
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya, tuan muda Paulinus sudah sembuh dan bersiap - siap untuk pulang ke mansion.
" Kalian tinggal di mansion kami kan?" tanya ibunya Paulinus
" Maaf mommy kami ingin tinggal di mansion milik istriku." Ucap tuan muda besar Paulinus
" Milikku?" tanya mommy Paulina menunjuk dirinya sendiri.
" Mansion yang kita tempati kini sudah atas namamu begitu pula mobil dan semua aset - aset milik daddy. Sekarang daddy jadi pria miskin, apakah mommy masih mencintai pria miskin seperti daddy?" Tanya tuan muda Paulinus
" Apa?? tidak daddy, mommy tidak mau." Tolak mommy Paulina
Orang tua Paulinus dan tuan muda Paulinus sangat terkejut dengan ucapan mommy Paulina karena mengira kalau mommy Paulina tidak lagi mencintai pria miskin seperti tuan muda Paulinus.
" Kamu sekarang tidak mencintai putraku?" tanya mommynya Paulinus sambil menahan kesal.
" Maaf mommy, maksud Paulina bukan itu." Ucap mommy Paulina
" Lalu maksudmu apa?" tanya mommynya Paulinus.
" Aku sangat mencintai suamiku tapi aku tidak membutuhkan semua harta itu karena bagiku sudah cukup suamiku mencintaiku dengan tulus dan juga mencintai ke tiga anak kami. Aku tidak mau serakah dengan semua kemewahan." Ucap mommy Paulina dengan tegas sambil memeluk suaminya.
" Aku sangat sangat dan sangat mencintaimu sayang, kehadiran daddy di samping kami itu sudah cukup mommy tidak ingin yang lainnya." Ucap mommy Paulina.
Orang tua Paulinus dan tuan muda Paulinus sangat terharu dengan ucapan mommy Paulina.
" Aku tidak pernah salah memilihmu, aku semakin mencintaimu." Ucap suaminya sambil membalas pelukan istrinya.
" Kalian tinggallah bersama kami karena mansion kami sangat luas dan jika kalian tinggal di mansion kalian yang ada mommy dan daddy akan kesepian." Ucap mommynya Paulinus.
" Seminggu sekali kami akan menginap di rumah mommy." Ucap daddy Paulinus sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan istrinya.
Mommynya Paulinus hanya diam saja membuat mommy Paulina tidak enak hati dengan ibu mertua.
" Sayang kan baru sembuh bagaimana kalau kita semua menginap di mansion mommy dan daddy." usul istrinya sambil memberikan kode ke suaminya.
__ADS_1
" Baiklah kami akan menginap di rumah mommy dan daddy." Jawab tuan muda Paulinus
" Benarkah? terima kasih sayang." Ucap ibunya Paulinus sambil memeluk menantunya.
" Cucu - cucu opa dan Oma ayo kita pulang." Ucap ayahnya Paulinus
" Baik opa." Jawab ke tiga anak kembarnya.
Mereka pun pulang dengan menggunakan satu mobil bersama sedangkan di belakangnya diikuti dua mobil anak buah tuan muda besar Paulinus.
Setengah jam lamanya akhirnya mereka sudah sampai di mansion.
" Mommy, daddy, opa dan Oma kami istirahat dulu." Ucap ke tiga anak kembar genius.
" Baik sayang." Ucap mereka serempak.
" Kami juga istirahat dulu mom." Ucap tuan muda besar Paulinus.
" Ok, daddy dan mommy juga ingin istirahat." ucap daddynya.
grep
" Mommy, daddy ingin itu, bolehkah?" tanya suaminya sambil memeluk istrinya dari arah belakang setelah mengunci pintu kamarnya.
" Siang - siang begini?" Tanya istrinya
" Iya, apakah mommy tidak merasakan ada sesuatu yang bergerak - gerak?" Tanya suaminya.
" Mommy tahu tapikan daddy baru sembuh." Ucap istrinya
" Tapi daddy pengen mommy." Ucap suaminya dengan nada suara semakin berat tanda hasratnya ingin segera dituntaskan sambil memainkan ke dua gunung kembar milik istrinya.
" Baiklah daddy." Ucap istrinya yang tidak tega melihat suaminya yang menahan hasratnya.
