Tiga Anakku Yang Sangat Tampan

Tiga Anakku Yang Sangat Tampan
Perjodohan


__ADS_3

" Tidak apa - apa darling." Jawab Maria sambil memegang ke dua tangan tunangannya.


" Aku ingat dulu sebelum kita tunangan." Ucap Hendrik sambil menyium leher tunangannya.


" Sama aku juga sedang mengingatnya." ucap Maria


" Lucu sekali ya." Ucap Hendrik


" Ya benar sangat lucu." Ucap Maria


Flash Back


Maria dan Hendrik mengobrol di rumah sakit tiba - tiba ponsel Maria berdering.


" Darling tolong ambilkan ponselnya." Pinta Maria


" Baik darling." Jawab Hendrik


Hendrik mengambil ponsel milik Maria yang berada di meja dan melihatnya sekilas ternyata mommynya menghubungi Maria membuat Hendrik merasa lega kemudian Hendrik memberikan ke Maria. Maria menerima ponsel pemberian Hendrik sambil tersenyun dan melihat kalau mommynya menghubungi dirinya membuat Maria menggeser tombol berwarna hijau.


" Hallo mommy." Panggil Maria


" Kamu ada di mana sayang?" tanya mommynya


" Saya di rumah sakit mom." Jawab Maria


" Apa?? kamu kenapa sayang?" tanya mommynya dengan nada panik.


" Hanya lecet dikit mom." Ucap Maria


" Ceritakan sama mommy yang lebih detail." Pinta mommynya.


" Waktu mau nyebrang ada mobil datang dengan kecepatan tinggi dan Maria menghindar akhirnya Maria jatuh terkena aspal ke dua lutut dan ke dua lengan lecet dan memar." ucap Maria menjelaskan


" Ya sudah mommy dan daddy akan pergi ke rumah sakit, rumah sakit mana?" tanya mommynya.


" Rumah sakit Pelita Kasih mom." Jawab Maria


" Ok. Mommy dan daddy akan ke sana." ucap mommynya.


" Baik mom, Maria tunggu." Ucap Maria


tut tut tut tut


Sambungan komunikasi langsung terputus. Maria memberikan ponselnya ke Hendrik dan Hendrik pun menerimanya untuk diletakkan kembali ke meja dekat ranjang.


" Mommy dan daddy akan ke sini." Ucap Maria


" Kebetulan sekali aku ingin berkenalan dengan calon mertuaku." Ucap Hendrik sambil tersenyum


Maria hanya tersenyum mendengar ucapan Hendrik. Tiba - tiba ponselnya berdering dan Hendrik mengambil ponselnya di saku jasnya. Setelah beberapa menit mengobrol Hendrik menyimpan kembali ponselnya.


" Maaf darling, di perusahaan lagi ada masalah jadi aku harus pergi sekarang. Besok malam aku ke rumahmu untuk melamarmu." ucap Hendrik

__ADS_1


" Tidak apa - apa darling, hati - hati di jalan." ucap Maria


cup


" Terima kasih darling." Ucap Hendrik sambil mengecup bibir Maria singkat.


Hendrik pun meninggalkan Maria sendirian di ruang perawatan. Tidak berapa lama orang tuanya datang dan mommynya duduk di kursi samping ranjang Maria.


" Ada yang sakit sayang?" tanya mommynya.


" Sudah lumayan mom hanya agak perih." ucap Maria


" Maria, daddy dan mommy berencana untuk menjodohkanmu dengan klien bisnis daddy." ucap daddynya Maria tanpa basa basi.


" Tapi daddy, Maria sudah mempunyai kekasih." Tolak Maria.


Maria menolak perjodohan karena dirinya mencintai Hendrik.


" Kalau begitu suruh kekasihmu ke sini." Ucap daddynya


" Baru saja kekasihku pergi dad karena ada pekerjaan kantor yang tidak bisa ditinggal." ucap Maria menjelaskan.


" Kamu cobalah kenal dulu kalau cocok teruskan kalau tidak cocok kalian bisa berteman." Ucap daddynya.


" Baiklah dad." Ucap Maria pasrah


" Jangan sedih sayang orang tua hanya menginginkan anaknya bahagia kalau kamu tidak cocok jangan dipaksakan daddy dan mommy tidak akan memaksa." Ucap mommynya.


" Baik mom." Jawab Maria


" Hati - hati dad." Jawab Maria


" Hati - hati dad, mommy ingin menemani Maria." Ucap mommynya.


" Baiklah, jaga diri kalian." Ucap daddynya.


" Ok. Jawab mereka serempak.


