
Hendrik melambaikan tangan dan memesan minuman begitu pula dengan tuan Alex. Sambil menunggu mereka mengobrol seputar kehidupan pribadi.
" Apakah tuan Hendrik sudah menikah?" tanya tuan Alex.
" Belum tuan." Jawab Hendrik jujur
" Apakah tuan Hendrik sudah mempunyai kekasih?" tanya tuan Alex lagi.
" Sudah tuan dan rencana saya akan melamar nya di depan orang tuanya. Memang kenapa tuan?" tanya Hendrik.
" Oh sayang sekali." ucap tuan Alex
" Memang kenapa tuan Alex?" Tanya Hendrik dengan nada bingung.
" Akh.. tidak apa - apa lupakan saja apa yang aku katakan." ucap tuan Alex.
" Aku jadi penasaran tuan, ada ala ya?" tanya Hendrik
Tuan Hendrik menghembuskan nafasnya perlahan kemudian menatap Hendrik.
" Ehem.. begini saya mempunyai putri satu - satunya dan berencana ingin menjodohkan dengan putriku tapi karena tuan sudah mempunyai calonnya terpaksa rencana perjodohannya batal." Ucap tuan Alex
" Apakah putri tuan setuju dengan perjodohan?" tanya Alex penasaran
" Awalnya tidak setuju karena sudah mempunyai kekasih tapi aku bilang tidak salahnya untuk mencobanya dulu kalau tidak cocok bisa berteman dan akhirnya putriku menyetujuinya. Apakah tuan tidak ingin mencobanya kalau cocok tuan bisa menggantikanku menjadi CEO karena aku ingin pensiun dan menikmati masa mudaku." Ucap tuan Alex.
" Maaf tuan, saya tidak ingin menyakiti kekasihku." Ucap Hendrik
" Bagus, ini yang paling aku suka mempunyai menantu tidak mengincar harta warisan karena itulah aku ingin menjodohkan tuan dengan putriku tapi karena tuan sudah mempunyai kekasih saya menghargai keputusan tuan." ucap tuan Alex
" Terima kasih atas pengertiannya." Ucap Hendrik
Tuan Alex hanya tersenyum dan di balas oleh Hendrik karena bagaimanapun dirinya juga menghormati orang yang lebih tua. Akhirnya pesananpun datang mereka meminum sambil mengobrol.
Tidak berapa lama mereka keluar dari lobby hotel dan tuan Alex yang membayar minumannya awalnya Hendrik menolaknya tapi tuan Alex memaksanya untuk membayar dengan alasan jika ada waktu datang ke mansionnya sambil membawa kekasihnya dan Hendrik menyetujuinya karena Hendrik percaya tuan Alex bukanlah orang jahat.
xxxxxxx
" Mommy aku bosan, pulang aja ya mom." pinta Maria
" Kamu memang tidak apa-apa?" tanya mommynya.
" Tidak apa - apa mom hanya saja aku bosan." Ucap Maria
" Ya sudah kalau begitu mommy mengurus administrasi terlebih dahulu." Ucap mommynya.
" Baik mom." Jawab Maria
__ADS_1
Mommy nya langsung pergi meninggalkan Maria sendiri karena bosan Maria membaca novel lewat ponselnya di aplikasi noveltoon baru setengah membacanya ponselnya berdering nyaring.
Belahan Jiwaku
Maria tersenyum kekasihnya mengganti nama kak Hendrik menjadi belahan jiwaku. Maria langsung menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan ponselnya ke telinganya.
" Hallo belahan jiwaku." Goda Maria
" Hallo juga jantung hatiku." Goda Hendrik membalas Maria
" Sejak kapan kak Hendrik mengganti nama kak Hendrik menjadi belahan jiwaku di ponselku?" tanya Maria
" Waktu kita makan bersama di restoran kamu ke toilet dan ponselmu kamu tinggal di meja makan. Aku penasaran ingin tahu namaku yang di tulis di ponselmu dan aku cek ternyata kak Hendrik terus aku ganti saja namanya menjadi belahan jiwaku. Kamu sukakan? atau merasa keberatan?" tanya Hendrik
" Suka darling dan aku tidak akan mungkin menghapusnya." Ucap Maria dengan wajah bersemu merah.
" Syukurlah aku ikut senang. Maaf aku tidak bisa datang karena hari ini aku mau ke luar kota selama dua hari lagi aku pulang kamu jangan nakal ya." pinta Hendrik
" Ada acara apa?" tanya Maria dengan nada cemburu.
