
Dikamar dengan papan nama [Namikaze Naruto], tertidur diatas ranjang empuk seorang pemuda bersurai pirang dengan damai, sampai cahaya matahari masuk dan menganggu kedamaian pemuda itu yang mengeliat pelan sebelum perlahan iris shappire indah terbuka dan menyapa dunia..., Naruto, nama pemuda itu, mengerjapkan mata beberapa kali sebelum ia menatap kebawah dimana disana ia melihat kepala penuh warna hitam, wajah damai dari pemilik surai hitam itu tidak bisa untuk tidak membuat Naruto tersenyum, Naruto menusuk pelan pipi putih porselen itu membuat sang pemilik pipi merasa terganggu dan perlahan mutiara hitam menyapa dunia...,
" Maaf, apa aku menganggu mu, Ophis?. "
Tanya Naruto dengan lembut, Ophis mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum ia bangkit dan duduk diatas perut Naruto sebelum dengan mengemaskannya Ophis mengucek matanya.
" selamat pagi, Master. "
" pagi, Ophis. "
Ophis bergerak turun dari tubuh Masternya dan berjalan menuju meja persegi dan duduk disana dengan hawa ngantuk yang masih menyelimutinya, Naruto tersenyum tipis sebelum ia bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kekamar mandi...,
" [Selamat pagi, Naruto-san] "
" Pagi, Maria "
Entah muncul dari mana namun Maria dengan seenak jidatnya duduk berhadapan dengan Ophis, Naruto menyapa Maria sebelum melangkah masuk kedalam kamar mandi.
" [Selamat pagi, Ophis-chan]. "
" um-mu, pagi, Maria-neesan. "
Ini sudah beberapa hari semenjak Naruto memperkenalkan Ophis dengan Maria, awalnya perkenalan mereka bisa dibilang agak aneh, dimana Ophis mewaspadai Maria dan berusaha menjauhkan Masternya dari Maria karena menganggap Maria berbahaya, namun nampaknya itu tidak berlangsung lama karena setelah Naruto kembali dari Academy, mereka sudah berstatus kakak dan adik...,
' atau, begitulah aku menyebutnya. '
" [Ophis-chan!, makan sayuranmu!] "
" yaaadaaa~, Master selamatkan aku~. "
Naruto hanya bisa menatap datar Ophis dan Maria yang tengah saling adu kekuatan dimana Maria mendorong sendok penuh dengan sayuran atau salad itu kemulut Ophis yang mati-matian menolak Salad itu...,
" aku selesai..., "
Naruto bangkit dan berjalan mengambil tasnya, Naruto menghela nafas selagi meninggalkan kedua perempuan bertubuh Loli yang masih adu kekuatan itu, sebelum keluar Naruto menoleh kebelakang.
" Maria, Ophis..., selesaikan sarapan kalian dan tolong jaga tempat ini..., "
" [Ha'i dengan senang hati!,] / tunggu!, Master selamatkan ak-, Haup!..., "
' sepertinya, Ophis kalah lagi hari ini..., '
Batin Naruto meninggalkan Asrama laki-laki sambil tersenyum kecil yang menghiasi wajahnya..., Naruto tertawa kecil ketika ia mendengar suara muntahan yang begitu keras, kenapa Naruto tetap tenang meskipun ia menyembunyikan dua orang gadis pure Loli didalam kamarnya?, sebab tidak ada yang perlu dikhawatirkan, jika ada yang masuk kekamarnya untuk mengecek suara perempuan itu mereka hanya akan menemukan kamar pemuda normal saja...,
' apa yang perluku khawatirkan?, Ophis, dia bisa berubah menjadi buku dan menyembunyikan diri dirak buku, Maria?, tinggal menghilang dan semua beres..., '
Naruto berjalan dengan damai menuju bangunan utama Academy, sebuah ekspresi bersahabat terukir jelas diwajah Naruto, namun ekspresi bersahabat itu langsung luntur ketika ia melihat beberapa pemuda tengah berdiri didepan gerbang, Naruto entah kenapa memiliki firasat buruk tentang mereka, Naruto mengabaikan hal itu dan melanjutkan perjalanannya namun baru saja ia akan melewati gerbang tiba-tiba dia dihadang oleh pemuda bertubuh besar...,
" Namikaze Naruto, bisa ikut kami sebentar?. "
' ah, tidak lagi... '
Naruto menghela nafas sebelum ia menatap datar pemuda didepannya, " maaf tapi aku sedang sibuk jadi bisakah kau menyingkir dari jalanku?. " tanya Naruto dengan nada datar, urat dipelipis pemuda itu menebal dan dengan cepat ia berniat memukul Naruto yang hanya menatap datar hal itu...,
" hey!, kalian yang disana!, apa yang sedang kalian lakukan!. "
Sebuah suara penuh ketegasan membuat semua yang ada disana mengalihkan pandangannya kebelakang, dan mereka melihat tak jauh dari mereka perempuan cantik bersurai pirang pucat dengan iris emerlad yang tengah menatap dingin mereka, pemuda yang berniat memukul Naruto berdecih dan menatap Naruto dengan pandangan tajam.
