
Dikamar Namikaze Naruto terlihat para penghuni Mansion, Namikaze tengah menatap khawatir, cemas, sedih pada pemuda bersurai pirang yang tengah tak sadarkan diri diatas ranjang besar itu, para penghuni Mansion yang terdiri dari, Minato, Kushina, Shaga, Naruko, dan Yuri Alpha. Sebenarnya ada Crow yang tengah berjaga dibalik pintu namun karena beberapa alasan ia tidak bisa masuk kedalam.
"Minato... Bagaimana hal ini bisa terjadi."
Kushina yang duduk disamping ranjang mengenggam tangan putranya yang tak sadarkan diri dengan erat, dipangkuan Kushina, Naruko menatap sang kakak dengan sedih. Kushina telah mendengar jika Naruto tumbang ditengah sparring dengan Minato yang saat ini tengah memasang wajah kesusahan.
"Aku... Tidak tahu, Kushina. Naruto, ia tiba-tiba bertingkah aneh dan memuntahkan darah yang cukup banyak sebelum ia ambruk... Hanya itu yang aku tahu."
Ucap Minato cemas, putra mereka, Namikaze Naruto adalah orang yang sangat berjasa untuk Clan Namikaze, Naruto adalah orang yang berhasil membangkitkan Clan Namikaze dari keterpurukan ekonomi dengan Reformasi yang ia lakukan, tidak hanya membantu memulihkan ekonomi Clan, Naruto juga sekarang mulai dikenal sebagai sang jenius dari Clan karena ia yang awalnya adalah pecundang sepanjang sejarah kerajaan Alvarez kini telah menjadi orang yang dapat dikatakan berbakat dan hal itu membuat pandangan bangsawan lain pada Clan Namikaze menjadi lebih baik daripada sebelumnya.
Dan sekarang orang itu tengah dalam keadaan yang tidak diketahui dan tak sadarkan diri sampai saat ini Minato hanya menatap putranya yang tak sadarkan diri sebelum ia menatap kesamping dimana Shaga tengah menatap Naruto dengan mata yang berkaca-kaca, mata itu terlihat sedikit bengkak karena Shaga menangis cukup lama ketika Naruto tumbang dilapangan latihan dua Unit spesial.
"Hime... Apa kau tahu apa yang terjadi pada Naruto?."
Tanya Minato membuat Shaga mengalihkan pandangannya dan menatap Minato dalam diam sebelum ia mengeleng pelan.
"Aku... Tidak tahu." ucap Shaga pelan, ia juga tidak tahu kenapa Naruto bisa menjadi seperti itu, jujur saja Shaga sebenarnya sejak bertemu dengan Naruto tadi pagi ia sudah menaruh curiga jika Naruto tengah menyembunyikan sesuatu dan ia tidak menyangka jika Naruto menyembunyikan kondisi dirinya dari Shaga.
Minato terdiam sebelum ia kembali mematap Naruto yang tak sadarkan diri diatas ranjang, Minato memejamkan matanya sebelum ia menatap cepat kearah Yuri yang sedikit menegang ketika melihat tatapan serius Minato.
"Yuri, aku memerintahkan padamu, katakan pada Narberal Gamma dan Cizu Delta untuk menjaga kamar Naruto selama 24 jam, lalu katakan pada Crow untuk meningkatkan keamanan disekitar Clan Namikaze, aku tidak ingin informasi tentang Naruto yang tak sadarkan diri tersebar luas, apa kau mengerti."
"Baik, akan saya laksanakan perintah anda."
Minato mengangguk puas melihat Yuri yang menundukan kepalanya dan meminta ijin untuk pamit, melihat kepergian Yuri, Minato kembali menatap Kushina yang menatap sedih Naruto. Dengan lembut Minato meletakan tangannya pada bahu Kushina membuat Kushina menatap kearahnya.
"Kushina... Kita harus membiarkan Naruto beristirahat, saat ini tidak ada yang bisa kita lakukan, kita tidak mengetahui dengan jelas apa penyakit yang menyerang Naruto oleh karena itu kita harus pergi karena aku khawatir jika penyakit yang diderita Naruto bisa menular pada kita."
"Tapi, Minato. Aku..."
"Kushi... Ini demi kebaikan Naruto dan juga kita."
Ucap Minato memotong Kushina yang ingin membantah, Kushina terdiam sejenak sebelum ia mengangguk pelan dan perlahan mengangkat Naruko yang ada dipangkuannya, Naruko nampak enggan meninggalkan kakaknya namun Kushina dengan lembut menenangkan Naruko.
"Naruko-chan, Nii-sama mu tengah tidur, tidak baik menganggu Nii-sama yang sedang tidur, Naruko tidak mau disebut adik nakal oleh Nii-sama mu kan?."
"Tidak... Naruko tidak mau jadi adik nakal..."
"Kalau begitu kita harus membiarkan, Nii-sama mu beristirahat, mengerti."
