
- Asrama -
Dikamarnya, Naruto tengah sibuk membaca buku yang telah ia beli diperpustakaan dengan harga 1 coin emas..., Naruto membaca dengan teliti magic [ Accel ] dan [ Boost ], dua kemampuan ini bisa dibilang sangat menguntungkan bagi seorang pendekar pedang, [ Accel ] akan membuat dirinya bergerak dengan kecepatan tinggi, dan jika ia menggunakan bersamaan dengan [ Boost ] kecepatan [ Accel ] akan bertambah dua kali lipat.
Naruto menyeringai tipis, kedua teknik ini mensupprot satu sama lain, dan jika diaktifkan secara bersamaan maka ia mendapatkan kecepatan yang tidak terduga..., Naruto menoleh kearah jendela kamarnya dimana malam terlihat indah dengan bulan purnama sempurna yang dihiasi jutaan bintang disana...,
" malam yang indah, cukup indah untuk menemaniku berlatih..., "
Naruto bangkit dari tempat duduknya dan berjalan kelemari pakaian, mengambil seragam training abu-abu dengan garis merah dibeberapa bagian..., mengenakannya dan mengambil pedang kayu disamping lemari..., senyuman puas terpatri diwajahnya melihat pantulan dirinya dicermin lemari..., ia melirik kearah Buku diatas meja..., ia tersenyum tipis dan mengambilnya...,
" yosh, aku harus berlatih..., "
- Skip Time -
Naruto menguap lebar selama perjalanan menuju kelasnya, semalaman ia belum tidur karena mencoba menguasai dua kemampuan Magic yang ia dapatkan dari buku hitam itu, dan juga mengasah kembali kemampuannya yang sudah berkarat..., selama perjalanan ia mendapatkan tatapan yang menurut Author memuakkan, samar-samar terdengar gumaman yang menurut Author menjijikan...,
' lihat, itu sih [Worst One]..., '
' Saat ujian masuk ia mendapatkan posisi terendah '
' benar, dan aku dengar kapasitas [Mana] miliknya hanya 9 '
' buruk sekali, jika aku jadi dirinya mungkin aku akan keluar dari sekolah ini..., '
' Cuih, dasar pecundang..., kenapa ia masih bisa bersekolah disini..., dengan bakat seburuk itu '
Naruto mengetahui hal itu namun ia tidak peduli, jika mereka tidak menganggunya maka untuk apa ia meladeni mereka..., Naruto terus melanjutkan perjalanannya sampai seseorang menepuk bahunya, membuat ia menoleh kebelakang dimana disana ia melihat seorang pemuda dengar rambut mangkok, alis tebal dan mata bulat layaknya coin yang sedang tersenyum cerah kearahnya..., Naruto menghela nafas.
" selamat pagi, Naruto-kun..., "
" selamat pagi juga, Lee.., "
Ya..., dia adalah teman satu-satunya Naruto, Rock Lee..., mereka masuk kedalam divisi Knight namun berbeda bidang, jika dirinya dibidang pedang maka Lee masuk kedalam bidang bertarung dengan tangan kosong..., dan juga mereka merupakan dua orang yang bernasib sama yaitu mendapatkan Diskriminasi dari lingkungan mereka karena keduanya merupakan peringat terendah pada saat masuk, dimana Naruto peringkat terbawah dan diatasnya adalah Rock Lee...,
" Bagaimana kabarmu, Naruto-kun..., apa Divisi pedang menyenangkan?..., "
Tanya Lee dengan semangat tinggi seperti biasa Naruto mengulum senyuman tipis...,
" ya, tidak buruk, hanya saja aku sering kena marah sama Ibiki-sensei..., "
" maa..., jangan kalah dengan semangat masa muda mu Naruto, kita berdua harus berjuang demi mimpi kita..., "
" Oussu!..., "
Keduanya berteriak semangat, ya..., keduanya memiliki mimpi dimana keduanya berjanji untuk menjadi Knight terhebat dibenua Britania ini..., mimpi yang mungkin sangat sulit untuk dicapai namun mereka sudah bertekad dan pasti mereka akan menjadi Knight terhebat...,
" Minggir!, Trio Onee-sama ingin lewat..., "
" Kyaa!, Gabriel Onee-sama..., Kyuubi Nee-sama..., Kaguya Nee-sama!..., kalian terlihat cantik seperti biasa!..., "
Naruto dan Lee yang tengah berbicara mengalihkan pandangannya ketika mendengar suara teriakan, dan disana mereka menemukan tiga perempuan dengan paras wajah yang sangat cantik..., Naruto menyipitkan matanya ketika melihat perempuan bersurai pirang bergelombang dengan iris Shappire tengah memasang senyuman lembut..., orang itu...,
" Gabriel..., Lee, kita pergi dari sini..., "
Ucap Naruto, Lee yang berada disebelah Naruto mengalihkan pandangannya pada temannya yang sudah berjalan menjauh..., Lee berlari pelan mengejar temannya itu...,
" Matte, Naruto-kun..., "
Naruto tidak mengubris teriakan Lee dan terus melanjutkan langkahnya, didalam hatinya, ia membenci Gabriel, atas apa yabg sudah ia perbuat pada dirinya didunia ini..., karena orang itu, dirinya didunia ini mendapatkan perlakuan layaknya binatang...,
' Gabriel..., serigala bertudung merah..., suatu saat kau akan mendapatkan balasan yang setimpal atas apa yang telah kau lakukan..., '
- Skip Time -
Naruto kini berada di Training Field milik Divisi Pedang dengan pakaian Training, hari ini Naruto akan belajar bagaimana cara menggunakan pedang, saat memasang kuda-kuda, menyerang maupun bertahan, Naruto menatap malas hal itu, ia sudah mempelajari semua itu didunia sebelumnya bahkan sejak umurnya lima tahun dibawah bimbingan kakeknya..., Naruto mengabaikan Ibiki sensei dan lebih memilih merapatkan kakinya dan tidur diatas lututnya...,
" baiklah, sekarang kalian akan melakukan sparring untuk melihat sejauh mana kalian berkembang..., dan agar menarik yang kalah akan mendapatkan hukuman dari sensei..., "
Ucap Ibiki dengan seringai sadis dibalas teriakan penolakan dari para murid, Ibiki menatap kesekeliling untuk mencari siapa yang akan melakukan sparring pertama..., pandangan Ibiki terkunci pada Naruto yang tertidur diatas lututnya, Ibiki menyeringai sadis..., mungkin ini waktu yang tepat untuk mengajarkan sopan santun pada pemuda kurang ajar yang sudah berani tidur dijam pelajarannya dua kali...,
