
Hendrik tetap melangkahkan kakinya keluar dari mansion tersebut. Dirinya berjanji untuk menjadi orang sukses agar tidak ada satu orangpun yang akan menghina dirinya lagi.
Hendrik bekerja dengan serius dengan penuh tanggung jawab. Setiap hari Paulinus mengajarkan tentang bisnis karena otaknya yang sangat cerdas Hendrik dengan cepat mengerti membuat Paulinus sangat puas dengan kinerja Hendrik.
Tiga Bulan Kemudian
Hendrik sudah bisa menghandle pekerjaan baik di dalam kantor maupun di luar kantor menemui klien.
" Hendrik, aku dan daddy sangat puas dengan hasil kinerjamu dan tidak terasa sudah tiga bulan kamu bekerja denganku karena itu kamu mendapatkan fasilitas dari kantor." Ucap Paulinus
" Terima kasih tuan muda." Jawab Hendrik
" Aku berikan dua kunci untukmu yaitu kunci apartemen atas namamu dan kunci mobil selain itu gajimu naik empat kali lipat." ucap daddynya Paulinus.
" Tuan besar dan tuan muda maaf saya tidak bisa menerimanya karena saya tidak pantas mendapatkan itu semua, masih banyak pegawai yang lebih dari saya." ucap Hendrik merendah.
" Tidak Hendrik, kamu pantas mendapatkannya terlebih aku juga mulai pensiun jadi aku mempercayakan perusahaan ini pada putraku Paulinus dan kamu sebagai kaki tangannya." Ucap daddynya Paulinus
" Benar kata daddy, kamu memang pantas mendapatkan itu semua jadi terimalah pemberian dari kami." Ucap Paulinus.
" Baik tuan sekali lagi terima kasih banyak atas kebaikan tuan besar dan tuan muda pada saya." ucap Hendrik
" Sama - sama Hendrik, jangan mengkhianati kami itu saja permintaan kami." ucap Paulinus.
" Baik tuan, saya berjanji untuk selalu setia dan tidak akan mengkhianati kepercayaan tuan pada saya." Ucap Hendrik
" Bagus, kami percaya padamu." ucap mereka berdua.
Sejak saat itu Hendrik menjadi kaki tangan sekaligus asisten Paulinus hingga sekarang.
xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx
" Aku berharap Maria bukan seperti gadis yang telah melukai hatiku yang paling dalam." ucap Hendrik
ceklek
Maria membuka pintu sambil membawa nampan yang berisi makanan dan diletakkan di atas meja.
" Kak Hendrik badannya aku lap pakai air hangat ya?" tanya Maria
" Aku ingin mandi bisakah kamu membantuku mandi?" tanya Hendrik
" Tapi aku belum pernah memandikan laki - laki." ucap Maria
" Aku tahu tapi lenganku masih sakit dan aku janji tidak akan melakukan macam - macam." Ucap Hendrik
__ADS_1
" Baiklah. " Jawab Maria pasrah
" Aku siapkan air hangat dulu." Sambung Maria
Hendrik hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju. Maria berjalan ke arah kamar mandi dan mulai mengisi air hangat ke dalam bathtub tersebut kemudian memberikan aroma terapi. Setelah selesai melakukannya Maria keluar dari kamar mandi dan mendekati Hendrik.
" Bantu aku membuka celana panjangku." pinta Hendrik
" Tapi kak aku belum pernah." tolak Maria lagi
Hendrik hanya diam dan tangan kanannya mengarahkan ke resleting celananya sedangkan tangan kirinya memegangi celananya.
" Sstttt... sakit." Rintih Hendrik sambil memejamkan matanya seperti menahan rasa sakit padahal bohong.
" Kak Hendrik stop biar aku saja." Ucap Maria yang tidak tega melihat rintihan kesakitan.
Tangan kanan Maria mengarahkan ke celana untuk membuka resleting milik Hendrik sedangkan tangan kirinya memegangi celana kak Hendrik dengan jantung berdebar kencang.
" Maaf kak." Ucap Maria dengan wajah memerah menahan malu.
Maria membukanya dengan gugup setelah selesai Maria menarik celana panjang kak Hendrik dan menaruhnya di lantai hingga menyisakan celana boxernya.
" Bisa jalan kak?" tanya Maria
" Tolong bantu tarik tanganku." pinta Hendrik tanpa menjawab pertanyaan Maria.
