Tiga Anakku Yang Sangat Tampan

Tiga Anakku Yang Sangat Tampan
Kehadiranmu sangat berarti buatku.


__ADS_3

" Iya sayang, mommy dan daddy mau mandi dulu ya." Ucap Paulonus


" Kami juga mandi ya?" Ucap Rahul dan Raul bersamaan


" Tidak boleh, kalian sudah besar mandi sendiri." Ucap Paulonus


" Baik daddy tapi jangan lama - lama ya mandinya." Pinta Rahul


" Ok " Jawab Paulonus


" Ayo dik kita mandi sendiri saja." Ucap Rahul


" Ayo kak." Jawab Raul


Merekapun pergi meninggalkan kamar milik Angel sedangkan Paulonus ingin melanjutkan kembali tapi di tahan oleh Angel.


" Tidak, lebih baik daddy mandi dulu nanti gantian aku yang mandi." Ucap Angel sambil mendorong perlahan tubuh Paulonus.


" Baiklah." Jawab Paulonus dengan wajah di tekuk.


Paulonus menarik dirinya yang berada di atas tubuh Angel dengan wajah masam kemudian berjalan ke arah kamar mandi sedangkan Angel hanya tersenyum melihat wajah tekuk Paulonus sungguh menggemaskan.


Tidak berapa lama Paulonus keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang menutupi adik kecil bagian bawahnya kemudian dilanjutkan oleh Angel tapi Angel merasakan perih bagian privasi miliknya sehingga Angel duduk kembali di ranjang.


" Ada apa?" Tanya Paulonus


" Punyaku perih." Ucap Angel sambil berusaha berdiri.


whushh..


Paulonus langsung menggendong Angel ala bridal style membuat Angel memeluk leher Paulonus agar dirinya tidak terjatuh.


" Mau aku mandikan?" Bisik Paulonus.


" Tidak letakkan aku di closed." Ucap Angel dengan mata memerah sambil menutupi ke dua gunung kembarnya dan bagian privasinya.


" Kenapa di tutupi bukankah aku sudah melihat semuanya dan mommy juga sudah melihat tubuhku." Ucap Paulonus


" Daddy sudahlah mommy malu, letakkan mommy di closed." Minta Angel mengulangi perkataannya.


cup


" Ok." Jawab Paulonus singkat dan meletakkan Angel di closed kemudian mengecup bibir Angel singkat.


Paulonus keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah pintu kamar Angel kemudian Paulonus membuka pintu kamar Angel dan berjalan ke arah ruang tamu dan duduk di sofa kemudian mengambil ponselnya di saku kemejanya yang berada di lantai untuk menghubungi kakaknya dan sambungan pertama langsung di angkat.


" Hallo kak." Panggil adiknya


" Ada apa dik? kamu kemana saja? kenapa semalam tidak pulang?" Tanya kakaknya beruntun


" Maaf kak, anak - anak meminta menginap di rumah Angel." Ucap adiknya


" Pantas saja, apa kalian melakukan itu?" Tanya kakaknya


" Maksud kakak?" Tanya adiknya pura - pura tidak mengerti

__ADS_1


" Adik, kamu jangan pura - pura bodoh kalau tidak mengerti ucapan kakak." Omel kakaknya


" Iya kak aku paham maksud kakak, iya kami melakukannya." Ucap adiknya jujur.


Terdengar suara nafas berat berulang kali.


" Adik, kamu urus dulu perceraian dua hari lagi akan diadakan persidangan perceraian setelah nanti kalian bercerai barulah kalian langsung menikah." Ucap kakaknya.


" Baik kak, oh ya kak minta tolong pelayan untuk membawa pakaianku dan pakaian Rahul dan Raul." Ucap adiknya


" Iya nanti kakak bilang sama pelayan, ada yang lainnya?" Tanya kakaknya


" Ada kak." Ucap adiknya


" Apa itu?" Tanya kakaknya


Paulonus menceritakan semuanya tentang kakaknya mengenai Angel dan meminta bantuan agar semua harta peninggalan ke dua orang tuanya jatuh ke tangan Angel termasuk perusahaan milik ke dua orang tuanya.


" Iya nanti kakak bantu, ada yang lainnya?" Tanya kakaknya


" Tidak ada kak." Jawab adiknya


tut tut tut tut tut tut


Daddy Paulinus menutup sambungan komukasi secara sepihak. Paulonus menyimpan ponselnya di meja dan memunguti satu persatu pakaiannya dan juga pakaian milik Angel.


Paulonus menatap sofa panjang di mana ada bercak noda tanda kehormatan Angel telah direnggut oleh dirinya.


