The Worst One

The Worst One
Chapter 38


__ADS_3

Ditempat yang menyerupai dasar laut dengan berbagai karang dan coral yang tumbuh disekeliling tempat itu seorang perempuan bersurai pirang emas dengan iris violet tengah berdiri dan menatap kearah sebuah penjara berukuran super besar didepannya.


"Kali ini apa mau mu, Eneas."


Ayame [Alvarez] Shaga berkata dengan dingin pada sosok bayangan didepannya, bayangan itu bergerak pelan didalam penjara besar itu dan menatap balik Shaga dengan iris Shappire tanpa pupil miliknya.


[Seperti yang tadi aku katakan sebelumnya, apa kau ingin membantu mereka, diriku yang lain?]


Suara yang lembut namun berat itu bergema dari , Shaga membenarkan letak kacamatanya dan menatap datar Eneas.


"Aku rasa kau memiliki niat tersembunyi dengan menawarkan bantuan itu."


[Ara, kau tajam seperti biasanya, diriku yang lain]


"Tentu, kita tidak bisa langsung mempercayai seseorang yang menawarkan bantuan dengan sukarela, dibalik bantuan mereka selalu ada imbalan yang mereka inginkan."


Shaga berkata dengan nada enggan, Eneas menyeringai dan memperlihatkan deretan gigi tajam yang nampaknya dapat memotong dan meremukan daging dengan mudah.


[Heh~, itu benar, bantuan yang aku berikan juga tidaklah gratis, aku meminta imbalan untuk itu.]


"Sudah kuduga."


Shaga berguman malas, ia menghela nafas dan menatap Eneas, "jadi, apa imbalan yang kau inginkan dari bantuanmu itu, Eneas?, tentunya kau tidak ingin aku melepaskan kau dari dalam penjara itu bukan? Jika iya sebaiknya lupakan saja."ucap Shaga sebelum ia berbalik namun baru saja ia melangkah perkataan Eneas menghentikannya.


[Tidak, aku tidak mengingankan itu, setidaknya untuk saat ini dan juga ada yang harus aku sampaikan padamu, ini tentang kekasihmu itu].


Shaga terdiam, baru kali ini ia mendengar Eneas meminta sesuatu yang lain selain [melepaskan dirinya], dan juga rasa penasaran menghinggapinya ketika Eneas menyinggung Naruto dalam pembicaraannya dan itu membuat Shaga membalikan tubuhnya dan menatap Eneas yang mempelebar seringainya.


"Katakan apa keinginanmu yang sebenarnya, Eneas."


[Ufufu~, kalau begitu dengarkan baik-baik]


Sementara itu didunia nyata, Minato tengah bertarung sengit dengan Naruto, kedua ayah dan anak itu telah saling tukar pukulan, Minato memukul juga mendapatkan pukulan dari Naruto, Naruto menendang juga mendapatkan tendangan dari Minato, mereka berdua terus bertukar pukulan dengan kecepatan tinggi dengan tujuan menjatuhkan lawan mereka.


Duakh!


Duakh!


Naruto dan Minato melancarkan pukulan yang tepat mengenai wajah, keduanya mengeratkan pukulan mereka sebelum keduanya terseret kebelakang.


Minato mengatur nafasnya yang memburu, ia tidak pernah menyangka jika ia yang berada diperingkat [Gold: VII] berhasil ditahan dalam adu kecepatan, ia yang dijuluki sebagai Wizard tercepat nomer satu dikerajaan Alvarez berhasil diimbangi oleh putranya sendiri, meskipun ia tidak sedang dalam keadaan dimana ia dapat mengerahkan seluruh kekuatannya tapi tetap saja ia masih tidak dapat mempercayai hal ini.


'Sial, Naruto lebih tangguh dari yang aku duga, benarkah ia ada diperingkat [Silver: III]... Entah kenapa aku merasa seperti sedang menghadapi Knight peringkat [Black-Gold].'


Minato menatap waspada kedepan ketika melihat Naruto menatapnya dengan datar diwajah babak belurnya, Naruto menyiapkan gesture bertarung, Naruto membuka kuda-kuda dan mengarahkan tangan kanannya yang terkepal kedepan.


'Bentuk Fighting Stance apa itu... Taijutsu seperti apa yang akan Naruto keluarkan... Sial, ia datang.'


Minato dengan cepat menciptakan lingkaran Magic dikedua tangannya dan membuat kilatan petir menyelimuti tangannya, Minato menyambut Naruto yang sudah ada didepannya, keduanya pun kembali saling baku hantam dengan kecepatan tinggi.


"Apa kita hanya bisa melihat saja..."


Disudut lapangan, Yuri menatap kedua pria bermarga Namikaze itu dengan pandangan sedih, [Crow] yang ada disebelah Yuri hanya bisa diam tidak menyahut gumam-an Yuri, ia bagaimanapun memahami betul apa yang sedang dirasakan oleh Yuri, sebab ia juga tengah merasakan hal itu.


