
Kini suaminya sudah memakai pakaian santai dan duduk di ranjang sambil mengobrol dengan istrinya. Tidak berapa lama pintu ruang perawatan VVIP di buka oleh seseorang tampak seorang perawat membawa nampan dan berjalan ke arah ranjang daddy Paulinus.
" Suster biar saya saja yang bawanya." Ucap mommy Paulina sambil berdiri untuk mengambil nampan tersebut.
" Maaf nona biar saya saja karena ini tugas saya." Ucap perawat itu
" Berikan ke istriku." Perintah tuan Paulinus.
" Tapi tuan, saya ingin menyuapi tuan karena tugas saya sebagai seorang perawat." tolak perawat itu sambil mengedipkan matanya.
" Apakah tugas seorang perawat menggoda pasien?" tanya mommy Paulina sambil menatap tajam ke arah perawat itu.
" Tutup mulutmu wanita murahan, walau kamu istrinya tapi saya yakin tuan muda Paulinus akan lebih tertarik dengan saya daripada wanita murahan seperti.." ucapan terpotong oleh tamparan keras dari mommy Paulina.
plak
plak
" Kamu itu yang murahan, perawat tidak tahu diri sudah jelas - jelas pria ini adalah suamiku masih berani menggoda. Seharusnya sebelum mengatakan itu pikir pakai otak jangan asal bicara." omel mommy Paulina sambil jari telunjuknya di arahkan ke kening perawat itu.
Perawat itu sangat marah sambil memegang ke dua pipinya yang sangat perih di tambah perawat itu juga tersinggung ketika keningnya di tunjuk oleh mommy Paulina membuat dirinya langsung mengangkat tangannya untuk membalas tamparan mommy Paulina tapi tangan kanan Hendrik menahannya kemudian tangan perawat itu di putar kemudian di dorongnya dengan kasar.
bruk
" Jangan sekali - sekali menyentuh istriku." Bentak daddy Paulinus sambil menatap tajam ke arah perawat itu.
ceklek
Hendrik membuka pintu untuk menengok keadaan bosnya bersama istrinya Maria. Hendrik dan Maria terkejut melihat tuan muda Paulinus sedang mendorong perawat itu hingga terjatuh di lantai.
" Ada apa tuan?" Tanya Hendrik
" Hendrik usir wanita ini pecat dan jangan di terima bekerja di manapun." Perintah tuan muda Paulinus tanpa menjawab ucapan Hendrik
" Baik tuan." Jawab Hendrik patuh
Hendrik menarik paksa wanita itu ke luar dari ruang perawatan VVIP sedangkan Maria hanya diam dan hanya bisa menatap sahabatnya yang sedang menahan amarahnya.
" Biasanya sahabat yang ku kenal dulu bisa menahan emosinya tapi kini kenapa sekarang tidak bisa mengontrol emosi?" tanya Maria
" Apa kamu lagi hamil?" tanya Maria lagi.
" Aku juga tidak tahu, kenapa hari ini hawanya ingin marah tapi mau marah sama siapa? dan perawat itu datang bikin aku kesal ya sudah aku luapkan ke perawat itu." Ucap mommy Paulina
" Daddy, aku minta di peluk." Mohon mommy Paulina
Tanpa menjawab suaminya langsung memeluk istrinya.
" Oh iya daddy, tadi menyentuh tangan perawat itu apakah tangannya gatal dan memerah?" tanya istrinya sambil membalas pelukan suaminya dan menghirup aroma suaminya.
__ADS_1
Suaminya sangat terkejut dan mendorong perlahan istrinya dan melihat ke dua tangannya sama sekali tidak memerah.
" Apakah daddy sudah sembuh kenapa tidak memerah." ucap daddy Paulinus
" Maria coba sentuh tangan suamiku." pinta mommy Paulina
" Apakah mommy menyuruh daddy untuk selingkuh?" Ucap daddy Paulinus naik satu oktaf sambil menatap tajam ke arah istrinya.
" Hiks... suamiku galak hiks...hiks... aku kan hiks... hiks... ingin tahu hiks... hiks.. apakah suamiku sudah benaran sembuh atau hiks..hiks.. belum hiks .. hiks.." Ucap mommy Paulina
" Maafkan daddy, daddy tidak sengaja." ucap daddy Paulinus sambil memeluk kembali istrinya.
" Huwaaa... huwaaa...." tangis mommy Paulina pecah.
Daddy Paulinus menatap Maria begitu Maria menatap tuan muda Paulinus kemudian sahabatnya Paulina.
ceklek
Hendrik masuk ke dalam dan melihat nyonya muda sedang menangis seperti anak kecil sambil memeluk suaminya kemudian berjalan mendekati istrinya.
