Tiga Anakku Yang Sangat Tampan

Tiga Anakku Yang Sangat Tampan
Kamu serius ingin menceraikan aku


__ADS_3

" Bukankah dulu wanita itu pernah tinggal di negara ini dan tentu saja banyak temannya." Ucap mommynya Paulinus dan Paulonus.


" Daddy." Panggil ke dua putranya dengan nada lirih


" Iya sayang, maafkan daddy sayang." Ucap Paulonus sambil memeluk ke dua putranya.


" Daddy, aku tidak mau bertemu dengan mommy." Ucap putra pertamanya sambil memeluk daddynya.


" Iya daddy, mommy sering memukul kami dan untung tadi Aunty datang untuk menolong kami." Ucap putra ke dua.


" Ceritakan pada daddy apa yang mommy kalian lakukan?" Tanya ke dua putra kembarnya.


Putra pertamanya menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi membuat dirinya sangat terkejut terlebih ke dua orang tuanya. Orang tuanya sangat menyesal menjodohkan wanita jahat tersebut. Ke tiga orang dewasa tidak terasa meneteskan air matanya.


" Rahul dan Raul, kalian tenang saja mommy tidak akan menemui kalian lagi untuk selamanya." Ucap Paulonus sambil memeluk ke dua putranya sambil menahan emosinya.


" Benarkah daddy?" Tanya Rahul putra pertamanya


" Benar sayang." Jawab Paulonus


" Terima kasih daddy." Jawab ke dua putranya sambil memeluk daddynya dengan erat.


" Sekarang kalian berdua bersama Oma dan opa, daddy ingin berbicara dengan Uncle dulu." Ucap Paulonus.


" Baik daddy." Jawab Rahul dan Raul serempak


" Mommy dan daddy, aku titip ke dua putraku." Pinta Paulonus


" Mommy dan daddy akan menjaga ke dua cucu yang tampan ini." Ucap mommynya Paulinus dan Paulonus.


" Terima kasih mommy." Jawab Paulonus dengan nada tulus.


" Sama - sama sayang." Jawab mommynya Paulinus dan Paulonus.


Paulonus keluar dari ruangan tersebut dan berjalan ke ruang keluarga. Sampai di ruang keluarga Paulonus bertemu dengan kakaknya.


" Kak, boleh aku bertanya?" tanya adiknya


" Silahkan, tanya apa?" Tanya apa?" Tanya kakaknya sambil mengecek pekerjaan di ponselnya.


" Kapan pengacara datang untuk mengurus surat perceraian kami?" Tanya Paulonus dengan nada serius dan dengan nada dingin.


Paulinus langsung menghentikan pekerjaannya dan menatap adiknya dengan serius.


" Ke dua putraku ternyata sering menerima penganiayaan yang dilakukan oleh istriku. Aku minta tolong agar hak asuh ke dua putraku jatuh ke tanganku." Ucap Paulonus


" Apakah selama ini kamu tidak mengetahuinya?" Tanya kakaknya

__ADS_1


" Dulu aku sering bertanya katanya jatuh atau terbentur dan aku langsung mempercayainya." Ucap adiknya


" Apakah kamu tidak bertanya dengan ke dua putramu?" Tanya kakaknya.


" Aku pernah bertanya tapi jawabannya sama seperti ucapan mommynya." Ucap adiknya.


" Baiklah, kakak akan mengurusnya sekarang." Ucap kakaknya


" Terima kasih kak." Ucap adiknya.


" Kamu adikku tentu saja sesama saudara harus saling membantu." Ucap kakaknya


Kakaknya langsung menghubungi pengacara untuk datang ke mansion sambil membawa dokumen yang dimintanya. Selesai menghubungi ponselnya di simpan kembali ke dalam saku jasnya.


" Kamu tinggallah di mansion ini dan bekerja di salah satu cabang perusahaan milik orang tua kita." Ucap kakaknya.


" Baik kak nanti aku juga akan menyewa baby sister untuk menjaga ke dua putraku." Ucap adiknya.


" Terserah dirimu yang penting ke dua putramu tidak lagi sedih atau ketakutan lagi seperti dulu dan sekarang ini." Ucap kakaknya.


Mommy Paulina datang bersama ke tiga putra tampannya berjalan ke arah Paulinus dan Paulonus.


" Sayang, sudah siang makan yuk." Ajak mommy Paulina.