"Crow-Taichou, kami sudah membawa mereka."


"Yuri-nee, mereka sudah aman."


[Crow] dan Yuri mengalihkan pandangan mereka dan menatap para Anbu dan Pleades yang tengah membawa empat perempuan+sepasang Dagger, kedua Unit itu membaringkan keempat perempuan itu dibawah pohon dengan pelan.


"Sekarang, apa yang harus kita lakukan Taichou..."


[Crow] menatap para anak buahnya dalam diam, begitu juga dengan Yuri, mereka berdua nampaknya tengah memikirkan bagaimana cara agar membuat dua unit dibawah pimpinan mereka dapat berguna. [Crow] menghembuskan nafas dari topeng gagaknya.


"Kita pergi dari sini, kuta harus amankan daerah sekitar dengan radius 3 kilometer pastikan tidak ada satu orangpun yang mendekati daerah ini, kalian mengerti!."


""""""Ha'i Taichou!"""""


"Bergerak!."


Yuri menatap [Crow] yang melesat pergi dengan Unit Anbu sebelum ia mengalihkan tatapannya kearah para Pleiades yang menantikan perintah didepannya, Yuri nampaknya tengah memikirkan perintah apa yang untuk Unit-nya ini sebelum ia teringat pada sang Tuan Putri.


"Para Pleiades, sekarang kita akan melindungi Tuan Putri, pastikan tidak ada satupun orang yang mendekati Tuan Putri."


""""""Ha'i Yuri-Nee!"""""


"Laksanakan!."


Para Pleiades bergerak dengan cepat dan membuat dinding Manusia untuk melindungi Tuan Putri Shaga yang berada didalam kurungan Rune Magic pelindung tingkat 9 yang dibuat oleh Minato. Yuri membenarkan letak kacamatanya, dan menatap kearah Minato dan Naruto yang terus bertukar pukulan.


'Hanya ini yang bisa kami lakukan'


Baik Yuri maupun Crow, kedua pemimpin Unit spesial itu kini merasakan apa yang disebut tidak berguna, keduanya tidak dapat melakukan apa-apa terhadap situasi keluarga yang menampung mereka sekarang, tanpa Yuri dan Crow sadari para bawahan mereka juga merasakan hal yang sama.


'Sial, taijutsu macam apa ini.'


Minato mengeraskan wajahnya menahan setiap serangan dari Naruto, ia mengerahkan semua kemampuannya untuk menahan setiap serangan halus namun tajam serta terarah dari Naruto. Minato melebarkan matanya ketika Naruto menepis pukulannya dengan halus sebelum ia memutar tubuhnya dan memberikan dua pukulan pada dada dan perutnya secara bersamaan.


"Cough!..."


Minato memuntahkan air liur sebelum terseret kebelakang, dengan ekspresi kesakitan Minato menatap kedepan dan ia melebarkan matanya ketika Naruto sudah berada didepannya dengan sebuah tendangan lurus pada wajahnya, namun ketika sedikit lagi tendangan itu mengenai wajahnya tiba-tiba beberapa rantai muncul dan mengunci pergerakan Naruto.


"Maaf membuatmu menunggu, Minato."


Minato mengarahkan pandangannya dan menoleh kebelakang dimana ia melihat Kushina tengah berdiri dengan [Mana] tipis yang menyelimutinya, juga dimulutnya terdapat sebuah gulungan perkamen.


"Kau tahu, tadi itu hampir saja."


"Ya tadi itu nyaris-,"


Perkataan Kushina terhenti ketika Naruto mengeluarkan pancaran berbahaya dari dalam tubuhnya, nampaknya Naruto berusaha menghancurkan Rantai milik Kushina.


"Kuh... kuat sekali."


Kushina dengan cepat merangkai segel dengan tangannya dan perlahan sebuah cahaya lembut muncul dari perkamen dimulut Kushina. Disaat yang bersamaan ketika sinar yang muncul dari perkamen semakin terang, Naruto berhasil menghancurkan Rantai yang membelit tubuhnya.


Klaaang!?


Naruto yang berhasil terlepas dari belitan rantai dengan cepat memutar tubuhnya dan melakukan tendangan pada Minato namun dalam sekejap Minato diselimuti oleh Kilatan kuning dan menghilang dari pandangan hingga membuat serangan Naruto mengenai udara.


"Itu nyaris..."


Naruto terdiam sebelum ia menegapkan tubuhnya dan menatap lurus kedepan dimana ia melihat Minato tengah berdiri tepat disebelah Kushina, pandangan Naruto terarah pada Kushina dimana ia melihat dua buah senjata ditangan Kushina, satu senjata berbentuk unik seperti sebuah kunai dengan tiga cabang dan juga pada bagian pegangannya terdapat sebuah tulisan rumit, dan satu senjata lagi adalah sebuah pedang namun itu berwarna hitam legam.


"Ini milikmu, Minato."