" kali ini kau selamat, Namikaze. Kita pergi!. "
Naruto hanya diam mendengar perkataan pelan itu, Naruto menghela nafas, hidupnya entah kenapa sial sekali, ketika ia sedang menikmati pagi yang indah tiba-tiba sekumpulan berandalan berniat menghancurkan pagi indahnya...,
" Naruto, apa kau baik-baik saja?. "
Perempuan itu berjalan cepat mendekati Naruto yang tersenyum tipis, " ya, aku baik-baik saja, terimakasih telah menolongku, Arthuria. " ucap Naruto seraya menundukan kepalanya, Arthuria menghela nafas.
" ya ampun, ini sudah yang ketiga kalinya aku melihatmu dihadang oleh para berandalan itu, sebenarnya apa masalahmu dengan mereka?. "
Arthuria berucap dengan kesal, Naruto terdiam sebelum ia menatap kearah samping dan Naruto melihat banyak pasang mata yang menatapnya tajam, jijik dan penuh hina..., Arthuria yang melihat pandangan Naruto menoleh kesamping dan yang ia lihat hanyalah beberapa murid yang menatap mereka berdua sebelum mereka melangkah cepat ketika Arthuria menatap mereka.
" sebenarnya ada apa dengan mereka kenapa mereka melihat kita berdua seperti itu?. "
Tanya Arthuria dengan bingung, Naruto tertawa kecil mendengar perkataan Arthuria yang menurutnya polos sebelum ia mengalihkan pandangannya dan menatap Arthuria dengan senyuman tipis diwajahnya.
" mereka iri padaku. "
" iri?, padamu?. "
Naruto mengangguk pelan, " ya mereka iri padaku karena bisa berdekatan dengan seorang perempuan cantik..., " ucap Naruto, Arthuria memiringkan kepalanya dengan bingung..., Naruto yang melihat ketidaktahuan Arthuria ingin sekali tertawa namun ia masih sayang dengan kepalanya.
" aku tidak mengerti maksudmu, berdekatan dengan perempuan cantik?, memang siapa perempuan yang kau dekati?. "
Naruto mempelebar senyuman melihat kepolosan Arthuria, Naruto berbalik sebelum ia melangkah meninggalkan Arthuria yang menatap bingung kepergian Naruto, namun baru saja Naruto mengambil langkah keempat Naruto berhenti dan menoleh kebelakang...,
" kau mungkin belum sadar, tapi mereka iri padaku karena kau dekat denganku, Arthuria, karena dilihat dari sisi manapun kau terlihat cantik..., "
Ucap Naruto sambil melanjutkan langkah, seandainya Naruto mau menoleh kebelakang lagi maka sudah pasti Naruto akan melihat wajah Arthuria yang memerah hebat sampai ketelinga...,
" Ba-Baka!, ap-apa yang kau katakan!?. "
Naruto hanya melambaikan tangannya mendengar teriakan nyaring dari Arthuria, merasa diabaikan Arthuria mengeram kesal dan berjalan menuju kelasnya dengan emosi yang campur aduk.
- change scene -
Diruang yang mini cahaya, terlihat beberapa orang tengah duduk berhadapan dengan meja bundar sebagai pusatnya, diantara beberapa orang itu terlihat seorang perempuan cantik bersurai pirang keemasan dengan jepit rambut cantik menhiasi surai pirang keemasan itu, iris violet cantik yang tersembunyi dibalik kacamata berbingkai tipis yang sedang menatap orang-orang didepannya dengan tatapan datar.
" Gabriel, aku minta laporan sejauh mana rencana kita untuk Turnamen itu?. "
Perempuan cantik itu menoleh kearah sampingnya dimana seorang perempuan yang tak kalah cantik dengan surai pirang lembut menatap lembut dengan Shappire indah miliknya, perempuan yang dipanggil Gabriel itu bangkit dan mengarahkan tangannya kedepan lalu sedetik kemudian, sebuah lingkaran Magic muncul didepan orang-orang itu, dari lingkaran Magic itu perlahan keluar sebuah kertas catatan...,
" itu adalah rincian yang aku buat untuk turnamen itu, sekarang baru berjalan 37% dan akan selesai tepat diawal semester baru. "
" ufufu~, begitu?, bukankah ini terlalu cepat dari yang kita rencanakan?. "
Seorang perempuan bersurai perak lembut berucap selagi mata seindah mutiara itu menatap catatan didepannya. Gabriel menoleh menatap kearah perempuan perak itu.