" Hari ini masak apa mom?" Tanya suaminya sambil memeluk istrinya dari arah samping.


" Aku ingin menemui ke dua putraku dulu." Ucap Paulonus


" Rahul dan Raul sudah ada di meja makan bersama oma dan opanya." Ucap mommy Paulina.


" Kalau begitu kita sama - sama ke meja makan." Ucap daddy Paulinus.


Mereka berenam berjalan ke arah ruangan meja makan. Mommy Paulina mengambil makanan untuk ke dua mertuanya terlebih dahulu kemudian di lanjutkan ke suaminya dan ke tiga putranya barulah ke dirinya.


" Rahul dan Raul kalian mau makan apa?" Tanya mommy Paulina


" Aunty aku ingin makan ayam goreng." Ucap Rahul dan Raul serempak.


" Ok." Jawab mommy Paulina


Mommy Paulina mengambil nasi dan ayam goreng kemudian diberikan ke Rahul dan Raul. Ketika Paulina ingin mengambil untuk adik iparnya tangannya di tahan oleh suaminya.


" Istriku sayang, pasti kamu ingin mengambil makanan untuk adikku tapi aku melarangmu karena aku cemburu. Cukup istriku mengambil makanan untukku dan ke daddy mertuamu." Bisik suaminya.


" Suamiku, diakan adikmu kenapa cemburu?" bisik istrinya


" Walau adikku tapi tetap saja aku cemburu." Bisik suaminya

__ADS_1


Mommy Paulina hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap wajah tampan suaminya.


" Baiklah." Jawab istrinya pasrah.


" Adik ambil sendiri makanannya." Ucap kakaknya


" Apakah kakak cemburu?" Tanya adiknya


" Tepat sekali." Ucap kakaknya dengan jujur.


" Dasar bucin." Ucap adiknya.


" Biarin." Jawab kakaknya dengan nada santai sambil memakan makanan yang berada di piringnya.


" Mommy apa itu cemburu?" Tanya Patrick penasaran


" Mommy apa itu bucin?" Tanya Paskalis ikut penasaran


" Kalau makan jangan bicara nanti keselek." Ucap mommy Paulina sambil menatap tajam ke arah suaminya sedangkan suaminya hanya tersenyum melihat tatapan istrinya yang menggemaskan.


Mereka pun makan dalam diam tanpa ada yang bicara sedikitpun. Selesai makan Paulus, Paskalis, Patrick, Rahul dan Raul masuk ke kamar masing-masing begitu pula dengan orang tua Paulinus dan Paulonus serta mommy Paulina juga masuk ke kamarnya. Hanya Paulinus dan Paulonus duduk di ruang keluarga sambil menunggu pengacara datang.


" Hallo sayang." Panggil istrinya sambil berjalan ke arah mereka dengan membawa beberapa paper bag.


" Habis dari mana?" Tanya suaminya dengan nada dingin.


" Seperti biasa shoping dan ke salon, kakak iparmu kebangetan masa aku pinta duit malah memukulku jadi aku butuh perawatan agar aku tampil lebih cantik dan setelah memukulku baru deh ngasih uang benar - benar keterlaluan." Umpat istrinya tanpa memperdulikan sikap dingin suaminya.


" Kakak iparmu sudah sepantasnya melakukan itu." Ucap suaminya dengan nada masih dingin


" Betul sayang, tapi bilang ke kakak iparmu kalau ngasih uang jangan sedikit, dasar wanita ular dan licik." ucap istrinya yang belum mengerti ucapan suaminya.


Istrinya mengira kalau suaminya sudah sepantasnya Paulina memberikan uang karena sudah memukul dirinya sedangkan suaminya mengatakan sudah sepantasnya Paulina memukul istrinya.


" Kamu tidak mengerti ucapanku?" Tanya suaminya sambil menatap tajam ke arah istrinya.


" Aku mengerti ucapanmu kalau kamu marah pada kakak iparmu karena telah memukulku." Ucap istrinya dengan nada santai.


" Sudahlah aku ingin istirahat badanku lelah habis jalan - jalan." Sambung istrinya sambil berjalan


" Kita akan bercerai." Ucap Paulonus


deg


Istrinya langsung menghentikan langkahnya dan jantungnya langsung berdetak kencang. Istrinya langsung membalikkan badannya dan menatap tajam ke arah suaminya.


" Kamu serius ingin menceraikan aku?" Tanya istrinya.

__ADS_1


__ADS_2