"Ah, terimakasih."


Minato menangkap senjata bercabang tiga itu dengan baik sebelum Minato memainkan senjata itu dengan cepat seolah Minato tengah mencoba untuk menyatuh dengan senjata itu setelah yakin nyaman, Minato memasang kuda-kuda bertarung dan melirik Kushina yang juga telah memasang kuda-kuda bertarung.


"Kushina-chan..."


"Aku tahu seperti biasa kan?."


Minato tersenyum mendengar jawaban cepat Kushina disebelahnya yang juga menatapnya dengan senyuman diwajahnya. Keduanya saling tersenyum sebelum senyuman itu lenyap dan Menatap kearah Naruto dengan serius. Ayah, Ibu dan Anak itu menatap satu sama lain sebelum mereka bergerak dengan cepat dan kembali bertarung.


Didalam Mindscape Shaga, putri kerajaan Alvarez itu menatap serius pada Eneas yang tersenyum miring memamerkan gigi-gigi tajam miliknya.


"Apa aku bisa mempercayai perkataanmu tadi, Eneas."


[Ufufu~, kau bisa jaga kata-kataku tadi, diriku yang lain.]


Shaga terdiam sebelum membenarkan letak kacamatanya dan menatap Eneas."Kau tahu, aku meragukan semua yang kau katakan, apalagi tentang Naruto-kun, maksudku apa kau tidak melebih-lebihkan apa yang kau katakan tadi."ucap Shaga membuat Eneas mempelebar senyumannya.


[Ufufu~, ketahuilah ini, diriku yang lain. Aku mengetahui sesuatu tentang kekasihmu yang tidak kau ketahui, maka dari itu aku menyarankan padamu agar lebih berhati-hati terhadap kekasihmu itu karena bagaimanapun dia menyimpan begitu banyak rahasia dalam dirinya.]


Eneas menatap jauh kedepan, ia mengenang kembali ingatan beberapa waktu yang lalu melihat Eneas yang nampak tengah terlarut dalam kenangan membuat Shaga terdiam. Ia tidak tahu bagaimana Eneas bisa memberikan saran seperti itu tapi dari pandangan Shaga apa yang dikatakan Eneas bukanlah sekedar perkataan tanpa dasar, sebab bagaimana mengatakannya ya... Perkataan itu tadi didasari dari pengalaman pribadi Eneas sendiri. Shaga mengeleng pelan ini bukan saatnya mengkhawatirkan hal yang tidak perlu.


"Baiklah, dan tentang imbalan itu, akan aku usahakan sekarang bantuan apa yang ingin kau berikan padaku."


[Ufufu~, baiklah~, sekarang aku meminta padamu untuk menyuruh beberapa orang diluar sana untuk membawa gadis-gadis yang tak sadarkan diri diluar sana kesekitarmu.]


Ucap Eneas, Shaga mengerutkan dahinya, gadis-gadis yang tak sadarkan diri? Shaga tiba-tiba teringat oleh empat gadis yang tak sadarkan diri dihalaman sebelum kekacauan ini terjadi, Shaga menatap kedepan.


"Aku tidak tahu apa yang akan kau lakukan tapi sebaiknya tindakanmu kali ini benar-benar dapat membantu."

__ADS_1


[Ufufu~, tentu saja ini akan sangaaaaaaat~ membantu.]


Shaga menatap Eneas beberapa saat sebelum ia menutip matanya dan kembali kedunia nyata, disunia nyata Shaga menatap kedepan dimana ia melihat dinding Manusia yang diciptakan oleh Unit Pleiades didepannya, pandangannya terarah pada Minato yang masih bertarung sengit dengan Naruto, Shaga menyipitkan matanya melihat ternyata Kushina ikut dalam pertarungan.


Pandangan Shaga terarah pada empat orang perempuan yang bersandar dibatang pohon. Mereka yang dimaksud Eneas?. Shaga mengangguk pelan sebelum ia memberikan kode pada salah satu Pleiades.


"Pssst... Pssst..."


"Tuan putri? Apa yang bisa saya bantu?."


"Begini..."


Shaga mengatakan sesuatu pada Salah satu Pleiades dengan suara pelan, beruntungnya Rune Magic pertahanan ini tidak menghalau suara keluar. Pleiades mengangguk beberapa kali sebelum ia paham.


"Baiklah, akan saya katakan pada Yuri-nee permintaan anda."


"Aku mengandalkanmu..."


Shaga menatap beberapa Pleiades yang memisahkan diri dari dinding Manusia setelah Yuri memberikan anggukan pelan pada Pleiades suruhan Shaga.


