku terdiam sebelum menyeringai tipis, begitu rupanya mereka hampir bisa menguasai Matrial Arts [Rokushiki], Martial Arts Kuno yang telah lama hilang, Matrial Arts yang sangat luar biasa ini, aku dapatkan dari Ophis, aku meminta padanya sebuah Matrial Arts khusus yang sangat kuat dan Ophis dengan cepat merekomendadikan Matrial Arts ini...


"Begitu kah?, Seperti Unit [Pleiades] hampir terbentuk... Heh~, kemampuan melatihmu sangat luar biasa, Yuri-san..."


"Anda terlalu memuji, seharusnya Saya yang berkata seperti itu pada anda, Naruto-sama..."


Aku menyungging senyuman tipis, Kepala Maid, Yuri Alpha. Aku harus akui kemampuan memimpin-nya akan menjadi sesuatu yang sangat luar biasa, aku harap dia akan tetap setiap pada Clan Namikaze, sebab permata seindah dan secantik ini sangat sayang jika tidak dijaga...


"Nampaknya menyerahkan posisi ketua pada, Yuri-san untuk memimpin Unit [Pleiades] adalah keputusan yang tepat."


"Kata-kata itu tidak pantas untuk Saya, Naruto-sama."


Merendah lagi?, ya... Maid memang harus seperti ini... Aku mengalihkan pandanganku keatas dan menatap banyaknya bintang yang menyinari malam yang gelap ini... Tanpa aku sadari aku menyeringai kejam.


"Saatnya masuk ketahap selanjutnya..."


-Naruto Pov End-


.


.


.


[Anbu] sebuah satuan yang suatu saat dimasa depan akan menjadi pasukan tempur yang ditakuti oleh para bangsawan kerajaan karena keahlian mereka dalam menghapus hawa keberadaan, menyusup dan mengumpulkan informasi secara sembunyi membuat mereka dianggap sebagai bayangan kematian... Dimasa pemerintahan Minato yang berjalan selama beberapa tahun kedepan, Clan Namikaze akan dikenal sebagai Clan yang memiliki kekuatan tempur yang sangat hebat... Namun dibalik semua itu peran terbesar adalah milik Putra-nya, seorang jenius yang bekerja dibalik bayang, orang jenius dalam menciptakan senjata termuktahir yang dianggap sebagai sang Pillar utama Clan Namikaze.


[Pleiades] adalah sebuah unit yang tercipta secara tidak sengaja Naruto ciptakan, saat Naruto tengah melatih Satuan [Anbu], Yuri Alpha dan beberapa Maid datang dan mengatakan mereka ingin ikut berlatih dengan para pasukan [Anbu], Naruto awalnya menolak namun Naruto tidak bisa berkutik ketika Yuri dan para maid lain-nya menunjukan tekad yang begitu kuat, dan pada akhirnya muncul ide dimana Naruto menciptakan Unit khusus yang beranggotakan para Maid... Dan lahirlah Unit Maid [Pleiades].

__ADS_1


Unit Pleiades ini akan dikenal oleh para bangsawan sebagai Unit Maid super karena kemampuan bertarung satu personil Maid Pleiades mampu menumbangkan ratusan Prajurit sendirian... Dimasa depan Unit Maid Super ini akan menjadi sangat di idolai dikalangan para perempuan sebab meskipun perempuan tapi para Maid itu tidak kalah kuat dari para pria...


__ADS_2