Tiga Anakku Yang Sangat Tampan

Tiga Anakku Yang Sangat Tampan
Tangisan Angel


__ADS_3

" Bisa pulang hari ini dan silahkan mengurus biaya rumah sakit." Ucap dokter tersebut.


Perawat yang bersama dokter itu melepaskan selang infus yang berada di lengan kiri Angel.


" Baik dokter." Jawab Angel sambil meringis menahan sakit ketika jarum infus di tarik.


Dokter itupun menganggukkan kepalanya dan pergi bersama perawat meninggalkan Angel sendiri tapi di tahan oleh Angel.


" Dokter, saya tidak membawa uang bolehkah saya meminjam telepon?" Tanya Angel


" Silahkan nona." Jawab dokter tersebut sambil meminjamkan ponselnya.


Angel menghubungi kekasihnya tapi tidak di angkat sampai panggilan berakhir kemudian Angel menghubungi kepala pelayan panggilan pertama langsung diangkat dan Angel langsung mengatakan ke kepala pelayan untuk datang ke rumah sakit sambil membawa uang.


" Sudah dokter, terima kasih atas pinjaman ponselnya." Ucap Angel sambil mengembalikan ponsel milik dokter tersebut.


" Sama - sama nona, permisi nona saya ingin mengecek pasien lainnya." Pamit dokter tersebut.


" Baik dok, sekali lagi terima kasih." Ucap Angel dengan tulus.


Dokter itupun hanya menganggukkan kepalanya kemudian dokter dan perawat pergi meninggalkan Angel sendiri. Angel turun dari ranjang dan keluar dari ruang perawatan dan berjalan dan duduk di kursi dekat kasir sambil menunggu kedatangan kepala pelayan.


Tidak berapa lama kepala pelayan datang dan membayar semua pengobatan Angel. Singkat cerita kini Angel duduk di kursi belakang pengemudi sedangkan bodyguard yang merangkap sopir duduk di kursi pengemudi dan kepala pelayan duduk di samping pengemudi. Angel melihat toko kue dan dirinya ingat kalau hari ini dirinya ulang tahun dan ingin merayakan bersama kekasihnya.


" Pak, mampir ke toko kue." Pinta Angel


" Baik nona." Ucap sopir dengan patuh


Mobil itupun berhenti dan Angel meminta uang ke kepala pelayan untuk membeli ke toko kue. Singkat cerita kini Angel duduk di kursi pengemudi sambil membawa satu kotak kue ulang tahun dan sudah terpasang lilin ulang tahun.


" Pak mampir sebentar ke apartemen kekasihku dan tunggu aku setengah jam saja." Pinta Angel


" Baik nona." Ucap sopir dengan patuh

__ADS_1


Tidak berapa lama mereka sudah sampai di apartemen kekasih Angel dan Angel turun dari mobil sambil membawa kotak ulang tahun. Angel menekan pin apartemen kekasihnya kemudian masuk ke dalam apartemen menuju ke kamar kekasihnya.


" Sa..." Ucapan Angel terpotong karena melihat adegan langsung di mana sahabatnya berada di atas tubuh kekasihnya tanpa menggunakan sehelai benang pun.


bruk


" Ka... kalian.." Ucap Angel dengan nada gugup sambil menutup ke dua mulutnya hingga kotak yang berisi kue ulang tahun jatuh dan berhamburan di lantai.


" Sayang, aku bisa jelaskan." Ucap kekasihnya sambil mendorong sahabat kekasihnya.


bruk


" Akhh..." Teriak kekasihnya


" Stop!! Jangan mendekat aku benci kalian berdua." Ucap Angel sambil membalikkan badannya dan berlari keluar dari apartemen.


Kekasihnya langsung cepat - cepat memakai celana untuk mengejar kekasihnya. Angel membuka pintu belakang pengemudi kemudian menutupnya.


" Pak, kita pulang." Ucap Angel


" Pak jalan cepat." Perintah Angel


" Baik nona." Jawab bodyguard tersebut.


