
ceklek
Hendrik membuka pintu ruang perawatan dan melihat kekasihnya sedang mengobrol dengan ke dua anak kembar. Hendrik meletakkan laptopnya di meja dekat sofa, Paulus yang melihat Hendrik sudah datang membawa laptop langsung duduk di sofa.
Jari jemari yang mungil dan lincah mengutak atik keyboard sambil menatap layar sedangkan di sisi kiri duduk adik kembarnya Paskalis sedangkan di sebelah kanan paman Hendrik mereka semua serius menatap layar laptop sedangkan Maria hanya menatap mereka.
Setengah jam lamanya Paulus mengutak atik laptopnya hingga akhirnya Paulus berhasil meretas rekaman cctv dan menemukan pelaku tabrak lari beserta identitas dan nomer plat mobil.
" Sepertinya paman pernah melihat orang ini tapi di mana ya?" tanya paman Hendrik pada dirinya sendiri.
" Oh iya pria ini adalah kekasihnya Veni." sambung paman Hendrik
" Sekarang paman tangkap orang itu karena telah berani mengusik paman dan tante kami." ucap Paulus dengan nada dingin.
" Terima kasih tuan muda, aku akan menghubungi anak buah untuk menangkap pria yang bernama Vincent." Ucap Hendrik
" Sama - sama paman." Jawab Paulus
Paman Hendrik langsung menghubungi anak buahnya untuk menangkap Vincent di kediamannya.
" Paman kami mau nengok mommy di ruang ICU." Ucap Paulus
" Paman akan temani tuan muda." ucap paman Hendrik
" Tidak paman, paman temani tante saja apalagi paman tidak bisa pisah dengan tante." Goda Paskalis
" Aish tuan muda masih kecil kenapa mengerti soal ini." ucap paman Hendrik terkejut begitu pula dengan Maria.
" Sudahlah paman tidak usah malu kami mengerti kok. Ayo kak kita pergi jangan menganggu orang yang sedang berpacaran." Ucap Paskalis sambil berdiri dan mengandeng kakaknya.
" Ok, paman jangan lupa tolong bawa laptopnya ke kamar perawatan daddy." ucap Paulus
Paulus dan Paskalis berjalan keluar ruang perawatan menuju ke ruang ICU sedangkan paman Hendrik dan tante Maria hanya saling menatap.
" Mereka bertiga sangat genius tapi sikap mereka seperti orang dewasa padahal umurnya baru lima tahun." Ucap paman Hendrik sambil mendekati calon istrinya.
" Keadaan yang memaksakan mereka menjadi dewasa hidup tanpa seorang daddy. Mereka bertiga tidak pernah menanyakan di mana daddy mereka berada karena tidak ingin membuat mommynya sedih. Mereka bertiga berusaha mencari dimana keberadaan daddynya dan akhirnya mereka berhasil menemukannya." Ucap Maria menceritakan tentang masa lalu mommy Paulina beserta ke tiga anak kembar genius.
" Aku benar - benar salut dengan mereka, sifat tuan muda Paulus mirip dengan tuan muda besar Paulinus." ucap paman Hendrik
__ADS_1
" Ya benar sangat mirip sekali datar dan dingin." Ucap Maria
" Bagaimana dengan diriku?" tanya paman Hendrik
" Sama datar dan dingin pertama kali kita bertemu." Ucap Maria
" Kalau sekarang?" tanya paman Hendrik
" Romantis, perhatian dan sayang aku sangat suka." Ucap tante Maria sambil tersenyum.
cup
" Itu semua karena kehadiran dirimu aku jadi seperti ini." Ucap paman Hendrik sambil mengecup bibir calon istrinya yang sudah menjadi candunya.
xxxxxxx
Paulus dan Patrick masuk ke dalam ruang ICU dan melihat mommynya masih setia memejamkan matanya dengan tubuh masih dibalut perban hanya mata, mulut dan hidung yang tidak di perban.
" Mommy cepat sadar kami sangat merindukan mommy." Ucap Paulus dengan nada sendu dan tidak berapa lama air matanya keluar.