" Baiklah, untuk sparring pertama Namikaze Naruto melawan ketua kelas kalian, Arthur Pendragon..., "
" Ha'i, Sensei. "
Arthur berdiri dan menjawab dengan tegas, Arthur melangkah dan berdiri ditengah lapangan..., Sementara Naruto ia masih tertidur ditempatnya sampai teman disebelahnya menyikut dirinya membuat ia terbangun dari tidurnya...,
" Ah?, ada apa kau membangunku?. "
" kau disuruh maju untuk melakukan sparring melawan ketua kelas, hora..., lawanmu sudah menunggu disana..., "
Naruto menaikan satu alisnya bingung sampai pandangannya terarah pada Arthur yang sudah siap dengan pedang kayu ditangannya dan menunggunya ditengah lapangan, Naruto mengalihkan pandangannya dan menatap Ibiki yang tengah menyeringai kearahnya..., ah, sial..., rupanya Ibiki-sensei tengah menghukumnya...,
Naruto menghela nafas dan bangkit lalu berjalan menuju Ibiki-sensei dan mengambil pedang kayu miliknya dan berjalan ketengah lapangan..., samar-samar Naruto dapat mendengar suara para murid dibelakangnya...,
' ia tidak akan menang melawan, Arthur. '
' dia akan kalah hanya dengan beberapa serangan '
' perbedaan kemampuan mereka bagai langit dan bumi '
Naruto mengabaikan perkataan mereka dan berdiri disisi berlawanan dengan Arthur..., Ibiki menyeringai tipis, ia berjalan dan berdiri diantara keduanya...,
" baiklah, ini sparring untuk melihat sejauh mana kemampuan kalian jadi gunakan seluruh kemampuan kalian yang telah kalian asah sebulan ini..., peraturan sparring ini cukup mudah, saat Sensei menyatakan 'mulai' maka kalian harus bertarung sampai salah satu diantara kalian ada yang menyerah atau tak sadarkan diri..., mengerti?..., "
" Ha'i! / Ha'i~ "
" Baiklah, kalian berjabat tangan lalu ambil posisi kalian..., "
Naruto dan Arthur melakukan jabat tangan sebelum mereka berdua langsung berdiri dijarak 50 meter yang memisahkan mereka..., Naruto menatap Arthur dengan pandangan tajam...,
' Arthur Pendragon, seorang bangsawan dari Keluarga Pendragon, ahli dalam seni berpedang, kemampuan berpedangnya sangat tinggi..., dan juga..., ia dikatakan merupakan Knight terkuat disekolah ini..., heh~, ini akan menyenangkan..., '
Arthur membenarkan letak kacamatanya dan memasang kuda-kuda miliknya, begitu juga dengan Naruto yang langsung memposisikan pedang kayu miliknya didepannya..., Ibiki yang melihat keduanya sudah siap mengangkat tangannya dan...,
" Hajime!..., "
Setelah mengatakan itu Arthur langsung melesat cepat kearah Naruto, Naruto membulatkan sedikit matanya ketika melihat kecepatan Arthur yang dalam beberapa detik sudah berada didepannya dengan pedang yang siap menebasnya...,
Tak!
Bunyi dua pedang kayu berbenturan bergema ditanah Training itu, Naruto mendorong Arthur dan melakukan tebasan cepat namun Arthur berhasil menahannya..., Arthur menatap datar Naruto.
" tidak buruk..., "
" terima kasih..., "
Setelah mengatakan itu Keduanya langsung melompat dan menjaga jarak dari musuh masing-masing..., keduanya melirik dengan tatapan tajam..., dan sedetik kemudian keduanya melesat dengan kecepatan yang sama dan kembali menukar serangan...,
Tak!
Tak!
Tak!
Suara benturan dua pedang kayu mengiringi pertarungan keduanya, semua yang melihat sparring didepan mereka terdiam, mereka terdiam bukan tanpa sebab..., mereka terdiam karena melihat Naruto dapat menyeimbangi kemampuan berpedang Arthur yang dikatakan sebagai Knight terkuat di seluruh Academy ini...,
Naruto menahan tebasan Arthur yang mengarah pada dadanya..., Naruto menyeringai tipis, kemampuan berpedang pemuda didepannya memang sangat tinggi...,
" kau, kemampuanmu hebat..., "
Naruto menaikan satu alisnya sebelum ia menyeringai tipis, ia mendorong pedang Arthur dan melakukan tebasan keperut Arthur namun Arthur dengan cepat melompat hingga hanya baju Training miliknya saja yang robek sedikit...,
Arthur menatap kearah bajunya yang robek sedikit, perlahan seringai muncul diwajah kalem Arthur menunjukan jika dirinya tengah bersemangat, para murid yang melihat Arthur menyeringai langsung merinding hebat..., Arthur Pendragon yang selalu memasang wajah datar dalam setiap kesempatan bahkan saat melawan musuh ia hanya memasang wajah datar...,
Arthur Pendragon baru akan menunjukan Seringainya jika ia bertemu dengan lawan yang ia akui, dan ia mengakui bahwa Namikaze Naruto, The Worst One. sebagai lawan yang seimbang!...,
Naruto menyipitkan matanya ketika Arthur merubah bentuk kuda-kudanya, rupanya Arthur tengah serius..., Naruto juga merubah kuda-kudanya dan memposisikan pedang miliknya dipinggangnya..., ia membuka lebar kakinya...,
" sepertinya kau sudah mulai Serius, Nee..., Pendragon-san..., "
" kau juga sudah Serius, Namikaze-san..., "
Keduanya menyeringai tipis, perlahan aura yang mengerikan menyeruak dari keduanya..., keduanya langsung melesat dengan cepat..., keduanya langsung melakukan Teknik andalan mereka...,
[Pendragon Style : Caliburn Strike]
[Namikaze Style : Turning Swallow Strike]
Arthur mengompres [Mana] Miliknya hingga pedang kayu miliknya terselimuti aura berwarna keemasan lalu dengan cepat melakukan tebasan kedepan..., sementara Naruto dengan cepat melakukan tebasan kekanan, lalu dengan kecepatan yang tak bisa dilihat mata normal ia memutar tubuhnya kekiri dan melakukan tebasan kiri lalu ditutup dengan tebasan Dari atas...,
Boom!
