Tiga Anakku Yang Sangat Tampan

Tiga Anakku Yang Sangat Tampan
Hendrik dan Maria


__ADS_3

" Pintar sekali tebakanmu." Jawab Hendrik dengan nada santai sambil mengedipkan matanya ke arah Maria.


Maria hanya menahan senyum melihat tingkah Hendrik yang menggemaskan.


" Cih sudah ku tebak untung dulu aku menolak pacaran denganmu." Hina Veni kembali.


" Kamu juga perempuan tidak punya malu mau saja bertunangan dengan germo." hina Veni ke Maria


" Kenapa malu, yang penting calon tunanganku duitnya sangat banyak dan tidak pelit padaku." Jawab Maria dengan nada santai sambil meletakkan kepalanya bersandar di bahu Hendrik.


" Cih... pasangan yang sangat menjijikkan." Hina gadis itu lagi.


" Maaf, kalungnya jadi beli tidak?" tanya pelayan toko


" Jadi donk. Sayang bayarin donk kalungku." pinta Veni dengan suara manjanya.


Kekasihnya mengambil dompet di saku celana panjangnya kemudian membuka dompetnya.


" Pakai kartu ini ya?" ucap kekasih Veni


" Baik tuan." Jawab pelayan toko.


Pelayan itupun menggesek kartu milik pria itu dan tidak berapa lama kartunya diberikan ke pria itu.


" Maaf tuan adakah kartu yang lainnya?" tanya pelayan itu


" Memangnya kenapa dengan kartuku?" tanya pria itu dengan nada terkejut.


" Maaf tuan kartunya di tolak." Jawab pelayan


" Apa?? bagaimana bisa? coba pakai kartu ini." pekik pria itu sambil memberikan kartu yang lainnya.


Hendrik dan Maria menahan senyum sedangkan wanita yang bernama Veni yang tadi menghina Hendrik wajahnya mulai memerah menahan malu.


" Tuan ini beberapa satu set perhiasan limited edition." Ucap pegawai itu memberikan empat set perhiasan.


" Yank, suka perhiasan yang mana?" tanya Hendrik


" Tidak usah sayang, cukup cincin ini saja." Tolak Maria halus.


" Yank, ayolah hari inikan aku akan melamarmu. Aku mohon pilih salah satu." Mohon Hendrik


Maria menghembuskan nafasnya perlahan kemudian melihat empat set perhiasan kemudian memilih berlian yang berbentuk hati.


" Aku memilih ini." Ucap Maria


" Kenapa yank?" tanya Hendrik


" Karena bentuknya hati melambangkan cinta dan aku berharap cinta kita tidak akan pernah hilang tetapi cinta kita selalu bertumbuh dari hari ke hari." Ucap Maria


cup

__ADS_1


" Sayangku bisa puitis juga." ucap Hendrik sambil mengecup sekilas bibir Maria.


" Bungkus semuanya dan ini kartuku." ucap Hendrik mengeluarkan kartu kredit tanpa batas ke pelayan toko.


" Baik tuan." Jawab pelayan toko menerima kartu kredit tanpa batas.


" Tuan Hendrik apa kabar." sapa seorang pria berpakaian rapi.


" Hallo Tuan Arnold, kabarku baik bagaimana denganmu? tambah sukses saja tokonya." Ucap Hendrik


" Akh tuan Hendrik bisa saja, ada apa datang ke tokoku yang kecil ini?" tanya tuan Arnold merendahkan diri.


" Ck.. toko besar seperti ini di bilang kecil." Ucap tuan Hendrik


" Pffftttt hahahaha." tawa tuan Arnold


" Oh iya kenalkan ini calon istriku, aku ingin membeli cincin dan satu sett perhiasan untuk acara pertunangan kami." Ucap tuan Hendrik


" Cantik sekali istrimu, pintar sekali kamu mendapat istri cantik. Oh iya kamu belum membayar kan?" tanya tuan Arnold sekaligus memuji Maria.


Maria hanya tersenyum mendengar pujian tuan Arnold.


" Terima kasih atas pujiannya, sudah ini lagi menunggu pelayan tokomu." Ucap tuan Hendrik menunjuk ke arah pelayan toko.


" Celine belum di gesek kan?" tanya tuan Arnold dengan nada dingin.


" Maaf tuan semua mesin kartu di pakai semua." Jawab pelayan toko


" Baik tuan." Jawab Celine sambil menyerahkan kartu kredit tanpa batas milik tuan Hendrik.


" Tuan Hendrik semua perhiasan tidak usah di bayar anggap saja ini kado acara pertunangan kalian berdua." ucap tuan Arnold.


" Akh tidak kadonya nanti saja kalau kami akan menikah, sekarang aku ingin membayarnya." tolak Hendrik secara halus.