" kita tidak punya banyak waktu, Kaguya. Turnamen 4 Ras akan segera dimulai, dan kita harus menemukan 'bakat' diantara para Wizard untuk maju sebagai [Seventh of Abyss]..., dan turnamen kali ini kita harus bisa menempati posisi kedua, itulah target kita. Karena kita tidak mungkin menang melawan [Crimson Queen] dan [Silver Disaster] yang sudah menjuarai Turnamen 4 ras tiga kali berturut-turut. "
Gabriel berucap selagi tersenyum kecut, disebelah perempuan perak bernama asli Otsutsuki Kaguya itu, seorang perempuan bersurai merah keorangean mengangkat tangannya, Gabriel menoleh kearahnya dan mengangguk.
" ada apa, Kyubi. Apa kau memiliki pertanyaan. "
" kenapa kita hanya mengadakan Turnamen hanya untuk Divisi Wizard?, bukankah Divisi Knight juga bisa mengikuti Turnamen ini?. "
Tanya perempuan bernama Asli Senju Kyubi itu, Gabriel tersenyum dan menjawab dengan nada selembut mungkin.
" Kyubi, seorang Knight tidak akan bisa menang melawan seorang Wizard, bahkan seorang Knight [Black-Gold] tidak akan bisa menang melawan Wizard dengan tingkat yang sama, jadi mengikut sertakan Divisi Knight dalam Turnamen hanya membuang-buang waktu. "
" jika itu alasannya bukankah kau sama saja menghina ayahku, Gabriel..., "
Kyubi menatap Gabriel dengan mata [Kitsune no Me] yang menajam dan memancarkan hawa menakutkan, namun Gabriel tidak takut akan hal itu dan tetap memasang senyuman lembut.
" Tuan Jiraiya berbeda, beliau dilatih oleh seorang Manusia yang berhasil mencapai tingkat [White-Gold], Lord Hiruzen. Jadi tidak aneh jika Tuan Jiraiya yang merupakan seorang Knight tingkat [Black-Gold] sanggup melawan Wizard ditingkat yang sama..., tapi sekarang berbeda, Kyubi. Tidak ada lagi seorang Knight yang mampu bertarung imbang melawan Wizard ditingkat yang sama. "
" tapi tetap saja kau tidak bisa-, "
" Kyubi!, cukup!..., kita disini untuk mendengar sudah sejauh apa rencana yang telah kita susun, jadi jangan membuat keributan ditempat ini..., "
Perempuan yang mengenakan kacamata tipis itu menegur Kyubi yang langsung membuat perempuan pewaris Clan senju selanjutnya itu mengangguk.
" maafkan aku, Shaga..., "
Perempuan yang dipanggil sebagai Shaga itu mengangguk pelan sebelum iris Violetnya bergulir dan menatap kearah Gabriel dengan tajam.
" dan Gabriel, bukankah diawal rencana ini kita sudah sepakat bahwa kita tidak akan mempermasalahkan tentang 'bakat', juga tidak adil jika kita hanya memfokuskan semuanya pada Divisi Wizard, Academy ini dirikan untuk menciptakan Knight dan Wizard yang hebat!, bukan hanya Wizard hebat saja!..., "
Senyuman lembut diwajah Gabriel luntur ketika mendengar kalimat tegas dari Shaga. Melihat Gabriel terdiam Shaga menghela nafas sebelum membenarkan letak kacamata miliknya dan menatap tajam kedepan.
" aku katakan pada kalian, diturnamen ini aku menginginkan semua orang di Academy ini bisa mengikuti-nya, tidak peduli siapa dirimu, siapa keluargamu, dan apa status Sosialmu. Aku menginginkan semua murid di Academy ini bisa berpartisipasi, baik Knight maupun Wizard!... dan ingat!, terkadang sesuatu yang kau anggap remeh bisa menghancurkanmu bahkan sebelum sempat kalian sadari..., jadi sebelum kalian hancur oleh sesuatu yang kalian remehkan, sebaiknya waspadalah terhadap sekitar kalian..., "
Ucap Shaga serius membuat semua yang ada disana terdiam, tidak ada satupun yang berani membuka mulutnya, Shaga menatap satu persatu orang-orang didepannya sebelum ia menghela nafas panjang.
__ADS_1
" baiklah, urusan ini kita sudahi sampai disini, dan Gabriel, rubah proposal ini segera, aku tidak ingin melihat lagi perbedaan antara [Knight] dan [Wizard]..., "
Ucap Shaga selagi menatap serius Gabriel yang menganggukan kepalanya pelan.
" aku mengerti, Shaga-Hime. "
" bagus, kalau begitu kalian boleh bubar!. "
Ucap Shaga sebelum ia bangkit lalu berjalan meninggalkan ruangan itu dan menghilang dari balik kegelapan, setelah beberapa saat diruangan itu kini hanya menyisakan Gabriel, Kaguya dan Kyubi yang melihat kepergian Shaga menghela nafas.
