Tiga Anakku Yang Sangat Tampan

Tiga Anakku Yang Sangat Tampan
Bertemu Mantan


__ADS_3

" Kapan kakak akan datang menemui ke dua orang tuaku?" tanya Maria


" Bagaimana kalau hari ini? tapi sebelum ke rumahmu kita pergi ke mall dulu untuk membeli cincin untuk pertunangan kita. Jadi aku akan melamarmu di depan keluargamu." Ucap Hendrik yakin


" Kalau begitu setelah kita pulang dari mall kita jemput orang tuaku di bandara dan pulang dari bandara kak Hendrik bisa melamarku di mansion milik orang tuaku." Ucap Maria menjelaskan.


" Baiklah, kalau begitu aku akan bersiap dulu karena sebentar lagi orangku akan datang membawa pakaian untukmu." Ucap Hendrik


Hendrik langsung berjalan ke lemari dan mengambil pakaian santai dan langsung memakainya di depan Maria membuat Maria menutup matanya.


" Kak Hendrik kenapa memakainya di depanku?" protes Maria


" Pffftttt hahahaha... bukannya kamu tadi sudah melihat tubuhku dan aku juga sudah melihat tubuhmu. Apa perlu kusebutkan letak tahi lalat yang berada di tubuhmu?" tanya Hendrik sambil tertawa


" Kak Hendrik!!" pekik Maria sambil mendelikkan matanya.


Hendrik tersenyum melihat Maria seperti itu karena membuatnya menjadi gemas. Tidak berapa terdengar suara bel apartemen.


" Kamu di sini saja jangan keluar." Perintah Hendrik sambil berjalan ke arah pintu.


Hendrik berjalan dan menuruni anak tangga kemudian membuka pintu apartemennya.


ceklek


Hendrik melihat anak buahnya membawa paper bag. Anak buahnya langsung memberikan paper bag tersebut dan Hendrikpun menerima pemberian anak buahnya kemudian menutup pintu apartemen.


Hendrik membalikkan badannya dan berjalan menaiki anak tangga menuju ke arah Kamar pribadinya.


ceklek


Hendrik membuka pintu dan melihat Maria sedang duduk di ranjang sambil menatap dirinya. Hendrik hanya tersenyum melihat Maria, wanita cantik yang kini memenuhi seluruh hatinya yang paling dalam dirinya sangat bahagia karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


" Aku pakaikan pakaianmu." bisik Hendrik sambil mengeluarkan isi paper bag


" Tidak biar aku saja yang memakai pakaianku." tolak Maria secara halus.


" Aku janji tidak macam - macam." ucap Hendrik sambil menarik tali yang mengikat jubah handuk.


Maria hanya pasrah dan membiarkan Hendrik melakukannya atas tubuhnya. Hendrik berulang kali menelan salivanya melihat tubuh mulus Maria dan di tambah beberapa tanda merah hasil buah karyanya.


Setelah melalui proses yang sangat berat akhirnya selesai sudah penyiksaan yang teramat sangat.


" Fiuhhhh... akhirnya selesai sudah." ucap Hendrik


" Pffftttt hahahaha... tersiksa ya? sudah aku bilang biar aku saja. Kak Hendrik nakal jadi tersiksa deh... jangan salahkan aku ya." ucap Maria sambil tertawa.


cup


" Kamu senang ya menyiksa orang, tega kamu yank." Ucap Hendrik sambil cemberut dan mengecup singkat bibir Maria.


" Yank?" tanya ulang Maria

__ADS_1


" Kita kan pasangan kekasih jadi kita rubah panggilan kita. Aku akan memanggilmu dengan sebutan yank dan aku harap kamu juga mengubah panggilanku." Pinta Hendrik sambil menyisiri rambut Maria.


" Mau di panggil apa?" tanya Maria


" Terserah tapi yang romantis ya?" pinta Hendrik


" Bagaimana kalau sayang?" tanya Maria


" Aku suka yank." Ucap Hendrik


Maria hanya tersenyum, hatinya sangat bahagia mendapatkan perhatian dari Hendrik.


" Makanannya sudah dingin kita beli online saja ya?" tanya Maria


" Tidak apa - apa yank aku lebih suka masakan dari orang yang sangat kucintai." Ucap Hendrik sambil mengambil piring di meja.