Mobil itupun melajukan dengan kencang menuju ke mansion. Angel berusaha agar dirinya tidak menangis mengingat kekasihnya tega mengkhianati dirinya.


Singkat cerita kini sudah sampai di mansion namun baru sampai di pintu utama mansion paman dan bibinya menatap dirinya dengan tajam.


" Kamu pergi dari sini." Usir bibinya sambil menendang koper milik Angel yang sudah disiapkan oleh mereka.


" Apa maksud bibi? Ini mansion milik orang tuaku." Ucap Angel


" Memang benar mansion ini milik kakakku tapi kakakku sudah meninggal jadi kamu pergilah dari sini." Usir pamannya.

__ADS_1


Angel sebenarnya ingin melawan mereka tapi dirinya sangat lelah membuat dirinya mengalah untuk sementara. Angel mengambil kopernya dan pergi dari mansion tersebut. Kepala pelayan mengejar Angel sambil memanggil namanya.


" Maaf nona saya tidak bisa membantu agar nona tinggal di mansion karena istri dan anakku bekerja di sini bagaimana kami hidup nanti jika kami keluar , maaf nona ini saya ada uang untuk pegangan nona" Ucap kepala pelayan sambil mengambil dompetnya di saku celananya kemudian membuka dompet dan memberikan sepuluh lembar uang.


" Tidak apa - apa pak saya mengerti." Ucap Angel sambil menerima uang pemberian kepala pelayan.


" Terima kasih banyak pak, suatu saat nanti aku akan membalas kebaikan bapak sekeluarga." Ucap Angel.


" Nona jangan pikirkan itu bapak melakukan dengan ikhlas, semoga suatu saat nona mendapatkan kebahagiaan." Ucap kepala pelayan.


" Terima kasih pak." Jawab Angel sambil berjalan meninggalkan mansion tempat dirinya sejak orang tuanya menikah hingga mempunyai putri yang bernama Angelina Williams yang di panggil dengan sebutan Angel.


" Oh iya waktu itu orang tuaku pernah membeli rumah sederhana yang jauh dari keramaian, aku akan tinggal di sana." Ucap Angel sambil berjalan kaki hingga tidak berapa ada taksi lewat Angel menghentikan taksi tersebut dan masuk ke dalam mobil.


" Pak ke jalan xxxx." Ucap Angel


" Baik nona." Jawab sopir tersebut.


Sopir itupun melajukan mobilnya menuju ke tempat yang di tunjuk oleh Angel. Setengah jam kemudian mereka sudah sampai Angel membayar ongkos taksi dan turun dari mobil sambil mengangkat kopernya kemudian menariknya.


Angel mengambil kunci rumah yang di simpan di bawah pot bunga kemudian membuka pintu utama yang terkunci.


ceklek


Angel membuka pintu utama dan masuk ke dalam sambil menarik kopernya.


" Aku akan tinggal di sini besok aku akan mencari pekerjaan sebagai sekretaris." Ucap Angel


Angel mengunci pintu utama dan berjalan ke arah kamar. Angel duduk di ranjang sambil ke dua lututnya di peluk.


" Hiks... hiks... hiks... mommy, Daddy kenapa meninggalkan Angel sendirian? kenapa tidak mengajak Angel pergi? Angel kini sendirian kekasih Angel selingkuh dengan sahabatku dan aku di usir oleh paman dan bibi padahal mansion itu milik mommy dan daddy hiks... hiks... aku benci ulang tahun... aku sangat membenci yang namanya ulang tahun karena gara - gara ulang tahun pernikahan orang tuaku, orang tuaku meninggal dan aku ulang tahun kekasihku selingkuh dengan sahabatku dan juga aku di usir dari mansion milik orang tuaku." Ucap Angel sambil menangis agar rasa sesak di hatinya berkurang.


xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx

__ADS_1


" Hiks... hiks... hiks... Isak Angel


Paulonus yang melihat tangisan Angel hatinya terasa sangat sakit dan mendekati Angel dan memeluk tubuh mungil Angel kemudian mengusap punggung Angel.


__ADS_2