" Ada apa?" Bisik Hendrik
" Tadi aku di suruh sahabatku untuk memegang tuan muda Paulinus terus suaminya marah sambil menatap tajam sudah gitu nangis deh." Bisik Maria menceritakan masalah sepasang suami istri bos suaminya.
" Lho memangnya Kenapa?" tanya Hendrik tidak mengerti
" Tadi pas megang perawat tangannya tidak alergi lagi karena itu memintaku untuk mencoba memegang tangan tuan Paulinus." Ucap Maria.
" Ayolah sayang maafkan Daddy." mohon daddy Paulinus
" Baiklah tapi dengan syarat." pinta mommy Paulina
" Baiklah syaratnya apa?" Tanya daddy Paulinus pasrah.
" Sentuh tangan Maria, mommy hanya ingn tahu apakah daddy sudah sembuh atau belum." Ucap mommy Paulina
Daddy Paulinus menghembuskan nafasnya perlahan kemudian menatap wajah cantik istrinya yang sedang ngambek.
" Baiklah." Jawab suaminya singkat.
" Hendrik aku sentuh tangan istrimu." pinta daddy Paulinus
" Boleh tuan." Jawab Hendrik
Sebenarnya Hendrik tidak rela kalau tangan istrinya di sentuh oleh pria lain tapi untuk hal ini pengecualian karena tuannya hanya menyentuh tangan tidak ada maksud lain.
Maria mendekati bos majikannya kemudian daddy Paulinus menyentuh tangan Maria tanpa menggenggam tangannya karena bagaimanapun dirinya tipe setia. Mereka semua terkejut melihat tangan daddy Paulinus tidak memerah dan gatal.
" Sayang, tanganku tidak gatal -gatal lagi dan memerah." Ucap suaminya sambil membalikkan badannya dan memeluk istrinya.
__ADS_1
Paulinus sembuh dari penyakitnya membuat dirinya sangat bahagia karena tidak perlu dirinya memakai sarung tangan lagi bila bersentuhan dengan lawan jenis.
" Syukurlah honey, mommy sangat bahagia." Ucap istrinya sambil membalas pelukan suaminya.
Hendrik dan Maria saling berpelukan mereka juga bahagia karena tuan muda Paulinus sudah sembuh dari penyakitnya.
ceklek
Tuan besar Axelo membuka pintu ruang perawatan VVIP dan melihat dua pasang pengantin saling berpelukan. Tuan besar Axelo masuk ke dalam dan diikuti istri dan ke tiga cucu kembarnya.
" Kenapa kalian berpelukan?" tanya tuan besar Axelo
" Daddy, mommy, Paulinus sudah sembuh sekarang jika bersentuhan dengan wanita sudah tidak alergi lagi." Ucap daddy Paulinus
" Mommy dan daddy sudah tahu." Ucap daddy dan mommy serempak belum sadar dengan ucapan putranya.
hening
hening
" What's??" Teriak ke dua orang tuanya
" Aish daddy dan mommy kebiasaan deh teriak." ucap daddy Paulinus
" Kamu serius sudah sembuh?" tanya daddynya
" Benar daddy, sekarang Paul sudah tidak alergi lagi." Ucap daddy Paulinus.
" Syukurlah daddy dan mommy ikut senang." Ucap mommy Paulinus sambil berjalan mendekat putra sulungnya diikuti oleh suaminya.
Mommy Paulina yang tahu ibu mertuanya akan memeluk suaminya langsung melepaskan pelukannya dan berjalan mundur.
grep
grep
Tuan besar Axelo dan istrinya langsung memeluk putra sulungnya hatinya sangat bahagia kini putranya sudah hidup normal tidak seperti dulu selalu memakai sarung tangan karena tidak bisa bersentuhan dengan lawan jenis. Setelah agak lama mereka melepaskan pelukannya dan mendekati menantu kesayangan nya.
grep
grep
" Terima kasih berkat kehadiranmu hidup putraku lebih berwarna." Ucap ibu mertuanya sambil memeluk menantu kesayangannya diikuti suaminya.
" Maksud mommy?" tanya mommy Paulina sambil membalas pelukan ke dua mertuanya.
" Dulu kami tidak pernah melihat putra kami tersenyum tapi semenjak ada kamu dan ke tiga cucu kami semuanya langsung berubah." ucap ibu mertuanya
" Aku juga sangat beruntung mempunyai mommy dan daddy juga suamiku yang sangat sayang padaku." Ucap mommy Paulina.
__ADS_1
Tidak berapa lama merekapun melepaskan pelukannya dan mengobrol bersama.