Kushina sedikit tersenyum melihat Naruko yang mengangguk dengan pelan, Minato tersenyum kecil menatap Kushina dan Naruko sebelum ia mengalihkan pandangannya dan menatap Shaga yang terus menatap khawatir Naruto.
"Hime-sama, sebaiknya kita biarkan Naruto beristirahat, lagi pula ini sudah malam kita juga harus beristirahat."
Ucap Minato membuat Shaga terdiam sebelum ia mengangguk pelan, Minato dan Kushina serta Naruko berjalan meninggalkan ruangan kamar Naruto, Shaga menatap Naruto selama beberapa saat sebelum ia melangkahkan kakinya meninggalkan kamar Naruto sebelum menutup pintu, Shaga mengirim tatapan sedih pada Naruto.
Setelah beberapa saat pintu tertutup empat bila cahaya kecil keluar dari tubuh Naruto dan menjadi empat perempuan yang langsung mengambil posisi siap bertarung, keempat perempuan itu memiliki paras cantik yang berasal dari dunia berbeda, mereka adalah para Diva milik Naruto. Mereka adalah Ophis, Jeanne, Azi Dahaka dan Ikarus. Azi Dahaka menatap Ophis dengan tajam.
"Seperti yang diharapkan dari salah satu buku ciptaan Solomon, The Infinite Book of Solomon. Kau menerobos kedalam 'dunia' kami dan memaksa kami untuk keluar, jadi kau benar-benar siap untuk membunuh kami, Huh..."
"..."
Ophis hanya menatap kosong Azi Dahaka yang menatapnya dengan tajam, Jeanne yang ada disebelahnya mengeraskan wajahnya.
"Ophis, bukankah kau sudah berjanji pada master jika kau tidak akan melakukan pertarungan dengan kami!, apa kau melanggar janjimu pada Master, Hah!?."
"... Aku tidak punya pilihan lain."
Ophis berucap dengan datar, Jeanne menatap Ophis yang menundukan wajahnya hingga tak terlihat ekspresi apa yang dibuat oleh buku ketidakterbatasan itu.
"Aku tidak punya pilihan lain, aku harus melakukan ini meskipun aku harus melanggar janjiku, aku akan melakukannya, karena hanya dengan cara ini, Master bisa diselamatkan... Aku akan mengambil resiko dibenci oleh Master setelah ini, tapi asalkan itu dapat menyelamatkan nyawa Master maka itu harga yang murah."
Doooooon!
Kekuatan luar biasa menyeruak didalam kamar Naruto, selubung hitam keungu-an membungkus tubuh Ophis, Jeanne yang melihatnya langsung memanggil senjatanya, Azi Dahaka mengeluarkan mata Naga miliknya sementara Ikarus mengeluarkan sayap putihnya keempat perempuan itu mengeluarkan aura yang luar biasa kuat memenuhi ruangan itu, beruntung Kekkai yang diciptakan oleh Ophis masih aktif jadi aura kekuatan besar dari mereka berempat tidak bocor keluar bahkan suara gaduh didalam kamar ini tidak dapat didengar dari luar.
Ketiga perempuan itu mengambil sikap waspada pada Ophis, mereka dapat merasakan jika aura yang dikeluarkan oleh Ophis saat ini sangat berbeda dari yang sebelumnya jika yang sebelumnya terasa tenang namun kuat saat ini aura Ophis begitu kelam dan dingin.
"Maaf... Tapi kalian harus mati."
Ucap Ophis, ia dengan cepat menciptakan lingkaran sihir ditangan mungilnya lingkaran magic dengan lambang ular yang mengigit ekornya berputar dengan pelan, Azi Dahaka menyipitkan matanya melihat lingkaran Magic itu, dirinya yang menguasai ribuan kultur sihir melebarkan matanya melihat aksara rumit disana jika apa yang dipikirkan benar maka sihir yang akan dilepaskan Ophis sangat berbahaya.
"Ophis!, kau tidak serius ingin menggunakan sihir 'itu' bukan!?. Jika kau memakai sihir itu maka seluruh daerah Clan Master akan tertelan menuju ketiadaan!?."
Ophis menatap Azi Dahaka yang terlihat panik, ia memiringkan sedikit kepalanya. "Kenapa tidak, bahkan jika aku harus melenyapkan benua ini, akan aku lakukan selama itu untuk, Master."ucap Ophis, Azi Dahaka mengertakan giginya, Ophis nampaknya sudah tidak memperdulikan apapun, ia sudah memiliki tekad yang kuat bahwa [jika itu demi, Master. Ia akan melakukan apapun].
"Jika itu yang kau inginkan, maka aku tidak akan membiarkannya."