Maria hanya tersenyum kemudian mengambil piring yang berada di meja. Mereka makan tanpa ada satupun yang bicara hingga setengah jam kemudian mereka sudah selesai makan bersama.


" Sayang, sini piringnya aku cuci." Ucap Maria sambil mengambil piring yang berada di tangan Hendrik


Hendrik hanya menganggukkan kepalanya, Maria berdiri dan melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu kamar untuk mencuci piring.


" Aku tidak menyangka kalau kami melakukan hubungan suami istri. Semoga saja ke dua orang tuanya setuju menikah denganku." Ucap Hendrik


Hendrik berjalan ke arah balkon, sampai di balkon Hendrik menatap pemandangan yang berada di bawah di mana orang dan kendaraan lalu lalang.


ceklek


" Sayang." Panggil Maria


hening


Maria berjalan ke arah kamar mandi sambil memanggil.


" Sayangku ada di mana?" tanya Maria sambil membuka pintu kamar mandi.


grep


" Aku di sini yank, kenapa mencariku? kangen ya?" bisik Hendrik sambil memeluk Maria.


" Iya aku kangen, habis dari mana?" tanya Maria


" Dari balkon, kita berangkat sekarang ya?" ucap Hendrik


" Ok." Jawab Maria singkat.


Hendrik menggenggam tangan Maria dan berjalan menuruni anak tangga menuju ke parkiran mobil. Hendrik membuka pintu mobil kemudian Maria masuk ke dalam mobil dan duduk di samping pengemudi.


Hendrik memutari mobilnya kemudian membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobil kemudian menutupnya. Hendrik duduk di kursi pengemudi dan mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


Singkat cerita kini mereka sudah sampai di mall, mereka berdua langsung menuju ke toko perhiasan yang terkenal.

__ADS_1


" Pilihkan kami cincin untuk pertunangan kami limited edition." pinta Hendrik


" Baik tuan." Jawab pelayan toko itu dengan sopan.


Tiba - Tiba muncul sepasang wanita dan pria masuk ke dalam toko perhiasan.


" Sayang aku naksir kalung itu." ucap wanita itu manja.


Hendrik terkejut mendengar suara familiar dan melirik sekilas kemudian menatap ke arah Maria karena Hendrik sangat menyukai wajah cantik Maria.


" Silahkan sayang apapun yang kamu pinta aku akan membelikannya." ucap pria itu.


cup


" Terima kasih sayang." Jawab wanita itu sambil mengecup bibir pria itu dengan singkat.


" Saya mau kalung itu ambilkan." Pinta wanita itu


" Baik nona." Jawab pelayan toko sambil mengambil kalung sesuai yang di tunjuk wanita itu.


" Tuan ini cincin pertunangan limited edition silahkan di pilih." ucap pelayan toko memberikan beberapa sepasang cincin untuk di pilih.


" Yank, silahkan pilih cincinnya." ucap Hendrik sambil memeluk Maria dari arah samping.


" Baik sayang." Jawab Maria sambil tersenyum sambil memilih cincin pertunangan.


" Hendrik." pekik wanita itu.


" Veni?" panggil Hendrik menatap sekilas lalu menatap wajah cantik Maria.


" Mau apa ke sini?" tanya Veni


" Beli cincin tunangan karena sebentar lagi kami akan bertunangan. Sayang kenalkan ini Veni teman sekolahku dulu." ucap Hendrik


Maria tersenyum dan mengulurkan tangannya tapi Veni tidak mau membalas uluran tangan Maria membuat Maria menurunkan tangannya.


" Sayang bagaimana cincin ini cantik tidak?" tanya Maria.


" Cantik yank, tolong di bungkus dan sekalian tolong perlihatkan satu paket perhiasan limited edition untuk calon tunanganku." Ucap Hendrik


" Baik tuan." Jawab pelayan toko.


" Kamu dapat uang dari mana? atau yang membayar calon tunanganmu ya?" hina Veni


" Aku dapat dari hasil kerja kerasku." Ucap Hendrik tanpa menatap Veni.


Veni yang melihat itu sangat kesal karena selama ini tidak ada yang menolak pesona Veni.


" Maaf nona, ini kalungnya." Ucap pelayan toko


" Ok terima kasih." Jawab Veni sambil menerima kalung itu untuk dicobanya.

__ADS_1


" Pasti kamu kerja jadi germo karena tidak mungkin kamu uang sebanyak itu." hina Veni lagi.


__ADS_2