The Worst One

The Worst One
Chapter 20


__ADS_3

" Ga-Gabriel?..., "


Ya, dihadapan Naruto saat ini berdiri seorang perempuan cantik bersurai pirang panjang dengan iris shappire yang menatapnya terkejut.


Gabriel salah satu dari The Great Onee-sama Hirozimon Academy dengan kata lain idola para murid di Academy yang menjadi tempat dimana Naruto menuntut ilmu, ia memiliki paras cantik jelita namun dibalik paras-nya itu terdapat sifat yang membuat Naruto membencinya, Diskriminasi dan doktrin yang membedakan antara Knight dan Wizard...,


Gabriel jugalah alasan kenapa Naruto mau mati-matian menyiksa tubuhnya dengan latihan super keras demi menjadi kuat, semua latihan keras yang ia jalankan, semua keringat yang telah tercurahkan, dan semua rasa sakit yang ia rasakan, suatu saat akan Naruto kembalikan pada perempuan dihadapannya ini...,


Naruto mencoba melepaskan diri dari dinding dan menatap kearah Gabriel yang tengah menatapnya dengan pandangan terkejut...,


" si-sial, Chough!..., bagaimana bisa kau ada disini..., "


Naruto berkata selagi ia meringis dan terbatuk darah, Gabriel terdiam sebelum ia menatap kearah tubuh Naruto dimana ia melihat luka garis panjang dibeberapa bagian tubuhnya, darah mengalir dan membasahi pakaian Naruto...,


Orang ini... apa dia baru saja bertarung melawan Chimera, Magical Beast Rank [Black-Gold], seorang pecundang dengan tingkat kapasitas [Mana] 9 berani melawan Magical Beast Rank [Black-Gold] itu sama saja mati konyol!...


Gabriel yang tengah melamun tiba-tiba terkejut ketika Naruto tiba-tiba melesat dan menembaskan pedang yang ia ketahui [Katana], senjata yang baru-baru ini tengah diperbincangkan oleh para bangsawan kerajaan [Alvarez] kearahnya, Gabriel memejamkan matanya mengira bahwa Naruto berniat menebas dirinya...,


Trank!


mendengar suara benturan keras membust Gabriel menoleh kebelakang dan ia kembali terkejut ketika melihat Naruto tengah menahan cakar tajam Chimera yang berniat menembus tubuhnya..., pemuda ini... Apa dia baru saja menolong-nya?.


Naruto mengeraskan wajahnya, ia tidak tahu kenapa tapi tiba-tiba tubuhnya bergerak sendiri ketika ia melihat Chimera itu berniat merobek tubuh Gabriel..., Naruto berusaha keras menahan cakar tajam yang beberapa inchi lagi akan merobek wajahnya..., dengan sekuat tenaga Naruto mendorong cakar itu dan dengan kecepatan tinggi memutar tubuhnya dan melakukan tebasan horizontal dengan kedua katana miliknya.


Merasakan bahaya Chimera itu langsung melompat menjauh dari Naruto dan selamat dari tebasan Naruto... Iris Shappire Naruto menatap tajam Chimera yang mengeram marah dan dengan cepat ekor ular itu berdiri kearahnya dan membuka mulutnya lalu didepan mulut yang terbuka itu muncul lingkaran sihir yang langsung menembakkan bola beracun kearah Naruto.


Melihat bola beracun itu Naruto dengan cepat mengalirkan [Mana] pada kedua katana-nya hingga kedua katana itu diselimuti pedar biru tipis, Naruto membuka kuda-kuda miliknya dan dengan cepat melakukan tebasan Horizontal dan tebasan Vertikal yang membentuk [Cross Slash] yang langsung membentur bola beracun itu...,


Duaaar!


Ledakan hebat bergema diruangan itu dan menghasilkan debu dan asap yang menghalangi pandangan, Naruto yang melihat kesempatan langsung menyarungkan Katana hitam miliknya dan berbalik lalu dengan cepat mengenggam pergelangan tangan Gabriel dan membawanya lari...,


Gabriel yang terkejut melihat [Cross Slash] yang Naruto lakukan tersadar ketika Naruto menarik tangannya dan membawanya lari...,


Debu dan Asap perlahan menghilang, Chimera mengeram marah ketika melihat mangsa-nya menghilang...,


[Rooooaaaarrr!]


-Naruto Side-


Dilorong panjang, Naruto berlari dengan nafas memburu, ini sudah kedua kalinya ia berhasil lari dari Makhluk berbahaya itu, Naruto merasakan pandangannya mulai mengabur, luka ditubuhnya terus membuatnya kehilangan banyak darah, namun ia tidak boleh pingsan disini karena ia tahu jika ia pingsan maka Chimera itu pasti akan segera menemukannya dan sudah pasti itu akan menjadi akhir dari dirinya..., terlebih ia tidak boleh tumbang sebab...,


Naruto melirik kebelakang dimana ia melihat Gabriel tengah menarik dan menghela nafas dengan terengah-engah, jika ia pingsan sekarang maka sudah dipastikan perempuan ini akan dalam bahaya, Naruto tidak tahu kenapa ia membawa Gabriel, perempuan yang notabene-nya ia benci, lari bersama-nya...,


' Master, kita harus beristirahat dan menyembuhkan lukamu, jika tidak kau tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi..., '


Naruto yang mendengar perkataan Ophis terdiam, apa yang dikatakan Ophis ada benarnya, ia juga sudah terlalu lelah untuk berlari, bahkan kakinya sedaritadi terus berdemo untuk beristirahat...,


Naruto menghentikan larinya dan melepaskan genggam-nya dari tangan Gabriel sebelum ia berjalan dan duduk bersadar didinding lorong, nafas Naruto terlihat sangat berat...,


" Ugh!. "


Naruto meringis merasakan luka dipinggul kirinya terasa nyeri, Naruto menekan luka melintang itu dengan tangannya agar darah tidak banyak mengalir keluar...,


Gabriel melihat Naruto yang tengah meringis kesakitan dalam diam, nampaknya Naruto sangat kesakitan, luka itu nampaknya terasa sangat sakit bahkan dirinya saja yang melihatnya merasa sakit, Gabriel menatap Naruto dengan intens, pemuda ini terluka parah karena melawan Chimera, Magical Beast Rank [Black-Gold] dengan kekuatan miliknya yang sangat rendah, kenapa pemuda ini melawan makhluk yang jelas-jelas ia tidak dapat menang melawan-nya, apa yang ia cari dari pertarungan yang tidak bisa dirinya menangkan..., kebanggaan?, kepuasan?, atau apa?, apa yang dicari pemuda ini?..., kematian?...,


Gabriel memikirkan semua itu dikepala-nya, sebelum ia berjalan mendekati Naruto dan mengarahkan tangan-nya mendekati Naruto...,


[Light Magic : Recover]


Setelah menggumamkan mantra itu, lingkaran Magic muncul dan mengeluarkan cahaya yang lembut, Naruto yang merasakan cahaya hangat menyelimutinya menatap kearah samping dimana ia melihat Gabriel tengah mengeluarkan Magic yang ia yakin merupakan Magic penyembuh karena luka-lukq ditubuhnya perlahan menutup dengan sempurna.