" entah kenapa, Shaga-hime terlihat seperti membela Divisi Knight sekarang, dulu dia bahkan tidak peduli tentang bagaimana kita memperlakukan Divisi Knight..., hah~. "
Gabriel bergumam pelan, Kaguya dan Kyubi saling lirik satu sama lain sebelum keduanya mengangguk pelan.
" setelah kau bilang begitu, aku rasa memang benar jika Shaga terlihat berbeda dari dirinya yang dulu. "
" aku setuju denganmu dan Kaguya, kira-kira ada apa dengan Shaga-chan?. "
Gabriel, Kaguya dan Kyubi saling melirik satu sama lain sebelum akhirnya mereka menghela nafas bersamaan, pada akhirnya mereka juga tidak tahu apa yang terjadi pada Shaga hingga dia terlihat berbeda dimata ketika Sahabat-nya ini.
.
.
.
- Training With My Partner -
.
.
.
Tak!
Tak!
Tak!
Ditengah malam yang dingin terdengar suara yang benda berbenturan satu sama lain, suara itu berasal dari Training Field milik Divisi Knight..., di Training Field itu dua bayangan bergerak cepat memangkas jarak diantara mereka...,
Tak!
Dua pedang kayu berbenturan dengan cukuo keras, dua pedang kayu itu saling dorong terdorong satu sama lain, pemilik dari pedang kayu itu menyeringai satu sama lain..., Naruto dan Tobio mendorong satu sama lain sebelum keduanya melompat menjauhi satu sama lain..., kedua pemuda itu berkeringat hingga memenuhi seluruh wajah mereka.
" hosh..., hosh..., hosh..., sepertinya kau semakin kuat saja, Naruto. "
" itu berlaku untukmu juga, Tobio. Setelah keluar dari ruang pemulihan aku kira kemampuanmu akan menempul..., "
" tentu saja tidak, aku tidak bisa membiarkan diriku menjadi lemah setelah..., "
" ya, aku tahu itu, karena itu jugalah aku harus menjadi lebih dan lebih kuat!. "
Setelah mengatakan itu Naruto melesat dengan kecepatan tinggi, Tobio yang melihatnya menyiapkan kuda-kuda dan melapiskan pedang Kayu miliknya dengan aura hitam pekat!..., Naruto menyipitkan matanya melihat hal itu sebelum ia memejamkan mata kanannya dan sedetik kemudian membukanya dan terlihatlah iris emas dengan pupil vertikal yang menatap tajam kedepan, Naruto yang melihat apa yang akan terjadi sepuluh detik kedepan mengalirkan [Mana] miliknya dengan cepat menyelimuti pedang Kayu miliknya. Jarak keduanya terpangkas dengan cepat dan dengan gerakan cepat keduanya melakukan tebasan dengan timing yang bersamaan!.
Dooom!
Suara dentuman keras bergema disana, debu membumbungan tinggi menghalangi pemandangan..., dipinggir lapangan seorang perempuan bersurai ungu dengan pony yang menutupi wajahnya hingga tidak terlihat dengan jelas wajah yang tersimpan didalamnya..., iris cokelat miliknya menatap datar kepulan debu didepannya.
" dasar dua orang bego..., "
Gumam perempuan bernama Asli Asama Miya itu, Miya mengambil pedang kayu disebelahnya sebelum mengambil konsentrasi tinggi, sedetik kemudian Miya mengenggam erat pedang Kayunya dan dalam gerakan super cepat Miya menebaskan pedangnya keudara membuat kepulan debu itu menghilang dan memperlihatkan Naruto dan Tobio yang tersunggur dengan pedang Kayu yang patah didekat mereka.
Keduanya perlahan bangkit untuk duduk dengan susah payah, kelihatan keduanya menderita kelelahan yang teramat sangat, yeah~, hal itu wajar sebab keduanya telah melakukan sparring itu selama 2 jam non-stop!..., Naruto dan Tobio mengatur nafas mereka yang memburu dengan sebuah senyuman diwajah mereka, ya..., keduanya tersenyum.
" kali ini kita seri lagi..., tapi menurut skor aku satu kali lebih unggul darimu, Naruto "
" yeah, bermimpilah kau, Tobio..., akulah yang memimpin skor kemenangan itu..., "
" tidak, tidak, tidak..., jelas-jelas itu aku. "
" kau pikun?, jelas-jelas itu aku!. "
" ayo majulah sini!. "
Naruto dan Tobio menatap tajam satu sama lain sebelum akhirnya mereka tertawa keras!, entah apa alasan mereka berdua tertawa namun didalam hati mereka, mereka hanya harus tertawa hanya itulah yang mereka rasakan..., Miya yang ada dipinggir lapangan memutar mata-nya dengan bosan, hal ini sudah biasa menurutnya, jadi ia anggap hal itu sebagai angin lalu. Setelah beberapa saat akhirnya keduanya berhenti tertawa dan menghela nafas panjang sebelum mereka merebahkan tubuh mereka dan menatap kearah langit malam yang berhiaskan jutaan bintang.
