
" Sayang, sudah cukup sayangku membeli perhiasan buatku." Tolak Maria tegas sambil menatap mata Hendrik.
" Tapi aku ingin membelikan ini untukmu yank." ucap Hendrik membalas tatapan Maria.
cup.
" Tidak sayang, pakaianku sangat banyak lebih baik di tabung." Ucap Maria sambil mengecup bibir Hendrik singkat.
Hendrik tersenyum mendengar ucapan Maria, dirinya sangat bahagia memiliki kekasih yang tidak matre. Maria sangat berbeda dengan wanita di luaran sana.
" Tabunganku sudah banyak yank." ucap Hendrik menguji Maria.
" Tetap aku tidak mau, oh ya kita ke supermarket ya sepertinya bahan untuk memasak di kulkas milik sayangku banyak yang habis." Ucap Maria sambil memegang dress yang di pegang Hendrik dan dikembalikan ke tempatnya kemudian menarik tangan Hendrik.
" Baiklah " Jawab Hendrik sambil tersenyum bahagia dan memasukkan jari - jarinya ke jari jemari Maria.
( " Aku semakin yakin dengan dirimu sayang." Ucap Hendrik sambil tersenyum bahagia ).
Mereka berjalan ke supermarket, Hendrik mendorong troli sedangkan Maria memilih bahan dapur dan juga memilih ikan, daging sapi, ayam dan udang.
" Sayang, bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Maria sambil memilih bahan - bahan yang dibutuhkan.
" Silahkan yank." Ucap Hendrik
" Maaf bukannya aku curiga tapi jujur jika aku tidak bertanya membuatku penasaran." Ucap Maria.
Hendrik diam menunggu ucapan Maria selanjutnya.
" Sebenarnya waktu aku memaksa bubur buatmu, aku melihat bumbu untuk bahan - bahan untuk masakan lengkap begitu pula yang berada di dalam kulkas. Aku sempat berfikir mungkin ada pelayan yang memasak dan membersihkan rumah karena rumah kak Hendrik sangat bersih dan aku melihat tidak ada debu sedikit pun. Tapi sampai siang ini tidak ada pelayan yang datang, apakah kak Hendrik mempunyai kekasih?" tanya Maria berusaha menahan rasa sesak hatinya.
Jujur dirinya tidak siap mendengar ucapan orang yang berhasil memporak porandakan hatinya. Tapi lebih baik sakit sekarang daripada nanti itu yang dipikirkan oleh Maria.
" Jadi menurutmu apartemen milikku bersih dan semua bahan masakan lengkap maka kamu mengambil kesimpulan kalau aku mempunyai kekasih." Ucap Hendrik memperjelas ucapan Maria
" Iya." Jawab Maria sambil tetap memilih untuk menghilangkan perasaannya yang tidak menentu.
grep
__ADS_1
Tangan kiri Hendrik memeluk Maria sedangkan tangan kanannya menggenggam tangan Maria yang sedang mengambil bumbu masakan yang berada di atas.
" Kamu tahu, hanya kamu wanita yang pertama dan yang terakhir masuk dan tidur di kamarku. Apalagi kamu wanita pertama yang telah mengambil perjakaku sama seperti dirimu aku adalah pria pertama yang telah mengambil mahkota berhargamu." Bisik Hendrik sensual.
" Soal apartemen ku bersih dan bumbu dapur yang lengkap aku melakukan sendiri karena aku sudah terbiasa melakukannya." Sambung Hendrik.
Hendrik melepaskan tangan kirinya yang tadi memeluk Maria begitu pula dengan tangan kanannya yang tadi menggenggam tangan Maria. Hendrik mengambil bumbu dapur kemudian meletakkan di troli sedangkan Maria hanya diam dirinya membeku mendengar ucapan Hendrik.
" Ayo sayang kita lanjut lagi belanjanya karena nanti kita jemput orang tuamu di bandara." Ucap Hendrik sambil tangan kiri menepuk bahu Maria yang sedang bengong dan tangan kanannya mendorong troli.
Maria tersadar dari lamunannya kemudian menatap wajah tampan kekasihnya dan tidak ada kebohongan di matanya.
Maria mengalihkan pandangannya kembali kemudian memilih apa yang dibutuhkan untuk di masak.