Azi Dahaka menatap Ophis dengan iris mata bersinar terang menakutkan, Jeanne yang melihat pertarungan tidak bisa dihindari lagi menghilangkan Gauntlet yang membungkus tangan kirinya, tangan halus nan putih itu mulai berubah warna menjadi hitam, Jeanne akan mengaktifkan magic andalannya. Magia Erebea dan menyerap kekuatan sihir Ophis jika kemungkinan terburuk terjadi.
Ikarus memadatkan energi putih miliknya dan menciptakan selubung berbentuk piringan dikedua tangannya, meskipun ia yakin jika mereka berempat bertarung maka daerah seluas daerah Namikaze akan lenyap dari peta benua, tapi mau bagaimana lagi ia juga tidak ingin mati dan berpisah dari orang yang telah ia berikan sumpah setia.
Suasana semakin memanas ketika keempat perempuan yang merupakan Makhluk Overpowered itu akan saling menyerang satu sama lain tiba-tiba sebuah kabut menyelimuti ruangan itu dan membuat Ophis, Jeanne, Azi Dahaka, dan Ikarus terhenti ditempat.
Azi Dahaka, Ikarus, Jeanne dan Ophis mengalihkan pandangannya kesamping dimana tepat diatas tubuh Naruto ia melihat perempuan bertubuh mungil dengan mata lime yang menatap datar kedepan. Dia adalah [Rune Breaker] dengan title [Lady of the Mist], Maria Rossfield.
"[Kenapa kalian berhenti?, cepat bertarung dan aku akan langsung menghabisi kalian berempat.]"
Maria berucap dengan nada dingin, ia menunjukan dua buah belati dengan warna purple dikedua tangannya, Azi Dahaka menatap Maria dengan datar.
"Menghabisi kami berempat?, memang apa yang bisa dilakukan oleh Hantu dengan tingkat [Gold] sepertimu pada kami berempat yang sudah mencapai puncak surgawi."
Ucap Azi Dahaka meremehkan Maria yang hanya menatap datar hal itu, ia memejamkan matanya dan menghela nafas.
"[Ya, aku memang berada ditingkat [Gold], tapi...]."
Maria membuka matanya dan menatap tajam Azi Dahaka, aura disekitar Maria perlahan menyeruak.
Dooon!
"[... Jika lawanku adalah seorang wanita maka kemenanganku adalah hal yang Absolute.]"
Azi Dahaka melebarkan matanya ketika ia merasakan tekanan yang berbahaya dari tubuh Maria, tidak hanya Azi Dahaka, Jeanne dan Ikarus juga melebarkan mata mereka hanya Ophis yang menatap Maria dengan kosong.
"Ini... Kekuatan seperti ini, bagaimana bisa kau, yang hanya seorang hantu tingkat [Gold] memiliki kekuatan seperti itu!?."
Azi Dahaka berkata dengan terkejut, Maria menyungging senyuman mengejek selagi tangannya memainkan dua belati yang memancarkan sinar menakutkan..
"[Hal bodoh jika aku memberitahu musuh tentang kemampuanku ditengah pertarungan, tapi, ya... Kekuatanku yang sekarang sudah lebih dari cukup untuk membunuh kalian semua.]"
Ophis terdiam menatap Maria yang menatap kearah mereka berempat dengan datar, pandangan Ophis teralih pada Dua Dagger ditangan Maria.
__ADS_1
"Rose Vaisales..."
Ophis berguman dengan pelan namun tidak cukup pelan untuk bisa didengar oleh Ikarus yang melebarkan matanya dengan cepat ia menatap kearah Ophis.
"Rose Vaisales, bukankah itu nama dari Artifak sihir yang memiliki kemampuan [Drain Field], kemampuan menciptakan sebuab zona yang akan meningkatkan kekuatan penggunanya, jika lawannya adalah seorang wanita maka kekuatan penggunanya akan bertambah 100% dari kekuatan wanita tersebut... Itu artinya."
Ophis mengangguk pelan.
"Dia memiliki kekuatan yang cukup untuk mengalahkan kita berempat."
"[Seperti yang diharapkan dari Makhluk yang menjadi Rival dari Azi Dahaka, pengetahuanmu cukup memumpuni jika itu mencangkup Artifak.]"
Maria menyungging senyuman tipis melihat Ikarus yang menatapnya dengan pandangan terkejut, ia perlahan melayang turun dan menyentuh lantai dengan kaki transparannya.
"[Baiklah, silahkan kalian bertarung, dengan begitu kalian akan langsung lenyap dari dunia ini.]"
Kini Atmosfir kembali mencekam dengan masuknya Maria Rossfield kedalam pertarungan, kelima perempuan itu saling menatap lawan mereka dengan tajam.
Deg!
Saat mereka bersiap untuk mulai bertempur sebuah hawa yang tidak mengenakan memenuhi ruangan itu, kelima perempuan itu menghentikan gerakan mereka dan dengan pelan mereka menoleh kearah ranjang dan mereka melihat, Tuan mereka, Namikaze Naruto bangkit dari ranjang dengan ekspresi yang tidak terlihat sama sekali.