" Aku bantu jalan kak." Jawab Maria
bruk
akhhhhh
Hendrik dengan sengaja menarik pinggang Maria membuat Maria jatuh ke ranjang dan menimpa tubuh Hendrik. Ke dua jantung mereka berdetak sangat kencang dan mereka saling menatap satu sama lain.
Hendrik menarik tengkuk Maria kemudian mengecupnya. Ciuman singkat membuat Hendrik menginginkan yang lebih hingga terdengar suara merdu dari mulut Maria membuat Hendrik membalikkan badannya dan kini Hendrik berada di atas tubuh Maria.
Entah bagaimana kini tubuh mereka sudah polos dan tanpa sehelai benangpun. Hendrik yang sering menonton film blue mencoba mempraktekkan ke Maria hingga Hendrik mencoba memasukkan adik kecilnya ke tubuh Maria untuk disatukan.
" Hiks... hiks... sakit kak." rintih Maria.
Hendrik langsung tersadar dan menarik tubuhnya untuk berdiri.
" Maafkan aku." Ucap Hendrik sambil menggendong Maria.
Maria yang takut terjatuh mengalungkan ke dua tangannya ke leher Hendrik. Maria menyandarkan kepalanya di dada bidang Hendrik.
__ADS_1
" Tidak apa - apa kak." ucap Maria
" Aku akan bertanggung jawab padamu walau kita belum melakukannya." ucap Hendrik sambil masuk ke dalam kamar mandi.
" Maksud kak Hendrik?" tanya Maria
" Aku sangat mencintaimu dan ingin menikah denganmu. Aku tahu ini terlalu cepat tapi ketika pertama kali aku melihatmu aku sudah merasakan jatuh cinta padamu. Apakah kamu mencintaiku?" tanya Hendrik sambil menatap mata indah Maria.
Maria tersenyum bahagia karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Hendrik menurunkan perlahan tubuh Maria ke bathtub kemudian diikuti oleh dirinya.
" Kenapa kamu diam? apakah kamu tidak mencintaiku?" tanya Hendrik sambil mengangkat tubuh Maria perlahan agar berhadapan dengan dirinya.
" Aku diam karena aku sangat bahagia mendengar ucapan kak Hendrik. Aku juga sangat mencintaimu kak." Jawab Maria sambil memeluk Hendrik
" Benarkah kamu membalas cintaku?" tanya Hendrik tidak percaya
Maria mengangkat wajahnya untuk menatap wajah tampan Hendrik.
" Apakah kak Hendrik ingin bukti kalau aku mencintai kak Hendrik?" tanya Maria
" Tentu saja aku ingin bukti kalau kamu mencintaiku." ucap Hendrik
Maria mendekati wajah Hendrik dan mengecup bibir Hendrik sedangkan tangan kanannya memegang adik kecil milik Hendrik membuat tubuh Hendrik seperti tersengat listrik.
Maria perlahan menyatukan tubuhnya ke tubuh milik Hendrik sambil menahan rasa perih di bagian privasinya.
jleb
akhhhhh
" Sayang apa yang kamu lakukan?" tanya Hendrik ketika tubuhnya kini sudah menyatu dengan tubuh Maria.
Hendrik yang baru pertama kalinya adik kecilnya di sentuh seorang gadis tidak menyangka kalau Maria melakukan hal itu.
" Inilah bukti kalau aku mencintaimu kak." ucap Maria sambil meneteskan air matanya.
" Aku percaya padamu terima kasih, secepatnya kita akan menikah." Ucap Hendrik
Mereka pun melakukan hubungan suami istri hingga setengah jam lebih barulah lahar milik Hendrik keluar dan dimasukkan ke dalam rahim Maria.
Selesai melakukan kegiatan panasnya mereka mandi bersama. Selesai mandi Hendrik menggendong kembali tubuh Maria dan diarahkan ke shower agar tubuh mereka bersih dari sabun mandi.
Hendrik memakaikan jubah ke tubuh Maria yang polos kemudian barulah dirinya memakai handuk yang menutupi bagian bawahnya. Hendrik menggendong kembali Maria untuk keluar dari kamar mandi dan membaringkannya di ranjang dengan perlahan.
cup
__ADS_1
" Terima kasih sudah memberikan harta berharga buatku." Ucap Hendrik sambil mengecup bibir Maria sekilas.