Tiga Anakku Yang Sangat Tampan

Tiga Anakku Yang Sangat Tampan
Bercerai


__ADS_3

" Putraku yang pertama bernama Paulus sangat pintar program IT, yang ke dua bernama Paskalis sangat pintar bisnis dan yang ke tiga bernama Patrick yang bersama orang tua kita bisa bela diri." Ucap kakaknya dengan nada bangga.


" Apa?? kakak jangan bercanda." Protes adiknya.


" Kakak tidak bercanda buktinya kamu bisa lihat sendiri putra ke duaku bisa mengerjakan pekerjaan kantor." Ucap kakaknya dengan nada serius.


" Adik bisa lihat sendiri kan tadi ke tiga putraku mendapatkan piala." Sambung kakaknya dengan nada bangga.


" Iya aku baru ingat ke tiga putramu mendapatkan piala." Ucap adiknya


" Makanya kakak rencana mau beli mansion yang sangat megah untuk di gunakan sebagai meseum khusus piala." Ucap daddy Paulinus dengan nada bangga.


" Buat apa? piala hanya tiga kenapa beli mansion lagi." Ucap adiknya dengan nada penasaran.


" Kata siapa hanya tiga pialanya sangat banyak belum lagi piala yang berada di luar negri lebih banyak lagi." Ucap kakaknya


Adiknya hanya mengusap wajahnya dengan kasar sambil menghembuskan nafasnya dengan berat.


" Istriku sangat boros suka berbelanja barang branded sampai mansion tempat tinggal kami penuh dengan barang - barang branded selain itu istriku sibuk dengan kegiatan sosialita. Jalan - jalan ke luar negri bersama teman - temannya tanpa memperdulikan aku dan ke dua putra kami. Akibat istriku seperti itu membuatku sibuk di kantor agar bisa memenuhi kebutuhan istriku membuat putra kami kekurangan kasih sayang." Ucap adiknya dengan nada lirih


" Ke dua anakku jadi malas belajar hanya bermain game, game dan game, kakak bisa lihat ke dua putraku menggunakan kaca mata." Sambung adiknya.


Kakaknya hanya diam mendengarkan keluhan adiknya membuat dirinya sangat bersyukur mempunyai istri yang sangat baik dan juga mempunyai ke tiga anak kembar genius.


" Jujur aku sangat iri dengan kakak mempunyai istri yang baik dan anak - anak yang bisa dibanggakan." Ucap adiknya.


" Bisakah kakak memberikan saran?" Tanya kakaknya


" Saran apa kak?" Tanya adiknya


" Kamu katakan saja semua keluhanmu selama ini ke istrimu, walau istri kakak memberikan semua aset perusahaan untukmu tetap saja akan habis karena sifat istrimu yang boros selain itu ajarilah istrimu untuk lebih sopan ke orang tua kita. Kamu tidak lihat orang tua kita menjadi sedih mendengar ucapan istrimu." Ucap kakaknya berusaha menyadarkan adik kembarnya.


" Aku sudah pernah bilang padanya tapi istriku selalu mengatakan aku pria tidak berguna hidup menumpang keluarganya dan membuat perusahaannya bangkrut." Ucap adiknya


" Apa?? kurang ajar sekali istrimu. Lebih baik kamu berpisah dengan wanita ular itu." Ucap kakaknya dengan nada kesal karena adiknya diperlakukan seperti itu.


" Aku pernah berkata seperti itu tapi istriku memintaku untuk mengembalikan perusahaan milik orang tuanya." Ucap adiknya.


" Bukankah gara - gara istrimu makanya perusahaan miliknya bangkrut." Ucap kakaknya sambil menahan emosinya.


" Aku pernah mengatakan itu tapi istriku tetap memaksaku untuk mengembalikan semuanya seperti semula bahkan memintanya dua kali lipat." Ucap adiknya lirih

__ADS_1


" Belum lagi keluarganya ikut korupsi tapi sayang aku tidak ada bukti." Keluh adiknya sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


Kakaknya menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk mengurangi rasa kesalnya.


" Kita duduk di sofa." Ucap kakaknya sambil berdiri dan berjalan ke arah sofa untuk duduk di samping Paulus.


" Kamu duduk di sebelah Paulus." Perintah kakaknya.


" Baik kak." Jawab adiknya sambil berdiri dan berjalan ke arah sofa untuk duduk di samping Paulus.


Kini Paulus berada di tengah-tengah antara daddynya dan pamannya.