"Master... !-,"
Ophis menghentikan perkataannya ketika perlahan Naruto mengangkat wajah dan terlihat iris mata hitam dan putih dengan pupil dengan warna yang berlawanan, dengan gerakan pelan, Naruto mengangkat tangannya dan mengarahkannya kearah para Diva, sebuah energi hitam berbalut putih menyelimuti tangan Naruto lalu berubah menjadi sebuah bola energi padat.
Ophis melebarkan matanya melihat hal itu dan seketika ia langsung berbalik lalu berteriak.
"Semua berlindung!?."
Duuuuuuuaaaaaaarrrrr!?.
Tepat setelah mengatakan itu sebuah ledakan besar menguncang Mansion Clan Namikaze. Debu membumbung tinggi berkat ledakan besar itu, dari kepulan debu itu, Ophis, Jeanne, Azi Dahaka, Ikarus dan bahkan Maria terlempar keluar, kelima perempuan itu berguling-guling diatas tanah dengan tubuh mereka sebelum terhenti.
Jeanne, Azi Dahaka, Ikarus dan Maria tergeletak tak sadarkan diri, tubuh mereka terlihat dipenuhi oleh luka yang cukup serius, Ophis yang satu-satunya masih sadar mengangkat wajahnya yang meringis dan menatap kearah lubang yang menjadi tempat keluar mereka.
Digaris pandangan Ophis tertangkap Naruto yang tengah berjalan kedepan dengan tatapan mata kosong, Ophis menatap Sang Master dengan wajah kesakitan serangan yang baru saja dilepaskan oleh Naruto berada dikelas yang sangat berbahaya bahkan itu dapat menghancurkan pelindung kuat miliknya dan serangan itu juga berdampak pada Maria yang seharusnya tidak bisa terkena serangan fisik. Ophis memuntahkan sedikit darah sebelum ia menjulurkan tangannya kedepan berusaha mencapai Naruto...
"Master..."
Naruto menatap kosong Ophis yang kehilangan kesadaran didepannya. Naruto yang tengah menatap Ophis dan keempat gadis yang lain yang tak sadarkan diri mengalihkan pandangannya kesamping ketika mendengar suara langkah kaki dan Naruto dapat melihat banyak orang tengah berlari kearahnya, mereka yang datang adalah para penghuni Mansion Namikaze, Naruto dapat melihat wajah terkejut dari mereka semua.
Minato melebarkan matanya melihat apa yang ada digaris pandangannya, sebuah lubang besar tercipta disana, ia juga melihat empat orang perempuan tengah tergeletak tak jauh dari sana, sampai ia melihat hal yang paling membuatnya terkejut yaitu... Sepasang iris hitam dan putih yang menatapnya dengan tatapan tanpa kehidupan didalamnya... Tidak salah lagi, mata itu...
"Naruto... Telah mengalami [Berserk]."
Minato bergumam dengan pelan, Kushina, Shaga dan para Unit Anbu serta Pleiades melebarkan matanya mendengar perkataan Minato, mereka dengan cepat menatap kearah Naruto yang masih diam tak bergeming disana, mereka dapat melihat sepasang mata hitam dan putih yang menatap mereka tanpa kehidupan, melihat hal itu Kushina menutup mulutnya dengan shock, sementara Shaga bergumam 'tidak, ini tidak mungkin.' dengan wajah shock.
[Berserk]
Sebuah keadaan dimana seseorang yang memiliki kapasitas [Mana] besar mengalami kesulitan dalam mengendalikan [mana] didalam tubuhnya, dan akhirnya [Mana] itu menjadi lepas kendali, biasanya hal ini menimpa Wizard namun ada beberapa kasus dimana seorang Knight mengalami [Berserk].
Dalam kasus pada Wizard yang mengalami [Berserk] maka itu akan menjadi seperti Orang-Gila-yang-melempar-sihir-kesana-sini, dan itu bisa dihentikan dengan menyegel gerakan Wizard itu, namun jika itu dalam kasus seorang Knight yang mengalami [Berserk] maka itu lebih sulit dihentikan, sebab dia tidak akan menjadi seperti Wizard yang melempar sihir kesana-kesini namun seorang Knight yang mengalami [Berserk] akan menjadi seorang pembunuh berdarah dingin.
kekuatan dan kecepatan yang dimiliki oleh seorang Knight yang mengalami [Berserk] akan menjadi meningkat beberapa kali lipat, dan akan sangat sulit untuk mengatasi seorang Knight yang mengalami [Berserk]. Dan saat ini, Naruto sedang dalam keadaan [Berserk].
Minato mengeraskan wajahnya, begitu... Jadi semuanya menjadi jelas sekarang, ia mulai paham kenapa Naruto bisa ambruk pada saat Sparring melawannya, Naruto yang bisa melawannya selama hampir 2 jam tidak mungkin tumbang hanya dalam waktu kurang dari 12 menit, awalnya ia mengira jika Naruto tengah mengalami penyakit misterius yang membuat kondisinya seperti itu, namun ia salah, putranya menjadi seperti itu sebab ia tengah berjuang untuk menekan [Mana] miliknya yang tengah tak terkontrol dengan baik ditubuhnya.