" nee, Naruto..., "
" uhm?. "
" apa kau tahu tentang Turnamen 4 ras?. "
" Turnamen..., apa?. "
" Turnamen 4 Ras, sebuah Turnamen superior yang menentukan siapa pertarung yang paling kuat diantara 4 ras..., "
" lalu?, kenapa kau memberitahuku tentang hal itu?. "
" aku memiliki sebuah mimpi..., "
" biarku tebak, memenangkan turnamen itu dan menjadi yang terkuat diantara 4 ras?. "
" yeah~ kekanak-kanakan sekali bukan?. "
Ucap Tobio selagi ia tertawa kecil, Naruto terdiam sebelum ia menghela nafas..., " menjadi yang terkuat yak?..., menurutku itu tidak berguna, Tobio. " ucap Naruto membuat Tobio bangkit dan menatap Naruto yang menatap kearah langit dengan pandangan kosong..., Naruto mengangkat tangannya keatas...,
" menjadi yang terkuat dari yang terkuat dengan kemampuan sendiri itu tidak berguna..., untuk apa menjadi yang terkuat jika pada akhirnya kau terperangkap dalam kesendirian?..., ku beritahu kau bagaimana rasa-nya, menyebalkan dan menyakitkan..., "
Naruti memejamkan matanya selagi menurunkan tangannya, Tobio melihat Naruto dengan pandangan kosong, entah kenapa perkataan Naruto bukan berasal dari perkataan Bijak melainlan berdasarkan pengalamannya sendiri..., Naruto bangkit dan menoleh kearah Tobio sebelum menepuk pundak-nya.
" menjadi yang terkuat dengan kemampuanmu sendiri hanya akan membuatmu bagaikan cangkang tanpa isi, kau mungkin kuat dan keras seperti cangkang namun kenyataannya didalam kau kosong karena kau ditinggal oleh isimu..., saranku sebelum kau menjadi cangkang tanpa isi, berhentilah mengandalkan kemampuanmu sendiri..., "
Ucap Naruto, Tobio terdiam mendengarnya sebelum ia menatap Naruto. " jika begitu, apa yang harus aku lakukan untuk menjadi kuat tanpa menjadi seperti cangkang tanpa isi?. " tanya Tobio, Naruto tersenyum tipis.
" andalkan teman-temanmu, dan jadi kuatlah bersama temanmu, dengan begitu kau tidak akan kehilangan isimu dan akan terus bertambah kuat dengan teman-temanmu..., "
Ucap Naruto, Tobio terdiam dan merenungkan perkataan Naruto sebelum ia mengangkat wajahnya dan menoleh kearah Miya yang hanya menatap mereka berdua dari bawah pohon dipinggir lapangan..., cukup lama Tobio memperhatikan Miya sebelum ia tersenyum tipis.
" begitu..., sepertinya aku mengerti apa yang kau katakan, Naruto. Terimakasih. "
" sama-sama, itulah guna-nya teman..., teman akan mengingatkan sahabatnya sebelum ia jatuh kedalam penyesalan..., jadi bagaimana?, mau menjadi yang terkuat dan berdiri dipuncak bersamaku?. "
Naruto menjulurkan sebuah Brofist, Tobio tersenyum dan menyambut Brofist Naruto.
" tentu saja, Naruto. "
- change scene -
Keesokan harinya dikamar Namikaze Naruto, terlihat Naruto tengah duduk didepan meja persegi selagi mata seindah permata Shappire terkunci pada tiga benda yang tergeletak diatas meja permata berwarna merah, perkamen berwarna biru, dan terakhir perkamen berwarna merah yang ia dapatkan direruntuhan kota Lotus.
Naruto mengambil permata merah yang ia dapatkan dari ruangan harta milik Clan Namikaze dan menatapnya dengan intens, tidak ada yang aneh dari permata ini namun kenapa permata ini dilarang untuk diambil?, Naruto mengangat bahu tak peduli dan membuka portal [Gate] dan memasukan permata itu kedalam [Gate].
Naruto menatap kebenda kedua yaitu sebuah perkamen berwarna biru yang merupakan [Magic] ciptaan Ayah-nya, Namikaze Minato. [Magic] ini menurut ayahnya belum sempurna jadi tidak begitu kuat, namun entah kenapa ketika melihat gulungan perkamen ini, Naruto ingin sekali memilikinya..., Naruto mengambil gulungan itu dan perlahan membukanya lalu dengan teliti Naruto membaca setiap kata yang ada disana...,
[Rasengan]
Naruto mengerutkan dahinya melihat nama [Magic] disana sebelum ia melanjutkan kepenjelasan selanjutnya..., sesekali Naruto mengangguk pelan melihat penjelasan disana..., Naruto mengulung kembali perkamen itu.