" Sedang apa?" Tanya daddynya


" Teman sekolahku meminta bantuan untuk meretas cctv perusahaan milik orang tuanya. ." Ucap Paulus


" Memang ada apa dengan perusahaan milik orang tuanya?" Tanya daddy Paulinus


" Katanya karyawan ada yang korupsi dad." Ucap Paulus


" Sekarang apa yang akan kamu lakukan?" Tanya daddy Paulinus.


" Mengembalikan uang yang di korupsi dan memindahkan semua aset yang di korupsi ke pemiliknya. Sudah selesai sekarang, ada yang bisa Paulus bantu dad?" Tanya Paulus sambil menahan daddy Paulinus.


" Bisa dad, paman minta bantuan apa?" Tanya Paulus


Paulus menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutupi sedangkan Paulus hanya diam mendengarkan cerita pamannya.


" Begitulah Paulus ceritanya, apakah ponakanku bisa membantu paman?" Tanya paman Paulonus


" Bisa paman, nama perusahaan paman?" Tanya Paulus


" PT Artha Martin COOPERATION." Ucap paman Paulonus.


Paulus mulai mengutak atik laptopnya jari jemari yang lincah membuat pamannya menatap takjub betapa beruntungnya kakaknya yang mempunyai anak - anak yang sangat genius di usia enam tahun. Setelah satu setengah jam lamanya akhirnya Paulus menghentikan kegiatannya.


" Sudah selesai paman sekarang semua sudah kembali ke paman dan sebentar lagi paman akan mendapatkan pesan dari bank." Ucap Paulus.


Paman Paulonus hanya menganggukkan kepalanya walau hatinya belum merasa yakin kalau ponakannya bisa melakukan hal sebesar itu. Lima menit kemudian ponselnya berdering sekali tanda ada pesan masuk.


Ting

__ADS_1


Paman Paulonus mengambil ponselnya di saku jasnya dan melihat isi pesan tersebut. Matanya membulat sempurna karena dirinya mendapatkan pesan notifikasi dari bank kalau ada dana masuk ke rekeningnya. Tidak berapa lama ponselnya berdering paman Paulonus langsung menggeser tombol berwarna hijau.


" Hallo." Panggil paman Paulonus


" Selamat pagi tuan Paulonus, saya Iwan ingin memberitahukan kalau semua aset apartemen, tanah dan hotel atas nama Ferdy sekarang sudah berubah kepemilikan atas nama tuan Paulonus" Ucap pria dari sebrang


" Apa?? Anda tidak berbohong?" Tanya paman Paulonus tidak percaya.


" Benar tuan, saya tidak bohong." ucap pria dari sebrang.


" Apa yang mesti saya lakukan?" Tanya paman Paulonus yang masih tidak percaya apa yang di dengarnya.


" Tuan kalau sempat datang ke sini untuk menandatangani berkas - berkas dokumen." Ucap pria dari sebrang


" Baik, saya akan secepatnya ke sana." Ucap paman Paulonus.


" Kalau begitu saya tunggu kedatangan tuan." Ucap pria dari sebrang


" Ok. Terima kasih." Jawab paman Paulonus sambil tersenyum bahagia.


tut tut tut tut tut


Sambungan komunikasi langsung terputus.


" Paman sekarang sudah percaya bukan? Tanya Paulus


" Paman percaya, terima kasih ponakanku." Ucap paman Paulonus sambil memeluk ponakannya untuk pertama kalinya.


" Sama - sama paman." Jawab Paulus sambil membalas pelukan pamannya.


" Paulus, coba kamu retas cctv mansion opa." Pinta paman Paulonus sambil melepaskan pelukannya.


" Buat apa paman?" Tanya Paulus


" Paman ingin tahu apa yang dilakukan oleh tantemu." Ucap paman Paulonus.


" Daddy bolehkah?" Tanya Paulus meminta ijin ke daddynya.


" Silahkan sayang." Jawab daddy Paulinus


Paulus langsung mengutak atik laptopnya dan tidak berapa lama mereka bertiga melihat rekaman cctv. Ke dua tangan Paulonus mengepal kuat menahan emosinya ketika melihat istrinya memukuli ke dua putranya tanpa henti dan untunglah kakak iparnya yang bernama Paulina menahan tangannya kemudian menamparnya.

__ADS_1


" Aku semakin yakin untuk bercerai dengan istriku." Ucap Paulonus dengan nada penuh keyakinan.


__ADS_2