Tiga Anakku Yang Sangat Tampan

Tiga Anakku Yang Sangat Tampan
Hukuman 2


__ADS_3

" Aku tidak akan mengatakannya." Ucap pelayan itu sambil membalas tatapan tuan besar Axelo.


Adegan kekerasan jangan di tiru kalau tidak suka skip saja.


" Baiklah kalau itu maumu, pengawal cabut satu kukunya." Perintah tuan besar Axelo dengan nada dingin tanpa punya rasa empati sedikitpun.


" Baik tuan." Jawab salah satu anak buahnya


Anak buahnya mengambil benda berupa tang dan menarik kuku ibu jari kaki pelayan itu.


" Akhhh sakit..." teriak pelayan itu


" Siapa yang memerintahkan mu?" tanya tuan besar Axelo dengan nada dingin


" Aku tidak akan memberitahukanmu." Ucap pelayan itu bersikeras


" Pengawal!!!" teriak tuan besar Axelo dengan nada dingin


" Akhhh sakit..." teriak pelayan itu kembali.


" Siapa yang memerintahkan mu?" tanya ulang tuan besar Axelo dengan nada dingin.


" Tapi tuan harus janji bebaskan aku." mohon pelayan itu.


" Ya, katakan siapa yang memerintahkan dirimu?" tanya tuan besar Axelo.


" Baik, yang menyuruhku adalah Lili Adriyel." ucap pelayan itu sambil meringis merasakan sakit yang luar biasa pada kakinya.


" Lili Adriyel?" tanya ulang tuan besar Axelo dengan nada dingin.


" Lili Adriyel adalah adik tiri nyonya muda besar Paulina." ucap paman Hendrik


" Tembak pelayan itu." Ucap tuan besar Axelo dengan nada dingin sambil berjalan meninggalkan ruangan tersebut.


" Tuan, tuan sudah janji padaku akan bebaskan aku jika aku mengatakannya jadi aku mohon tolong bebaskan saya." mohon pelayan itu


" Iya aku membebaskan dirimu tapi membebaskan dari dunia ini." Ucap tuan besar Axelo sambil tersenyum menyeringai.


" Tuan, kenapa tuan ingkar janji!!!" teriak pelayan itu.


Tuan Axelo menulikan telinganya dan tetap melanjutkan langkahnya dengan diikuti oleh paman Hendrik.


dor


akhhhhh


Terdengar suara tembakan dan teriakan tapi tuan Axelo dan paman Hendrik tidak memperdulikan sama sekali karena itu hukuman yang pantas buat pelayan itu.


" Hendrik, kamu tangkap gadis itu dan siksa sampai mati." ucap Axelo dengan nada dingin sambil melangkahkan kakinya menuju ke luar mansion.


" Baik tuan." Jawab paman Hendrik mengikuti tuan Axelo dari arah belakang.


" Bisa kamu ceritakan siapa Lili Adriyel?" tanya tuan Axelo

__ADS_1


Paman Hendrik menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupinya.


" Begitu tuan ceritanya." Ucap paman Hendrik mengakhiri ceritanya.


" Katamu ibu dan anaknya kalian jual di tempat pelacuran karena telah mengusik menantu kesayanganku tapi kenapa gadis itu bisa kabur?" tanya tuan besar Axelo


" Saya juga tidak tahu tuan besar, saya akan segera menyelidikinya." Ucap paman Hendrik


" Apa kita minta bantuan cucuku Paulus ya? dia kan pintar IT." ucap tuan besar Axelo tiba - tiba.


" Bisa juga tuan, kita minta bantuan untuk mencari di mana gadis itu." ucap paman Hendrik


" Ya sudah kamu hubungi orangmu dan aku akan menghubungi cucuku mana yang cepat karena gadis itu harus segera di tangkap." Ucap tuan besar Axelo memberikan usulan.


" Baik tuan." Jawab paman Hendrik patuh.


Mereka berdua menghubungi sesuai apa yang dikatakan oleh tuan besar Axelo setelah selesai menghubungi mereka masuk ke dalam mobil menuju ke rumah sakit.


Singkat cerita kini mereka sudah sampai di rumah sakit. Tuan Axelo masuk ke dalam ruang perawatan VVIP diikuti oleh paman Hendrik dari arah belakang. Tampak daddy Paulinus sedang menatap kedatangan daddy Axelo.


