Tiga Anakku Yang Sangat Tampan

Tiga Anakku Yang Sangat Tampan
Kematian Lili Adriyel


__ADS_3

Paman Hendrik dan Maria langsung melepaskan pelukannya dengan wajah memerah menahan malu.


" Opa mau pergi lagi?" tanya Paskalis dan Patrick serempak.


" Tidak sayang, opa mau melihat mommy kalian." Ucap opanya sambil menggendong ke dua cucunya.


" Opa kalau membutuhkan sesuatu katakan pada kami karena tiga cucu opa ini siap sedia membantu opa." Ucap Paskalis


" Opa sepertinya lelah, opa jaga kesehatan nanti opa sakit." Ucap Patrick sambil membelai pipi tuan besar Axelo dengan tangan mungilnya.


cup


cup


" Terima kasih cucu - cucu opa yang sangat tampan karena perhatian sama opa." jawab tuan besar Axelo sambil mengecup kening Paskalis dan Patrick bergantian.


Tuan besar Axelo menurunkan ke dua cucunya di sofa dan pergi meninggalkan ruang perawatan VVIP dengan diikuti paman Hendrik dari arah belakang.


" Hendrik hubungi anak buah kita untuk membunuh Lili Adriyel." Perintah tuan besar Axelo setelah mereka keluar dari ruang perawatan VVIP.


" Baik tuan besar." Jawab paman Hendrik patuh.


Paman Hendrik pun langsung menghubungi anak buahnya untuk membunuh Lili Adriyel setelah selesai menghubungi ponselnya di simpan kembali ke dalam saku jasnya. Tidak berapa lama ponselnya berdering dan paman Hendrik pun langsung mengambil ponselnya di saku jasnya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya.


" Siapa Hen?" tanya tuan besar Axelo.


" Dari perusahaan cabang tuan besar." Jawab paman Hendrik


" Angkatlah." Jawab tuan besar.


Hendrik pun menggeser tombol berwarna hijau kemudian mulai bercakap-cakap setelah agak lama sambungan komunikasi pun terputus dna paman Hendrik menyimpan kembali ponselnya ke dalam sakunya.


" Ada apa Hen?" tanya tuan besar Axelo


" Perusahaan cabang mengalami masalah tuan besar." Ucap paman Hendrik


" Aku lelah kalau harus keluar kota sedangkan putraku Paulinus sedang berbaring di ranjang sedangkan putra bungsuku berada di luar negri." Keluh tuan besar Axelo


" Tuan besar kan ada ke tiga cucu genius minta tolong ke tuan muda saja." Usul paman Hendrik


" Baiklah, oh iya kamu yang memimpin untuk membunuh Lili Adriyel." Ucap tuan besar Axelo


" Baik tuan besar kalau begitu saya pamit dulu." Ucap paman Hendrik patuh.

__ADS_1


Paman Hendrik langsung melangkahkan kakinya menuju parkiran mobil sedangkan tuan besar Axelo berjalan ke arah ruang ICU tempat di mana menantu kesayangannya masih berbaring di ranjang.


xxxxxxx


Di tempat yang berbeda Lili Adriyel berada di sebuah rumah minimalis bersama seorang pria paruh baya yang sudah selesai melakukan kegiatan panasnya di sore hari.


cup


" Terima kasih kamu sudah memberikan pelayanan yang sangat memuaskan." ucap pria paruh baya sambil mengecup kening Lili Adriyel.


" Sesuai janjiku tuan jika tuan membeliku dan membantuku untuk mencelakai kakak tiriku dan juga kakak iparku maka aku akan memberikan pelayanan yang sangat memuaskan pada tuan." Ucap Lili Adriyel


( " *Akhhhhh si*l terpaksa aku harus melayani pria tua ini yang mempunyai hasrat sangat tinggi agar aku bisa membalaskan dendamku." umpat Lili Adriyel dalam hati* ).


" Kenapa kamu dendam pada mereka?" tanya pria paruh baya penasaran.


" Karena kakak tiriku sangat iri dan jahat padaku dan mempunyai rencana busuk dengan menghasut kakak iparku dengan menjual diriku dan juga ibuku di pelacuran padahal kami tidak pernah melakukan kesalahan apapun." ucap Lili Adriyel bohong sambil mengeluarkan air mata buayanya.


cup


cup


" Sudah... sudah.. mereka pantas mati dan jangan di ingat - ingat lagi." Ucap pria paruh baya itu sambil mengecup ke dua pipi Lili Adriyel secara bergantian.


