Tiga Anakku Yang Sangat Tampan

Tiga Anakku Yang Sangat Tampan
Angelina Williams 2


__ADS_3

Entah kenapa jantungnya berdetak kencang ketika melihat sorot mata Angel.


" Anak - anak tampan bolehkah tante memeluk kalian berdua?" Tanya Angel


" Boleh tante." Ucap Rahul dan Raul serempak


" Terima kasih." Jawab Angel


Angel memeluk ke dua anak tersebut dan ke anak tersebut membalas pelukan Angel. Ke dua putra kembar tersebut merasakan sangat nyaman dipelukan seorang wanita yang baru dikenalnya. Pelukan yang selalu dirindukan sejak dulu tapi tidak pernah didapatkan dari mommynya. Setelah agak lama mereka melepaskan pelukannya, mereka berempat berjalan ke arah meja tempat yang tadi di duduki oleh Angel.


" Ayo sayang silahkan duduk." Ucap Angel sambil menarik kursi agar salah satu dari mereka duduk.


Setelah salah satu duduk, Angel menarik kembali kursi agar saudara kembarnya duduk, setelah ke duanya duduk barulah dirinya duduk di tengah - tengah mereka.


" Kalian mau pesan makanan apa?" Tanya Angel


" Mau ayam goreng." Ucap ke duanya dengan serempak.


" Ok kalau tuan Paulonus?" Tanya Angel


" Apa saja." Jawab Paulonus


" Ok." Jawab Angel singkat sambil melambaikan tangannya ke arah pelayan dan memesan makanan dan minuman.


Setelah di catat pesanannya pelayan itupun pergi meninggalkan mereka.


" Kalian berdua kembar, mana yang kakak?" Tanya Angel


" Aku tante." Ucap Rahul


" Tampan sekali, namamu siapa sayang?" Tanya Angel sambil mengusap rambutnya.


" Rahul, tante." Ucap Rahul


Angel menatap Rahul tanpa berkedip setelah agak lama Angel memalingkan wajahnya ke arah kiri di mana adiknya yang bernama Raul duduk.


" Kalau yang tampan satunya lagi namanya siapa?" Tanya Angel


" Raul tante." Ucap Raul


Sama seperti tadi menatap Rahul begitu pula dengan Raul, Angel menatapnya dengan serius kemudian memalingkan wajahnya ke arah kanan setelah itu menatap Paulonus dengan teliti dari atas dan ke bawah membuat Paulonus risih dan kesal melihat tatapan Angel dan tidak berapa lama Angel memejamkan matanya sebentar kemudian membukanya.


" Ada apa?" Tanya Paulonus penasaran

__ADS_1


" Tidak ada apa - apa tuan, hanya ingin mencari perbedaan Rahul dan Raul biar tidak salah memanggil." Ucap Angel


" Apakah sudah menemukan perbedaannya?" Tanya Paulonus penasaran.


( " Istriku yang melahirkan saja tidak tahu mana Rahul dan mana Raul. Hanya aku saja yang tahu perbedaan ke dua putra kembarku." Ucap Paulonus dalam hati ).


"Sudah." Jawab Angel


" Apa?? tidak mungkin kamu bisa tahu. Jangan bilang kamu tahu karena mereka memakai pakaian yang berbeda? Bagaimana kalau besok mereka memakai pakaian yang berbeda?" Tanya Paulonus dengan nada sinis.


Angel tersenyum melihat bos barunya menatap dirinya dengan sinis.


" Aku tahu perbedaan kalau Rahul mempunyai tahi lalat kecil di telinga kanannya sedangkan Raul tidak ada. Rahul ada tanda lahir di leher mirip tuan sedangkan Raul berada di tangan." Ucap Angel menjelaskan


deg


Jantung Paulonus berdetak kencang yang tadi awalnya menatap sinis dan kesal menjadi merasa bersalah karena mengira Angel ingin menggoda dirinya padahal ingin mencari perbedaan ke dua putranya.


" Benar bukan kataku? kalau lebih detail saya kurang tahu karena.... tuan tahu maksud saya bukan." Ucap Angel dengan wajah memerah dan menjeda kalimatnya.


" Aku tidak tahu maksudmu?" Tanya Paulonus


" Sudah lupakan perkataanku yang tadi." Ucap Angel sambil menundukkan kepalanya.


