
Baru kali ini dirinya menangis karena selama hidupnya daddy Paulinus tidak pernah sedikitpun menangis hanya sikap dingin, arogant dan membunuh tanpa ampun. Tidak berapa lama dirinya juga tidak sadarkan diri karena daddy Paulinus juga mengalami luka hanya saja istrinya yang paling parah karena memeluk dirinya.
Patrick yang di lempar mommynya terguling di rumput untunglah dirinya tidak terluka. Patrick langsung menghubungi kakaknya Paulus menggunakan ponsel mungil dan untunglah ponselnya tidak rusak hanya retak. Deringan pertama langsung di angkat oleh kakaknya.
" Ada apa dek?" tanya kak Paskalis dengan nada santai.
" Hiks... hikss... kakak... hikss.." ucap Patrick sambil terisak
" Kamu kenapa dek?" tanya Paskalis dengan nada panik karena adik bungsunya menangis.
" Kakak hiks... hiks... mommy... hikss... daddy.... hikss... hiks.." ucap Patrick sambil menangis.
" Paman Hendrik berhenti dulu, kak Paulus lacak GPS Patrick." teriak Paskalis dengan panik.
" Baik." Jawab mereka serempak
" Paman pinjam laptopnya." pinta Paulus
" Baik tuan muda." Jawab Hendrik sambil memberikan laptopnya
Mereka semua sangat panik mendengar teriakan Paskalis.
" Paskalis ada apa?" tanya opa ikutan panik
" Opa, Patrick menangis nyebut nama daddy dan mommy." Jawab Paskalis
" Apa??" teriak mereka serempak.
" Patrick ceritakan ada apa?" tanya Paskalis berusaha dengan nada lembut agar adiknya berhenti menangis
" Tadi mommy melempar Patrick dari mobil terus Patrick terguling di rumput hiks.. hiks...!." Ucap Patrick sambil menangis.
" Kenapa mommy kita melempar Patrick keluar dari mobil?" tanya Paskalis dengan nada terkejut begitu pula dengan yang berada di dalam mobil.
" Kenapa mommy kalian tega sama cucu kita?" tanya oma dengan menahan kesal terhadap menantunya sambil mengusap wajahnya dengan kasar tidak berapa lama air matanya keluar.
" Sssttt kita dengarkan saja dulu." Ucap opa sambil berusaha menenangkan istrinya.
" Ketemu, paman Hendrik cepat balik mobil ke jalan xxxx." ucap Paulus
" Baik tuan muda." Jawab paman Hendrik.
" Patrick kenapa mommy melempar Patrick ke rumput?" tanya Paskalis ulang.
" Karena ada truk yang menabrak mobil daddy hiks.... hikss... dan mobil daddy terdorong terus terguling - guling... hiks... hiks..." ucap Patrick sambil menangis.
" Coba lihat mobilnya daddy." pinta Paskalis dengan nada masih lembut.
__ADS_1
Patrick berjalan ke arah mobil milik daddy, matanya membulat sempurna melihat mommy dan daddy diam tidak bergerak sama sekali.
" Daddy.... mommy...hiks... hikss... jangan tinggalkan Patrick...hiks... hiks..." teriak Patrick masih dengan suara terbata - bata dan menangis.
" Mommy dan daddy kenapa Patrick?" tanya Paskalis sambil menahan rasa sesak hatinya karena mendengar adik kesayangannya menangis.
" Kakak... hiks .. hiks... mommy ... hiks... daddy hiks.. mommy memeluk daddy dan Patrick panggil diam saja hiks .. hiks...." ucap Patrick sambil menangis terisak dan berusaha membuka pintu mobil.
" Apa??" teriak Paskalis kemudian menutup mulutnya dan tidak berapa lama air matanya ikut mengalir dengan deras seperti adiknya.
Semua yang ada di situ terkejut membuat oma memeluk Paskalis.
" Ada apa Paskalis?" tanya oma karena melihat cucu kesayangannya menangis.
" Mobil daddy di tabrak truk dan mommy memeluk daddy dan muka daddy berdarah dan daddy matanya terpejam." Ucap Paskalis dengan air mata tidak berhenti keluar.
" Apa!!!" pekik mereka serempak
" Hendrik cepat." Perintah opa sambil menghubungi mobil ambulance.
Oma merasa bersalah dengan menantunya yang mengira tidak sayang dengan cucunya Patrick. Kini oma mengerti kenapa menantunya sengaja melempar Patrick dari mobil karena ada alasannya yaitu agar Patrick selamat dari kecelakaan. Tidak berapa lama mereka sudah sampai di tempat.