" Mommy, apakah mommy tidak tahu daddy sekarang tambah kurus karena memikirkan mommy. Daddy tidak mau makan, kami berusaha membujuk daddy tapi daddy hanya memakan hanya dua suap. Kami bertiga juga tidak ***** makan karena kami sangat merindukan masakan mommy." Adu Paskalis dan tidak berapa lama air matanya keluar.
ceklek
" Anak - anak daddy dan mommy." panggil daddy Paulinus sambil mendekati ke dua putra kembarnya.
" Daddy hiks... hiks..." ucap Paulus dan Patrik sambil menangis sambil berjalan mendekati daddy Paulinus.
" Sstttt sudah jangan menangis." ucap daddy Paulinus dengan suara lembut sambil membelai pipi ke dua putranya.
Dirinya harus kuat agar ke tiga putranya tidak terlarut dalam kesedihan walau sebenarnya hatinya lebih hancur melihat tubuh istrinya di penuhi selang dan juga di perban. Daddy Paulinus melihat mata istrinya mengeluarkan air mata.
" Lihat mommy kalian menangis, kalian jangan menangis ya." Ucap daddy Paulinus dengan nada lembut.
" Dorong kursi rodaku agar aku dengan istriku." pinta daddy Paulinus pada anak buahnya.
" Baik tuan." Jawab anak buahnya.
Anak buahnya perlahan mendorong kursi roda ke arah ranjang nyonya muda besar. Daddy Paulinus mengusap air mata istrinya sedangkan ke dua putranya menghapus air matanya dan berhenti menangis agar mommynya tidak menangis.
__ADS_1
Setelah setengah jam lebih mereka kembali ke ruang perawatan VVIP karena waktunya mereka makan siang.
xxxxxxx
Delapan Bulan Kemudian
Mommy Paulina masih belum sadar dari komanya hanya saja mommy Paulina dipindahkan ke mansion. Daddy Paulinus merenovasi dua kamar tamu yang berada di lantai satu menjadi satu kamar dan juga membeli alat - alat untuk menunjang kehidupan mommy Paulina agar mommy Paulina bisa di rawat di mansion. Semua perban sudah di lepas hanya semua selang masih setia menempel di tubuh Paulina.
Daddy Paulinus juga membayar satu orang dokter dan dua perawat untuk menjaga istrinya mereka juga tinggal di mansion hingga istrinya sadar dari komanya. Daddy Paulinus melakukan itu agar dirinya, ke tiga putranya serta ke dua orang tuanya tidak bolak balik ke rumah sakit untuk menjaga mommy Paulina.
Tangan kanan daddy Paulinus mengenggam tangan kanan mommy Paulina.
" Mommy, pagi ini daddy berangkat kerja dulu karena ada meating dengan perusahaan Elang Angkasa nanti sore daddy akan pulang dan menemani mommy lagi." Ucap daddy Paulinus dengan nada sendu.
cup
Daddy Paulinus mengecup bibir istrinya dengan lembut dan tanpa sadar air matanya keluar dan membasahi pipi istrinya.
" Mommy sadarlah, daddy sangat merindukanmu." ucap daddy Paulinus lirih
Setelah selesai berbicara daddy Paulinus melepaskan tangannya karena hendak pergi ke kantor tetapi tangannya di genggam erat oleh istrinya.
" Mommy." Panggil daddy Paulinus sambil menatap tangannya yang di genggam oleh istrinya kemudian menatap wajah cantik istrinya walau pucat tapi masih terlihat cantik di mata daddy Paulinus.
Perlahan mommy Paulina membuka matanya dan menatap wajah tampan suaminya sambil tersenyum. Daddy Paulinus terkejut sekaligus bahagia karena mommy Paulina sadar dari koma.
" Daddy.. haus..." rintih mommy Paulina.
" Baik sayang, sebentar daddy ambilkan minum." Ucap daddy Paulinus sambil tersenyum bahagia karena akhirnya istrinya sadar dari koma.
Daddy Paulinus mengambil air minum dan diberikan ke istrinya dengan menggunakan sedotan setelah menghabiskan setengah gelas mommy Paulina berhenti meminum.
" Mommy apakah ada yang sakit?" tanya daddy Paulinus
" Tubuhku terasa kaku daddy." Jawab mommy Paulina
" Itu karena mommy selama delapan bulan tidak sadar." Ucap daddy Paulinus
" Apa dad? delapan bulan? selama itukah aku tidak sadar?" tanya mommy Paulina dengan nada terkejut.
__ADS_1