Dua kemampuan kenjutsu tingkat tinggi berbenturan satu sama lain hingga menyebabkan debu membumbung tinggi dan menutupi pandangan..., semua menatap kearah kepulan debu yang masih menutupi pandangan, perlahan kepulan debu menghilang, dan seketika seluruh pasang mata membola..., Arthur dan Naruto saling memunggungi satu sama lain..., mereka berdua tidak bergerak dari posisi mereka satu sama lain...,
Krak!
Pedang Arthur dan Pedang Naruto perlahan retak sebelum hancur berkeping-keping, Ibiki dan semua yang melihatnya terkejut, mereka berdua mematahkan pedang kayu yang dibuat dari Rosewood..., kayu yang memiliki ketahanan tinggi terhadap benturan!?..., Naruto dan Arthur perlahan berbalik dan menatap satu sama lain dengan datar sebelum keduanya tersenyum tipis dan tertawa..., Mereka berjalan mendekati masing-masing, Arthur menjulurkan Brofist...,
" tadi menyenangkan!, sudah lama aku tidak merasakan darahku mendidih untuk waktu yang lama!. Namikaze, ternyata kau hebat!. Aku mengakuimu..., "
Naruto tersenyum tipis, dan menyambut Brofist Arthur..., jujur saja ia juga menikmati hal tadi, adrenaline miliknya berpacu dengan cepat!.
" aku juga, kau sangat hebat, Pendragon-san. "
" lain kali kita sparring lagi, apa kau mau?. "
" tentu saja, aku akan menyambutmu dengan senang hati..., "
Arthur tersenyum sebelum ia berjalan menuju bangunan Academy, sementara Naruto hanya menatap kepergian Arthur dengan senyuman tipis..., ia menatap kearah pedang kayu ditangannya yang sudah patah sepertiganya sebelum ia mengalihkan pandangannya kearah Arthur yang semakin menjauh..., Naruto mengalihkan pandangannya kearah Ibiki-Sensei yang masih memasang wajah terkejut...,
" sensei!, bolehkah aku ijin pergi keruang pemulihan?, aku merasa kapasitas [Mana] ku sudah hampir habis..., "
__ADS_1
Ucap Naruto, membuat Ibiki tersadar dan mengangguk pelan, Naruto tersenyum tipis dan berjalan menuju ruang pemulihan, tanpa Naruto sadari teman sekelasnya menatapnya dengan pandangan tidak percaya...,
" Namikaze..., ia bisa menyeimbangi kemampuan pedang milik Arthur?..., "
" inikah kemampuan dari orang yang mendapatkan nilai terendah diujian masuk?..., "
" dia..., dia sudah berkembang secepat itu..., bagaimana mungkin..., "
Gumaman-Gumaman terdengar dibelakang Ibiki, ia harus mengakui bahwa kemampuan salah satu anak didiknya itu berkembang pesat..., cukup pesat hingga menyeimbangi kemampuan berpedang Arthur Pendragon, pemuda yang merupakan kebanggaan dari Divisi Knight..., tapi yang menjadi pertanyaannya..., kapan dan bagaimana caranya pemuda yang mendapat julukan [The Worst One] dari guru dan murid Academy berkembang secepat itu...,
- Arthur Side -
Arthur Pendragon, kini tengah berada diruang pemulihan, ia menatap kearah cermin didepannya, perlahan ia membuka pakaian miliknya..., ia memasang wajah serius ketika melihat tubuhnya...,
" sudah kuduga..., "
Arthur menatap kearah sisi kanan dan kirinya yang sudah membiru akibat hantaman benda tumpul, Arthur menatap hal itu sejenak dan dengan perlahan ia menyentuh luka lebam itu, ia sedikit meringis ketika menyentuhnya..., sepertinya tulang rusuknya retak...,
" Namikaze Naruto..., ia memiliki gaya kenjutsu yang unik, ia berhasil melukaiku hingga seperti ini..., jika ia menggunakan pedang Asli maka aku sudah pasti..., "
Arthur menghela nafas dan memakai pakaiannya kembali lalu segera meninggalkan ruang pelatihan dengan wajah sulit diartikan...,
- Naruto Side -
Sementara itu disisi Naruto, ia tengah berjalan menuju perpustakaan, setelah beberapa saat berjalan Akhirnya ia sampai didepan Pintu perpustakaan, ia tersenyum tipis dan masuk kedalam...,
Senyuman Naruto berkembang ketika ia melihat perempuan bersurai pirang diikat rapi, kacamata tebal membingkai matanya, tatapannya terarah pada buku tebal didepannya..., Naruto berjalan mendekati perempuan itu...,
" Selamat siang, Ayame-chan..., "
Mendengar seseorang memanggil namanya, Ayame mengalihkan pandangannya dan menatap kearah Naruto, ia mengernyitkan dahinya melihat pakaian Naruto yang tertutupi debu tidak hanya pakaiannya tapi wajahnya juga tertutupi oleh debu..., Ayame menyipitkan matanya..., ia menaikan kacamatanya sejenak...,
" kau, apa yang sudah kau lakukan hingga kau kotor seperti itu?. "
Tanya Ayame, Naruto menaikan satu alisnya sebelum ia menatap kearah pakaiannya yang sudah kotor tertutupi debu, Naruto mengalihkan pandangannya kearah Ayame dan seketika Seringai jahil muncul diwajahnya...,
" heh, apa ini?, Ayame-chan yang biasanya dingin, tiba-tiba menjadi perhatian padaku..., apa jangan-jangan kau..., "
" Ja!..., wab!..., sa!..., ja!..., "
Ayame mengeluarkan nada berbahaya dan menekan perkataannya hal itu membuat Nyali Naruto langsung Ciut..., Ayame jika sedang marah seperti ini terlihat mengerikan...,