" begitu jadi, rasengan adalah [Magic] yang mengandalkan tiga hal [control], [kepadatan] dan [Rotasi perputaran cepat] dari [Mana], uhm..., aku rasa aku sudah mengerti dengan jelas gambarannya..., baiklah mari kita coba. "
Naruto memejamkan matanya dan berkonsentrasi pada telapak tangannya, control Mana, padatkan dan putar dengan cepat..., perlahan muncul benang-benang [Mana] diatas telapak tangan Naruto, namun tak lama benang-benang itu menghilang...,
" Gagal?..., coba lagi..., "
Naruto mengulangi hal yang sama namun tetap saja tidak berhasil, sudah berkali-kali Naruto mencobanya namun tetap gagal hingga akhirnya Naruto menghentikan dulu sementara latihan [Magic] tanpa lingkaran Magic atau Mantra ini, dan menaruh perkamen itu kedalam [Gate]...,
" hah~, tidak semudah yang aku kira, tanpa Mantra atau lingkaran Magic aku rasa itu sulit..., "
Guman Naruto, ia menghela nafas lagi sebelum pandangan terarah pada perkamen merah diatas meja, Naruto mengambil perkamen itu dan menatapnya dengan intens.
__ADS_1
" aku hampir melupakan benda ini sejak terakhir kali aku menemukannya dikota Lotus. "
Gumam Naruto sebelum ia membukanya dan melihat apa isinya, Naruto menatap intens kearah Perkamen itu dan yang ia temukan hanyalah sebuah gambar peta yang ia yakin merupakan sebuah gurun pasir, Naruto mengerutkan dahinya melihat hal itu sebelum tatapan terkunci pada sebuah tanda X disana.
" ini mungkinkah?..., peta harta?. "
Gumam Naruto pelan, jika ini benar peta harta maka ini adalah sebuah Jackpot untuk dirinya dan Clan Namikaze!, Naruto menyeringai kecil sebelum ia menutup perkamen itu dan menaruhnya kedalam [Gate]...,
" saatnya pergi berpetualang~..., "
Sementara itu ditempat ruang kepala sekolah, Gabriel tengah berdiri menghadap kepala sekolah Hirozimon, Senju Tsunade.
" begitu ya?, baiklah aku akan mengijinkanmu, namun ingat kau harus membawa beberapa orang untuk ikut bersamamu, tempat yang kau tuju kali ini bukanlah tempat yang menyenangkan..., tapi karena ini demi penelitianmu tentang Kota Kuno Lugodorian yang menurutmu berada dibarat kerajaan [Alvarez]..., dan ingat ini, Gabriel..., sebagai teman baik ibumu, aku memiliki kewajiban untuk menjagamu, oleh karena itu berhati-hatilah oke. "
Gabriel terdiam sebelum ia mengangguk paham, " aku mengerti, bibi. Aku akan berhati-hati..., kalau begitu aku permisi. " ucap Gabriel mendapatkan anggukan dari Tsunade, Gabriel menundukan sedikit kepalanya dan berjalan keluar, ketika ia membuka pintu ia mendapati Namikaze Naruto tengah berdiri didepan pintu...,
" minggir, pecundang!. "
Gabriel berkata begitu lalu mendorong Naruto kesamping, Naruto yang diperlakukan seperti itu hanya menatap datar sebelum ia mengabaikannya dan berjalan masuk kedalam, didalam Naruto mendapatkan tatapan tak bersahabat dari Tsunade, Naruto menghela nafas dalam batinnya..., dewa sepertinya begitu mencintainya hingga ia merasa cemburu dan tidak membiarkan siapapun mencintai Naruto...,
" Kouchou, aku ingin berbicara sesuatu denganmu. "
" bicaralah cepat, aku tidak punya waktu, aku tengah sibuk. "
" tenang ini tidak akan lama..., "
.
.
.
" terimakasih, maaf sudah menganggu. "
Naruto menundukan sedikit kepalanya sebelum ia menutup pintu itu dengan pelan, setelah itu Naruto pergi meninggalkan ruangan kepala sekolah itu...,
' apa-apaan nenek tua itu?, kenapa dia sangat sinis sekali padamu, Master?. '
Ophis berucap dengan nada datar namun Naruto tahu jika Ophis menyimpan rasa kesal pada nenek tua itu, Naruto mengangkat bahu tak peduli.
" abaikan saja, Ophis. Ditempat ini kau hanya akan dianggap manusia jika kau memiliki 'bakat' jika tidak?, maka kau setara atau lebih rendah dari hewan..., "
Ucap Naruto, Ophis yang mendengar perkataan Masternya mengepalkan tangan kecilnya, ' Master, apa kau menerima diperlakukan seperti itu?. ' tanya Ophis pelan berusaha sekuat mungkin menekan kekesalan dihatinya.., Naruto terdiam hingga yang terdengar disana hanyalah suara telapak sepatu Naruto.