Tak lama mereka kembali dan membawa permintaan Shaga, dengan lembut Pleiades menempatkan mereka didepan Shaga yang menatap keempat perempuan itu dengan pandangan intens. Mereka... Adalah perempuan yang ditemukan tak sadarkan diri tepat disaat Naruto mengalami [Berserk], ada hubungan apa keempat gadis ini dengan Naruto yang mengalami [Berserk], Shaga ingin mencari tahu tapi itu bisa nanti sekarang ia harus menagih bantuan dari Eneas. Mengucapkan terimakasih pada Pleiades dan mengontak Eneas dalam dirinya, Shaga masuk kembali kedalam Mindscape miliknya dan menatap Eneas.


"Eneas, sekarang apa yang harus aku lakukan?."


[Baiklah itu sudah cukup, sekarang aku akan melakukan bagianku.]


Ucap Eneas sebelum ia mengeluarkan cahaya berwarna biru terang yang merambat melewati celah penjara besar itu dan masuk kedalam tubuh Shaga yang hanya diam menerima hal itu, didunia nyata cahaya Eneas merembes dari tubuh Shaga dan membentur pelan pelindung ciptaan Minato, Eneas mengerutkan dahinya dan berdecih pelan sebelum ia berkonsentrasi.


Eneas merubah struktur cahaya yang ia kirim menjadi setipis mungkin dan melewati pelindung Minato, cahaya yang saat ini menjadi setipis benang bergerak dan menempel tepat diatas kepala keempat perempuan itu tanpa diketahui oleh siapapun cahaya Eneas menyelimuti keempat perempuan itu, perlahan luka yang diderita oleh keempat perempuan itu sembuh tanpa meninggalkan sedikitpun luka, lalu cahaya yang menyelimuti mereka semakin terang dan dalam sekejap keempat perempuan itu menghilang seolah mereka tak pernah ada.


"Aku tidak pernah menyangka akan datang hari dimana aku melihatmu tersegel seperti ini, Eneas."


Sebuah suara yang begitu lembut bergema diiringi oleh suara langkah kaki, tidak hanya satu tapi beberapa suara langkah kaki bergema disana, Eneas tersenyum puas.


[Sekarang, inilah bantuan yang aku tawarkan.]


Ucap Eneas membuat Shaga menoleh kebelakang dan ia langsung terpaku ditempat ketika melihat empat gadis yang berada diluar berada didalam alam bawah sadarnya. Perempuan bersurai pirang dikepang sampai paha melangkah kedepan, iris dark blue miliknya menatap Eneas dengan dingin.


"Katakan apa yang kau inginkan, Eneas. Kau tentu memiliki hal yang penting untuk dibicarakan sampai-sampai kau menggunakan [Connection] untuk memanggil kami kesini."


Shaga menatap bingung perempuan pirang ini, entah hanya perasaannya atau memang perempuan ini mengenal Eneas hingga ia bisa berbicara sesantai itu, Eneas tertawa kecil.


[Ufufu~, Ya benar aku memiliki sesuatu yang ingin aku bicarakan pada kau, tidak kalian.]


"Sebaiknya itu benar-benar penting sebab jika itu hanya hal yang buang-buang waktu, maka kami akan benar-benar menghancurkanmu, Eneas."


Shaga sedikit tersentak ketika merasakan tekanan energi berbahaya dari keempat perempuan didepannya, tekanan yang keempat perempuan didepannya pancarkan sangat berbahaya terutama perempuan bertubuh mungil yang memiliki ekspresi hampa diwajahnya. Eneas menyeringai tipis.


[Aku tidak tahu apa yang pembicaraan ini penting untuk kalian atau tidak tapi dengarkan..., kalian lihat perempuan disebelah sana?]


Shaga tersentak sedikit ketika mendapati empat pasang mata menatap kearahnya, perempuan yang memiliki tubuh paling pendek dari yang lain menatap Shaga sejenak.


"Kau kan..."


Perempuan pirang itu mengangguk dan kembali mengalihkan pandangannya pada Eneas yang menyeringai.


"Eneas, aku mulai dapat menebak arah pikiranmu tapi aku akan memastikannya terlebih dahulu, apa yang aku pikirkan ini sama dengan apa yang kau pikirkan?."


[Ufufu~, aku yakin kita memiliki pikiran yang sama karena bagaimanapun kita tercipta dari 'induk' yang sama.]


"Begitu..."


Perempuan pirang itu bergumam pelan sebelum ia menghela nafas dan mengalihkan pandangannya pada Shaga yang menatap pembicaraan antara Eneas dan perempuan pirang itu dalam diam. perempuan pirang itu berjalan mendekati Shaga.


"Nama mu Ayame Shaga, bukan?."


Shaga mengangguk membuat perempuan itu menatap Shaga dengan serius, sangat serius."Aku memiliki sebuah pertanyaan untukmu, dan jawablah dengan jujur, apa kau benar-benar ingin menolong Mast-, maksudku Namikaze Naruto dari kondisinya saat ini?."tanya Perempuan itu, Shaga terdiam sebelum ia mengangguk dengan mantab.


"Tentu, aku akan memberikan apapun yang aku miliki bahkan nyawaku sendiri jika itu bisa menyelamatkan Naruto-kun."