" Ma-Maa..., aku tadi habis sparring dilapangan Training, jadi kotor seperti ini..., "
Ucap Naruto, Ayame menaikan satu alisnya, sebelum ia membenarkan kacamata tebal miliknya...,
" sparring?, dengan siapa?. "
" Arthur..., Arthur Pendragon..., "
Ucap Naruto membuat Ayame terdiam sejenak sebelum menatap Naruto dengan wajah kasihan, " pantas saja, kau pasti dihajar habis-habisan oleh dia hingga kau menjadi kotor seperti ini..., kasihan sekali kau mendapatkan lawan Pemuda yang menjadi kebanggaan Divisi Knight..., "
Ucap Ayame dengan nada sedikit mengejek, Naruto hanya mengaruk pipinya yang tak gatal..., meskipun perkataan Ayame sedikit menyakitkan namun mau bagaimana lagi, ia sudah dicap sebagai yang terlemah diseluruh Academy...,
" ya..., sejujurnya, kami seri..., aku dan dia tidak bisa melanjutkan sparring karena pedang kami patah ditengah sparring..., "
Ucap Naruto, mata Ayame membulat dibalik Kacamatanya, Seri!?, melawan Arthur Pendragon!?..., ia tahu jelas kemampuan pemuda dari keluarga bangsawan Pendragon itu..., dan bisa seimbang melawan Arthur itu merupakan hal yang hebat!, tidak, luar biasa!...,
" se-serius?, kau dan dia seri dalam adu sparring?..., ta-tapi bagaimana bisa..., "
Ungkap Ayame dengan nada tidak percaya dan dibalas Naruto tertawa garing...,
" aku tidak tahu, tapi kami memang seri, dan itulah Faktanya..., ya sudah lupakan itu, aku kesini ingin membaca buku tentang berbagai macam Magical Beast, apa kau punya buku itu?. "
Tanya Naruto, Ayame terdiam sejenak sebelum ia mengangkat jarinya dan menunjuk kekirinya...,
" pergi ke Rak buku nomer 7-G dikiri dan cari buku itu dibaris keempat dari bawah, kau akan menemukan buku yang kau cari. "
Naruto mengikuti arah telunjuk Ayame dan mengangguk paham, ia menatap Ayame dan memberikan senyum tipis diwajahnya..., dan seketika Ayame merasakan kedua pipinya menghangat ketika melihat senyuman menawan seorang Namikaze Naruto...,
" Arigatou, Ayame-chan..., aku permisi dulu..., "
" y-ya, sudah sana pergi kau menganggu saja..., "
Ucap Ayame sedikit tergagap, Naruto tertawa tipis melihat tingkah dari gadis penjaga perpustakaan itu..., ia perlahan melangkah meninggalkan Ayame yang mendengus sebal dan kembali menatap buku yang ada didepannya, Naruto yang baru saja mengambil langkah kedua menghentikan langkahnya membuat Ayame yang tengah membaca langsung menoleh kearah Naruto yang terhenti dengan satu alis terangkat..., Naruto menoleh kebelakang dan memasang senyuman cerah andalannya...,
" Kau tahu, Ayame-chan. Kau terlihat manis saat kau bertingkah seperti tadi..., aku menyukainya..., "
Setelah mengatakan itu Naruto kembali melanjutkan langkahnya menuju Rak yang dikatakan oleh Ayame..., seandainya saja Naruto menoleh kebelakang maka ia akan melihat wajah Ayame yang memerah hebat, bahkan kepalanya sudah mengeluarkan Uap...,
Sementara Naruto, ia terlihat tengah mencari rak yang dimaksud oleh Ayame, setelah menemukannya Naruto segera mencari buku yang dimaksud tadi..., Naruto tersenyum ketika ia menemukan buku yang ia cari, tanpa banyak waktu ia mengambil buku itu dan membawanya kepojokan perpustakaan..., ia meletakan buku itu diatas meja..., dan membacanya dengan tenang..., err sepertinya tidak karena Naruto merasakan ada yang sedang memperhatikannya..., Naruto menoleh kebelakang dan mendapati Ayame tengah menatap kearahnya namun saat ketahuan Ayame langsung mengalihkan pandangannya kearah Meja dan dengan cepat membalik Halaman..., Naruto menaikan satu alisnya...,
' uhm?, apa tadi Ayame-chan sedang memperhatikanku?, ah mana mungkin, tidak ada satupun dari diriku yang patut untuk diperhatikan..., '
Naruto menaikan bahu tak peduli dan kembali membaca buku didepannya, Naruto mengangguk ketika ia sekali-kali memahami buku didepannya, ia membalik kehalaman selanjutnya dan Dahi Naruto berkerut..., ia membaca halaman itu dengan teliti sebelum ia membulatkan matanya...,
" in-inikan..., mungkinkah..., tapi, ini masih teori saja, namun jika benar maka..., "
Ayame cepat-cepat mengalihkan pandangannya pada buku ketika Naruto menatap, jantung Ayame berdetak dengan cepat ketika ia mendengar suara langkah kaki yang mendekatinya...,
" Ayame-chan..., "
" Ha'i!. "
Naruto menaikan satu alisnya ketika Ayame tiba-tiba menegakan tubuhnya selayaknya Prajurit, Ayame mengutuk dirinya sendiri..., kenapa ia malah bertingkah aneh didepan pemuda yang baru saja dikenalnya selama beberapa hari belakangan ini..., Naruto mengabaikan tingkah Ayame dan menatapnya dengan serius...,
" Nee, Ayame-chan. Jika aku berkata bahwa aku bisa melakukan penggabungan dengan Magical Beast yang aku mau tanpa mengalami Resiko menjadi Monster, kau akan percaya atau tidak?. "
Tanya Naruto dengan serius membuat Ayame terdiam sejenak, sebelum ia mengeleng pelan, Ayame membenarkan letak kacamatanya dan menatap kearah Naruto.