' Master..., '
Naruto menghela nafas sebelum ia menatap datar kedepan, " tentu saja tidak, Ophis. Namun kita sama-sama tahu bahwa aku sedang memainkan peran sebagai sih [Worst One] saat ini, jadi aku hanya bisa menerimanya saja..., setidaknya untuk saat ini..., ya untuk saat ini..., " ucap Naruto, Ophis terdiam mendengar perkataan Masternya, tidak mendapatkan Respon dari Ophis, Naruto menghela nafas.
" Ophis, aku ingin bertanya padamu, kau merupakan salah satu dari yang terkuat didunia ini bukan?. "
' ummu, jika dalam kondisi kekuatan penuhku kembali, aku cukup kuat untuk melenyapkan negara ini..., '
Cukup kuat untuk apa!?, sekuat itukah dirimu!?, Naruto memasang senyuman kecut, " dan sekarang kau tidak sekuat dulu bukan?. " tanya Naruto, Ophis menjawab 'itu menyebalkan', membuat Naruto tersenyum atas jawaban itu.
" ya itu juga yang sedang aku rasakan sekarang, jadi kita didalam posisi yang sama, kita sama-sama lemah untuk sekarang namun ketika kita telah berdiri dipuncak maka mereka akan mengerti bahwa selama ini mereka telah merendahkan orang yang salah. Dan untuk itu inilah langkah awal kita..., "
Ucap Naruto dengan seringai diwajahnya sambil menunjukan sebuah surat ijin dari kepala sekolah itu, surat ijin selama beberapa hari itu akan menuntun Naruto pada perkembangan diri yang jauh lebih baik..., namun..., dia tidak tahu apa yang menunggu-nya disana...,
- Time Skip -
" wow, ini sangat panas~. "
Naruto berjalan ditengah gurun dengan sebuah jubah kusam yang membungkus tubuhnya hingga kulitnya tidak terbakar oleh matahari!, sudah ada tiga hari Naruto menjelajahi gurun ini, beruntungnya ia membawa banyak bekal air dan makanan yang ia beli di ibukota sebelum menuju tempat yang panas-nya keterlaluan ini, dan berkat itu uang sisa miliknya telah ludes tidak berbekas sama sekali!..., Namikaze Naruto jatuh miskin!.
Naruto membuka perkamen berwarna merah itu dan menatap gulungan itu dengan dahi berkerut..., " uhm?, seharusnya jika peta ini benar maka seharusnya ada disini bukan tanda X ini juga menunjukan tempat ini..., " gumam Naruto pelan selagi pandangannya menatap kesekeliling berharap bahwa ia dapat menemukan sesuatu namun hasilnya nihil yang ia lihat sejauh mata memandang hanyalah pasir, pasir, pasir, dan kaktus?..., Naruto menyipitkan matanya ketika ia melihat kaktus itu entah kenapa bergoyang-goyang kekanan dan kekiri, Naruto mengucek matanya berharap bahwa ia hanya berhalusinasi...,
" tidak berhasil..., "
Gumam Naruto melihat Kaktus itu bergoyang kekanan dan kekiri sambil terus bergerak kearahnya, Naruto membuka [Gate] dan mengeluarkan sekantong air minum dan membasahi kepalanya, Naruto berpikir bahwa panas Matahari merusak kepalanya..., setelah ia yakin telah segar Naruto kembali menatap kedepan dan Kaktus itu berhenti, Naruto menghela nafas ternyata ia hanya berhalusinasi...,
" hah~, aku kira aku melihat ilusi ta-, "
Naruto menghentikan ucapannya ketika ia melihat bayangan dibawah kakinya, ini..., bukankah masih siang?, kenapa disekitarnya gelap?, wah gak beres nih..., Naruto dengan gerakan pelan menoleh kebelakang dan seketika iris Shappirenya membulat melihat Ular aneh karena tubuhnya seperti kaktus berduri berukuran besar tengah menatapnya dengan pandangan lapar...,
' Hooh~ Magical Beast [Viper Desert]?, kau kurang beruntung Master karena bertemu Magical Beast Rank Emas..., '
" ada saran?..., "
' tentu saja ada..., Ophis selalu memiliki Saran..., '
Naruto mengambil satu langkah mundur ketika ia melihat ular besar itu menjulurkan lidahnya seolah mendeteksi apakah Naruto bisa dimakan atau tidak..., keringat dingin membasahi wajah Naruto...,
" oke..., dan apa saranmu, Ophis. "
' ufufufu~, tentu saja..., Lari!?. "
" itu saranmu!?. "
" [Sheeeeessshhh!] "
" Ah, sial!?. "
Naruto dengan cepat berbalik dan berlari dengan kecepatan tinggi, Naruto menoleh kebelakang dan ia melihat Ular besar itu mengejarnya dengan cara menyelam kedalam pasir dan melompat keluar layaknya seekor lumba-lumba!...,
' Master, [Accel]!. '
" aku mengerti!, [Accel]!..., "
Naruto mengaktifkan [Accel] dan melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan ular itu dibelakangnya, namun nampaknya Ular itu tidak menyerah dan mempercepat laju-nya hingga ia memangkas jarak sedikit demi sedikit hingga akhirnya dapat mendekati Naruto...,
" sial, jika begini aku bisa jadi cemilan ular ini!..., "
Blaaaaar!