" Perusahaan cabang mengalami masalah jadi aku harus ke sana." Ucap Hendrik mejelaskan.
" Apakah darling cemburu?" goda Hendrik
" Tidak kenapa aku cemburu." ucap Maria
" Syukurlah semoga kak Hendrik bahagia dan bertemu dengan orang yang kak Hendrik cintai." Ucap Maria dengan nada ketus
" Hmmm... tapi kok nadanya ketus ya." Goda Hendrik
tut tut tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung terputus membuat Hendrik panik karena mengira Maria marah padanya sedangkan Maria sangat kesal karena tiba - tiba ponselnya lowbat.
" Aduh kenapa aku bisa lupa mengecas ponsel." Ucap Maria dengan nada kesal.
ceklek
" Maria tadi daddy telepon mommy kita pergi ke negara A. Daddy sudah menunggu kita di bandara nenek sakit keras." Ucap mommynya.
Mommynya dan Maria langsung berjalan ke luar dari ruang perawatan, mereka menaiki taksi menuju ke bandara.
xxxxxxx
Hendrik mencoba menghubungi kekasihnya tapi tidak di angkat membuat Hendrik panik dan langsung berangkat ke rumah sakit.
Singkat cerita kini Hendrik sudah sampai di rumah sakit tapi Maria sudah tidak ada di ruang perawatan. Hendrik menanyakan bagian administrasi dan ternyata Maria sudah keluar sejak tadi membuat Hendrik semakin frustasi.
__ADS_1
( " Aku hanya bercanda darling kenapa kamu tidak mempercayaiku." ucap Hendrik dalam hati ).
Tiba - tiba ponselnya berdering Hendrik dengan cepat mengambil ponselnya dari saku jasnya tanpa melihat siapa yang menghubungi dirinya.
" Hallo darling kamu di mana?" tanya Hendrik dengan nada kuatir dan panik.
" Siapa darling paman? Tante Maria ya?" tanya Paulus
Hendrik sangat terkejut dan melihat ponselnya ternyata tuan muda Paulus.
" Maaf tuan muda saya pikir tante Maria yang menghubungi paman. Ada apa tuan muda?" tanya Hendrik
" Masalah di kantor cabang sudah selesai jadi paman tidak perlu ke sana dan pelakunya sudah di hukum oleh opa." Ucap Paulus menjelaskan.
" Kalau boleh tahu siapa yang menyelesaikannya?" tanya Hendrik
" Adikku Paskalis, sekarang paman pergi ke negara A." Ucap Paulus
" Kenapa paman harus ke negara A?" tanya Hendrik dengan nada bingung.
" Paman ada meating di negara A dan paman harus datang ke negara A, datanya sedang dikerjakan oleh Patrick nanti dikirim lewat email paman." Ucap Paulus
" Baiklah, alamatnya tuan muda?" tanya Hendrik pasrah
" Jl. xxxxxxx ingat paman harus datang karena kata daddy pertemuan ini sangat penting." Ucap Paskalis
" Baik tuan muda Paulus." Jawab Hendrik
" Paman aku Paskalis." Jawab Paskalis
" Maaf tuan muda, suara tuan muda sangat mirip dengan tuan muda Paulus." Jawab Hendrik
tut tut tut tut tut
Paskalis langsung memutuskan ponselnya secara sepihak membuat Hendrik kesal.
" Akhhhhh aku lagi pusing di mana Maria berada, ini malah di suruh meating di negara A." Omel Hendrik.
Tiba - tiba ponselnya berdering sekali tanda pesan wa masuk. Hendrik membuka pesan wa ternyata dari tuan muda Paulus.
" Jangan menggerutu terus nanti cepat tua, berangkat sekarang!!!!!"
" Kenapa tuan muda bisa tahu." Ucap Hendrik
Ponselnya berdering sekali membuat Hendrik penasaran.
" Aku tahu apa yang paman lakukan, berangkat sekarang atau gaji di potong lima puluh persen. Menggerutu lagi potong tujuh puluh lima persen." ancam Paulus
__ADS_1
Hendrik langsung terdiam tapi kepalanya di angkat ke atas dan melihat sekelilingnya dan pas di samping paling atas ada cctv menempel di dinding membuatnya menghela nafasnya.