Setelah beberapa saat luka-luka ditubuh Naruto menghilang, Naruto mencoba mengerakan seluruh tubuhnya dan tidak ada yang sakit, luka-luka ditubuh-nya benar-benar menghilang...,


Naruto menatap kearah Gabriel yang tengah menghela nafas sebelum kedua iris Shappire itu bertemu dan saling memandang satu sama lain...,


" apa yang kau lihat?. "


Naruto tersadar dari lamunan-nya melihat mata shappire itu, well, Naruto akui jika ia nampaknya sedikit terpesona dengan shappire yang sama dengan-nya namun nampaknya ia harus menyesal terpesona dengan iris Shappire itu melihat sang pemilik yang menegurnya dengan sinis..., Naruto menatap datar Gabriel sebelum ia bangkit...,


" aku berterimakasih kau berbaik hati menyembuhkanku, Gabriel. "


" Tsk, aku sebenarnya tidak ingin melakukannya karena itu membuang-buang [Mana] ku, tapi karena kau telah menyelamatkanku anggap saja itu sebagai balas budi, jadi aku tidak berhutang apa-apa padamu. "


Naruto menatap datar Gabriel yang berucap dengan nada sinis itu, sebelum ia menyarungkan katana Orichalcum miliknya...,


" kau tahu? aku rasa ucapan terimakasih sudah lebih dari cukup untuk-ku..., "


" hah?, berterimakasih padamu?..., jangan bermimpi!, aku tahu kau telah menyelamatkanku, dan aku tidak senang dengan fakta itu karena itu merupakan aib untuk-ku diselamatkan olehmu!. "


Oke, nih perempuan sudah mulai keterlaluan, dan nampaknya Ophis setuju dengan hal itu bahkan Naruto dapat dengan jelas mendengar suara hentak-hentakan kaki, nampaknya Ophis tengah marah..., Naruto menatap datar, Gabriel.


" jadi kau lebih memilih mati ditangan makhluk itu daripada diselamatkan olehku yang kau anggap aib ini?..., "


Ucap Naruto membuat Gabriel langsung terdiam tidak bisa menjawab perkataan Naruto, Naruto tersenyum mengejek kearah Gabriel sebelum dengan pelan Naruto berjalan mendekati Gabriel dan mengangkat dagu perempuan itu memaksanya menatap wajahnya.


" kau tahu, sebagai seorang wanita kau terlalu meremehkan seorang pria, satu hal yang harus kau tahu, Gabriel. Pria yang kau remehkan ini sudah menyelamatkan nyawamu, jika pria ini tidak menyelamatkanmu kau sudah menjadi santapan tiga kepala hewan buas itu..., ingat itu baik-baik..., "


Naruto menatap datar Gabriel yang mengalihkan pandangannya tak mau menatap wajahnya, Naruto menatap Gabriel selama beberapa saat sebelum melepaskan tangannya dan pergi meninggalkan Gabriel yang terpaku ditempatnya menatap kepergian Naruto dalam diam...,


Sementara itu di Hirozimon Academy, lebih tepatnya diruang kepala sekolah terlihat dua orang paling berpengaruh tengah mengerjakan tumpukan kertas yang menggunung, seorang wanita berparas muda namun aslinya berumur tua tengah mengerakan pena yang ada ditangannya, ekspresi datar miliknya terfokus pada kertas didepannya, sementara disebelah wanita itu seorang pria paruh baya dengan rambut panjang berwarna putih tengah memeriksa dua kertas ditangannya dengan teliti...,


Mereka adalah pasangan suami-istri yang memiliki gelar sebagai Densetsu No Sannin, Gama-Sannin, Jiraiya. Dan Sannin Slug, Senju Tsunade. Keheningan menelan ruangan itu selama beberapa saat sebelum akhirnya menghilang ketika Jiraiya menghela nafas dan meletakan dua kertas ditangannya keatas meja.


" nee, Hime. Apa kau merasa ada yang aneh dengan Kyubi akhir-akhir ini?. "


Tsunade yang tengah menulis dokumen seketika menghentikan gerakan pena miliknya dan menatap kearah Jiraiya dengan cepat, kening dengan tanda Diamond berkerut bingung.


" jelaskan!. "


Tanya Tsunade dengan mata menajam, Jiraiya yang ditatap seperti itu mengaruk leher belakangnya dengan keringat yang membasahi pelipisnya.


" ya..., kau tahu, Kyubi sekarang sering melamun dan tidak fokus dengan pelajaran dikelasnya, aku sudah mendapatkan beberapa keluhan dari Yasaka, dan Mabui tentang Kyubi yang tidak fokus pada saat pelajaran..., "


Ucap Jiraiya membuat Tsunade terdiam dengan ekspresi rumit, Jiraiya melanjutkan.


" beberapa hari yang lalu ketika aku melatih Taijutsu miliknya dia kelihatan tidak fokus dan lagi pernah suatu hari aku melihatnya tengah melamun dikamar-nya sebelum ia menjerit histeris..., kau tahu aku khawatir jika Kyubi itu terkena penyakit aneh yang berbahaya..., "


Jiraiya mengatakan itu selagi ia menoleh kearah Tsunade, dan Jiraiya mengetutkan wajahnya ketika melihat wajah Tsunade yang terkejut...,


" Hime?, kau baik-baik saja?. "


Jiraiya khawatir melihat istrinya yang terlihat seperti membeku tak bergerak itu, Tsunade tersadar dari dunianya ketika Jiraiya menepuk bahunya, Tsunade memijat pelipisnya yang tiba-tiba terasa sakit.


" Jiraiya, apa Kyubi sering melamun dan tiba-tiba berteriak histeris itu dibarengi oleh wajah-nya yang memerah atau ia terlihat mengalami rasa senang yang berlebihan?. "


Ucap Tsunade membuat Jiraiya terdiam dan menatap Tsunade dengan pandangan penasaran.


" bagaimana kau bisa tahu hal itu, Hime. "


" Hah~, tidak salah lagi..., putri kecil kita saat ini tengah mengalami masa kedewasaan, Kyu-chan tengah jatuh cinta..., "


Tsunade mengatakan itu dengan helaan nafas panjang, Jiraiya yang mendengarnya membulatkan matanya, Kyubi, putri kesayangannya tengah mengalami masa muda dimana ia tertarik dengan lawan jenis!, Aura menakutkan perlahan menguar dari tubuh Jiraiya!, seseorang tengah berusaha mencuri putri kecilnya!?, tidak bisa dibiarkan!..., Jiraiya perlahan bangkit dan meninggalkan Tsunade dalam diam.


Tsunade yang melihat aura yang dikeluarkan Jiraiya menghela nafas, Daugther Complex milik Jiraiya Kambuh lagi..., ia berharap pria yang dicintai Kyubi cukup kuat untuk menghadapi syarat dari Jiraiya..., yaitu...,


" aku tidak akan memberikan Putriku pada orang yang lebih lemah dariku!, "


Tsunade tersenyum miris, ia mengkhawatirkan jika anak-nya, Kyubi. tidak akan pernah mendapatkan pasangan hidup dan menjadi perawan tua, sebab ia tahu kekuatan penuh dari Seorang Petapa Katak yang menjadi Suami-nya itu..., Tsunade menatap kearah langit yang cerah.


" Kyu-chan, nampaknya kau akan kesulitan mendapatkan pasangan hidup..., "


Tsunade bergumam miris sebelum ia kembali mengerjakan tumpukan dokumen diatas meja-nya dengan tenang...,


" Kertas-Kertas sialan!?... "


Prank!


..., dan, sebuah meja penuh dengan kertas melesat keluar dari jendela dan menghilang kelangit...,


- Naruto Side -


Sudah sekitar sejam Naruto berpisah dengan perempuan menyebalkan, Gabriel. Naruto kini tengah berjalan disepanjang lorong dalam diam, wajah Naruto terlihat pucat sebab darah yang ada ditubuhnya belum kembali seluruhnya, Magic penyembuhan memang bisa menyembuhkan luka namun tidak mengembalikan darah yang terbuang, karena itulah Naruto terlihat sedikit pucat...,


" sebenarnya seberapa luas tempat ini?..., "


Naruto bergumam pelan, dia sudah berjalan selama beberapa menit namun sampai sekarang ia belum menemukan ujung dari lorong ini..., setelah beberapa menit kemudian Naruto akhirnya melihat ujung dari lorong ini, tanpa banyak waktu Naruto segera saja berlari menuju ujung lorong itu...,


" i-ini..., "


Sesampainya dilorong itu Naruto dibuat terkejut, ia terkejut dengan apa yang ada didepannya, ia kembali keruangan dimana ia bertemu dengan Gabriel..., dan itu artinya ia hanya berputar-putar ditempat yang sama..., Naruto menarik katana miliknya dan menatap sekeliling dengan waspada, bisa saja Makhluk sialan itu masih ada disini..., namun nampaknya kekhawatirannya tidak terjadi sebab disana tidak ada siapapun.


