
" Baguslah." Jawab tuan besar Axelo dengan nada santai.
" Kamu istirahat pulang sepertinya kamu lelah." ucap tuan besar Axelo
" Baik tuan." Jawab paman Hendrik sambil berdiri kemudian berpamitan dengan tuan besar Axelo, istrinya, tuan muda besar Paulinus, ke tiga tuan muda dan Maria.
" Aku juga mau pulang, besok saya kesini lagi." Ucap Maria ikut berpamitan.
Paman Hendrik dan Maria berjalan bersama - sama menuju ke arah parkiran mobil tanpa ada yang bicara sedikitpun. Sampai di parkiran mobil paman Hendrik masuk ke dalam mobil sedangkan Maria melihat ban mobilnya kempes hanya bisa menendang ban mobil karena hari ini dirinya sangat lelah tapi mengalami insiden ban kempes.
" Kok tidak masuk ke dalam mobil?" tanya paman Hendrik
" Ban mobilnya kempes kak." Ucap Maria lesu
" Mau bareng sama aku? aku akan antar ke rumahmu." tawar paman Hendrik.
" Hmmm... apakah tidak merepotkan?" tanya Maria
" Tidak, santai saja." Jawab paman Hendrik
" Terima kasih banyak maaf merepotkan." Jawab Maria
Maria masuk ke dalam mobil dan duduk di samping pengemudi. Paman Hendrik pun menyalakan mesin mobilnya kemudian mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
" Kalau tidak salah namanya Maria ya?" tanya paman Hendrik basa basi dengan jantung berdebar - debar.
" Bukankah waktu di mansion kita sudah kenalan?" tanya Maria
" Hehehehe... masa sih?" tanya paman Hendrik malu.
Maria hanya tersenyum melihat paman Hendrik tersenyum malu.
( " Aduh kenapa aku jadi bodoh ya? padahal jelas - jelas tadi pagi sudah kenalan kenapa aku jadi bodoh begini ya? malu - maluin aja." Ucap paman Hendrik dalam hati ).
Mereka berdua diam tidak ada satupun yang bicara membuat Maria bosan sedangkan perjalanan menuju mansion masih jauh.
" Kak Hendrik suka lagu apa?" tanya Maria basa basi
" Apa saja suka asalkan jangan rock." Ucap paman Hendrik
" Lho memangnya kenapa?" tanya Maria
"Aku tidak suka suara berisik." Ucap paman Hendrik
" Berarti kak Hendrik tidak ingin menikah donk." Ucap Maria
__ADS_1
" Lho apa hubungan menikah dengan musik rock?" tanya paman Hendrik
" Bukan musik rocknya tapi kak Hendrik tidak suka suara berisik kan?" tanya Maria.
" Iya benar, terus?" tanya paman Hendrik
" Kalau menikah kan nanti istrinya hamil terus melahirkan. Pas bayinya menangis otomatis kak Hendrik tidak suka karena berisik mengganggu ketenangan kak Hendrik." Ucap Maria.
" Pffftttt... hahahaha... kamu ada - ada saja, kalau aku menikah dan mempunyai anak tentu saja tidak masalah kalau berisik malah senang jadi aku tidak kesepian lagi." ucap paman Hendrik
" Kak Hendrik sudah mempunyai kekasih?" tanya Maria
" Belum, apakah kamu..." ucap paman Hendrik menggantungkan kalimatnya karena ada mobil berhenti di tengah jalan.
cittttt
Paman Hendrik terpaksa mengerem mobilnya secara mendadak membuat kepala Maria nyaris terkena dasboard mobil karena paman Hendrik menahan kepala Maria dengan menggunakan tangan kirinya membuat paman Hendrik merasakan nyeri di tangannya.
" Kenapa mobilnya yang di depan berhenti di tengah jalan?" tanya paman Hendrik sambil melepaskan sealbeltnya.
" Tidak tahu kak, kakak hati - hati ya." ucap Maria
Paman Hendrik tersenyum ke arah Maria dan turun dari mobil untuk berjalan ke arah mobil baru beberapa langkah empat orang pria sangar keluar dari mobil tersebut.