Mendengar jawaban Shaga yang serius membuat perempuan itu tersenyum tipis, tidak hanya perempuan didepan Shaga yang tersenyum tapi dua perempuan yang lain juga ikut tersenyum,.pengecualian untuk perempuan bertubuh mungil yang hanya diam saja.


"Satu hal lagi, katakan ada ditingkat apa kau?."


"Jika aku tidak salah maka sekarang aku berada ditingkat [Gold: III]."ucap Shaga membuat Perempuan bersurai pirang dikepang panjang itu mengangguk puas kearah Eneas.


[Ufufu~, sudah kuduga~.]


Shaga yang bingung dengan arah pembicaraan ini tiba-tiba terdiam ketika empat perempuan didepannya mengelilingi dirinya, mereka berempat membentuk lingkaran dengan Shaga sebagai pusatnya, perempuan bersurai pirang dikepang itu tersenyum melihat Shaga yang nampak bingung.


"Aku rasa sebelum memulai [Kontrak Sementara] kita ada baiknya kami memperkenalkan nama kami padamu, namaku Jeanne."


"Aku, Ophis."


"Azi-, tidak panggil saja Nobu."


"Aku, Mayuri..."


Shaga menatap empat perempuan yang memperkenalkan namanya masihg-masing mengangguk pelan, perempuan bernama Jeanne mengalihkan pandangannya pada Eneas.


"Eneas..."


[Aku tahu...]


Setelah mengatakan itu Eneas mulai memancarkan Aura kuat dari dirinya, ketika Aura berwarna biru itu menyelimuti tubuhnya terlihatlah wujud Asli dari Magical Beast yang dijuluki sebagai Mizuumi no Reijin, terlihat seorang perempuan dengan surai dan kulit berwarna biru, diatas kepala Eneas terdapat hewan yang menyerupai ubur-ubur raksasa berwarna biru gelap, tentakel ubur-ubur itu terlihat berperan sebagai rambut Eneas, tentakel-tentakel itu mengeluarkan cahaya pada setiap ujungnya. Itu adalah wujud dari seorang Eneas.


Aura yang dipancarkan Eneas bergerak dan menyelimuti Shaga dan empat perempuan yang lain, Jeanne yang dapat merasakan kemampuan unik Eneas jadi teringat dengan masa lalunya.


[Connection]


Kemampuan yang dapat menghubungkan segala hal adalah kemampuan Unik dari Eneas, mulai dari pikiran, kesadaran, bahkan kekuatan... Jeanne tersenyum tipis sebelum perlahan ia mulai mengeluarkan aura miliknya, tidak hanya Jeanne namun yang lain juga ikut mengeluarkan aura mereka. Hitam, putih, ungu, dan Emas, Aura-Aura itu perlahan bergerak dan masuk Shaga.


'Ini... Kuat, tapi terasa sangat nyaman.'


Perlahan ruangan itu diselimuti oleh cahaya yang semakon lama semakin terang.


Sementara itu didunia nyata, Kushina dan Minati terus bertarung sengit dengan Naruto, terlihat kondisi Kushina dan Minato yang nampaknya mulai kelelahan. Minato mengertakan giginya menahan setiap serangan Naruto sebelum ia melihat sebuah cela dan tanpa banyak waktu lagi memberikan pukulan kuat pada dagu Naruto membuat Naruto terangkat keatas


"Kushina!..."


"Aku tahu!..."


Minato berteriak pada Kushina yang langsung melepaskan rantai-rantai miliknya dan membelit kaki Naruto sebelum rantai itu menghempaskan Naruto kelantai dengan sangat kuat hingga menciptakan suara benturan yang Dashyat.


Dooooom!


Debu dan Material yang lain membumbung tinggi akibat benturan yang sangat keras itu, baik Kushina dan Minato mengatur nafas mereka yang memburu, mereka berdua menatap kepulan debu dengan sikap waspada.


"Apa berhasil?..."


"Aku tidak tahu, tapi aku yakin itu memberikan dampak padanya."


Ucap Minato, perlahan kepulan debu menghilang dan terlihatlah Naruto yang tergeletak ditengah kawah lumayan besar, mereka menatap Naruto sebelum kewaspadaan mereka kembali ketika melihat Naruto berusaha bangkit dengan susah payah.


"Dia memang keras kepala, setelah menerima semua itu bagaimana ia bisa bangkit."


"Aku rasa sifat keras kepalanya diturunkan darimu, Kushina."


Ucap Minato dengan senyuman pahit diwajahnya, mereka menatap Naruto dengan waspada, Minato menyipitkan matanya ketika melihat Naruto yang melangkah terhuyung dengan ekspresi tak terbaca, Minato dapat melihat dengan samar sebuah aura mulai keluar dari tubuh Naruto.


Deg!