" Paulus dan Paskalis sama oma saja yang lainnya keluar." Perintah Oma
" Baik Oma." Jawab ke duanya serempak.
Opa, paman Hendrik dan Maria turun dari mobil dan langsung menyebrang jalan. Mereka melihat Patrick berada di dalam mobil berusaha menarik mommy Paulina sambil menangis.
" Mommy hiks... hiks... daddy hiks..hiks..." ucap Patrick sambil memeluk Maria dan menangis terisak.
" Sabar sayang, pasti mommy dan daddy baik - baik saja." Ucap Maria dengan nada lembut
Lima menit kemudian mobil ambulance datang dan membawa mommy Paulina dan daddy Paulinus.
" Aku akan menjaga mereka." Ucap paman Hendrik
" Baiklah, aku yang akan mengendarai mobil." ucap Maria.
Merekapun pergi menuju ke rumah sakit hanya membutuhkan waktu dua puluh lima menit mereka sudah sampai di rumah sakit dan langsung di bawa ke unit gawat darurat. Kini mereka sedang duduk di ruang tunggu dengan hati cemas.
" Paman Hendrik aku pinjam lagi laptopnya." Ucap Paulus dengan nada dingin
" Baik tuan muda." Jawab paman Hendrik sambil menyerahkan laptopnya.
" Biar opa yang pegang laptopnya." ucap opa
" Paulus, Paskalis dan Patrick ikut opa ke ruang perawatan VVIP agar kalian istirahat dan untuk kamu Hendrik ambilkan koperku dan kopermu karena baju kita terkena noda darah." Sambung opa
__ADS_1
" Baik tuan besar." Jawab paman Hendrik
" Baik opa." Jawab ke tiga cucu kembarnya bersamaan
Mereka pergi ke ruang perawatan VVIP sedangkan oma dan tante Maria menunggu di ruang tunggu ugd.
ceklek
Paulus langsung duduk di sofa diikuti oleh opa sedangkan ke dua adiknya istirahat. Jari jemari yang mungil milik Paulus sangat lincah mengutak atik laptopnya sedangkan opanya hanya memperhatikan cucunya.
( " Benar yang dikatakan oleh putraku dan Hendrik ternyata cucuku sangat genius." ucap opa dalam hati ).
ceklek
Paman Hendrik membawa dua koper, satu koper diberikan ke opa.
" Tuan besar, maaf ini kopernya." Ucap paman Hendrik.
Opa langsung menerima kopernya dan mengambil satu stel pakaian santai karena pakaiannya terkena bercak darah dari tubuh mommy Paulina. Opa masuk ke dalam kamar mandi dua puluh lima menit kemudian opa sudah mengganti pakaiannya dan kini giliran paman Hendrik membersihkan diri. Opa mendekati cucu pertamanya dan duduk di sampingnya yang masih mengutak atik laptopnya.
Setelah hampir satu jam barulah Paulus menghentikan kegiatannya.
" Opa kenal pelayan ini?" tanya Paulus dengan nada dingin
" Kenal dia pelayan baru, memang kenapa Paul?" tanya opa
" Opa lihat apa yang dilakukan pelayan itu." Ucap Paulus tanpa menjawab pertanyaan opanya.
Ketika opa ingin melihat rekaman cctv bertepatan paman Hendrik keluar dari kamar mandi dan langsung duduk di samping Paulus. Paman Hendrik juga mendengarkan percakapan pelayan itu.
" Si*l ternyata aku memperkerjakan seorang pengkhianat." ucap opa sambil menggenggam tangannya dengan erat menahan emosinya begitu pula dengan paman Hendrik.
" Paulus kamu di sini dulu bersama ke dua adikmu Paskalis dan Patrick, opa ingin berbicara dengan paman Hendrik nanti opa kembali lagi." ucap opa menahan emosinya.
" Baik opa." Jawab mereka serempak
Opa langsung berdiri dan berjalan meninggalkan ke tiga cucunya dengan diikuti paman Hendrik dari belakang.
" Hendrik, tangkap pelayan itu dan bawa ke markas." Ucap Opa dengan nada dingin.
" Baik tuan." Jawab paman Hendrik sambil mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang yang dipercayai setelah selesai menghubungi ke dua orang itu mereka berjalan ke arah ruang ugd.
" Bagaimana hasilnya?" tanya opa dengan nada dingin.
" Belum tahu." Jawab oma.
" Mommy tolong temani tiga cucu kita." Pinta opa
__ADS_1
" Baik dad." Jawab oma sambil berdiri dan berjalan meninggalkan mereka.
" Aku ikut." ucap Maria ikut berdiri dan menyusul mommynya Paulinus.