" Siapa kalian?" tanya paman Hendrik
Mereka berempat langsung menyerang paman Hendrik, paman Hendrik berusaha menghindar sambil membalas pukulan mereka. Maria yang melihat itu langsung turun dari mobil untuk membantu.
bugh
duak
bugh
duak
Dua orang berhasil dilumpuhkan oleh paman Hendrik dan Maria. Maria dan paman Hendrik menyerang ke dua pria itu dan tidak membutuhkan waktu lama mereka sudah babak belur.
" Siapa yang menyuruh kalian?" tanya paman Hendrik ulang
Mereka hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan paman Hendrik. Paman Hendrik menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi anak buahnya setelah selesai menghubungi paman Hendrik menyimpan kembali ponselnya.
" Kita tunggu di sini sebentar, tidak apa - apakan?" tanya paman Hendrik.
" Tidak apa - apa santai saja." Jawab Maria sambil tersenyum.
__ADS_1
Tanpa sepengetahuan mereka ada seseorang yang bersembunyi di batang pepehonan dan mengarahkan senjatanya ke paman Hendrik.
dor
akhhhhh
Paman Hendrik terluka di bagian lengannya membuat paman Hendrik mengambil pistol di balik saku jasnya dan mencari orang yang tadi menembaknya dan dengan tatapan elangnya dapat melihat posisi orang tersebut dan langsung mengarahkan pistolnya ke tangan orang yang tadi menembaknya.
dor
akhhhhh
Paman Hendrik yang sudah ahli dalam bidang senjata terutama pistol langsung tepat sasaran dan mengenai tangan kanan orang itu membuat senjata yang dipegangnya terjatuh.
Maria menahan tubuh paman Hendrik agar tidak terjatuh dan tidak berapa lama anak buah daddy Paulinus datang dan langsung membawa ke empat pria sangar yang sudah babak belur dan satu orang lagi yang tangannya terluka ke luka tembak.
" Pak, tolong kak Hendrik di angkat ke mobil dan baringkan di kursi samping depan pengemudi biar saya yang antar ke rumah sakit." pinta Maria ke salah satu anak buah daddy Paulinus.
" Baik nona." Jawab salah satu dari mereka.
Dua orang langsung membantu paman Hendrik menuju ke mobil dan di baringkan di samping kursi pengemudi sedangkan Maria duduk di kursi pengemudi.
" Kak Hendrik, aku antar ke rumah sakit ya kak?" tanya Maria dengan nada kuatir.
" Tidak usah, antarkan aku ke apartemen saja, aku bisa mengambil pelurunya." ucap paman Hendrik dengan nada lirih.
" Baiklah." ucap Maria sambil mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
Paman Hendrik memejamkan mata menahan rasa sakit di lengannya sedangkan tangan kiri Maria memegang tangan kanan paman Hendrik
" Bertahanlah kak." mohon Maria
Paman Hendrik hanya tersenyum karena baru kali ini dirinya diperhatikan oleh seorang wanita.
( " Biasanya aku akan marah jika ada wanita yang menyentuhku tapi kenapa ketika Maria memegang tanganku aku sangat bahagia. Apakah seperti ini rasanya diperhatikan dan diperdulikan oleh seorang wanita." ucap paman Hendrik dalam hati ).
Tidak membutuhkan waktu lama mereka sudah sampai di apartemen paman Hendrik. Maria memeluk paman Hendrik dari arah samping untuk membantunya berjalan. Sampai di depan pintu apartemen paman Hendrik menekan pin kemudian masuk ke dalam menuju ke kamarnya. Maria membaringkan paman Hendrik di ranjang kemudian membantu melepaskan kaos kaki dan sepatu milik paman Hendrik.
" Maaf aku buka kemejanya." Ucap Maria
Paman Hendrik menganggukkan kepalanya tanda setuju. Maria mengarahkan ke dua tangannya ke arah kancing membuat tangannya gemetaran di tambah jantungnya yang tidak berhenti berdetak kencang.
Maria mengangkat perlahan tubuh paman Hendrik membuat paman Hendrik jantungnya berdetak sangat kencang dan bau parfum milik Maria membuat paman Hendrik merasakan nyaman. Maria melepaskan kemejanya dan menaruhnya di lantai kemudian membaringkan kembali.
" Sudah selesai, ada yang bisa aku bantu?" tanya Maria
__ADS_1
" Tolong ambilkan pisau, lilin, air hangat dan baskom kecil." Ucap paman Hendrik
" Baik." Jawab Maria langsung berdiri dan berjalan keluar dari kamar Hendrik