" Tidak bisa, aku paling tidak suka bermain teka - teki." Ucap Paulonus yang masih penasaran dengan ucapan Angel


" Wajah tuan Paulinus dan tuan Paulonus sangat mirip ya? Tidak semua orang bisa membedakannya." Ucap Angel mengalihkan pembicaraan agar tidak membahas yang tadi.


" Memang wajah kami mirip dan tidak semua orang bisa membedakannya dan jangan bilang kamu bisa membedakannya?" Ucap Paulonus


" Tentu saja bisa." Jawab Angel dengan nada santai


" Apa bedanya?" Tanya Paulonus penasaran


" Dari sifatnya beda, kalau tuan Paulinus orangnya dingin, datar dan arah matanya tidak pernah lepas menatap istrinya sedangkan tuan Paulonus...." Ucap Angel menggantungkan kalimatnya.


" Aku kenapa?" Tanya Paulonus penasaran


" Apakah tuan tidak marah jika aku berkata jujur?" Tanya Angel


" Tentu saja tidak marah, katakan saja." Ucap Paulonus


" Sebenarnya sifat tuan itu humoris, sayang dengan keluarga, walau di luar terlihat tegar dan kuat tapi maaf tuan... hati tuan rapuh ada kesedihan di mata tuan. Maaf tuan kalau saya salah menilai." Ucap Angel sambil menjeda kalimatnya karena tidak enak hati.

__ADS_1


" Apa yang kamu katakan benar adanya, darimana kamu tahu sedangkan kita baru mengenalnya?" Tanya Paulonus


" Saya dulu kuliah mengambil jurusan Psikologi jadi saya bisa sedikit membaca wajah seseorang." Ucap Angel


" Bagaimana ke dua putraku? apakah bisa membaca wajah ke dua putraku?" Tanya Paulonus


Angel menatap ke arah kanan tidak berapa lama kemudian memalingkan wajahnya ke arah kiri yang sedang menatapnya.


" Ke dua putra tuan sama - sama membutuhkan perhatian dan ada kesedihan di wajahnya." Ucap Angel.


Entah kenapa air matanya keluar karena melihat raut wajah kesedihan dua anak kembar. Entah keberanian dari mana Paulonus yang melihat Angel menangis membuatnya dirinya mengarahkan ke dua tangannya ke wajah Angel dan menghapus air matanya dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.


" Kenapa menangis?" Tanya Paulonus


" Aku tidak tahu, entah kenapa aku seperti ini. Melihat kesedihan ke dua putra tuan hatiku sangat sakit. Kalau boleh tahu ada apa sebenarnya?" Tanya Angel penasaran.


Paulonus menghembuskan nafasnya dengan berat sambil menatap wajah cantik Angel.


" Aku dan istriku dalam proses cerai." bisik Paulonus karena tidak ingin di dengar oleh ke dua putranya.


"Kenapa?" Tanya Angel sambil memalingkan wajahnya


cup


deg


deg


deg


deg


Ketika Angel memalingkan wajahnya ke arah wajah Paulonus untuk ikut berbisik ternyata wajah Paulonus yang sangat dekat dengan wajah Angel membuat bibir mereka bersentuhan. Hal itu membuat ke dua jantung mereka berdetak kencang dan langsung menarik wajahnya masing-masing.


" Maaf." Jawab Angel


" Tidak apa - apa." Jawab Paulonus sambil tersenyum nyaris tidak terlihat kecuali kakaknya yang tidak sengaja melihatnya.


Merekapun saling terdiam memikirkan yang baru saja terjadi. Kecanggungan mereka terselamatkan oleh tiga pelayan restoran yang datang membawa nampan berisi makanan dan minuman pesanan mereka dan meletakkan semuanya di atas meja.


Rahul dan Raul melihat aunty Paulina sedang menyuapkan ke tiga putranya secara bergantian membuat mereka iri dan ingin diperlakukan seperti itu karena mommy mereka tidak pernah memperlakukan seperti itu ke mereka sejak kecil hingga sekarang.


" Tante, maukah menyuapi kami?" tanya Rahul sambil menatap sendu ke arah Angel.

__ADS_1


" Iya tante, aku ingin sekali disuapi." ucap Raul dengan mata memerah menahan air matanya agar tidak keluar.


" Rahul, Raul kalian sudah besar makan sendiri ya?" ucap Paulonus yang merasa tidak enak hati dengan Angel.


__ADS_2