" Sudah lupakan saja." ucap pria paruh baya itu sambil memeluk Lili Adriyel.


Lili Adriyel membalas pelukan pria paruh baya itu sambil menahan amarah dan jijik. Amarah pada mommy Paulina dan daddy Paulinus karena telah membuatnya menderita dengan menjual dirinya dan ibunya ke pelacuran terlebih dirinya harus kehilangan ibunya. Jijik karena harus melayani pria paruh baya itu.


Lili Adriyel tidak tahu bahwa sebenarnya itu ide dari daddy Paulinus sebelum bertemu dengan mommy Paulina. Daddy Paulinus sangat marah ketika mengetahui bahwa mereka telah berani mengusik wanita yang dicintainya dengan menjual mommy Paulina ke bandot tua karena itulah daddy Paulinus membalasnya dengan cara menjualnya sama seperti yang dia lakukan.


" Lagi ya?" ucap pria paruh baya itu


Lili Adriyel hanya menganggukkan kepalanya tanda pasrah. Pria paruh baya itu pun dengan semangat melakukan kegiatan suami istri.


brak


Pintu kamarnya tiba - tiba di dobrak oleh beberapa orang bertubuh kekar dan tegap membuat Lili Adriyel dan pria paruh baya itu sangat terkejut karena sedang melakukan kegiatan yang enak - enak tiba - tiba ada yang mendobrak pintunya.


Pria paruh baya yang berada di atas tubuh Lili Adriyel langsung menarik adik kecilnya dan langsung menyelimuti tubuh polos mereka.


" Siapa kalian mengganggu kesenangan kami?" tanya pria paruh baya dengan nada kesal.


" Cih sudah bau tanah masih berbuat dosa." umpat paman Hendrik tanpa menjawab pertanyaan pria paruh baya tersebut.

__ADS_1


Pria paruh baya itu sangat kesal dan diam - diam mengambil pistol di balik bantal dan menodongkan ke paman Hendrik.


dor


akhhhhh


Paman Hendrik yang bisa membaca gerakan pria paruh baya itu langsung menjentikkan jarinya dan salah satu anak buah daddy Paulinus langsung menembak ke keningnya membuatnya mati di tempat.


Lili Adriyel tubuhnya gemetaran melihat pria paruh baya itu mati mengenaskan dengan mata melotot dan keningnya mengeluarkan darah segar.


" Apa kabar Lili Adriyel? masih ingat aku?" tanya paman Hendrik sambil menatap sinis.


" Kau yang membuat ibuku mati!!" bentak Lili Adriyel sambil menatap tajam ke arah paman Hendrik


" Oh ibumu yang mata duitan itu akhirnya mati syukurlah setidak - tidaknya mengurangi penjahat." Ucap paman Hendrik sambil tersenyum menyeringai


" Breng**k." ucap Lili Adriyel dengan tatapan penuh dendam.


Lili Adriyel langsung mengambil pistol dari tangan pria paruh baya kemudian mengarahkan pistolnya ke arah paman Hendrik.


dor


akhhhhh


Salah seorang anak buah daddy Paulinus langsung menembak ke kening Lili Adriyel membuatnya langsung mati di tempat.


" Sampah tetaplah sampah." hina paman Hendrik


" Buang ke dua mayat sampah ini ke jurang." ucap paman Hendrik dengan nada dingin.


" Baik tuan." Jawab mereka serempak.


Paman Hendrik langsung meninggalkan lokasi kejadian dan mengendarai mobil menuju ke rumah sakit dengan kecepatan sedang.


" Akhhhhh... lelahnya." ucap paman Hendrik


Tidak membutuhkan waktu lama paman Hendrik sudah sampai di rumah sakit dan langsung masuk ke dalam ruang perawatan.


" Bagaimana?" tanya tuan besar Axelo yang sedang duduk di tengah-tengah Paskalis di sebelah kanan sedangkan Paulus di sebelah kiri.


Mereka berdua masing - masing menggunakan laptop dan jari jemari yang mungil sangat lincah memainkan keyboard.


" Sudah beres tuan." Jawab paman Hendrik sambil duduk di samping Paskalis.

__ADS_1


__ADS_2