Tanpa menunggu lama tuan muda besar Paulinus menggendong istrinya dan berjalan ke arah ranjang kemudian membaringkan istrinya dengan perlahan. Merekapun melakukan kegiatan suami istri pada siang hari, suara ******* keluar dari mulut mereka berdua.
__ADS_1
Tiga Hari Kemudian
Seperti biasa setiap pagi mommy Paulina bangun pagi sikat gigi dan membersihkan wajahnya kemudian memasak untuk ke dua mertuanya, suaminya dan ke tiga anak kembarnya. Selesai memasak mommy Paulina berjalan menaiki anak tangga menuju ke arah kamarnya.
ceklek
Mommy Paulina membuka pintu kamarnya dan melihat suaminya yang masih setia memejamkan matanya. Mommy Paulina menyiapkan air hangat untuk suaminya. Setelah air di bathtub penuh mommy Paulina mematikan air kran dan memberikan aroma mewangian kesukaan suaminya. Mommy Paulina berjalan ke arah ranjang dan duduk di samping suaminya.
" Sayang bangun sudah siang." ucap istrinya sambil membelai wajah tampan suaminya.
grep
Suaminya menarik tangan istrinya hingga menimpa tubuh suaminya. Istrinya berada di atas tubuh suaminya dan suaminya memeluk tubuh mungil istrinya dengan mata masih terpejam.
" Sebelum mandi satu ronde ya mom?" pinta suaminya.
Istrinya hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju, tanpa menyia - nyiakan waktu suaminya membalikkan tubuhnya dan kini tubuhnya berada diatas dan istrinya berada di bawah. Merekapun melakukan kegiatan panasnya di pagi hari.
Kini mereka semua sudah berkumpul di meja makan, mereka makan dalam diam tanpa ada yang bicara sedikitpun. Selesai makan seperti biasa tuan muda besar Paulinus dan istrinya mengantar ke tiga anak kembar genius ke sekolah sedangkan ke dua orang tuanya menghabiskan waktunya menikmati masa tua karena semua perusahaan sudah diserahkan ke daddy Paulinus sedangkan adik kembarnya tidak pernah mau mengurusnya karena adiknya sudah sibuk mengurus perusahaan milik mertuanya.
Orang tuanya sebenarnya sangat kecewa dengan anak bungsunya karena semenjak menikah tidak pernah menemui mereka belum lagi perusahaan yang diberikan di tolaknya mentah - mentah oleh putra bungsunya.
Sepertinya istrinya memonopoli putra mereka sehingga putra bungsunya tidak pernah perduli dengan ke dua orang tuanya. Ada rasa penyesalan di hati ke dua orang tuanya karena telah menerima perjodohan dengan sahabatnya.
Ketika mereka bertemu dengan Paulina, mereka sangat senang karena menantunya sangat tulus mencintai putranya dan juga memberikan banyak perubahan. Putranya yang tidak pernah tersenyum sejak menikah dengan Paulina selalu tersenyum.
" Mommy dulu sampai sekarang sempat berfikir negatif tentang menantu kita tapi kini mommy sudah tidak ada pikiran negatif lagi." Ucap istrinya
" Daddy juga dulu begitu berfikir negatif tentang menantu kita tapi daddy salah ternyata menantu kita memberikan banyak dampak positif untuk putra kita. Mommy masih ingat waktu kemarin di rumah sakit ketika mommy meminta untuk tinggal dengan kita putra kita ingin pindah ke mansion dan mommy sedih?" tanya suaminya
" Iya mommy ingat dad, wajah mommy sedih dan menantu kita melihatku langsung berbicara dengan mommy kemudian memalingkan wajahnya ke arah putra kita dan memberikan kode lewat tatapan matanya." ucap istrinya.
" Iya benar dan saat itu juga putra kita langsung setuju. Seandainya saja menantu dari putra bungsu kita perduli dan sering memberikan kabar daddy sangat bahagia." Ucap suaminya.
" Benar dad, terkadang mommy menyesali perjodohan putra bungsu kita." Ucap istrinya
__ADS_1
" Daddy juga mom, dulu sahabat daddy sangat baik tapi sejak putra bungsu kita menikah sahabat daddy tiba - tiba langsung berubah." ucap suaminya."