" secara fakta, Bergabung dengan Magical Beast tanpa Resiko merupakan hal yang mustahil, bahkan Putri satu-satunya kerajaan [Alvarez] yang dikatakan sangat berbakat dalam segala bidang Magic hampir saja lepas kendali saat akan bergabung dengan Magical Beast [Mizuumi No Reijin], beruntung saat itu kakek dari Putri Kerajaan [Alvarez] berhasil menundukan [Mizuumi No Reijin] didalam tubuh Putri kerajaan [Alvarez] itu..., akibat kejadian itu sang Putri diutus untuk mengendalikan Magical Beast itu disuatu tempat..., oleh karena itu Namikaze-kun, bergabung dengan [Magical Beast] tanpa kehilangan Resiko menjadi Monster sangat mustahil..., "
Ucap Ayame dengan nada yang entah kenapa menyiratkan kesedihan, Naruto mendengarkan dengan seksama..., ia mendapatkan beberapa penjelasan..., Naruto memejamkan matanya sejenak sebelum ia menatap kearah Ayame yang menunjukan wajahnya...,
" dari kisahmu, aku dapat menyimpulkan beberapa hal, Ayame-chan. "
Ucap Naruto membuat Ayame mengangkat kepalanya dan menatap Naruto dengan pandangan bingung...,
" uhm?, apa itu..., "
Tanya Ayame, Naruto menarik nafas dan menghembuskan dengan pelan lalu iris Shappire indah miliknya menatap Ayame dengan serius...,
" tidak banyak, namun satu hal yang pasti, dari kisahmu, pihak yang bersalah adalah sang putri..., "
Ucap Naruto, Ayame menaikan satu alisnya dan menatap Naruto bingung,
" kenapa bisa begitu?. "
Tanya Ayame, membuat senyuman tipis terpatri diwajah Naruto...,
" ketika seseorang memiliki bakat yang besar, bakat itu akan membuat orang itu menjadi sombong, angkuh, dan menganggap rendah segalanya..., orang yang berbakat cenderung terlena dengan kekuatan yang ia miliki hingga menganggap tidak ada yang lebih hebat dari dirinya, dalam kasus sang putri, ia terlena akan kemampuan yang dimiliki hingga ia menjadi sombong, angkuh, dan menganggap semua bisa ia lakukan, sampai ia terkena balasan atas keangkuhannya dan hampir lepas kendali saat akan bergabung dengan [Mizuumi no Reijin], beruntung saat itu ada orang yang bisa menenangkan sang purti dari Amukannya karena jika tidak maka..., mungkin dihari itu, sang Raja akan kehilangan putri satu-satunya..., "
' kisah yang rumit dan hampir mirip dengan kisahku '
Naruto memejamkan matanya, senyuman tipis terpatri disana..., sementara Ayame menundukan wajahnya dan terdiam mendengar perkataan Naruto..., Naruto perlahan membuka matanya dan menatap kearah Ayame dan seketika Naruto membulatkan sedikit matanya..., ia melihat air mata perlahan menuruni pipi putih, Ayame.