Daddynya pergi meninggalkan ke dua wanita yang berharga dalam hidupnya istri dan putri semata wayangnya.


xxxxx


Di tempat yang berbeda Hendrik sudah sampai di perusahaan dan ingin menyelesaikan masalah kantor namun tiba - tiba ponselnya berdering. Hendrik mengambil ponselnya di saku jasnya untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya.


Tuan Muda Paskalis


" Ada apa tuan muda Paskalis menghubungiku?" gumam Hendrik pada dirinya sendiri.


Karena penasaran paman Hendrik menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan ke telinganya.


" Hallo tuan muda." panggil Hendrik


" Paman, ada masalah ya?" tanya Paskalis

__ADS_1


" Tidak ada tuan muda hanya masalah kantor saja. Memang kenapa tuan muda?" tanya Hendrik dengan nada bingung.


" Maksudku masalah kantor paman, aku sudah memperbaikinya paman." Ucap Paskalis


" What?? padahal paman baru sampai kantor, siapa pelakunya?" tanya Hendrik dengan wajah terkejut karena secepat itukah si kembar genius menyelesaikan masalah kantor.


" Bagian IT yang bernama Roni, dia bekerja sama dengan perusahaan musuh daddy." Jawab Paulus.


" Baik terima kasih tuan muda Paskalis yang telah membantu paman." Ucap Hendrik


" Sama aku tidak paman?" tanya Paulus


" Ini tuan muda Paskalis kan?" tanya Hendrik


" Bukan, tadi yang menyelesaikan masalah kantor memang adikku Paskalis tapi yang memberikan informasi bagian IT saya paman Paulus." Jawab Paulus dengan nada dingin.


" Maaf tuan muda Paulus terima kasih atas informasinya. Suara tuan muda hampir sama dengan ke dua saudara kembar." ucap Hendrik menjelaskan.


" Oh iya paman, kata daddy hari ini ada pertemuan klien dengan Angkasa Raya di hotel Candra Kirana." ucap Paskalis


" Baik terima kasih informasinya." ucap Hendrik


tut tut tut tut


Sambungan komunikasi langsung terputus membuat Hendrik menghembuskan nafasnya perlahan.


" Saya sudah tahu tuan muda, setelah menyelesaikan masalah ini aku akan pergi lagi menemui klien. Untung tuan muda Paskalis membantuku kalau tidak bisa - bisa aku pulang pagi." ucap Hendrik


Banyak orang menatap wakil CEO atau orang kepercayaan tuan Paulinus karena bicara sendiri tapi tidak ada yang berani berkomentar karena taruhannya mereka bisa di pecat dan tidak di terima di perusahaan manapun sedangkan Hendrik yang tahu dirinya diperhatikan acuh saja dan langsung membalikkan badannya menuju ke parkiran mobil untuk bertemu klien.


Hendrik duduk di kursi pengemudi sebelum menjalankan mobilnya Hendrik menghubungi seseorang kepercayaannya.


" Tangkap dan tembak Roni bagian IT dan buang mayatnya ke dalam jurang." Ucap Hendrik.


" Baik tuan." Jawab anak buah kepercayaannya.


Paulinus dan Hendrik paling membenci yang namanya pengkhianat karena itulah sudah sepantasnya mereka di tembak mati karena telah berani mengusiknya.


Hendrik mengendarai mobil dengan kecepatan sedang dan hanya membutuhkan dua puluh lima menit Hendrik sudah sampai di hotel Candra Kirana. Hendrik memarkirkan mobilnya kemudian keluar dari mobil menuju ke lobby hotel.


Hendrik melihat sekeliling lobby hotel yang digunakan sebagai restoran dan melihat pria paruh baya sedang menatap dirinya. Hendrik berjalan ke arah pria paruh baya tersebut.


" Maaf dengan tuan Alex." ucap Hendrik


" Ya benar dengan tuan Hendrik." jawab tuan Alex sambil berdiri.


" Maaf tuan saya datang terlambat." Ucap Hendrik


" Tidak apa - apa santai saja. Silahkan duduk tuan Hendrik." Ucap tuan Alex


Merekapun mengobrol masalah kerja sama pembangunan hotel yang berada di kota Kalimantan. Sudah satu jam lamanya akhirnya mereka menyetujui kerja samanya dan menandatangani dokumen yang sudah dipersiapkan oleh Hendrik.


" Kita minum dulu bagaimana?" tanya tuan Alex dengan nada sopan

__ADS_1


" Boleh saja tuan." Jawab Hendrik dengan nada ramah.


__ADS_2