Naruto menghela nafas dan memasukan kembali Katana-nya..., ia melangkah memasuki ruangan itu, iris Shappire dimata kanan Naruto berubah menjadi Golden vertikal menatap kesekeliling, dan Naruto dibuat terkagum dengan gambar-gambar yang terletak didinding ruangan itu, ini seperti huruf Hieroglif dari mesir, dan yap, ia tidak bisa membacanya...,


Naruto terus memperhatikan tulisan paku(Hieroglif) itu dengan pandangan kagum sebelum matanya terkunci pada sebuah gambar yang terlihat cukup besar dibandingkan dengan yang lain, itu terlihat seperti makhluk Humanoid dengan dua tanduk besar yang berada dikepala-nya, makhluk itu memiliki ekor dibelakang tubuhnya dan memegang sebuah tombak ditangannya..., Naruto mengerutkan dahinya, sepertinya Makhluk ini terlihat seperti dipuja oleh orang yang tinggal direruntuhan ini..., atau ditakuti?..., sementara Naruto melihat gambar itu, Ophis di [Library World] membulatkan matanya melihat gambar itu...,


' Ugh!..., '


Ophis meringis kesakitan dikepalanya, Ophis memegang kepalanya yang terasa sangat menyakitkan, gambar-gambaran perlahan muncul dikepala Ophis dengan acak..., itu..., kepingan ingatan Ophis..., Ophis semakin merasa sakit yang menyiksa ketika kepingan ingatan itu terus muncul dengan sangat cepat!...,


Deg!


Naruto tiba-tiba merasakan sakit yang sangat hebat didadanya, Naruto dengan cepat mengeluarkan Grimoire hitam yang kini bersinar dengan sangat terang..., suhu panas dapat Naruto rasakan dari Grimoire itu...,


" Ophis!, apa yang terjadi padamu!..., "


'...'


Ophis tidak menjawab sama sekali pertanyaan Naruto, malah Grimoire ditangan Naruto semakin mengeluarkan cahaya terang dan membuat suhu disekitarnya naik drastis..., Naruto meringis kesakitan saat merasakan panas yang luar biasa.., dan keanehan pun terjadi, entah kenapa Naruto merasa jika kesadarannya mulai tersedot dalam cahaya menyilaukan dari Grimoire miliknya...,


- Library World -


Didalam ruangan yang penuh dengan nuansa putih dengan ribuan Rak buku yang mengelilingi tempat itu, Naruto perlahan membuka matanya dan langsung mengambil posisi duduk..., ia menatap kesekeliling sebelum matanya terkunci pada Seorang gadis bersurai hitam panjang dengan pakaian Loli Gothic berwarna hitam tengah meringis kesakitan sambil memegang kepalanya.


" Ophis!..., "


Naruto meneriaki nama gadis kecil yang nampaknya tengah menderita kesakitan yang luar biasa..., namun saat Naruto sedikit lagi akan mendekati Ophis tiba-tiba Ophis berteriak keras...,


" Wuaaaaaaaaakh!?. "


Blaaaar!


Ophis melepaskan energi besar yang langsung berubah menjadi ledakan Energi yang begitu dashyat hingga menciptakan Gelombang energi yang menghempaskan Naruto dengan cepat hingga membentur Rak buku dengan sangat kuat dan membuat Naruto memuntahkan darah sedikit keudara sebelum melayang jatuh membentur tanah.


Naruto mengangkat wajahnya yang sedang menahan sakit akibat benturan keras dipunggungnya dan menatap Ophis yang tengah melayang rendah dengan energi berwarna putih yang membara disekitar tubuh Ophis...,


Drrrt


Drrrt


Drrrt


Naruto mengalihkan pandangannya keatas dan ia melihat ketika beberapa buku disetiap rak mendadak bergetar dan melesat keluar dari Rak dan terbang berputar disekitar Ophis hingga membentuk Tornado besar dengan Ophis sebagai pusatnya...,


" O-Ophis..., "


Naruto bergumam lirih, tubuhnya tidak bisa digerakan akibat benturan keras itu..., ia hanya bisa melihat Ophis yang menjerit dengan keras disertai pancaran energi kuat yang mengelilingi tubuhnya...,


Putaran tornado buku itu semakin cepat, dan Naruto melihat beberapa buku perlahan bercahaya..., cahaya itu semakin besar dan terus membesar lalu tanpa alasan yang jelas tiba-tiba Tornado itu berhenti..., buku-buku yang bercahaya itu perlahan pergi menuju Ophis sementara yang tidak mengeluarkan cahaya langsung kembali ketempat asalnya..., buku-buku itu melayang dibelakang Ophis yang perlahan turun kebawah...,


Naruto yang melihat itu langsung mencoba bangkit dari posisi terkelungkup dan bergegas lari menuju kearah Ophis yang melayang turun tepat keatas gendongannya...,


" Ma-Master..., "


Ophis bergumam dengan lirih, Naruto menatap kearah Ophis sebelum ia memeluk Ophis dengan erat membuat iris Mutiara Hitam kosong Ophis melebar sempurna.

__ADS_1


" Bodoh, kau membuatku khawatir..., "


Ucap Naruto pelan, Ophis terdiam, Masternya begitu mengkhawatirkannya sampai seperti ini?, meskipun ia hanya pengikut dari Masternya yang seharusnya digunakan sesuka hati oleh Masternya namun Masternya ternyata begitu mengkhawatirkan dirinya sampai seperti ini, tak hayal itu membuat rasa senang memenuhi relung hati Ophis, ia tersenyum tipis sangat tipis hingga sulit membedakan Ophis tersenyum atau tidak...,


" maaf membuatmu khawatir, Master. "


Ucap Ophis sebelum ia merasa kesadaran miliknya semakin menjauh dan akhirnya kehilangan kesadarannya dalam pelukan Naruto..., Naruto yang melihat Ophis yang tertidur dipelukannya tersenyum sebelum ia bergumam lembut dan mendekatkan wajahnya kekening Ophis.


" dasar buku bodoh..., "


..., dan setelah itu kesadaran Naruto menjauh...,


- Reality World -


Diruang sebelumnya, perlahan Naruto tersadar, dan bangkit dari posisi terkelungkup-nya lalu mendudukan pantatnya disana..., Naruto menyentuh kepalanya yang nyeri sebelum matanya terbuka dan menatap sekeliling, ia masih berada diruangan yang sebelumnya ya.


Naruto menatap kearah tangannya dimana ia masih memegang rantai yang mengikat Grimoire ditangannya..., Naruto tersenyum tipis sebelum ia bangkit dan menaruh Grimoire miliknya dilehernya..., sebelum pandangan Naruto terarah pada gambar yang sebelumnya ia lihat..., mata Naruto menyipit, entah kenapa instingnya berkata bahwa dirinya tak lama lagi akan bertemu dengan makhluk ini?..., cukup lama Naruto menatap gambar itu sebelum tiba-tiba suara teriakan membuat menghentikan kegiatan-nya...,


" Kyaaaa!..., "


Naruto menoleh kearah Lorong yang ada didepannya, suara ini?, tidak salah lagi ini suara Gabriel..., Naruto menatap datar lorong itu sebelum ia berbalik dan berjalan menjauh. beh, peduli apa dengan yang terjadi pada perempuan sombong itu?, lebih baik ia diam dan berpura tidak mendengar suara itu..., dari suara itu nampaknya perempuan itu tengah dalam kesulitan?, coba tebak apa yang dialami perempuan angkuh itu?, bertarung dengan Chimera?, well..., jika begitu sudah jelas perempuan itu akan mati sebab setahu-nya Gabriel belum berada ditingkat yang sanggup untuk melawan Magical Beast Rank [Black-Gold]..., dan jika Gabriel mati, maka Orang-Orang tolol dari Clan Bangsawan tinggi seperti Uchiha Sasuke, Otsutsuki Toneri, Senju Arashi, Uzumaki Menma, dan Hyuga Neji tidak akan bisa memperebutkan perempuan sombong itu lagi..., oh betapa sempurna-nya!...,