" A-Ayame-chan..., ke-kenapa kau menangis?..., ap-apa perkataanku sudah melukaimu..., "
Naruto dengan cepat berjalan dan mendekati Ayame, dengan tanpa permisi Naruto perlahan menangkup wajah Ayame dan menghapus air mata Ayame..., Ayame memegang tangan Naruto dan mengeleng pelan...,
" ti-tidak, aku hanya kelilipan debu saja..., "
Ucap Ayame, Naruto terdiam sejenak sebelum ia tersenyum tipis dan menghapus lelehan dipipi yang lain...,
" kau pembohong yang buruk, Ayame-chan..., kau menggunakan kacamata, dan lagipula ditempat ini bersih, jadi kemungkinan kau kena debu itu hampir Mustahil..., "
Ucap Naruto lembut, Ayame terdiam sebelum tanpa aba-aba ia memeluk Naruto dengan erat membuat Naruto sedikit terkejut...,
" nee, bisakah kau berada disini sedikit lebih lama lagi?..., "
Ucap Ayame, Naruto tersenyum tipis, mimpi apa ia semalam sampai ia bisa dipeluk oleh perempuan yang menurutnya jutek dan menyebalkan ini namun terlihat imut jika sedang tergagap, Naruto tertawa kecil sebelum ia dengan perlahan mengelus surai pirang milik Ayame...,
" tentu saja, Ayame-chan..., "
" Shaga..., "
" eh?..., "
" panggil aku, Shaga. "
Ucap Ayame sambil menatap Naruto, Naruto menaikan satu alisnya, sebelum Naruto tersenyum lembut...,
" Ha'i, Shaga-chan..., "
Ayame atau sekarang harus Author panggil Shaga tersenyum senang dan kembali memeluk Naruto..., Naruto sendiri, ia hanya bisa mengelengkan kepalanya pelan...,
- Skip Time -
Naruto menguap lebar, tadi malam ia hampir tidak tidur karena kembali mengasah kemampuan Kenjutsu miliknya, dan ia juga kemarin malam melatih kedua Magic miliknya agar bisa benar-benar ia kuasai, setelah bertarung melawan Arthur Pendragon kemarin, Naruto sekilas bisa melihat jika Arthur berhasil menghentikan salah satu tebasannya dan juga jika Arthur tidak merubah lintasan serangannya dan tetap menyerang kedepan maka jelas mereka berdua akan menderita luka berat...,
Naruto menghela nafas, sepertinya dirinya sudah mulai terbiasa dengan dunia ini..., hingga setiap hal-hal diluar akal sehat yang ia lihat sudah menjadi hal yang biasa, Naruto berjalan dengan malas menuju Gedung Utama Academy, ia lebih memilih tidur dikasur miliknya daripada belajar pelajaran Kenjutsu dasar dari Guru Killer Ibiki...,
sepanjangan perjalanan Naruto merasa jika ia seperti ditatap oleh banyak pasang mata, namun Naruto mengabaikan hal itu dan kembali melanjutkan perjalanan menuju Gedung Academy...,
" Pagi, Naruto-kun..., "
" Pagi, Namikaze-san..., "
Naruto menghentikan langkahnya dan menatap kepara Murid Divisi Knight yang menyapanya..., ia menatap bingung hal itu, bukankah Murid Divisi Knight tidak pernah ada yang menyapanya dan biasanya selalu memberinya tatapan memuakkan?, lantas kenapa setiap murid Divisi Knight sekarang pada menyapanya?...,
Naruto mengangkat bahu tak peduli, dan melanjutkan perjalanan menuju kelas, sesampai disana Naruto kembali merasakan jika dirinya diperhatikan, Naruto menoleh kesamping dimana para Perempuan langsung memeki pelan dan mengalihkan pandangannya berusaha menghindari kontak mata dengannya...,
__ADS_1
Naruto menatap hal itu dengan satu alis terangkat sebelum ia mengangkat bahu tak peduli dan berjalan menuju bangkunya yang paling belakang dan duduk disana, Naruto menatap kedepan dengan pandangan ngantuk sebelum ia menguap lebar dan melipat tangannya diatas meja dan menyusupkan wajahnya disana, ia memutuskan untuk melewatkan pelajaran dari Ibiki-sensei untuk mengistirahatkan tubuhnya..., tak lama dengkuran halus terdengar disana...,
- Change Scene -
Hari beranjak siang dan bel istirahatpun bergema, para murid langsung berhamburan keluar untuk mengisi perut mereka yang kosong termasuk Naruto yang berjalan malas menuju kantin, sesampainya disana Naruto langsung menghela nafas melihat Antrian yang sangat panjang, ia memutuskan untuk berdiri dibagian paling belakang..., setelah beberapa menit mengantri akhirnya Naruto mendapat gilirannya...,
" Madame!, aku minta yang biasa ya?..., "
" Oh, Naruto-chan kah?..., sebentar ya..., "
Tak lama pesanan Naruto datang, diatas nampan terdapat dua buah Onigiri..., Naruto tersenyum menatap hal itu...,
" Nah ini dia, Naruto-chan. "
" Arigatou, Madame..., "
Setelah mengatakan itu Naruto segera bergegas mencari meja yang tersisa namun sayang, tidak ada satupun meja yang kosong, Naruto menoleh kesamping dimana disana ada sebuah pohon besar..., Naruto tersenyum dan memutuskan untuk memakan makan siangnya disana...,
Naruto duduk dibawah pohon dan segera memakan onigiri miliknya, ia memakan dengan hikmat hingga tidak menyadari jika murid-murid yang berada didalam kantin tengah menatapnya, dengan pandangan kagum..., Naruto terus memakan bekal sampai sebuah teriakan membuat ia menghentikan acara makannya...,
" Kyaa!, lihat itu Kyubi Nee-sama..., "
Naruto mengalihkan pandangannya dan menatap kearah seorang perempuan cantik, sangat cantik!. Dengan surai merah keorangean, iris ruby indah, tubuh bak seorang model majalah ternama, jika Naruto harus memberikan tanggapan maka, Kyubi merupakan Perempuan yang sempurna, sangat sempurna sampai membuat ia muak..., Kyubi terlihat tengah mencari seseorang dan ketika pandangan mereka bertemu, Kyubi langsung melangkah kearahnya..., Naruto mengabaikan hal itu dan melanjutkan acara makannya...,