" Honey, lebih suka makanan apa?" tanya Maria
" Apa saja suka yank." Ucap Hendrik
" Perasaan memanggilku kadang yank dan kadang sayang." Ucap Maria
" Hehehehe kamu juga yank, kadang honey dan kadang sayang." ucap Hendrik tidak mau kalah.
" Nah itu barusan sayang tadi honey." Ucap Hendrik
" Hmmm bagaimana kalau kita ganti nama panggilan." Usul Maria
" Ganti apa yank?" tanya Hendrik
" Kita sama - sama memanggil dengan sebutan darling, bagaimana darling?" Tanya Maria sambil mengedipkan matanya
" Ok darling, no problem." ucap Hendrik sambil membalas kedipan Maria.
Hendrik dan Maria tersenyum bahagia. Mereka sangat bersyukur mempunyai pasangan yang saling mencintai.
" Darling, tumben membeli roti berbagai rasa sangat banyak?" tanya Hendrik dengan nada bingung.
" Nanti darling akan tahu, tenang saja darling aku yang membayar rotinya karena aku yang akan membayarnya." Ucap Maria yang mengira Hendrik tidak mau membayar rotinya.
__ADS_1
ctak
" Aduh darling sakit tahu." Ucap Maria sambil mengelus keningnya karena di sentil oleh Hendrik.
Hendrik meniup kening Maria kemudian mengusapnya.
" Maaf darling, aku tidak melarangmu membeli roti tapi aku hanya bingung kenapa darling memborong roti sebanyak itu. Apalagi uangku adalah uangmu juga jadi jangan mengatakan itu lagi ya darling jujur aku tidak suka." Ucap Hendrik
" Baik darling, maafkan aku." Ucap Maria sambil menatap mata kekasihnya dengan sendu
" Tidak apa - apa darling asal jangan diulangi lagi." Ucap Hendrik sambil mengusap rambut Maria dengan lembut.
Setelah selesai mengambil roti mereka langsung menuju ke arah kasir. Semua belanjaan di bayar Hendrik termasuk roti. Mereka berdua berjalan keluar dari supermarket.
" Kita mau kemana lagi?" tanya Hendrik
" Masih ada dua jam lagi bagaimana kalau kita pulang dulu ke apartemen darling sekalian meletakkan barang belanjaan." Usul Maria
" Ok." Jawab Hendrik
Mereka berdua berjalan ke arah parkiran sambil mendorong troli. Hendrik menekan remote mobil dan pintu bagasi mobil terbuka. Hendrik memasukkan barang belanjaan ke dalam bagasi.
" Darling untuk roti taruh di kursi belakang." Ucap Maria sambil membuka pintu mobil sambil meletakkan roti di kursi belakang pengemudi.
" Ok darling." Jawab Hendrik.
Hendrik meletakkan barang belanjaan di bagasi mobil sedangkan Maria meletakkan roti di kursi belakang pengemudi. Setelah selesai mereka masuk ke dalam mobil. Hendrik mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
" Darling, aku ingin jujur padamu." Ucap Hendrik sambil melirik sekilas ke arah Maria
Maria memiringkan badannya dan menatap wajah tampan Hendrik dari arah samping.
" Dulu orang tuaku sangat miskin sehari kami makan sekali. Ayahku bekerja sebagai buruh bangunan dan ibuku menjadi buruh cuci ketika aku kelas tiga SMP aku menggantikan ayahku bekerja sebagai buruh bangunan karena ayahku mengalami kecelakaan kerja hingga membuatnya lumpuh sampai aku lulus SMA. Lulus SMA aku melamar kerja tapi selalu di tolak hingga aku bertemu dengan tuan besar Paulinus ketika tuan Paulinus di serang dan aku membantunya. Tuan memberikan aku pekerjaan sebagai asistennya, tuan besar dan tuan muda dengan sabar mengajariku hingga aku bisa menghandle semua pekerjaan perusahaan." Ucap Hendrik
" Kamu masih ingat dengan wanita yang berada di toko perhiasan?" tanya Hendrik
" Ya aku masih ingat, aku masih kesal dengan wanita itu. Angkuh dan sombong senang merendahkan orang lain. Rasanya aku ingin melakban mulutnya." Ucap Maria dengan nada mengebu - gebu.
__ADS_1
Hendrik tersenyum mendengar ucapan Maria yang apa adanya.