Dan lagi pula tidak akan ada yang memperdulikan kematian Gabriel, kecuali beberapa sahabat-nya yang tak lain adalah Kyubi..., dan Kaguya...,


Naruto terdiam, Kyubi dan Kaguya..., mereka pasti akan sangat sedih atas kematian Gabriel, tapi..., tetap saja itu bukan urusannya..., tiba-tiba Naruto terhenti ketika ia teringat perkataan kakek-nya yang sangat ia sayang dan hormati..., perkataan yang menyangkut 10 dasar sumpah dari clan Namikaze...,


' Naruto, kau tahu apa yang membuat seorang pria terlihat keren?..., seorang pria akan terlihat keren saat dia menyelamatkan seseorang dari kesulitan..., Naruto, apa kau mau menjadi seorang pria keren?..., gyahaha, kalau begitu jika suatu saat ada seseorang yang membutuhkan pertolongan, tidak peduli siapapun dia, apa status sosialnya kau harus menolongnya..., kau paham, Cucu-ku. '


Naruto menundukan wajahnya hingga ekspresi apa yang ditampilkan tidak terlihat dengan jelas karena tertutup oleh bayangan rambut Naruto...,


" sial, aku tidak percaya aku akan melakukan hal ini!?..., "


Naruto berbalik dan dengan cepat berlari menuju lorong dimana ia mendengar suara dari perempuan yang selama ini ia benci..., Naruto mengaktifkan mata spesial miliknya dan menatap tajam kedepan...,


[Accel]


Naruto menambah kecepatan miliknya dengan [Accel] hingga membuat Naruto melesat layaknya sebuah peluru..., beberapa saat kemudian Naruto melihat ujung lorong dan tanpa banyak waktu lagi langsung mempercepat larinya...,


Naruto mengeraskan wajah ketika ia melihat apa yang ia pikirkan benar-benar terjadi, ia melihat Gabriel tengah tersudut dengan kondisi yang tidak bisa dibilang baik, pakaian yang ia kenakan sudah robek disana sini, didepan Gabriel, Chimera siap untuk melompat dan mencabik-cabik tubuhnya...,


Chimera itu melompat dan mengarahkan cakar tajamnya kearah Gabriel yang hanya bisa memejamkan matanya..., namun disaat yang bersamaan Naruto sudah melompat dan berada disamping Chimera dengan dua katana yang siap menebas...,


[Namikaze Nitoryuu : Rashamon]


Jrasssh!?


Dengan kecepatan yang tak bisa diikuti oleh mata..., Katana tajam milik Naruto memotong kepala singa hingga kepala itu terbang keatas sebelum jatuh ketanah, darah menyebur deras dari tempat dimana kepala itu terlepas...,


Gabriel yang tak merasakan sakit dan hanya merasakan cairan hangat yang membasahi tubuhnya perlahan membuka matanya dan yang ada dihadapan Gabriel saat ini bukanlah Chimera melainkan punggung lebar dari seorang pria bersurai pirang...,


" kau berhutang lagi padaku, Gabriel.. "


Pria itu menoleh dan menatap Gabriel dengan iris Shappire datar dari bahunya..., Gabriel membeku melihat iris shappire itu, iris shappire itu berbeda dengan miliknya, Shappire yang terlihat kusam itu seolah menyimpan sebilah pedang yang siap menusuk siapapun yang ditatapnya.


" Na-Namikaze..., "


Naruto mengabaikan Gabriel yang terkejut sebelum ia menatap kearah Chimera yang nampaknya tengah mengerang kesakitan..., Naruto mengerutkan dahinya ketika Chimera itu merendahkan posisinya dan berdiri diatas empat kakinya, kepala kambing gunung itu menatapnya dengan tatapan tajam...,


Naruto menyiagakan dirinya melihat Chimera itu menekan kaki belakangnya dengan kuat sebelum akhirnya melontarkan tubuhnya dengan cepat kearah Naruto dengan sepasang tanduk kuat yang siap meremukan tulang dada Naruto..., tidak ingin mati diseruduk, Naruto menyilangkan kedua katana miliknya...,


Trank!


Naruto terdorong kebelakang ketika menahan serudukan kuat dari Chimera itu, Naruto mengeraskan wajahnya ketika merasakan tekanan kuat dari Chimera didepannya, Naruto perlahan terdorong kebelakang akibat kuatnya tekanan yang diberikan Chimera itu...,


" kuh!..., kuat sekali..., "


Adu kekuatan itu terjadi selama beberapa saat sebelum Naruto didorong oleh Chimera itu, Naruto yang kehilangan keseimbangan hampir saja terjatuh namun ia dibuat terkejut ketika Chimera itu memutar tubuhnya dan memberikan tendangan kuat ketubuh Naruto...,


" Guha!..., "


Naruto merasakan tulang rusuk-nya terasa remuk sebelum ia terhempas kebelakang dengan cepat!...,


Booom!


- Gabriel POV -


Namikaze terhempas dengan cepat membentur dinding ruang luas ini dengan sangat keras akibat tendangan kuat dari Chimera..., tak henti sampai disana, Chimera itu mulai melanjutkan serangan-nya, kedua tanduk miliknya bersinar teranh sebelum akhirnya dari Cela tanduk itu muncul lingkaran Magic yang dalam hitungan detik menempakan kilatan petir berwarna ungu yang langsung menghantam tempat Namikaze itu terhempas...,


Blaaaar!?


Ledakan hebat bergema diruangan ini, dengan ledakan sehebat itu sudah jelas jika Namikaze itu akan..., ketika aku memikirkan nasib Namikaze itu aku mendengar sebuah suara dari balik debu...,


" sedikit saja aku telat menghindar mungkin, aku akan mati..., "


Aku melebarkan mataku melihat dari balik debu akibat ledakan tadi, Namikaze keluar dan menunjukan dirinya..., dia membersihkan darah yang mengalir disudut bibirnya dengan punggung tangannya dengan kasar sebelum ia menatap kearah Chimera yang juga menatap dirinya dengan pandangan tajam...,


Namikaze dan Chimera menatap tajam satu sama lain sebelum keduanya berlari cepat memangkas jarak diantara mereka...,


Trank!


Namikaze kembali mengadu dua [Katana] miliknya dengan tanduk Chimera jenis kambing gunung itu, mereka saling dorong mendorong sebelum akhirnya bertukar serangan dengan sangat cepat...,


Aku tidak mempercayai apa yang aku lihat, Namikaze menahan setiap serangan cepat Chimera dan membalasnya dengan kecepatan yang sama!..., Namikaze melompat menghindari tandukan Chimera dan dengan cepat ia mengayunkan Katana miliknya yang telah diselimuti oleh aura tipis berwarna biru yang aku yakini adalah [Mana]...,


Tebasan Namikaze melesat dalam bentuk pedar tipis yang langsung saja dihindari oleh Chimera dengan mudah..., cih gesit sekali Chimera itu...,


Namikaze menatap kearah Chimera yang berhasil menghindari serangannya dengan tatapan datar, Namikaze memasukan Katana berwarna hitam miliknya kedalam sarung katana yang ada dipinggangnya sebelum ia menyiapkan gesture yang belum pernah aku lihat sebelumnya...,


Melihat lawannya yang bersiap menyerang, Chimera itu juga mulai mengesek kakinya belakangnya dan mengambil ancang-ancang untuk menyeruduk..., keduanya melesat dan kembali berbenturan satu sama lain, Namikaze dan Chimera itu saling menyerang satu sama lain dengan kecepatan yang tak bisa aku lihat...,