" Bagaimana keadaanmu nak?" tanya daddy Axelo


" Baik dad, dad istriku." Ucap daddy Paulinus dengan nada lirih


" Apakah menantuku sudah sadar?" tanya daddy Axelo


" Belum dad kata mommy istriku..." ucap daddy Paulinus menggantungkan kalimatnya dirinya tidak sanggup mengatakan.


" Daddy tahu, kamu berdoa saja agar istrimu segera sadar." Ucap daddy Axelo sambil menepuk bahu anaknya.


" Mommy dan ke dua cucuku kemana?" tanya daddy Axelo


" Mommy ke kamar mandi, Paskalis dan Patrick pergi nengok mommynya di anter sama Maria." Ucap daddy Paulinus menjelaskan.


" Daddy Axelo hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


" Daddy habis dari mana?" tanya daddy Paulinus


" Daddy baru saja menghukum pelayan kita." Ucap daddy Axelo dengan nada dingin.


" Kenapa dad?" tanya daddy Paulinus karena dirinya tidak diberitahukan oleh putranya mengenai kecelakaan yang di alami oleh orang tuanya.


" Dia ada sangkut pautnya kecelakaan yang kalian alami dan sekarang daddy lagi menunggu kabar cucu daddy di mana Lili Adriyel berada." Ucap daddy Axelo dengan nada dingin.


" Maksud daddy apa? tolong ceritakan secara mendetail." ucap daddy Paulinus


Tuan besar Axelo menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi nya. Daddy Paulinus mendengarkan semuanya hingga Paulus berjalan mendekati mereka.


" Begitulah ceritanya Paul." ucap tuan besar Axelo


" Si*l dia harus di hukum ma*i." ucap daddy Paulinus dengan tatapan penuh amarah.


" Cucu opa ada apa?" tanya tuan besar Axelo sambil menggendong Paulus.

__ADS_1


" Opa, Paulus sudah tahu di mana Lili Adriyel berada." Ucap Paulus dengan nada dingin.


( " Tuan besar Axelo, tuan muda besar Paulinus dan tuan muda Paulus sifatnya hampir sama, sama - sama dingin." ucap paman Hendrik dalam hati ).


" Di mana dia?" tanya tuan besar Axelo sambil membelai rambut cucunya.


" Di tempat xxxx." Ucap Paulus


cup


" Cucu opa sangat pintar, opa dan paman Hendrik akan ke sana, cucu opa jagain daddy ya?" pinta tuan besar Axelo sambil mengecup pipi gembul cucunya.


" Baik opa." Jawab Paulus


ceklek


Pintu kamar mandi terbuka tampak nyonya besar Axelo menatap suami, suami dan cucunya.


" Sudah datang dad? Bagaimana hasilnya?" tanya nyonya besar Axelo.


" Sudah daddy hukum sekarang daddy dan Hendrik ingin pergi lagi." Ucap tuan besar Axelo


Nyonya besar Axelo hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


" Bagaimana keadaan menantu kita?" tanya tuan besar Axelo


" Masih sama dad." Ucap nyonya besar Axelo dengan nada sendu


" Semoga menantu kita cepat sadar." Ucap tuan besar Axelo


" Amin." Jawab nyonya besar Axelo.


" Daddy berangkat dulu, semoga cepat sembuh putraku." ucap tuan besar Axelo


" Iya dad." Jawab daddy Paulinus


" Dad, aku ikut ingin memberikan pelajaran wanita ular itu." sambung daddy Paulinus dengan kilatan amarah.


" Biar daddy dan Hendrik saja, kamu istirahat." ucap tuan besar Axelo sambil menepuk bahu putranya.


" Daddy pergi dulu." ucap tuan besar Axelo.


" Mommy titip cucu - cucu kita." Ucap tuan besar Axelo sambil memberikan Paulus ke istrinya sambil mengecup kening istrinya kemudian mengecup cucunya Paulus.


" Baik daddy, hati - hati." Ucap mommy Axelo


Tuan besar Axelo hanya menganggukkan kepalanya dan membalikkan badannya lalu berjalan menuju pintu keluar diikuti oleh paman Hendrik. Baru saja paman Hendrik menarik untuk membuka pintu tangan kanan Maria sedang menyentuh gagang pintu untuk mendorongnya membuat Maria terdorong ke depan dan menabrak dada paman Hendrik.


bruk


" Akhhh." pekik Maria refleks memeluk paman Hendrik.


Paman Hendrik langsung membalas pelukan Maria. Ke dua pasang mata saling menatap dan entah kenapa ke dua jantung mereka berdetak kencang.

__ADS_1


" Ehem." ucap tuan besar Axelo berupa deheman.


__ADS_2