"Kushina, Shaga-Hime... Segera tinggalkan tempat ini."
Ucap Minato dengan Fighting Stance miliknya, Kushina dan Shaga mengalihkan pandangan mereka pada Minato yang menatap kedepan dengan ekspresi keras.
"Naruto telah mengalami [Berserk] dan itu artinya ia berada disituasi tidak sadarkan diri, dia akan menyerang apapun yang ada disekitarnya secara membabi buta, karena itu jika situasi semakin memburuk maka Aku... Akan melawan Naruto."
""...!..."
Kushina dan Shaga terkejut dengan perkataan Minato, melawan... Naruto?, jika memang benar kemungkinan buruk terjadi dimana Naruto mulai menjadi pembunuh berdarah dingin maka mungkin sebuah pertarungan antara Minato dan Naruto akan benar-benar terjadi... Minato melanjutkan dengan nada serius.
"Kalian dapat merasakannya juga, bukan... Tekanan yang dikeluarkan saat ini sangat berbahaya."
Ucap Minato membuat Kushina, Shaga dan dua unit spesial menatap kearah Naruto yang tengah menatap mereka dengan tatapan menyelidik seolah ia tengah mencoba mencari tahu apakah ia akan menyerang mereka atau membiarkan mereka. Kushina dan Shaga menajamkan mata mereka dan mereka langsung berkeringat dingin ketika mereka merasakan tekanan yang dipancarkan oleh Naruto saat ini.
"Te-Tekanan ini... Naruto-kun dia..."
Minato mengangguk atas gumaman terkejut Shaga."Aku benci mengatakan ini, tapi Naruto yang sekarang memiliki kekuatan cukup untuk menghabisi Wizard tingkat [Gold: V] sendirian."ucap Minato, serius ini tidak lucu, menurut Minato pribadi, Naruto memiliki kekuatan yang Abnormal, dikatakan sebelumnya jika perkembangan Mana miliknya sangatlah buruk namun beberapa minggu yang lalu Naruto telah menjadi Knight tingkat [Bronze: IX] dan baru beberapa hari yang lalu, Naruto naik tingkat lagi menjadi [Silver: III] itu dapat dikatakan sebagai perkembangan yang sangat luar biasa.
'Aku akan mengesampingkan perkembangan kapasitas Mana-nya yang Abnormal, yang paling membuatku takut adalah bagaimana ia bisa mempelajari Seni berpedang yang sangat kuat itu, Kushina tidak pernah mengajarkan Naruto kemampuan berpedang miliknya yang berasal dari Clan Uzumaki. Aku juga tidak pernah melihat dia menunjukan Seni berpedangnya selama ia tinggal dirumah... Juga posture tubuh, gerakan-nya dan pola serang yang dimiliki Naruto dapat dikatakan sama seperti seorang Knight yang sudah memperdalam seni berpedangnya selama bertahun-tahun... Darimana ia mendapatkan seni berpedang itu, tidak... Lebih tepatnya siapa yang mengejarinya!...'
Minato ketika pertama kali melihat kemampuan berpedang Naruto, ia terkejut!, sangat terkejut karena ia tidak mengetahui Putranya bisa sangat ahli dalam seni berpedang, juga ia dikejutkan lagi dengan fakta jika Naruto adalah seorang pengguna dua pedang... Seorang Knight yang bisa menggunakan pedang lebih dari satu adalah sesuatu yang langka, ia juga sebelumnya pernah bertemu dengan Knight yang bisa memakai 8 pedang dengan leluasa dan dia juga adalah orang yang sangat hebat, namun orang itu kini tengah menyembunyikan diri dari dunia luar karena suatu hal.
"Mi-Minato-sama!?..."
Minato tersadar dari lamunannya ketika orang dibelakangnya berteriak dengan keras, Minato mengalihkan pandangannya kedepan dan seketika ia membulatkan matanya.
Tepat didepannya, sebuah telapak tangan terbuka lebar, dan dalam satu kali hentakan sebuah gelombang kuat meledak dan menghempaskan Minato kebelakang. Minato terhempas dengan cepat dan menghantam pepohonan dengan keras,
"Minato!?...Gufh!."
Kushina memutuskan teriakannya ketika ia merasakan rasa sakit pada ulu hatinya dan dengan memontum kekuatan yang ia rasakan pada tubuhnya membuat Kushina harus terhempas dan menjebok dinding Mansion.
Blaaaaaar!
