Tiga Anakku Yang Sangat Tampan

Tiga Anakku Yang Sangat Tampan
Masa Lalu Hendrik


__ADS_3

Kak Hendrik memiringkan tubuhnya dan melihat wajah cantik dan damai milik Maria.


" Sangat cantik." Ucap kak Hendrik sambil membagi selimutnya ke tubuh Maria.


Kak Hendrik berusaha memejamkan matanya dan tidak berapa lama kak Hendrik dapat tidur pulas menyusul Maria dalam mimpi indahnya.


Tidak berapa lama Maria tanpa sadar memeluk kak Hendrik membuat kak Hendrik langsung terbangun kemudian tersenyum sambil membalas pelukan Maria. Kini mereka berdua tidur sambil berpelukan dengan nyaman.


Malam berganti pagi perlahan kak Hendrik membuka matanya dan melihat wajah cantik Maria yang masih setia memejamkan matanya.


( " Pantas saja tuan kalau di kamar bersama istri suka lama ternyata seperti ini rasanya." ucap kak Hendrik dalam hati ).


Perlahan tubuh Maria menggeliat membuat kak Hendrik menutup matanya. Maria perlahan membuka matanya dirinya sangat terkejut karena melihat dirinya sedang memeluk kak Hendrik.


" Kenapa aku memeluk kak Hendrik? kalau kak Hendrik tahu aku bisa dimarahi." ucap Maria dengan nada pelan tapi masih terdengar jelas oleh kak Hendrik.


Maria perlahan melepaskan tangan kak Hendrik yang sedang memeluk dirinya tapi pelukan kak Hendrik semakin erat.


" Kak Hendrik bangun, aku mau ke kamar mandi sudah tidak tahan ingin buang air kecil." ucap Maria sambil menepuk bahunya dengan pelan.


Kak Hendrik perlahan membuka matanya kemudian melepaskan pelukannya dengan terpaksa karena dirinya belum rela melepaskan pelukannya. Maria langsung bangun dan turun dari kamar mandi untuk melakukan panggilan alam.


Selesai melakukan panggilan alam Maria membasuh mukanya kemudian keluar dari kamar mandi.


" Kak Hendrik adakah sikat gigi yang masih baru?" tanya Maria


" Ada di laci di dalam kamar mandi." ucap kak Hendrik


" Ok. Terima kasih." Jawab Maria


Maria masuk kembali ke dalam kamar mandi untuk menyikat gigi sedangkan kak Hendrik menghubungi anak buahnya untuk membeli pakaian untuk Maria.


ceklek


Maria membuka pintu dan berjalan ke arah kak Hendrik.


" Kak Hendrik mau makan apa?" tanya Maria


" Apa saja aku suka." Ucap kak Hendrik


" Ok." Jawab Maria singkat


Maria berjalan ke arah pintu kamar tetapi baru beberapa langkah kak Hendrik menghentikan langkahnya.


" Kamu mau kemana?" tanya kak Hendrik


" Mau memasak nasi goreng." Ucap Maria


" Ok, jangan pedas ya." pinta kak Hendrik


" Ok." Jawab Maria sambil melanjutkan langkahnya keluar kamar kak Hendrik.

__ADS_1


" Senang banget seperti sepasang suami istri, suaminya sakit dan istri memberikan perhatian tapi apakah dia mencintaiku?" tanya kak Hendrik lirih.


" Aku pernah melihat mansionnya sangat besar dan megah, jika aku mengatakan aku jatuh cinta padamu? apakah dia akan menerimaku?apakah dia dan keluarganya akan menolakku dan menghinaku habis - habisan." Ucap kak Hendrik lirih.


Kak Hendrik teringat masa lalunya yang sangat pahit. Dulu hidupnya sebelum mengenal dan bekerja di keluarga besar Axelo Alexander William, kak Hendrik berasal dari keluarga miskin tidak mempunyai apa - apa.


xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx


Awal mulanya waktu itu dirinya berumur tujuh belas tahun Hendrik sedang mencari lowongan kerja tapi semua lamaran di tolaknya karena dirinya hanya lulusan SMA. Hingga tanpa sengaja dirinya melihat Paulinus Alexander William sedang di serang oleh segerombol preman yang lumayan banyak.


Hendrik yang melihat perkelahian yang tidak seimbang langsung membantu Paulinus sedangkan orang - orang hanya melihatnya tanpa berani memberikan bantuan.


Mereka berdua menyerang dan menghindari pukulan mereka hingga beberapa orang bertubuh tegap membantu mereka hingga segerombol preman babak belur.