Minato tersentak ketika merasakan sesuatu dari aura itu, tidak hanya Minato, Kushina juga merasakannya. Aura yang keluar dari Naruto semakin banyak dan semakin melimpah, setelah mengambil beberapa langkah Naruto berhenti dan mengangkat wajahnya, dan terlihatlah pupil dari seekor hewan buas... Pada momen itu, sebuah gelombang kuat meledak!.


Duaaaaaaar!


Gelombang Dashyat menghempaskan apapun disekitarnya, Minato dan Kushina berusaha keras menahan gelombang kuat itu, bahkan Kushina memunculkan rantai dari tubuhnya lalu melilit tubuh dia dan Minato lalu memaku mereka ketanah.


Suara alam bergemuru terdengar seolah mereka ketakutan dengan apa yang akan terjadi, Pillar cahaya putih-hitam membelah langit Namikaze namun tak lama Pillar cahaya itu menyusut dan menghilang seolah tak pernah ada.


Kushina melepaskan rantai yang membelit tubuhnya dan Minato, iris mata violet miliknya menatap kedepan dimana seketika iris itu melebar sempurna, Minato yang ada disebelah Kushina juga melebarkan matanya..


Kedua pasutri itu terpaku dengan apa yang mereka berdua lihat, tepat dihadapan mereka, Naruto berdiri dengan penampilan yang berubah drastis, ia ditutupi full Armor hitam kelam dengan beberapa berlian putih yang bersinar dengan cerah. Perlahan Armor itu bergerak.


"Kushina... Lari..."

__ADS_1


Minato mengertakan giginya sebelum ia dengan cepat melempar senjata unik ditangan jauh kebelakang lalu dengan cepat ia memeluk Kushina dan diselimuti oleh kilatan Kuning, Minato dan Kushina melebarkan mata mereka ketika Naruto dalam Full Armor hitam sudah ada didepan mereka dengan sebuah tendangan.


'Dia...'


'... Cepat sekali!'


Minato dan Kushina memejamkan mata mereka berharap rasa sakit yang mereka terima tidaklah begitu menakutkan.


Blaaaaar!


"Minato-sama!, Kushina-sama!."


Yuri Alpha berteriak keras kearah kepulan debu yang membumbung tinggi akibat tendangan kuat dari Naruto dalam full Armor miliknya, Yuri Alpha jatuh lemas, ia bukan orang bodoh yang tidak menyadari jika disetiap gerakan yang dihasilkan Naruto dalam Full Armor miliknya berisi kekuatan yang begitu mengerikan dan tendangan yang baru saja dilepaskan Naruto memiliki kekuatan penghancur yang sangat besar dan jika itu mengenai tubuh Manusia maka dapat dipastikan akan langsung mati... Dan itu artinya... Minato dan Kushina sudah...


"Sedetik saja aku terlambat maka kita semua akan berada dalam masalah yang gawat."


Yuri menegakan kepalanya dan menatap kedepan dimana ia melihat Tuan Putri, Ayame [Alvarez] Shaga tengah berdiri disana menahan tendangan Naruto dengan sebuah Katana berwarna hitam dengan bilah ternodai oleh warna merah pekat. Tidak hanya Yuri, Minato dan Kushina juga terkejut dengan kehadiran sang Tuan putri didepan mereka.


"Tuan putri... Bagaimana bisa..."


Minato bergumam pelan sebelum ia menoleh kebelakang dimana ia menepatkan sebuah pelindung Rune Magic tingkat 9 disana tapi yang ia dapati disana hanya pelindungnya saja tanpa siapapun didalamnya, bagaimana bisa Tuan Putri Shaga berhasil keluar dari Pelindung itu?, adalah apa yang melayang dipikiran Minato.


Shaga mengeratkan Katana miliknya dan mentalkan kaki Naruto membuat keseimbangan Naruto terganggu, tidak membuang kesempatan itu, Shaga memutar tubuhnya dan seketika cahaya bersinar ditangan kiri Shaga dan dalam sekejap muncul satu katana lagi namun kali ini itu berwarna silver yang begitu cantik.


Jrash!


Shaga menebas Naruto dan memberikan Armor itu goresan memanjang dibagian dada, Naruto yang melihat Armornya tergores melompat mundur menjauhi Shaga yang menatap Naruto yang diselimuti oleh Full Armor dengan pandangan sulit diartikan, sebuah suara bergema dikepala Shaga.


'Shaga, untuk saat ini kekuatan yang kita miliki cukup untuk mengalahkan Naruto-kun tapi itu hanya masalah waktu saja sebelum ia berubah menjadi lawan yang tidak akan bisa kita lawan lagi... Jadi jangan pernah bersimpati pada Mas-, maksudku pada Namikaze Naruto.'


"Aku tahu itu, dan aku tidak akan berbelas kasih, ini juga demi Naruto-kun."


Shaga membenarkan kacamatanya dengan telapak tangannya membuat iris Violet miliknya menyapa dunia dengan bebas, Shaga menghela nafas dan memposisikan kedua katana disisinya.