Shaga tersentak ketika Naruto mengalihkan pandangannya padanya, ia memejamkan matanya ketika melihat Naruto mengangkat tangannya dengan cepat kearahnya Shaga mengira Naruto akan memukulnya namun, ia tidak merasakan rasa sakit, dengan takut-takut Shaga membuka matanya dan ia melihat kepalan tangan Naruto yang ada didepannya terdiam dengan dua orang pemimpin spesial Unit yang berada dikedua sisinya.
Crow dan Yuri berdiri dkedua sisi Naruto dengan Wakizashi tajam dan Jari telunjuk yang menempel dileher, jika dilihat dengan Teliti maka jika Naruto memutuskan untuk bergerak maka sudah jelas ia akan menderita sebuah luka yang akan langsung mengirimnya menuju alam kematian. Crow yang menatap Naruto dengan Waspada melirik kearah Shaga dan berkata dengan nada serius.
"Tuan Putri, mundurlah kebelakang ini akan menjadi pertarungan yang brutal, Naruto-sama saat ini bukanlah dirinya lagi..."
Yuri mengangguk membenarkan perkataan Crow."Benar apa yang dikatakan oleh Crow, berlindunglah Tuan Putri serahkan masalah Naruto-sama pada, Unit Anbu dan Pleiades."ucap Yuri serius.
"Ta-Tapi..."
Saat Shaga hendak Protes, Naruto dengan gerakan pelan menghentakan kakinya ketanah hingga menciptakan sebuah guncangan kuat yang membuat Keseimbangan Yuri dan Crow goyah, melihat keduanya Goyah, dengan cepat Naruto memberikan sebuah pukulan kuat yang langsung mengenai ulu hati Yuri membuat pemimpin Unit Pleiades itu langsung terseret kebelakang.
Tak henti sampai disana, Naruto dengan kecepatan diluar akal sehar langsung memberikan sebuah tendangan kuat pada Crow membuat pemimpin Unit Anbu itu terhempas sedikit kebelakang sebelum ia berhasil mendarat dengan kedua kakinya, dan menatap kedepan dimana ia melihat Naruto tengah menatap Shaga dengan mata Kosong, Crow melebarkan matanya.
"Tuan Putri!, lari!..."
Crow menguatkan kuda-kudanya dan dengan cepat melesat kearah Naruto, begitu juga dengan Yuri yang langsung melesat kearah Naruto yang bersiap melayangkan sebuah pukulan pada Shaga.
'Sial!, tidak akan sempat!.'
__ADS_1
Crow dan Yuri secara putus asa mencoba menyelamatkan Shaga, keduanya sadar jika mereka tidak akan sempat, Shaga yang melihat pukulan datang bermaksud menciptakan lingkaran sihir namun ia sadar jika ia tidak akan sempat.
Disituasi genting sebuah keajaiban terjadi dimana Crow dan Yuri melihat sesuatu melesat, keduanya menghentikan laju mereka melihat sesuatu itu, Yuri menatap serius hal itu berbeda dengan Crow yang nampak bingung.
"Itu kan..."
Shaga yang bersiap menerima pukulan Naruto terdiam ketika ia melihat sesuatu melesat dan dengan cepat melilit tubuh Naruto dan menyegel gerakannya, itu... Sebuah rantai?.
Naruto menatap rantai yang melilit tubuhnya dengan kuat sebelum ia menoleh kebelakang dimana ia melihat jalur rantai yang berasal dari dalam Mansion. Ketika pandangan Naruto teralihkan sebuah Kilatan kuning muncul didekat Shaga dan memunculkan Minato yang nampak baik-baik saja setelah menerima Hantaman Wave dari Naruto.
Minato dengan cepat menyentuh pundak Shaga dan sedetik kemudian keduanya menghilang dalam kilatan kuning lalu muncul cukup jauh dari posisi mereka sebelumnya, Shaga sedikit merasa pusing ketika ia merasakan pandangannya tadi tertelan dalam sinar kuning sebelum pemandangan yang ada didepannya berubah. Shaga yang kehilangan sedikit keseimbangannya merasakan seseorang memegang tubuhnya dengan lembut.
Merasakan sentuhan seseorang membuat Shaga mengalihkan pandangannya kebelakang dan terlihatlah orangnyang menahan tubuhnya.
"Ayah Mertua..."
Minato mengangguk pelan mendengar gumaman Shaga sebelum ia melangkah kedepan dan menatap tajam kedepan dimana ia melihat Naruto tengah terlilit rantai disekujur tubuhnya, perlahan Minato memunculkan lingkaran sihir dari sampingnya dan mengambil sesuatu dari dalam sana,Shaga menatap Linato yang mengeluarkan sebuah gulungan perkamen dengan sebuah kuas dan sebotol tinta hitam.
"Tuan Putri, Saya sarankan untuk anda segera meninggalkan tempat ini karena setelah ini, mungkin pertarungan Brutal akan terjadi."