" Maaf tuan muda kami terlambat datang." ucap mereka serempak


" Tidak apa - apa santai saja, siapa namamu?" tanya Paulinus


" Saya Hendrik tuan." Jawab Hendrik


Paulinus melihat Hendrik membawa amplop coklat ukuran besar.


" Kamu mau melamar kerja?" tanya Paulinus


" Iya tuan." jawab Hendrik


" Apakah sudah mendapatkan pekerjaan?" tanya Paulinus


" Putraku sayang, kamu baik - baik saja?" tanya pria paruh baya itu.


" Baik - baik daddy, untung aku di bantu oleh Hendrik. Daddy apakah Hendrik boleh bekerja dengan kita?" tanya Paulinus


Daddynya Paulinus mengarahkan pandangannya ke arah Hendrik dan menatapnya dari atas sampai ke arah bawah.


" Kamu bisanya apa anak muda?" tanya daddynya Paulinus.


" Pekerjaan apapun saya bisa tuan walau pekerjaan jadi office boy saya juga bisa." ucap Hendrik


" Apakah kamu bisa mengendarai mobil?" tanya daddynya Paulinus


" Bisa tuan." Jawab Hendrik


" Kalau begitu kamu akan kami kerjakan sebagai asisten anakku." ucap daddynya Paulinus.


" Maaf tuan setahuku kalau asisten itu selain sebagai sopir bisa membantu pekerjaan kantor." ucap Hendrik


" Ya benar." Jawab daddynya Paulinus.


" Tapi saya tidak bisa melakukan pekerjaan kantor." ucap Hendrik


" Tenang saja nanti anakku yang akan mengajarimu. Apakah kamu setuju Paul?" tanya daddynya Paulinus.

__ADS_1


" Setuju daddy." Jawab Paulinus.


" Ok. Besok kamu datang ke perusahaan xxxxxxx jam delapan pagi." Perintah daddynya Paulinus.


" Baik tuan besar besok pagi saya akan datang." Jawab Hendrik sambil tersenyum bahagia karena tanpa di duga dirinya di terima kerja.


Daddynya Paulinus dan Paulinus pamit ke Hendrik kemudian meninggalkan tempat itu begitu juga dengan Hendrik. Sebelum pulang Hendrik pergi ke rumah seorang gadis yang disukainya secara diam-diam sejak kelas satu SMA karena dirinya belum ada keberanian karena masih miskin dan belum bekerja dan kini dirinya sudah bekerja.


tok


tok


tok


ceklek


Hendrik mengetuk pintu dan ternyata orang yang dicintainya yang membukakan pintu untuk dirinya.


" Ada apa Hen?" tanya gadis itu


" Aku boleh masuk?" tanya Hendrik


" Masuklah." Jawab gadis itu


Hendrik masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu begitu pula dengan gadis itu. Mereka duduk saling berhadapan dan tidak berapa lama ke dua orang tuanya datang menemani Putri kesayangannya.


" Ada apa Hen?" tanya ulang gadis itu


" Aku menyukaimu sejak kita masih kelas satu SMA dan sekarang aku sudah bekerja jadi aku memberanikan diri untuk melamarmu." ucap Hendrik


" Kamu bekerja sebagai apa?" tanya ibunya gadis itu dengan nada angkuh.


" Sebagai sopir." Jawab Hendrik


" Apa??? sopir!!" pekik ke tiganya serempak


" Iya sebagai sopir di perusahaan xxxxxxx." Jawab Hendrik


" Kalau kamu jadi manager xxxxxxx kami bersedia anak kami, kamu lamar tapi karena sopir kami sangat - sangat keberatan." ucap ibunya gadis itu dengan nada ketus.


" Dasar tidak punya malu, kamu tidak lihat kami dari keluarga terpandang masa putri semata wayang kami menikah dengan sopir mau taruh di mana muka kami!!!" bentak ayahnya gadis itu menghina Hendrik


" Wajahmu memang tampan tapi sayang kamu dan keluargamu miskin yang ada nanti aku hidup susah jika aku menikah denganmu." hina gadis itu.


" Pakaianmu saja jelek bikin merusak pemandangan saja. Pergi sana!!! pakaianmu membuat sofa kami yang sangat mahal jadi banyak bakterinya." usir ibunya gadis itu dengan nada jijik dan menghina.


" Iya pergilah." usir ayah dan gadis tersebut


Hendrik langsung pergi namun sebelum melangkah ke pintu Hendrik menghentikan langkahnya.


" Jika suatu saat nanti aku kaya dan kamu mengemis cintaku jangan harap aku mau menerimamu." ucap Hendrik sambil melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


" Dalam mimpi aku mengemis cintamu, pergi sana!!!" usir gadis itu lagi.


__ADS_2