Melihat posture Shaga membuat Minato dan Kushina terdiam, apa Shaga berniat untuk... Seolah bisa membaca pikiran kedua calon mertuanya itu Shaga menoleh kebelakang lewat bahunya dan menatap ibu dan ayah mertuanya dengan lembut.


"Serahkan ini padaku, ayah mertua, ibu mertua aku pasti akan menyelamatkan Naruto-kun."


Minato terdiam ketika ia sekilas melihat iris Violet dimata kanan Shaga berubah menjadi emas Vertikal, berbeda dengan Minato, Kushina malah terkejut.


"Tu-Tuan Putri apa yang anda-,."


"Hentikan Kushina..."


"Tapi Minato, dia adalah..."


Kushina ingin mengatakan sesuatu namun terhenti ketika melihat Minato menatapnya dengan pandangan memelas dan mengelengkan kepalanya dengan pelan.


"Aku tahu apa yang ingin kau katakan, Kushina. Tapi kita tidak bisa menodai tekad kuat yang dibawah oleh Tuan Putri, tadi apa kau tidak melihat mata Tuan putri? Mata itu terisi oleh tekad, tekad kuat yang membuatku percaya jika Tuan Putri bisa menyelematkan Naruto-kun."


Ucap Minato sambil menatap punggung Shaga yang berjalan mendekati Naruto, Kushina mengikuti arah pandangan Minato dan ia langsung terdiam melihat Shaga, entah kenapa melihat Shaga yang berjalan mendekati Naruto ia merasakan firasat nostalgia, sebuah senyuman tipispun terpatri diwajah Kushina.


"Ya ampun, calon menantu kita itu, entah kenapa mirip sekali dengan dua pria bego dari Clan Namikaze."


Ucap Kushina membuat Minato tertawa kikuk karena menyadari siapa dua pria Namikaze yang dimaksud oleh Kushina yang menyandarkan kepalanya dalam pelukannya.


Shaga berdiri dan menatap Naruto dengan ekspresi serius, membenarkan letak kacamatanya dan berkata.


"Tunggu-lah, Naruto-kun aku akan menyelamatkanmu."


Ucap Shaga sambil memasang Fighting Stance, melihatnya mengeluarkan suara geraman yang menakutkan sebelum Naruto dengan brutal mencopot salah satu bola Cristal putih yang menghiasi Full Armor hitam miliknya, Naruto mengangkat Bola Crystal itu tinggi-tinggi dan sedetik kemudian bola cahaya itu mengeluarkan cahaya terang.


Shaga menutup matanya melihat sinar terang itu sebelum ia kembali menatap kedepan ketika cahaya terang itu sudah tidak ada dan pupil Shaga melebarkan sedikit melihat apa yang dipegang oleh Naruto, itu adalah sebuah senjata berbentuk tombak dengan ujung menyerupai anak panah, warna putih pada tombak itu dinodai oleh warna hitam yang menyebar layaknya retakan, setelah memutar tombaknya sekali Naruto dengan kecepatan tinggi memangkas jarak, Shaga yang melihat itu juga ikut melesat.


Trank!


Suara benturan bergema disana, Naruto dan Shaga bertukar serangan dengan kecepatan tinggi, Naruto memainkan tombaknya dengan begitu sempurna hingga Shaga menganggap jika Naruto adalah Knight yang sangat ahli dalam menggunakan tombak, itu begitu terarah dan menusuk dengan tajam...


'Tapi... Meskipun begitu aku masih bisa melihatnya!.'


Trank!


Shaga menahan tusukan tombak Naruto dengan ekspresi serius yang tajam, dapat terlihat jika mata Shaga nampak berbeda antara sebelah kanan dan kiri. Mata kanan Shaga berubah menjadi emas dengan pupil Vertikal yang berkilat berbahaya.


'Belial Eye, mata itu dapat memprediksi gerakan lawan selama 10 detik kedepan, gunakan itu dengan baik.'


Shaga mendengar sebuah suara dikepalanya, suara itu milik Ophis, sepertinya Ophis memberikan kemampuan itu meskipun hanya sementara tapi untuk Shaga itu sudah cukup membantu, dengan mata ini Shaga dapat memprediksi arah serangan Naruto hingga ia dapat dengan mudah menahan serangan Naruto.


Trank!


'Shimatta!.'


Shaga melebarkan sedikit matanya ketika Katana hitam miliknya berhasil dimentalkan oleh Naruto yang langsung bergerak dengan cepat menghunuskan tombaknya untuk menembus perut Shaga namun...


Trank!


Dengan kecepatan yang tak wajar Shaga berhasil menahan serangan tombak Naruto dan mementalkannya dengan katana Oric yang bersinar putih, melihat hal itu Katana hitam ditangan kanan Shada bersinar sebelum dengan gerakan yang tidak Normal Shaga melancarkan sebuah tebasan diagonal dari bahu sampai pinggul yang menciptakan goresan panjang di Armor Full Naruto.