Ucap Minato seraya membuka perkamen itu ditanah dan mulai menulis sesuatu dengan cepat, Shaga menatap Minato dalam diam, ia entah mengapa merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi dan firasatnya bertambah buruk ketika ia mendengar perkataan dingin dari Minato. ia menepis firasat itu dan berkata.
"Ay-Ayah mertua, ap-apa yang akan kau lakukan pada Naruto-kun."
"Jika dalam keadaan terburuk terjadi dimana Naruto menjadi semakin tak terkendali dan membunuh sekitarnya maka, aku mau tak mau harus..."
Minato memberikan jeda sejenak sebelum ia menoleh kebelakang dan Shaga untuk pertama kali dalam hidupnya ia merinding ketakutan ketika ia melihat sepasang Shappire indah menatapnya dengan dingin. Minato dengan suara sedingin ice berkata.
"... Membunuh Naruto."
Shaga melebarkan matanya mendengar kalimat berbahaya dari Minato yang nampaknya sangat serius dengan apa yang ia katakan.
"Ayah mertua... Kau tidak serius dengan apa yang kau katakan tadi, kan?."
Ucap Shaga dengan suara bergetar, ia berharap dengan sangat jika Ayah mertuanya tidak serius dengan apa yang ia katakan namun Shaga tidak bodoh untuk mengetahui jika apa yang diucapkan oleh Minato sangatlah serius dari tatapannya yang begitu dingin. Tidak mendapatkan jawaban Shaga menundukan kepalanya, ia saat ini dipenuhi oleh berbagai emosi menyakitkan.
"... Ta-Tapi dia, Naruto-kun, dia anakmu... Dan dia juga adalah orang yang aku..."
Minato menatap Shaga yang bergumam dengan sedih sebelum ia perlahan mengalirkan Mana ketangannya, sepertinya Minato telah menyelesaikan apa yang ia tulis.
"Aku tahu itu, Tuan Putri... Bagaimanapun ia adalah anak yang aku banggakan, sebagai orang tua sudah merupakan tugas mereka untuk menyelesaikan masalah yang telah anaknya perbuatan... Karena itu, aku...tidak, kami akan menghentikan Naruto dengan segala cara, itulah tugas kami sebagai orang tua."
Shaga terdiam seribu bahasa mendengar perkataan Minato, begitu... Shaga rupanya telah salah, Minato sangat menyayangi Naruto, ia juga tidak menginginkan hal dimana ia mencabut nyawa Naruto dengan tangannya sendiri terjadi, tapi lebih baik mengakhiri Naruto disini daripada ia menjadi pembunuh berdarah dingin dengan membantai habis seluruh orang didalam naungan Clan Namikaze, Bagi Minato lebih baik ia membunuh Naruto daripada ia harus menyaksikan anaknya menjadi mesin pembunuh. Shaga menatap Minato.
"Kalau begitu, aku juga akan membantu ayah mertua untuk menghentikan Naruto-kun."
Ucap Shaga namun dibalas gelengan pelan dari Minato yang menoleh dan menatapnya dengan pandangan lembut."Tidak, Tuan Putri, kau adalah permata dari kerajaan Alvarez, membiarkanmu terlibat dalam hal beberapa seperti ini, terasa tidak termaafkan."ucap Minato.
"Ta-Tapi aku juga-,"
"Aku tahu apa yang ingin anda katakan tapi, maaf anda tidak bisa ikut andil dalam masalah antara keluarga Namikaze."
Setelah mengatakan itu, Minato menghentakan tangannya yang terbalut Mana pada Perkamen yang telah berbagai bentuk Aksara sihir rumit, Aksara sihir itu perlahan bercahaya dan dengan cepat menyebar membentuk lingkaran dengan Shaga sebagai pusatnya, Shaga menatap hal itu sebelum pupil matanya melebar sempurna, tidak salah lagi ini adalah Rune Magic!.
"Ayah Mertua! Apa yang kau lakukan! Keluarkan aku dari sini!."
Shaga memukul pelindung tipis yang mengelilingnya, Minato menegapkan tubuhnya dan menatap Shaga yang terus memukul pelindung buatannya.
"Tetaplah disana, Tuan Putri... Pelindung itu adalah Rune Magic tingkat 9 yang telah aku pelajari dari Istriku, itu akan melindungimu."
Ucap Minato sebelum ia berbalik dan melesat menuju kearah Naruto yang nampaknya berusaha menghancurkan Rantai yang mengikatnya dapat terlihat Kushina yang nampak kewalahan menahan gerakan brutal dari Naruto, Shaga yang ditinggalkan terus memukul pelindung yang melindunginya.
"Ayah mertua! Keluarkan aku dari sini! Ayah mertua!?. Pelindung seperti ini!."
Namun Minato mengabaikannya dan berlari kearah Kushina yang nampaknya tengah berjuang menahan Naruto sejak daritadi mendengar suara orang mendekat, Kushina mengalihkan pandangannya dan ia melihat Linato telah ada disebelah dan memasang sikap bertarung.