" kau, apa kau yang bernama Namikaze Naruto?..., "
Naruto menatap Kyuubi dengan pandangan datar, mengunyah Onigiri dimulutnya dan menelannya...,
" ya, itu aku..., ada urusan apa sampai salah satu dari Four Great Onee-sama mendatangi pecundang sepertiku?..., "
Tanya Naruto, Kyubi terdiam sejenak sebelum ia menatap Naruto tajam dan terlihat angkuh...,
" aku ingin kau menjadi bawahanku!..., "
Ucap Kyubi membuat para murid Divisi knight langsung terkejut, Naruto mengigit dan mengunyah Onigiri miliknya sambil menatap datar Kyubi, ia menelan makannya...,
" tidak..., "
Ucap Naruto singkat membuat Divisi Knight melotot tak percaya, Naruto menolak ajakan dari Kyubi untuk menjadi bawahan!..,
" Baiklah, kita akan-, tunggu, tunggu..., kau bilang apa tadi?. "
" aku tidak mau, apa itu kurang jelas untukmu?...,"
Ucap Naruto sambil melangkah meninggalkan Kyubi yang hanya bisa membuka mulutnya atas apa yang baru saja terjadi..., baru kali ini ada yang berani menolak permintaannya, wajah Kyubi memerah karena marah, ia dengan cepat berbalik menatap Naruto...,
" Hey kau! Berhenti sekarang!..., "
Teriak Kyubi, Naruto menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang dengan pandangan datar...,
" ada apa lagi?, aku sedang sibuk sekarang, jadi maaf aku harus pergi..., "
Ucap Naruto yang langsung melangkah meninggalkan Kyubi yang hanya bisa memasang wajah tak percaya..., wajah Kyubi perlahan memerah...,
" Namikaze Naruto!?..., awas saja kau!..., "
- Change Scene -
Senju Kyubi, seorang putri dari salah satu dari 7 keluarga Bangsawan berpengaruh dikerajaan [Alvarez], ia selalu mendapatkan apa yang ia mau, dengan statusnya sebagai bangsawan, apapun yang dia inginkan pasti ia dapatkan..., namun untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia tidak mendapatkan apa yang ia mau, dan hal itu ia dapatkan dari seorang pemuda pirang dari Divisi Knight, Namikaze Naruto...,
Pemuda pirang yang pernah dipermalukan Gabriel didepan umum itu dengan beraninya menolak ajakan untuk menjadi bawahannya, Kyubi masuk kedalam ruangan yang bertuliskan [Secret Place]...,
" ah, Kyu..., kau sudah datang?..., "
Kyubi menatap kearah perempuan bersurai pirang panjang, iris mata selayaknya mutiara indah dan wajah cantik dengan bibir tipis, hidung sedikit mancung..., tubuh seksi layaknya Model majalah ternama, dia adalah putri dari Keluarga bangsawan Otsutsuki, dan namanya adalah Otsutsuki Kaguya...,
Kyubi tidak mengubris sambutan Kaguya, moodnya sedang buruk saat ini, ia lebih memilih untuk berjalan kesofa miliknya dan merebahkan tubuhnya disana..., Kaguya yang melihat temannya bertingkah seperti itu menaikan satu alisnya...,
" Ada apa, Kyu?. Apa terjadi sesuatu?. "
Tanya Kaguya, Kyubi menarik nafas dan menatap Kaguya dengan pandangan serius...,
" Kaguya, kau tahu jika kita pasti akan mendapatkan apa yang kita mau bukan?. "
Kaguya menaikan satu alisnya ketika Kyubi membalas pertanyaannya dengan pertanyaan lagi..., ia terdiam sejenak sebelum ia mengangguk.
" tentu saja, kita selalu mendapatkan apapun yang kita mau karena status Sosial kita..., memang ada apa sampai kau menanyakan hal ini?. "
Tanya Kaguya sambil mengambil cangkir teh didepannya dan menyesap teh itu, Kyubi membuang nafas frustasi dan menatap Kaguya lagi...,
" baru saja, ada seorang pemuda yang menolak permintaanku..., "
Ucap Kyubi membuat Kaguya hampir saja tersedak teh miliknya, ia mengambil sapu tangan disakunya dan mengelap bibirnya yang basah..., Kaguya menatap kearah Kyubi dengan pandangan tak percaya..., serius?, ada orang waras yang menolak permintaan perempuan cantik seperti Kyubi?..., terlebih lagi yang menolak permintaan Kyubi merupakan seorang pemuda...,
" siapa nama pemuda yang sudah menolak permintaanmu?. "
Tanya Kaguya dengan penasaran, bukan tanpa alasan ia penasaran sebab ia ingin tahu siapa pemuda yang bisa menolak permintaan dari gadis secantik Kyubi..., Kyubi menghela nafas.
" Naruto, Namikaze Naruto. "
Ucap Kyubi membuat Kaguya terdiam sebelum ia menatap kearah Kyubi yang dengan santai mengambil cangkir teh diatas meja dan menyesapnya...,
" Namikaze Naruto..., uhm, namanya nampak tak asing..., "
Gumam Kaguya, Kyubi meletakan cangkir teh miliknya dan Menatap Kaguya yang sedang memikirkan nama Namikaze Naruto.
" Namikaze Naruto, orang yang ditolak dengan sadis Oleh Gabriel. Masa kau lupa?, kita ada disana waktu itu..., "
Ucap Kyubi, Kaguya terdiam sejenak sebelum ia menepuk tangannya setelah ia ingat.
" ah, Sih Worst One?. Permintaanmu ditolak oleh dia?, memang apa yang kau minta?. "
Tanya Kaguya yang mulai tertarik, Kyubi menghela nafas, ia menyenderkan bahunya kebantalan sofa dan bersedekap.
" aku meminta ia jadi bawahanku, dan dia menolak. "
Ucap Kyubi membuat Kaguya membulatkan matanya, menjadikan Namikaze sebagai bawahan?, dan pemuda pirang itu menolaknya?...,
" kau ingin menjadikannya bawahanmu?, apa kau sudah gila?, ia merupakan murid dengan presentasi perkembangan kapasitas [Mana] terburuk, disaat ujian penerimaan, kapasitas [Mana] miliknya hanya 5 dan sebulan setelahnya kapasitas [Mana] miliknya hanya naik 4 angka!. Dan kau mau menjadikan bawahanmu?, Kyu..., aku mengkhawatirkan kewarasanmu..., "
Ucap Kaguya panjang lebar, Kyubi menatap kearah Kaguya dengan pandangan datar..., ia menegakan posisinya dan menatap serius Kaguya.