" Hmm... baiklah." Jawab tuan Arnold karena dirinya tahu sifat tuan Hendrik jika tidak maka seterusnya akan di jawab dengan tidak.


" Serena apakah masih lama karena dari tadi aku melihat kamu gesek kartu terus kenapa?" tanya tuan Arnold penasaran.


" Maaf tuan ini sudah lima kartu di tolak dan ini saya lagi mencoba kartu yang ke enam." Ucap Serena.


" Sudah abaikan gesek kartu ini." Perintah tuan Arnold


" Baik tuan." Jawab Serena


" Eh tidak bisa begitu donk? jadi orang harus antri." protes pria itu.


" Tuan, kartu tuan sudah lima kali di tolak apakah ada jaminan kartu yang ke enam tidak di tolak?" tanya tuan Arnold dengan dingin sambil menatap tajam ke arah pria itu.


Pria itu hanya menghembuskan dengan kasar dan ingin protes lagi tapi tidak jadi karena pelayan toko mengatakan sesuatu.


" Tuan, ini kartunya dan tanda tangani struk ini." ucap Serena memberikan kartu dan struk ke tuan Hendrik

__ADS_1


" Ok." Jawab Hendrik sambil membubuhkan tanda tangannya.


Setelah selesai Hendrik menyimpan kembali kartu kredit tanpa batas ke dalam dompetnya.


" Tuan Arnold kami pergi dulu." Pamit Hendrik.


Tangan kiri Hendrik memegang paper bag berisi perhiasan dan tangan kanannya memeluk Maria dari arah samping sedangkan kepala Maria bersandar di dada bidang Hendrik sambil membalas pelukan Hendrik.


" Ok, jangan lupa undangan pernikahan kalian." Jawab tuan Arnold


" Ok." Jawab Hendrik


" Mari tuan Arnold." Pamit Maria ramah sambil tersenyum.


" Silahkan nona, kalau tuan Hendrik masih suka marah dan bersikap dingin tinggalkan saja, tenang masih ada aku." Goda tuan Arnold


Hendrik menatap tajam ke arah Arnold sedangkan Maria menatap wajah tampan Hendrik.


" Calon suamiku sangat baik dan tidak pernah marah padaku karena itulah aku sangat mencintai calon suamiku." ucap Maria sambil tersenyum ke arah Hendrik.


Hendrik menatap mata Maria tidak ada kebohongan di matanya membuatnya semakin yakin untuk mempertahankan hubungannya. Hatinya sangat terharu mendengar ucapan Maria.


" Tuan Hendrik sangat beruntung baru kali ini aku melihat seorang wanita menatap tuan Hendrik dengan penuh cinta semoga saja aku mendapatkan wanita seperti itu." Ucap tuan Arnold.


" Semoga saja tapi yang pasti jangan kamu rebut calon istriku karena aku akan mempertahankannya." Ucap Hendrik


Maria tersenyum mendengar ucapan kekasihnya.


" Tenang saja aku bukan tipe orang yang suka merebut kekasih orang lain. Nona bersyukurlah karena baru kali ini tuan Hendrik mencintai seorang wanita sangat dalam." Ucap tuan Arnold.


" Sejak kami menjadi pasangan kekasih aku selalu bersyukur mendapatkan calon suami yang sangat mencintaiku." ucap Maria sambil tersenyum menatap Hendrik.


" Terima kasih yank, sudah dulu ya. Bye." pamit Hendrik


Maria hanya menundukkan kepalanya tanda dirinya juga berpamitan.


" Ok, bye hati - hati." ucap tuan Arnold


" Ok." Jawab tuan Hendrik sambil membalikkan badannya begitu pula dengan Maria mereka melanjutkan perjalanannya.


" Maaf tuan kartu ini di tolak lagi." Ucap pelayan toko sambil memberikan kartu kreditnya.


" Apa di tolak lagi? coba yang ini." ucap pria itu sambil mengusap wajahnya yang sudah keluar keringat dingin.


Sejak kartu ke dua di tolak lagi Veni mengalihkan pandangannya ke arah lain namun ketika Hendrik bicara dengan pemilik toko perhiasan arah pandangannya langsung ke Hendrik. Dirinya sangat terkejut karena pemilik toko memberinya dengan gratis pasalnya perhiasan yang di pilih Hendrik adalah perhiasan yang paling mahal. Veni langsung berpikiran negatif kemungkinan pemilik toko dan Hendrik sama - sama germo karena itulah memberinya secara gratis.


" Serena dan juga yang lainnya jika lain kali ada kejadian seperti ini dahulukan orang lain jangan menunggu lebih lama." ucap tuan Arnold menyindir pria itu.


" Baik tuan." Jawab pegawainya serempak.


Pria itu membalikkan badannya dan berjalan ke ruang kerjanya namun dihentikan oleh Veni.

__ADS_1


" Tuan tunggu." Panggil Veni


__ADS_2