"Minato!, kau terlalu lama!?."
"Maaf, ada beberapa hal yang memakan sedikit waktu, Kushina."
"Bagaimana dengan Tuan Putri? Apa dia aman?."
"Ya, dia aman."
"Begitu, lalu sekarang apa yang harus kita lakukan pada Naruto."
Kushina menatap kearah Naruto yang terus berusaha melepaskan Rantai yang membelitnya, Minato menatap kedepan dengan serius.
"Tidak ada pilihan lain, kita harus menguras Mana milik Naruto setelah itu, aku akan memasang sebuah Rune Magic pada tubuhnya yang akan menyegel inti Mana-nya dan dengan begitu Naruto akan sadar dari keadaan [Berserk] ini."
Ucap Minato, Kushina mengangguk menyetujui rencana Minato."Kalau begitu, bisakah kau menahannya selama beberapa saat? Aku memerlukan beberapa persiapan untuk bertempur kembali."ucap Kushina, Minato terdiam sebelum ia menyelimuti tububnya dengan Mana miliknya.
"Aku mengerti, aku akan memberikan waktu untukmu selama 3 menit, lebih dari itu aku akan kewalahan melawan Naruto karena kekuatanku belum pulih benar."
"Itu sudah cukup, kalau begitu aku serahkan padamu, Minato."
Setelah mengatakan itu Kushina melepaskan Rantai yang mengikat Naruto dan melompat mundur kebelakang mengabaikan kerutan pada Gaunnya lalu mengambil posisi bermeditasi diatas tanah. Minato melirik Kushina sejenak sebelum ia menatap Naruto yang berdiri didepannya dengan iris hitam dan putih miliknya.
"Ini akan menjadi pertarungan yang berat..."
Gumam Minato pelan sebelum ia melesat dengan cepat kearah Naruto yang juga melesat kearah, kedua pria penyandang gelar Namikaze itu memangkas jarak dengan cepat sebelum keduanya melepaskan pukulan, Minato melapisi tangannya dengan Mana hingga menciptakan lingkaran sihir yang mengunci pergelakangan tangannya, lapisan petir memercik dari lingkaran sihir itu...
Duakh!
Kedua pukulan bertemu dan memyebabkan sebuah helombang menerbangkan apapun disekitarnya, baik Minato dan Naruto saling menatap satu sama lain sebelum dengan kecepatan diluar akal sehat keduanya bertukar pukulan dan tendangan.
Shaga menatap khawatir pertarungan antara Naruto dengan Minato, dirinya tahu dengan jelas, jika dua pria penyandang nama Namikaze itu adalah sesuatu yang disebut sebagai Hal yang Abnormal, Minato diusianya yang masih bisa dibilang cukup muda pernah menjadi seorang Lord, dengan kata lain manusia dengan tingkat [White-Gold], dan menjadikannya sebagai Lord termuda diantara Lord lainnya, kekuatan dan pengalaman tempurnya tidak bisa diremehkan!.
sementara Naruto, dia adalah seorang Manusia dengan perkembangan Mana yang sangat luar biasa, juga kemampuan berpedang Naruto dikatakan dapat menyeimbangi kemampuan berpedang Arthur, dan sekarang Naruto dalam keadaan [Berserk] dengan kata lain, Naruto yang sekarang beberapa kali lipat lebih kuat dari Naruto saat Kondisi Normalnya.
"Apa aku hanya bisa duduk diam dan menyaksikan semuanya dari balik pelindung ini."
Shaga menyentuh dinding tipis didepannya dengan sedih, ia tidak bisa melakukan apapun selain memperhatikan Naruto dan Minato yang saling baku hantam dengan sengit, ia ingin sekali membantu untuk menyadarkan Naruto dari keadaannya namun Shaga juga tahu sebagai seorang Tuan Putri, keselamatan Shaga adalah prioritas utama dan Minato mengetahui hal itu dan melakukan tindakan dengan mengurung Shaga didalam Rune Magic pelindung tingkat 9.
-apa kau ingin membantu mereka?
Sebuah suara bergema dikepala Shaga, Shaga mengerutkan dahinya mendengar suara dikepalanya itu sebelum ia memasang wajah datar, Shaga memejamkan matanya dan melirik kebelakang dimana ia melihat jeruji besi berukuran super besar, Shaga saat ini tengah berada dibagian terdalam dari tingkat kesadarannya, dengan kata lain alam bawah sadarnya. Shaga berbalik dan menatap dingin jeruji besi itu.
[Lama tidak bertemu, diriku yang lain.]
Suara yang cukup lembut namun sangat berat bergema diruangan yang lebih mirip seperti dasar laut yang ditumbuhi banyak sekali karang indah, Shaga menjaga ekspresinya sebelum ia membenarkan letak kacamatanya dan menatap sesosok bayangan besar dibalik jeruji besi itu.
__ADS_1
"Lama tidak bertemu... Eneas."