Aku terdiam Menatap mereka dari kejauhan, aku hanya melakukan itu tanpa melakukan apapun..., menyedihkan, bahkan orang yang merupakan aib untuk tempat dimana aku bersekolah tengah melawan Chimera mati-matian dan aku hanya bisa melihat aib itu bertarung tanpa bisa melakukan apapun..., entah kenapa aku kesal!, aku sangat kesal karena aku harus ditolong oleh seorang Aib seperti dia!?, aku..., aku membenci hal ini!?...,


Sudah cukup!, aku tidak ingin dilindungi oleh siapapun!?, aku tidak ingin dianggap sebagai gadis yang lemah!?..., aku mengepalkan tangan ku dan mengompres seluruh Mana milikku untuk menyelimuti tubuhku..., aku terus memompa Mana milik-ku hingga kebatas Maksimal!...,


[Heavenly Blood Magic : Meteor]


" Terima ini!?..., Makhluk sialan!. "


- Gabriel POV End -


Naruto yang tengah mengadu kekuatan dengan Chimera dibuat terkejut ketika ia melihat sekelebat cahaya melesat dan menghantam tubuh Chimera dengan kuat hingga membuat Chimera itu melengkung sebelum akhirnya terhempas cepat dan membentur dinding...,


Blaaaar!


Naruto menatap kearah samping dimana ia melihat Chimera itu terpental sebelum Naruto menatap kedepannya dan tepat didepannya Naruto melihat seorang Gabriel tengah berdiri didepannya dalam keadaan melayang rendah diudara, Naruto dapat melihat Gabriel tengah diselimuti oleh energi cahaya yang kuat..., Naruto merasakan bahwa kekuatan Gabriel meningkat pesat dari sebelumnya...,


Gabriel menatap datar tempat dimana Chimera berada sebelum ia mengalihkan pandangannya dan menatap benci Naruto.


" aku tidak ingin, tidak pernah ingin ditolong olehmu!?..., kau hanyalah aib!, kau pecundang!..., ditolong olehmu hanya akan membuatku malu!?, jadi jangan!, jangan pernah menyelamatkan ku lagi!, aku bisa menolong diriku sendiri ingat itu!..., "


Naruto mengerutkan dahinya melihat Gabriel yang mengatakan kalimat menyakitkan itu padanya, ada apa dengan perempuan ini?, kenapa dia tiba-tiba marah dan melontarkan kalimat hinaan yang menyakitkan itu..., oke, Naruto rasa perempuan ini sudah keterlaluan..., Naruto menatap tajam Gabriel...,


" dengar, jika bukan karena sumpah yang telah aku ucapkan, aku tidak akan pernah sudi menolong perempuan angkuh dan tak tahu diri sepertimu, Gabriel..., "


Ucap Naruto dengan nada menusuk, Gabriel menatap tajam Naruto dan ketika mulutnya hendak terbuka tiba-tiba sebuah ledakan menghentikan maksa mereka mengalihkan pandangan mereka kesamping.


" Tsk, dia masih hidup..., "


Gumam Gabriel pelan, Naruto yang ada disebelah Gabriel merendahkan tubuhnya dan menyiapkan kuda-kuda miliknya dengan katana Oric tergenggam erat ditangannya...,


" dasar Makhluk keras kepala..., "


Gabriel dan Naruto menatap tajam Chimera yang tengah menatap mereka berdua dengan tatapan Tajam...,


" jangan halangi jalanku, Pecundang..., aku yang akan mengalahkannya!..., "


" heh..., katakan itu pada Katanaku yang sudah menolongmu dengan memotong satu kepala, dan nanti akan memotong dua kepala sisanya..., "


Keduanya saling menyindir pedas satu sama lain sebelum mereka berdua melesat cepat..., Gabriel yang menggunakan Magic [Meteor] melesat dengan kecepatan tinggi, Naruto yang melihatnya mengaktifkan [Boost] hingga sekarang kecepatan Naruto sama dengan Gabriel...,


Chimera yang melihat mangsanya melesat kearahnya juga ikut melesat dengan tanduk yang siap menembus tubuh Gabriel dan Naruto..., melihat serangan datang, Gabriel bergerak memutar kekanan sementara Naruto tidak menghentikan laju cepatnya dan akhirnya Katana dan tanduk Chimera itu berbenturan satu sama lain...,


Melihat Chimera yang tertahan Gabriel dengan cepat melesat dan memberikan pukulan kuat dari samping namun Chimera melihat Gabriel dan menembakan bola racun kearahnya...,


Gabriel menatap datar Bola Racun itu sebelum ia menjulurkan tangannya kirinya kedepan dan seketika lingkaran Magic putih kecil muncul ditangan Gabriel dan menembakan Bola Cahaya yang langsung meledakan Bola Racun itu..., tak berhenti sampai disana, Gabriel mengompres Mana ketangannya dan dengan cepat terciptalah sebuah pedang cahaya..., Gabriel mengenggam pedang cahaya itu sebelum dengan kecepatan tinggi Gabriel memangkas jarak dengan Ekor Chimera yang merupakan ular beracun itu, dan dalam satu kali Ayunan cepat Gabriel berhasil memotong ular itu...,


Chimera kambing gunung menjerit kesakitan ketika Ekor kepala Ular miliknya dipotong oleh Gabriel, Naruto yang melihat kesempatan langsung mendorong Chimera itu dan dengan cepat melakukan gerakan yang menjadi Signature Move miliknya...,


Naruto melakukan tebasan kearah kanan dengan cepat sebelum ia memutar tubuhnya kekiri dan melakukan tebasan cepat sebelum akhirnya ia menutup dengan tebasan dari atas!...,


[Namikaze Style : Turning Swallow Strike]


Jrash!


Tebasan dari tiga arah itu memberikan luka yang cukup parah ditubuh Chimera itu..., Gabriel terkejut melihat serangan tiga arah yang Naruto keluarkan, tiga tebasan mematikan hanya dalam satu gerakan..., pecundang ini..., dia sudah berkembang..., Gabriel mengeleng pelan apa yang dia pikirkan, sekali pecundang akan selamanya menjadi pecundang!...,


Chimera itu nampaknya masih dapat berdiri setelah menerima serangan dari Naruto, melihat hal itu Gabriel mendengus remeh. sudah ia duga, pecundang tetaplah pecundang, pada akhirnya ia sendiri yang harus turun tangan..., Gabriel mengangkat tangannya dan seketika diatas Chimera muncul 7 lingkaran Magic yang berputar dengan pelan...,


Deg!


Naruto menegang ketika ia merasakan firasat buruk, Naruto menoleh kesamping dan ia melihat Gabriel tengah mengangkat tangannya keatas, Naruto menyipitkan matanya menatap tangan Gabriel yang diselimuti kekuatan Magic, sebelum pandangan Naruto terangkat keatas dan seketika iris shappire Naruto melebar melihat 7 lingkaran Magic yang bersinar tepat diatasnya...,


[Light Magic : Grand Chariot]


Naruto mengertakan giginya..., perempuan ini..., dia ingin menembakan Magic itu tepat diatas dirinya dan Chimera..., tidak ingin Mati Naruto langsung melompat kebelakang dan tepat setalah itu 7 pillar cahaya jatuh dan menghujani Chimera...,


Blaar!


Blaar!


Blaar!


Blaar!


Ledakan hebat memaksa Naruto untuk segera menjauh mencari jarak aman, Naruto menyipitkan matanya ketika ia melihat didalam pillar cahaya yang bersinar terang Chimera mencoba untuk bangkit...,


" sial, Makhluk itu... masih berusaha bangkit setelah dihantam oleh Magic sekuat ini..., "


Tidak ada pilihan lain, Naruto mengompres [Mana] miliknya hingga katana miliknya diselimuti Aura tipis.