" Aku pria pertama yang melakukannya pantas saja aku merasakannya berbeda dengan mantan istriku. Mulai sekarang kamu ku anggap mantan istri walau kita belum resmi bercerai." Guman Paulonus


" Mommy kalian ada di kamar." Ucap Paulonus


" Daddy, kami ke kamar mommy dulu ya?" Ucap Rahul dan Raul


" Tunggu di sini saja sama daddy." Pinta Paulonus


" Baik daddy." Jawab Rahul dan Raul serempak.


Tidak berapa lama Angel datang menemui mereka bertiga dengan memakai pakaian santai.


" Daddy, kenapa hanya memakai handuk?" Tanya Angel dengan wajah memerah.


" Aku tidak terbiasa pakai pakaian bekas kemarin." Ucap Paulonus dengan nada santai.


" Kalau begitu aku akan pergi sebentar untuk membeli pakaian daddy dan ke dua anak kita eh maksudku Rahul dan Raul." Ucap Angel mengoreksi perkataannya.


" Apakah mommy tidak mengakui kami sebagai anak mommy?" Tanya Rahul dan Raul dengan wajah sendu.


grep


" Eh bukan begitu, mommy mengakui kalian sebagai anak mommy, maafkan perkataan mommy." Ucap Angel sambil berlutut dan memeluk Rahul dan Raul.


" Terima kasih mommy." Jawab Rahul dan Raul serempak membalas pelukan Angel


" Sama - sama sayang, oh iya mommy akan memasak. Kalian mau makan apa?" Tanya Angel sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Rahul dan Raul.

__ADS_1


" Apa saja mom." Jawab Rahul dan Raul serempak


" Kalau daddy?" Tanya Angel sambil berdiri


" Sama, apa saja." Ucap Paulonus


" Apa aja ya?" Tanya ulang Angel sambil tersenyum menyeringai.


Paulonus menatap senyuman Angel membuat dirinya penasaran.


" Kenapa senyumanmu seperti itu?" Tanya Paulonus dengan nada curiga.


" Tidak ada." Sambil menahan tawa


Paulonus berdiri dan berjalan mendekati Angel membuat Angel berjalan mundur.


" Karena kalian bertiga suka apa saja maka aku tidak perlu memaksa." Ucap Angel


" Maksud mommy?" Tanya mereka bertiga


" Mau mommy kasih rumput buat kalian bertiga ... hahahaha.." ucap Angel sambil tertawa dan membalikkan badannya untuk berlari menuju ke arah dapur.


" Ish... mommy memang kita sapi." Ucap ke tiganya dengan kompak sambil mengejar Angel.


grep


Paulonus berhasil mengejar Angel dan langsung memeluknya dari arah belakang.


" Anak - anak, mommy kalian sudah daddy tangkap. Rahul dan Raul kita beri hukuman buat mommy dengan hukuman kelitikin badan mommy." Ucap Paulonus


" Baik daddy." Jawab Rahul dan Raul serempak dan ke dua tangan mereka mulai menyelidiki badan Angel.


" Hahahaha... geli... geli.. geli... sudah cukup... hahahaha..." Ucap Angel sambil berusaha berontak dari pelukan Paulonus.


Tindakan Angel membuat adik kecil Paulonus mulai menegang dan makin lama makin menegak sempurna dan siap untuk masuk ke gua paling dalam.


" Sudah anak - anak menghukum mommy, kalian nonton tv sekarang nanti giliran Daddy yang akan menghukum mommy." Ucap Paulonus sambil menahan hasratnya.


" Baik daddy." Jawab ke dua putranya dengan patuh


Whushh...


Paulonus menggendong tubuh Angel kemudian di bawa ke kamar Angel.


" Daddy mau ngapain?" Tanya Angel


" Menghukum mommy." Bisik Paulonus sambil membaringkan tubuh Angel ke ranjang


Paulonus menarik celana da**m milik Angel kemudian melepaskan lilitan handuk yang membungkus adik kecilnya yang sudah tegak sempurna. Paulonus memberikan pemanasan terlebih dahulu setelah di rasa cukup barulah tubuhnya disatukan dengan tubuh Angel.


******* demi ******* keluar dari mulut mereka berdua hingga setengah jam kemudian keluarlah lahar milik Paulonus. Paulonus menarik adik kecilnya dan memindahkan tubuhnya ke arah samping Angel.


cup


" Tubuhmu benar - benar membuatku candu. Terima kasih atas yang kamu lakukan padaku dan juga ke dua putraku sungguh kehadiranmu sangat berarti buatku." Ucap Paulonus dengan nada tulus kemudian mengecup kening Angel.

__ADS_1


__ADS_2