Booom!
Suara ledakan beruntun membuat Naruto mengalihkan pandangannya kesamping dan ia melihat dengan jelas beberapa orang tengah bertempur melawan seekor monster berbentuk kalajengking dengan tiga ekor beracun yang menyerang beberapa orang itu, Naruto menatap itu sejenak sebelum sebuah ide melintas dikepalanya..., Naruto mengerem lajunya dengan kakinya yang kuat hingga berhenti dinice timing sebelum akhirnya yang kembali melesat kearah monster kalajengking itu, ular raksasa yang tidak ingin kehilangan mangsanya mengejar Naruto dengan kecepatan penuh...,
" Oi!?, kalian semua! menyingkir dari sana!. "
Orang-orang yang tengah bertempur melawan Kalajengking raksasa itu menoleh kesamping secara serentak dan membulatlah mata mereka ketika melihat seorang pemuda dengan pakaian ala gurun yang menutupi tubuhnya dan wajahnya hingga tidak terlihat jelas wajahnya tengah berlari dengan kecepatan tinggi menuju kearah mereka dengan [Viper Desert] yang tengah mengejarnya..., Ular besar itu semakin mendekati pemuda itu dengan mulut terbuka lebar..., melihat hal itu mau tak mau mereka langsung mundur kebelakang dengan cepat.
Melihat jarak sudah dekat dan tidak ada orang disana, Naruto menoleh kebelakang dan melihat mulut terbuka lebar dengan dua taring panjang yang meneteskan cairan asam yang ia yakin itu bukanlah air perasan jeruk nipis!..., Naruto yang melihat jarak sudah dekat dengan Nice Timing langsung menghentakan kakinya dan melompat kesamping seraya berteriak!.
" Collision!..., "
[Notice: Collision atau tubrukan merupakan istilah yang merujuk tubrukan antara sebuah kapal dengan kapal atau kapal dengan dermaga atau kapal dengan sesuatu yang bisa merusak kapal]
Duakh!
Doooooom!
Dua monster bertubuh besar itu bertubrukan satu sama lain hingga keduanya berguling-guling diatas pasir sebelum berhenti..., kedua Makhluk itu menatap satu sama lain sebelum keduanya terlibat pertempuran antara dua hewan buas!.
Orang-orang yang sebelumnya bertarung melawan kalajengking itu menatap ngeri pertarungan dua hewan bertubuh besar itu sampai sebuah suara menyadarkan mereka.
" oi!, apa yang kalian lakukan disana!, lari!. "
Ucap Naruto membuat beberapa orang berjumlah 5 itu tersadar dari pertarungan hebat antara dua monster itu, keenam orang itu langsung bergegas berlari meninggalkan dua monster itu..., Setelah yakin cukup jauh, keenam orang itu berhenti dan mengatur nafas mereka...,
" gila, aku tidak pernah mengira kita bisa selamat melawan [Scorpion Three Tail]..., "
" aku juga tidak menyangka, kita berhasil lolos dari Magical Beast rank emas itu..., terlebih cara kita selamat itu tidak biasa..., "
" benar, aku baru kali ini melihat pertempuran dua Magical Beast rank emas..., hahaha hidup memang menarik. "
" terimakasih, berkatmu kami selamat..., "
Naruto yang tengah mengatur nafas mengangguk pelan mendengar ucapan terimakasih itu, ia juga tidak mengira ia hisa selamat dengan cara yang anti-mainstream itu, yeah~, hidup memang menarik...,
Naruto yang lagi mengatur nafas menoleh kesamping ketika ia melihat orang terakhir yang mengenakan pakaian gurun dengan tudung kepala yang menutupi wajahnya hingga tak terlihat berjalan kearahnya seraya melepaskan tudubg kepalanya dan terlihatlah wajah seorang malaikat dengan iris shappire indah menatap-nya dengan ramah, iris mata Naruto melebar sempurna melihat wajah yang sangat teramat ia kenali..., dia!, bagaimana bisa ia ada disini!...,
__ADS_1
" terimakasih karena telah menyelamatkan kami, dan perkenalkan namaku adalah Gabriel, salah satu dari bangsawan kerajaan [Alvarez], kebangsawanan Senju..., "
' oh sial '