' belum cukup..., untuk mengalahkan Magical Beast sekelas Chimera, ini belum cukup. lebih, lebih banyak lagi! '


Naruto menambahkan Volume [Mana] miliknya hingga membuat Aura tipis itu semakin lama semakin menebal sebelum akhirnya berubah menjadi layaknya kobaran api..., Naruto membuka Matanya dan dalam gerakan cepat Naruto melakukan tebasan Vertikal dari atas kebawah.


[Original Style: Great Wave]


dan seketika Pedar Energi langsung melesat kearah Chimera yang terkunci oleh [Light Magic : Grand Chariot] milik Gabriel dan...,


Kah-Boom!


Ledakan besar akibat dua benturan kekuatan yang besar tercipta dan menghancurkan Chimera dalam ******* ledakan besar..., setelah beberapa saat ledakan mereda dan yang terlihat kini hanya sebuah kawah berukuran cukup besar dengan Chimera berceceran ditengah kawah...,


Naruto menatap hal itu sejenak sebelum ia menghela nafas lega, dan memasukan kembali katana miliknya, ini sudah berakhir. Gabriel yang masih melayang rendah diudara perlahan melayang turun dan mendarat dengan sempurna...,


" kali ini Makhluk itu tidak akan bangkit lagi. "


Naruto melirik kearah Gabriel yang bergumam pelan, Naruto menatap kembali kearah kawah...,


" ya, dia telah tamat. "


Naruto menghela nafas, ia tidak pernah menyangka jika diri-nya bisa mengalahkan Magical Beast Rank [Black-Gold], meskipun kemenangan ini tidak bisa dibanggakan sebab dirinya dibantu oleh perempuan yang paling dibenci olehnya, tapi tetap saja merupakan sebuah keajaib dirinya dan Gabriel bisa mengalahkan Makhluk sekelas Chimera...,


Ketika kedua remaja itu tengah menatap mayat Chimera yang berceceran tiba-tiba seluruh ruang yang memiliki ukuran lumayan luas itu bergetar...,


" ke-kenapa ini?..., "

__ADS_1


Gabriel berucap dengan panik selagi ia menjaga keseimbangan tubuhnya, sementara Naruto berusaha mempertahankan keseimbangan dirinya selagi matanya menatap kearah sekeliling, getaran ini bukan getaran akibat pergeseran lempengan tektonik bumi atau getaran yang menandakan tempat ini runtuh, getaran ini nampaknya adalah sebuah sistem sistimatis untuk tempat ini..., jebakan?, atau sesuatu yang seperti kandang Makhluk buas yang lebih berbahaya dari Chimera terbuka contohnya... Oke itu tidak lucu jika benar-benar terjadi...,


Naruto dan Gabriel mengalihkan pandangan mereka dengan kompak ketika tak jauh dari tempat mereka tiba-tiba dinding dengan Ukiran Paku(Hieroglif) terbelah dan dari sana Naruto dan Gabriel dibuat terpukau dengan kemunculan patung raksasa berbentuk Makhluk Humanoid dengan tanduk besar dikepalanya dan ekor besar dibelakangnya serta tak lupa tombak yang ada ditangannya..., tepat dibawah patung raksasa itu Naruto dan Gabriel melihat sebuah pintu dengan yang cukup mewah..., kedua remaja itu menatap pintu itu dengan tatapan menyelidik.


' pintu rahasia?, mungkinkah..., Ruang Harta!. '


Keduanya membatin sebelum akhirnya Gabriel bergegas mendekati pintu itu, sementara Naruto hanya bisa berjalan santai dibelakang Gabriel selagi iris mata-nya menatap kearah patung Makhluk Humanoid itu...,


' firasatku tidak enak tentang hal ini..., '


Entah kenapa namun Naruto merasakan firasat buruk ketika melihat patung Makhluk Humanoid itu, Naruto menepis firasatnya itu sebelum ia mengalihkan pandangannya dan menatap kearah Gabriel yang telah membuka pintu mewah itu, Naruto yang melihat hal itu hanya bisa memasang wajah datar dan mengikuti Gabriel yang telah terlebih dahulu masuk kedalam ruangan...,


Sesampai didalam, Naruto dan Gabriel dibuat terdiam ketika mereka berdua melihat apa yang ada didepan mereka, dihadapan mereka saat ini hanyalah sebuah ruangan yang sangat luas, keduanya menatap sekitar dan hanya menemukan kegelapan, Gabriel menatap ruangan gelap itu dan berjalan menuju sesuatu yang menyerupai pegangan tangga...,


Gabriel mengerutkan dahinya ketika tangannya merasakan cairan yang licin, Gabriel mengangkat tangannya dan mencium ciaran itu...,


" ugh..., bau apa ini..., "


Naruto yang tengah menatap kesekitar dengan [Belial Eye] yang aktif teralihkan ketika mendengar suara gerutuan Gabriel, Naruto melihat kearah Gabriel yang tengah menutup hidungnya menghindari bau yang tidak sedap dari cairan yang membasahi tangannya..., Naruto menyipitkan matanya sebelum irisnya melebar sempurna..., mungkin kah itu..., Minyak hewan?...,


Naruto bergegas mendekati kearah Gabriel, " kau, dimana kau terkena cairan itu?. " tanya Naruto dengan nada datar..., Gabriel menoleh kearah Naruto sebelum dengan enggan ia menunjuk kearah batu yang terlihat seperti pegangan tangga itu.


" disana, cairan menjijikan itu membuat tanganku kotor..., geez, aku harus mencucinya setelah ini. "


Guman Gabriel mendapatkan tatapan datar dari Naruto yang langsung melewati Gabriel dan menyentuh celah diantara batu dan ia merasakan cairan licin dan berbau khas ditangannya..., tidak salah lagi, ini adalah minyak hewan...,


Naruto menarik kedua katana miliknya dan dengan cepat mengesekan kedua katana-nya hingga menciptakan bunga api yang memercik keatas celah berisikan Minyak Hewan itu...,


Bruush!


Minyak yang terkena bunga api dari gesekan dua katana milik Naruto terbakar menjadi api, api dengan cepat menyebar mengikuti jalur dari susunan batu itu..., api terus menjalar hingga menerangi setiap sudut ruangan..., setelah ruangan itu mendapatkan cukup mendapatkan cahaya maka terlihatlah isi ruangan tersebut...,


Naruto dan Gabriel melebarkan mata mereka selebar mungkin ketika melihat isi dari ruangan itu..., tumpukan emas, permata dengan warna berbeda, guci, Armor bahkan senjata berlapiskan emas ada disana berjajar membentuk sebuah jalur menuju kearah sebuah Menara tinggi yang terletak cukup jauh dari mereka berdua..., Naruto dan Gabriel menatap Menara itu dengan kagum sampai Gabriel menyipitkan mata ketika melihat cahaya berwarna ungu menjulang dari atas Menara itu...,


Cahaya itu..., apa Lingkaran Magic...,


Gabriel berjalan mendekati Menara itu, cahaya keunguan itu mungkinkan itu adalah Magic Teleportasi, yang artinya pintu keluar dari tempat ini?..., Gabriel penasaran dan ia harus melihat-nya...,


Naruto yang berada dibelakang Gabriel menatap kekanan dan kekiri, dahi Naruto berkerut, ini aneh... untuk ukuran Harta ini cukup banyak..., dan tidak ada sistem perlindungan-nya sama sekali?..., tempat seluas ini juga entah kenapa terasa tenang sangat tenang malah dan disitulah keanehan-nya, tempat ini seharusnya dilindungi oleh sistem jebakan maut atau setidakmya Golem yang akan menjaga seluruh harta diruangan ini namun nampaknya tempat ini tidak memiliki semua keamanan itu san itu aneh...,


Naruto yang tengah melihat sekitar tiba-tiba mengalihkan pandangannya kedepan dan mata Naruto menyipit ketika ia melihat sesuatu tengah berdiri ditepi menara dengan senjata tombak ditangannya..., sesuatu itu mengambil posisi ancang-ancang sebelum ia bersinar terang dan melesat dengan kecepatan setara Kilat kearah..., Gabriel...,


" Kau!, Awas!?..., "


" Tsk, apa mau-, "


Zoooorsh!?