" Kaguya, kau tahukan sifatku?, aku tidak akan meminta sesuatu jika aku tidak tertarik..., dan Namikaze itu menarik minatku..., "
Ucap Kyubi serius, Kaguya langsung terdiam dan menatap penasaran Kyubi, memang benar bawah sahabatnya itu tidak akan pernah meminta sesuatu yang tidak menarik minatnya, dan ia juga tahu jika minat sahabatnya itu Highclass. Jadi apapun yang dimiliki Namikaze itu hingga membuat Orang sekaliber Kyubi tertarik maka jelas itu merupakan sesuatu yang langkah...,
" memang apa yang ada pada dirinya hingga kau menjadi tertarik pada dia?. Aku akui ia tampan, tapi ia itu pecundang, Kyu. Bakatnya sangat buruk. "
Ucap Kaguya sambil mengambil teh miliknya dan meminumnya sampai habis, Kyubi menatap Kaguya dengan pandangan serius.
" kau tahu alasan kenapa kemarin aku terlambat menghadiri rapat rutin kita?, "
Tanya Kyubi, Kaguya mengeleng pelan.
" kemarin, aku melihat Divisi Knight melakukan sparring untuk mengasah ilmu berpedang divisi Knight, dan waktu itu, Namikaze Naruto melakukan sparring pertama dan kau tahu siapa lawannya?. "
Tanya Kyubi, membuat Kaguya mengeleng lagi.
" lawan sparring Namikaze Naruto adalah kapten utama Divisi Knight dan orang yang menjadi kebanggaan Divisi Knight, Arthur Pendragon..., "
Ucap Kyubi, Kaguya terdiam lalu menatap Kyubi.
" lalu?, dia dikalah dengan beberapa serangan dari Arthur-kun?, berapa banyak serangan yang ia tahan sampai kau tertarik menjadikan dia bawahanmu..., "
Tanya Kaguya membuat Kyubi tertawa, Kaguya menaikan satu alisnya ketika sahabatnya itu tertawa entah karena apa..., tak lama tawa Kyubi berhenti dan menatap Kaguya...,
" awalnya aku juga berpikir Namikaze itu akan dihajar habis oleh Arthur namum, Namikaze Naruto tidak kalah melawan Arthur..., ia seimbang bertarung kenjutsu dengan Arthur, bahkan sampai memaksa Arthur mengeluarkan kemampuan andalannya [Caliburn Strike]..., "
Ucap Kyubi membuat Kaguya membulatkan sedikit matanya, memaksa Arthur mengeluarkan teknik andalannya?, hal itu sudah cukup untuk Kaguya mengasumsikan jika Arthur mengakui Naruto sebagai lawan yang seimbang, Kyubi yang melihat Kaguya terkejut tersenyum tipis.
" dan kau tahu apa yang lebih hebat, Kaguya?. Namikaze Naruto berhasil mematahkan Teknik Andalan Arthur dan memberikan Arthur dua serangan yang meremukan tulang rusuk kanan dan kirinya..., "
Kali ini Kaguya tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, mematahkan [Caliburn Strike]!, itu sangat sulit dilakukan!..., Kaguya menatap kearah Kyubi yang menyeringai tipis kearahnya...,
" Ka-Kau tidak bercandakan?, Namikaze Naruto, The Worst One. Mematahkan teknik Andalan Arthur-kun bahkan membalas serangan Arthur-kun, hingga tulang rusuknya remuk. "
Tanya Kaguya sedikit sangsi atas perkataan Kyubi, Kyubi terdiam sebelum ia memejamkan matanya dan membukanya kembali dan terlihatlah mata seekor rubah...,
" Kaguya, kau tahukan kemampuan dari mataku ini?. "
Ucap Kyubi, Kaguya mengangguk. [Kitsune no Me], mata yang memberikan kemampuan penggunanya untuk melihat 4 detik kedepan sebelum terjadi...,
" aku menggunakan kemampuan mataku ini untuk melihat pertarungan mereka dan Namikaze Naruto berhasil melukai Rusuk Arthur dengan tebasan dari tiga arah dan jika aku tidak salah dengar nama tekniknya adalah..., "
[Namikaze Style : Turning Swallow Strike]
Sementara itu orang yang dibicarakan tengah berlatih di Training Field, Namikaze Naruto menghela nafas ia masih kurang cepat untuk menambah serangan miliknya, sejujurnya ia masih bingung bagaimana bisa kakeknya menggunakan 18 tebasan beruntun dengan kecepatan tinggi?. Naruto tidak tahu, namun yang jelas kakeknya sangat hebat...,
Deg!
Naruto tersentak ketika merasakan kapasitas [Mana] miliknya bergejolak, Naruto meringis kesakitan, ia merasakan Kapasitas [Mana] miliknya mengamuk didalam tubuhnya...,
' Ad-Ada apa ini?, Aliran [Mana]ku jadi kacau..., mungkin kah aku naik tingkat lagi?..., kalau begitu maka aku harus menenangkan Aliran [Mana] milikku..., sebelum aku hancur..., '
Tanpa banyak waktu lagi Naruto langsung mengambil posisi meditasi untuk menenangkan aliran [Mana]..., setelah beberapa saat akhirnya Aliran [Mana] milik Naruto menjadi tenang..., ia membuka matanya, nafas Naruto memburu seolah-olah ia habis lari mengelilingi kota tokyo sebanyak enam kali...,
" hosh..., hosh..., hosh..., Kapasitas [Mana] milikku sekarang berada ditingkat Perunggu bintang lima, hanya tinggal beberapa langkah lagi maka aku akan menjadi tingkat Perak..., "
Naruto menyeringai, sebentar lagi ia akan membungkam semua yang pernah mendiskriminasi dirinya dan teman dekatnya..., termasuk membalas perlakukan seseorang disekolah ini...,
" Uchiha Sasuke, Senju Arashi, Otsutsuki Toneri, Uzumaki Menma, Hyuga Neji, dan Gabriel..., akan aku tunjukan pada kalian, bahwa pecundang ini suatu saat akan membungkam kalian..., tunggu saja nanti..., "
__ADS_1