Tiga Anakku Yang Sangat Tampan

Tiga Anakku Yang Sangat Tampan
Satu Syarat


__ADS_3

" Kita hanya bisa berdoa semoga putra bungsu dan menantu kita bahagia dan selalu ingat dengan kita sebagai orang tuanya." Ucap istrinya.


" Amin. Iya mom di tambah mereka juga sudah mempunyai anak kembar. Umurnya juga sama seperti Paulus, Paskalis dan Patrick." Ucap suaminya.


" Mommy tidak sabar bertemu dengan mereka." Ucap mommynya.


Kepala pelayan tiba - tiba datang menemui sepasang suami istri paruh baya.


" Maaf nyonya besar dan tuan besar ada nyonya muda dan tuan muda besar dan ke dua tuan muda datang." Ucap kepala pelayan


" Suruh mereka masuk ke dalam." Ucap mommynya Paulinus


" Baik nyonya." Jawab kepala pelayan itu dengan hormat.


Tidak berapa lama datanglah putra bungsunya, menantu dan ke dua cucunya.


" Sayang kami sudah lama menunggu kalian datang." Ucap mommynya sambil memeluknya tapi putra bungsunya tidak membalas pelukan mommynya.


" Kamu kenapa?" tanya mommynya


" Mommy dan Daddy selama ini aku tidak pernah meminta sesuatu dari mommy dan Daddy tapi sekarang Paulonus meminta warisan." Ucap putranya tanpa basa basi.


" Kenapa baru datang sudah berbicara warisan? orang tuamu juga masih hidup." Ucap mommynya dengan tubuh lemas karena dirinya mendapatkan sambutan dingin dari putra bungsunya dan juga menanti bungsunya yang berdiri agak menjauh bersama ke dua anak kembarnya.


" Paulonus kamu itu baru datang dan langsung membicarakan warisan apakah istri dan mertuamu yang meracuni pikiranmu hah!!" bentak daddynya sambil memeluk istrinya yang tubuhnya tiba - tiba merasa lemas.


" Daddy apakah salah seorang anak menuntut warisan selama ini semua perusahaan yang daddy punya dikuasai oleh kakak apakah seorang adik tidak boleh mendapatkan? Jadi ini tidak ada hubungan istri dan juga ke dua mertuaku." Ucap Paulonus


" Sadarlah, dulu kamu sangat patuh dan menghormati orang tua tapi semenjak kamu menikah hingga sekarang kamu tidak pernah menghubungi kami. Hanya mommy yang selalu menghubungi dirimu itupun kamu kadang mengangkat ponselnya kadang tidak. Kalau bukan dari istri dan ke dua mertuamu kamu tidak akan seperti ini " Ucap daddynya dengan nada naik satu oktaf


" Hei pak tua jangan membawa namaku dan juga orang tuaku sudah sepantasnya seorang anak mendapatkan warisan." Ucap istrinya Paulonus.


plak


Mommy Paulonus menampar menantunya sambil menatap tajam.


" Apakah itu yang diajarkan oleh orang tuamu hahh!! tidak punya sopan santun terhadap orang tua." Bentak mommy Paulonus


" Hai nenek tua beraninya menamparku hah!!" bentak istrinya Paulonus sambil mengangkat tangannya siap menampar mommy mertuanya.


grep

__ADS_1


" Jangan sekali - kali mencoba menampar mommyku?" bentak mommy Paulina sambil menahan tangan istri Paulonus kemudian memutarnya.


xxxxxxx


Setelah mengantar ke tiga putranya daddy Paulinus mengendarai mobil menuju ke arah kantor.


" Daddy, kok perasaan mommy tidak enak kita pulang yuk?" ajak mommy Paulina.


" Iya Daddy juga merasakan tidak enak kenapa ya?" Ucap daddy Paulinus.


" Kita pulang ke mansion saja ya dad." Ajak mommy Paulina


" Baiklah tapi daddy mau telephon Hendrik dulu kalau kita datang siang." Ucap daddy Paulinus.


Setelah menghubungi daddy Paulinus memutar mobilnya dan kembali ke mansion. Sampai di mansion mommy Paulina yang biasanya suaminya membuka pintu mobil untuk dirinya tapi entah kenapa mommy Paulina tidak sabar dan langsung membuka pintu mobilnya dan menutupnya dengan cepat.