Melihat Armornya tergores, Naruto melompat menjauhi Shaga yang menatap Narutp dengan ekspresi tajam, sebelum ia menatap kearah dua katana ditangannya.


"Terimakasih, kalian telah menyelamatkanku."


'kita sekarang bekerja sama, serahkan semua hal yang merepotkan pada aku dan Ika...Maksudku Mayuri, kami berdua akan mensupportmu.'


'Karena itu, jangan ragu dan terus serang.'


Shaga tersenyum sebelum kembali menatap Naruto yang juga menatapnya dengan intens dari balik helm hitam miliknya, Naruto memutar tombaknya sebelum ia kembali melesat, Shaga yang melihat hal itu menyiapkan Fighting Stance dan bergumam dengan pelan.


[Accel]


[Boost]


Shaga melesat dengan kecepatan yang lebihbdari yang sebelumnya, ia dengan cepat menyabut Naruto membuat suara benturan benda tajam bergema disana, Minato dan Kushina terdiam menatap Naruto dan Shaga yang saling serang satu sama lain, mereka dapat melihat keduanya tengah saling melukai satu sama lain dimana Shaga berhasll menciptakan beberapa goresan pada Full Armor hitam Naruto sementara Naruto hanya mampu merobek pakaian Shaga, nampaknya kecepatan Shaga yang tiba-tiba meningkat membuat Naruto sulit mendaratkan srangan kritikal hingga tombaknya hanya mampu merobek pakaian Shaga.


"Tuan Putri, entah kenapa ia mirip sepertimu, Kushina. Ia terlihat sangat ganas."


"Minato-kun... Apa kau baru saja mengatakan sesuatu tentang 'aku yang ganas' atau semacamnya?."


"Err... Bisakah aku meminta pengampunan untuk itu?."


"Ufufufu... Tidak."


Dan sudah dipastikan Minato tidak akan mendapatkan jatah untuk beberapa minggu kedepan.


Trank!


Shaga dan Naruto saling mendorong satu sama lain dengan kekuatan penuh, kedua senjata tajam mereka bergesekan hingga memercikan bunga api.


'Persiapan sudah siap, ini saatnya untuk mengakhiri semua ini disini, Shaga.'


"Begitu kah?."


Shaga dengan cepat mementalkan tombak Naruto dan memberikan tendangan kuat pada Armor hitam Naruto, berkat [Boost] kekuatan fisik Shaga meningkat dua kali lipat hingga ia bisa membuat sedikit penyok pada Armor hitam Naruto, menjadikan Armor Naruto sebagai tumpuan Shaga melompat kebelakang, tidak ingin membiarkan lawannya pergi, Naruto memutar tombaknya dan melemparnya kearah Shaga dengan kecepatan tinggi, menyadari bahaya datang perlahan kedua katana Shaga mengeluarkan pedar tipis dan secara otomatis tangan Shaga bergerak dan melakukan tebasan silang yang melepaskan pedar tipis.


[Cross Slash]


Blaaaar!


Pedar tipis berbentuk salib itu berbenturan dengan tombak Naruto dan memusnahkannya, tak hanya sampai disitu pedar tipis tajam itu terus melesat dan menghantam Naruto menciptakan sebuah ledakan yang membuat debu dan beberapa material lain ber-terbangan keudara. Shaga mendarat dengan mulus sebelum ia perlahan menarik nafas.


'Apa kau sudah siap, Shaga.'


"Aku sudah siap, lakukan Jeanne-san."


'Baiklah, aku tidak mengatakan ini tidak beresiko karena bagaimanapun ini memberikan beban besar pada tubuhmu...'


"Jeanne-san, terimakasih atas peringatannya tapi seperti perkataanku tadi, aku akan memberikan apapun bahkan nyawaku sendiri demi menyelamatkan Naruto-kun."


'Begitu, sepertinya tekadmu sudah bulat, kalau begitu rapalkan Mantra ini.'


Shaga mengerutkan dahinya ketika ia merasakan sekelebat Mantra terekam dalam kepalanya, Shaga terdiam sebelum ia menatap kearah Naruto, Shaga dapat melihat jika Full Armor Naruto tercipta retakan yang cukup besar, itu pasti akibat [Cross Slash] tadi. Shaga menarik nafas dan mengangkat Katana hitam miliknya keatas, Shaga menatap lembut Naruto.


Kau tahu, kau telah menyelamatkanku, meskipun aku yakin kau tidak pernah menyadarinya tapi... kebaikan dan sifatmu yang ceria dan konyol itu telah menyadarkanku jika selama ini aku telah kehilangan apa yang disebut sebagai kebahagiaan. berbicara, bercanda dan tertawa bersama denganmu itu adalah momen terindah dalam hidupku, karena itulah kali ini giliranku untuk...


[Magia Erebea:...]

__ADS_1


... Menyelamatkanmu...


...Raiten Taiso]!


__ADS_2