Terlambat..., kilatan cahaya itu telah menelan Gabriel bahkan sebelum ia dapat menyelesaikan kalimatnya, Naruto menghentikan lajunya dan menatap kearah Gabriel yang [Hangus] dengan mata memutih tak sadarkan diri..., tubuh Gabriel terlihat mengeluarkan percikan listrik kecil sebelum akhirnya tubuh Gabriel kehilangan keseimbangan dan jatuh membentur lantai...,


" [hm..., sudah lama sejak terakhir kali aku mendapati penyusup ditempatku] "


Sebuah suara membuat Naruto mengalihkan pandangannya kesamping dan seketika iris Shappire Naruto menangkap sesosok Makhluk Humanoid dengan tanduk besar dikepala-nya, ekor besar dan kuat dibelakang tubuhnya dan tak lupa sebuah tombak ditangan-nya...,


Dia..., Makhluk yang ada digambar Hieroglif, Naruto mengenggam erat Katana dipinggangnya dan menatap Waspada Makhluk itu...,


" siapa kau..., dan Makhluk apa kau..., "


Makhluk Humanoid itu mengerutkan wajahnya sebelum ia membuka mulutnya...,


" [aku adalah Roh Petir Level tertinggi, dan Namaku adalah Ruin Ishkur] "


Naruto mengerutkan dahinya mendengar nama dari Makhluk yang memanggil nama-nya sebagai Ruin Iskhur..., dan apa itu Roh Level tertinggi, apa didunia Roh ada Tingkatan-Tingkatan Level?.. , Ruin Iskhur yang melihat Naruto kebingungan hanya bisa terdiam sebelum ia memutar tombak miliknya...,


"[Tidak perlu dipikirkan, Nak. Sebab...]"


Sring!


" [..., kau tidak punya waktu untuk berpikir lagi..., ]


Naruto membulatkan matanya ketika Ruin Iskhur yang ada didepannya menghilang dan tiba-tiba muncul dibelakangnya, Naruto berniat menarik katana miliknya namun Ruin Iskhur mengagalkan niatan Naruto, dengan cepat Ruin Iskhur memegang punggung Naruto dan seketika Kejutan Listrik langsung menyambar Naruto dan menyetrum Naruto dengan tegangan tinggi...,


Zoorrrrsh!


Dalam hitungan detik Naruto langsung [Hangus] dan dibuat tak sadarkan diri dengan menggunakan Petir bertegangan tinggi, Naruto yang Hangus kehilangan keseimbangannya dan jatuh membentur lantai...,


Melihat kedua lawannya tumbang, Ruin Iskhur. Memutar tombakan-nya dan menghilang dalam kilatan cahaya dan kuncul diatas Menara..., dia adalah Roh yang ditugaskan untuk menjaga ruangan ini oleh penguasa kota Ligodorian.., Roh dengan Level tertinggi itu adalah Roh terkuat dari Roh berelemen petir lain-nya..., memusnahkan Penyusup tanpa penyusup itu sadari menggunakan kecepatan dari elemen petir miliknya yang menyamai kecepatan dari kilatan petir..., sungguh kecepatan yang mengerikan!...,


- MindScape -


" dikalahkan hanya dengan satu serangan?, menyedihkan.. "


Siapa?, suara siapa itu..., Naruto perlahan membuka matanya dan menunjukan iris shappire indah, dan terlihatlah langit cerah yang menyejukan mata..., Naruto bangkit dari posisi terlentang-nya dan mengambil posisi duduk...,


" maa, aku tidak bisa mengatakan jika ini adalah salahmu, karena lawanmu adalah Roh Petir level tertinggi, Ruin Ishkur. "


Mendengar suara dibelakangnya, Naruto langsung menoleh kebelakang dan ia melihat bola Crystal berwarna merah Ruby melayang tak jauh dari posisi Naruto saat ini..., Naruto mengerutkan dahinya melihat Bola Crystal yang melayang itu, bukankah Bola Crytal itu adalah harta Clan Namikaze yang ia bawa pulang ke Academy?...,


" akhirnya, kau sadar juga. "


Naruto mengerutkan dahinya melihat Crystal itu mengeluarkan sebuah suara yang tidak bisa ditebak jenis kelamin pemilik suara itu...,


" kau..., berbicara padaku?. "


" huh?..., apa kau bodoh tentu saja aku berbicara padamu..., "


Naruto entah kenapa merasa sedikit kesal mendengar nada bicara dari Bola Crystal didepannya..., Naruto menghela nafas.


" jadi..., bisa kau jelaskan dimana kita, dan siapa kau Bola-Crystal-yang-bisa-berbicara-san.?..., "


" Nuu..., aku tidak suka panggilan itu..., tapi aku akan menjawab pertanyaanmu, kau berada dialam bawah sadarmu, dan siapa aku?, untuk saat ini, kau tidak perlu tahu siapa aku..., "


Naruto menatap curiga bola crystal didepannya, " baiklah..., jadi apa yang kau inginkan dariku?. " tanya Naruto, Bola Crystal itu terdiam sebelum ia terbang cepat kearah Naruto.


" heh~, kenapa kau berpikir jika aku menginginkan sesuatu darimu?. "


Tanya Crystal itu, Naruto menatap datar Crystal itu, " kau tahu, jika kau tidak memiliki sesuatu yang kau inginkan dariku maka kau tidak perlu repot-repot menungguku sadar..., " ucap Naruto membuat Crystal itu terdiam sebelum mengeluarkan tawa...,


" Ufufufu!, menarik!..., kau bisa menebak sesuatu seperti itu dipercakapan pertama kita..., benar!, aku memiliki sesuatu yang ingin atau lebih tepatnya kau lakukan untuk-ku..., "


" dan..., sesuatu apa itu?. "


Tanya Naruto dengan satu alis terangkat, Bola Crystal itu mengeluarkan cahaya berkerlap-kerlip dengan semangat...,


" aku ingin agar kau terus berkembang!, terus berkembang hingga berdiri dipuncak kekuatan seluruh Makhluk didunia ini!..., "


" berdiri dipuncak?, maksudmu..., menjadi Rank [Diamond]?. "


Naruto bertanya dengan nada bingung dan membuat Bola Crystal itu tertawa lagi..., Naruto yang ditertawakan mengerutkan dahinya.


" ufufufu!, tidak!, aku tidak memintamu menjadi Rank [Diamond] yang merupakan tahap awal dari pengembangan!. "


Naruto membulatkan matanya mendengar perkataan dari Bola Crystal itu, Rank [Diamond] hanyalah Tahap awal dari pengembangan [Mana] apa maksudnya ini...,


" kau, apa kau baru saja mengatakan jika ada tahapan yang lebih tinggi dari Rank [Diamond]?. "


" ya!, Rank [Diamond] hanyalah tahap awal dari pengembangan, ada tiga tahap lanjutan dari Rank [Diamond]..., [Miracle Sage], [Ruin Sage] dan [Imperial Sage]..., tiap tahap lanjutan memiliki keunikan masing-masing..., dan ketiga tahap ini hanya bisa kau pelajaran ketika kau sudah mencapai puncak dari Rank [Diamond]..., dari ketiga tahap ini hanya satu yang bisa kau pelajari, satu kali dalam seumur hidupmu..., "


Naruto terdiam dengan mata terbuka lebar, jadi tahap [Diamond] hanyalah tahap awal dari pengembangan, ada Rank yang lebih tinggi lagi daripada Rank [Diamond]..., sungguh kenyataan yang tak terduga..., tunggu sebentar, informasi ini sangatlah berharga, lalu kenapa Bola Crystal ini menyampaikan hal ini padanya..., Naruto menyipitkan matanya menatap tajam Bola Crystal itu.