Mommy Paulina berjalan dengan cepat dan seorang bodyguard membuka pintu utama, mommy Paulina langsung berjalan masuk ke dalam menuju ke ruang tamu sedangkan daddy Paulinus setelah memarkirkan mobilnya ikut menyusul istrinya masuk ke dalam mansion.


Mommy Paulina mendengar suara orang yang sedang bertengkar membuat mommy Paulina mempercepat langkahnya dan matanya membulat sempurna melihat seorang wanita ingin menampar mommy mertuanya dan dirinya langsung menahan tangan wanita itu agar tidak menampar mommy mertuanya.


Daddy Paulinus yang baru saja berjalan ke arah ruang tamu dan mendengar adik kembarnya menghina istri yang dicintainya membuat dirinya tidak bisa menahan emosinya.


xxxxxxx


" Lepaskan istriku perempuan ******!!!" Bentak Paulonus


bruk


brugh


bugh


bruk


Mommy Paulina langsung mendorong tubuh wanita itu hingga terjatuh di lantai sedangkan daddy Paulinus memukul sebanyak dua kali hingga wajahnya lebam - lebam


" Jangan sekali - kali menghina istriku." Ucap daddy Paulinus


" Cih istri, sejak kapan kakak menikah? bukankah kakak anti dengan wanita?" tanya adiknya sambil tersenyum mengejek kakaknya.


" Ya memang benar tapi hanya istriku aku sembuh jadi jangan pernah menghina istriku." Ucap kakaknya dan bersiap memukul adiknya.

__ADS_1


" Stop!!! jangan bertengkar." ucap mommynya sambil menangis.


" Honey aku mohon tahan emosi, mommy menangis." mohon istrinya sambil menahan tangan kanan suaminya.


Daddy Paulinus menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk mengontrol emosinya.


" Dulu kamu tidak seperti ini, apa yang terjadi denganmu?" tanya daddy Paulinus setelah berhasil mengontrol emosinya.


" Perusahaan yang aku kelola mengalami bangkrut karena itulah aku meminta warisan." Ucap Paulonus tanpa basa basi


" Bukankah waktu itu kamu menolaknya?" tanya kakaknya


" Memang benar tapi karena bangkrut jadi aku memintanya." Ucap adiknya


" Mommy dan daddy sudah menyerahkan semuanya padaku dan aku sudah menyerahkan semuanya untuk istriku jadi jika kamu memintanya maka mintalah sama istriku." Ucap kakaknya.


" Cih.. dasar kakakku bodoh mana mau istrimu memberikannya padaku." Hina adiknya


Kakaknya ingin mengatakan sesuatu tapi istrinya langsung memeluk suaminya dari arah samping.


" Sayang, semua harta yang daddy berikan pada mommy kini sudah milik mommy bukan?" tanya istrinya


" Iya." Jawab suaminya singkat


" Jadi terserah apa yang akan mommy lakukan dengan harta itu?" Tanya istrinya


" Ya." Jawab suaminya singkat lagi


Paulonus dan istrinya yang mendengar percakapan mereka hanya memutar bola matanya dengan malas.


" Baiklah kalau begitu." Ucap mommy Paulina.


" Aku akan memberikan semuanya untukmu Paulonus tapi dengan satu syarat." Ucap mommy Paulina sambil menatap adik iparnya.


Semua yang mendengarnya sangat terkejut ketika Paulina mengatakan itu.


" Mommy kenapa diberikan semuanya?" Tanya suaminya.


" Daddy, bukankah terserah mommy jadi mommy akan memberikan semuanya tapi dengan satu syarat." Ucap mommy Paulina


" Apa itu syaratnya?" tanya Paulonus dan istrinya serempak

__ADS_1


" Selama satu bulan kalian dan anak kalian perlakukan mommy dan daddy dengan baik. Kalian sudah menjadi orang tua dan sudah mempunyai anak apakah kalian tidak sedih jika suatu saat nanti ke dua anak kalian berdua sudah besar bertengkar karena merebutkan harta. Bagiku harta paling berharga dan ternilai harganya adalah keluarga. Suamiku, anak - anak kami dan orang tua walau mereka mertuaku tapi aku selalu menganggap nya sebagai orang tuaku adalah harta yang paling berharga jadi jika kalian menginginkan semua harta aku berikan dengan ikhlas." Ucap mommy Paulina.


" Apakah kalian sanggup mengikuti syaratku, selama satu bulan tidak ada pertengkaran setelah satu bulan semua harta ini akan aku berikan pada kalian." Ucap mommy Paulina.


__ADS_2