" kenapa kau memberitahukan hal ini padaku..., apa yang kau rencanakan?. "


" ufufu!, kini baru kau tanyakan apa yang aku rencanakan..., baiklah, karena sebentar lagi kita akan menjadi partner maka aku akan mengatakan-nya padamu..., rencanaku adalah menciptakan sejarah dimana Manusia!, menjadi seorang Dewa!..., dan kau adalah kandidat yang aku pilih!..., "


" ap-apa..., menjadi De-De-Dewa!?. "


" benar!, dengan menjadi Rank [Diamond] lalu melanjutkan ketahap selanjutnya, maka kita akan menjadi seorang Dewa!..., kau dan aku!, kita akan menjadi Manusia dan Magical Beast dengan gelar Dewa!. "


Naruto terkejut hingga ketingkat maksimal..., manusia menjadi seorang Dewa?, bukankah itu..., tidak mungkin..., Naruto memijat pelipisnya yang tiba-tiba terasa sakit!..., ini terlalu berat, menjadi dewa dia bilang?, apa yang sebenarnya Magical Beast ini katakan?..., Tunggu sebentar?, Magical Beast?..., tiba-tiba Naruto menyabet kepalanya dan menatap kearah Crystal yang melayang didepannya...,


" tunggu, kau ini..., Magical Beast!?..., "


" ah, aku belum memberitahumu ya?..., ya aku adalah Magical Beast!..., lebih tepat-nya Magical Beast Rank [Steel: l] "


Ap...Apa?, Magical Beast Rank [Steel: l], dia bercanda bukan!, Naruto menatap kearah Crystal itu dengan tajam...,


" bagaimana bisa kita menembus Rank [Diamond] sementara kau berada di Rank [Steel: l]...,! "


Teriak Naruto kesal, bagaimana tidak?, ia merasa dipermainkan oleh Bola Crystal yang nyatanya hanyalah Magical Beast Rank Besi bintang I!?...,


" Nuu~, jangan menilai dari luarnya, perlu kau tahu aku memiliki kondisi spesial, dimana aku bisa berkembang mengikuti kontraktor-ku!, lebih sederhana-nya, aku akan semakin kuat ketika Masterku menjadi semakin kuat!..., jadi saat kau berada di Rank [Diamond] maka aku juga akan menjadi Magical Beast Rank [Diamond]..., "


Ucap Bola Crystal itu dengan nada serius, Naruto terdiam mendengar perkataan dari Crystal itu, Magical Beast ini akan semakin menjadi kuat mengikuti perkembangan Masternya..., Naruto terdiam selama beberapa saat sebelum ia menatap tajam Bola Crytal itu...,


" kau..., apa yang kau katakan itu benar?..., jika aku berada di Rank [Diamond] maka kau juga akan menjadi Magical Beast Rank [Diamond]?..., "


" tentu saja!, mana mungkin aku berbohong!. "


Naruto menyipitkan matanya, " apa yang membuatmu yakin aku akan mempercayaimu... " tanya Naruto, ayolah, menjadi lebih kuat dari Rank Diamond itu impian setiap Makhluk didunia ini..., jika itu benar maka Naruto mendapatkan Jackpot!, dan jika itu salah dan dia hanya dimanfaatkan oleh Magical Beast yang berwujud Crystal itu, ini akan menjadi penghalang untuk perkembangan [Mana] miliknya...,


Bola Crystal itu terdiam sebelum ia mengeluarkan cahaya kerlap-kerlip. " karena kau dan aku memiliki tingkat kecocokan tinggi, apa kau tidak merasakan-nya saat kita pertama kali bertemu?. " tanya Bola Crystal itu, Naruto terdiam dan menatap bola itu, memang benar jika sewaktu Naruto bertemu dengan Bola Crystal ini diruang Harta Keluarga Namikaze ia merasa terpanggil untuk memiliki Bola Crystal ini..., Naruto menghela nafas.


" baiklah, kau menang..., kau dan aku memang memiliki tingkat kecocokan yang tinggi, menolakmu disini dan mencari Magical Beast yang lain hanya akan sia-sia karena dari awal, kita memang ditakdirkan untuk bersama..., "


" ufufufu~, dan artinya~..., "


Naruto memutar matanya bosan mendengar nada genit dari Magical Beast berbentuk Crystal didepannya...,


" ya, kau dan aku akan menjalin pengabungan mulai sekarang..., "


" ufufufu~, "


Naruto memejamkan matanya begitu Bola Crystal itu melayang pelan menuju kening Naruto, dan ketika permukaan Bola Crystal itu menyentuh kening Naruto sebuah Lingkaran Magic muncul dan bersinar dengan terang...,


Setelah beberapa saat sinar itu meredup dan dengan begitu Kontrak telah terjalin..., perlahan Naruto membuka matanya dan seketika iris Shappire Naruto melebar ketika ia melihat wajah seorang perempuan cantik hanya berjarak beberapa inchi dari wajahnya, kening perempuan bersentuhan dengan keningnya...,


Nafas Naruto terhenti ketika perempuan itu memhuka matanya dan terlihatlah iris Dark Pink menatap Naruto dengan lembut..., Naruto yang terkejut langsung mengambil langkah menjauh dan hal itu membuat Perempuan itu menatap kearah Naruto dengan senyuman manis...,


" ufufu~, ada apa Master?, kenapa kau terkejut seperti itu?. "


Naruto tiba-tiba merinding ketika mendengar nada lembut itu, dengan jari bergetar Naruto menunjuk kearah Perempuan bersurai pirang dengan gaya ikat kepang memenjang sampai menyentuh paha-nya...,


" si-siapa ka-kau?..., "


Perempuan itu tersenyum dan dengan anggun merendahkan lepalanya dan menarik dress biru kehitaman yang ia kenakan...,


" namaku adalah [The Joker]..., Magical Beast yang menjalin kontrak denganmu, Master..., "


Naruto terdiam sebelum ia mengampar dirinya dengan sangat kuat, ia meringis kesakitan akibat gamparan-nya sendiri!...,


" Sialan!?, ini bukan Mimpi!?..., "


Naruto berteriak dengan keras membuat perempuan yang merupakan Magical Beast Naruto terkejut, Naruto meremas Rambut pirangnya dengan kuat..., apa ini?, apa ini Harem rute?..., pasti Harem Rute!?, ini terjadi lagi!?, dulu ia mendapatkan sebuah buku yang mengelitik instingnya untuk memiliki buku itu dan tak lama Buku itu ternyata bisa berubah menjadi seorang gadis Loli dengan keimutan yang melebihi angka Maks!?..., dan sekarang ia mendapatkan Magical Beast seorang Bishoujo?!, terlebih Kinpatsu Bishoujo!?..., ada apa dengan perkembangan tak terduga ini!?..., Naruto bergumam dengan Despresi.


" hahaha, Buku yang bisa menjadi Loli imut dan sekarang Magical beast Kinpatsu Bishoujo?..., hahaha kepalaku..., "


Naruto memijat pelipisnya yang berdenyut..., sialan, terkadang ia lupa jika dirinya telah bereinkarnasi kedunia lain, dunia lain yang penuh dengan hal Fantasy...,


" oke, tarik nafas, dan hembuskan..., tenang Naruto, tenang..., "


Naruto menghela nafas untuk menenangkan dirinya yang terguncang..., dan mengalihkan pandangannya menatap kearah perempuan yang merupakan Magical Beast miliknya...,


" baiklah, biar aku luruskan..., kau, adalah Magical Beast milik-ku, benar?..., "


" y-ya, itu benar, Master. "

__ADS_1


Naruto terdiam mendengar jawaban dari Magical Beast-nya..., Naruto jatuh berlutut dan memukul rerumputan dibawahnya..., selagi air mata mengalir menuruni pipinya...,


" Cikuso..., ada apa dengan perkembangan ini!?..., "


__ADS_2