Tiga Anakku Yang Sangat Tampan

Tiga Anakku Yang Sangat Tampan
Hatinya Seperti Tersentil


__ADS_3

Semua yang mendengarnya sangat terkejut dengan ucapan mommy Paulina terlebih Paulonus dirinya tidak menyangka kakak iparnya tidak perduli dengan harta melainkan keluarga yang diperdulikannya.


" Kamu sekarang tahu kan dik, kenapa kakak mau menikah dengan wanita ini ibu dari ke tiga putraku yang menghormati suami dan orang tua kita." Ucap kakaknya sambil memeluk pinggang istrinya dengan posesif.


" Paulonus ketahuilah mommy dan daddy selalu menangis merindukanmu yang tidak pernah datang." Ucap mommy Paulina berusaha menyadarkan adik iparnya.


" Suamiku jangan dengarkan ucapan mereka, mereka berpura - pura sebenarnya mereka sangat licik dan ingin menguasai semua harta orang tuamu." Ucap istrinya mencoba mempengaruhi suaminya.


" Paulonus, sebagai kakak ipar hanya bisa mengatakan dua hal yang pertama tanyakan pada hati nuranimu dan yang ke dua jika ke dua putramu seperti apa yang kamu lakukan bagaimana perasaanmu sebagai orang tua? membiarkan atau merasa sedih karena tidak akur?" tanya mommy Paulina sambil menatap adik iparnya dengan sendu tanpa memperdulikan ucapan adik iparnya.


deg


deg


Jantung Paulonus berdetak kencang mendengar ucapan kakak iparnya yang menyentuh hatinya.


" Hei wanita murahan, kamu jangan coba - coba menghasut suamiku." Ucap istrinya Paulonus sambil menatap tajam.


plak


Daddy Paulinus menampar pipi adik iparnya membuat Paulonus menatap tajam ke arah kakaknya. Mommy Paulina mengusap punggung suaminya agar bisa mengendalikan emosinyam


" Adik ipar, lihatlah wajah mommy dan daddy mereka berdua sangat merindukanmu. Adik ipar harusnya bersyukur mempunyai dua orang tua lengkap dan sayang pada adik ipar sedangkan aku? aku kehilangan ibuku sejak aku berumur tujuh belas tahun dan tidak berapa lama ayahku juga meninggal. Aku tidak bisa lagi bermanja atau memeluknya sedangkan adik ipar masih bisa melakukannya." Ucap mommy Paulina tidak berapa lama air matanya keluar.


Suaminya mengusap air matanya agar berhenti menangis. Orang tua Paulinus dan Paulonus mendekati mommy Paulina membuat daddy Paulinus menggeser tubuhnya karena dirinya tahu kalau orang tuanya akan memeluknya istrinya.


" Sudah jangan menangis, anggaplah kami sebagai pengganti orang tuamu." Ucap mommy mertuanya


" Terima kasih mommy dan daddy, aku bisa merasakan kasih sayang." Ucap menantu nya sambil membalas pelukan ke dua mertuanya.


Paulonus melihat itu entah kenapa hatinya merasa bersalah tapi istrinya yang sangat licik berusaha mempengaruhi suaminya.


" Sayang, kamu jangan percaya dengan wanita itu, wanita itu pura - pura melakukan itu agar ke dua orang tuamu dan kakakmu percaya kalau wanita itu sayang padahal hatinya busuk." Ucap istrinya.


Paulonus menjadi bimbang kembali dan tidak berapa lama terdengar tiga suara anak kecil memanggil dan mendekati mereka sambil masing - masing membawa piala kemudian meletakkan piala - piala tersebut di meja.


" Oma, opa, mommy dan dad..." Ucapan mereka terpotong karena melihat daddynya ada dua.


" Oma, opa, mommy, kenapa daddy ada dua?" Tanya ke tiga anak kembar genius dengan nada bingung.


Daddy Paulinus mendekati ke tiga putranya dan menggendong Paulus sedangkan opanya menggendong Paskalis dan omanya menggendong Patrick kemudian mengecupnya.

__ADS_1


" Aish... kalian tega sama daddy, tidak bisa membedakan mana daddy dan mana paman." Ucap daddy Paulinus dengan nada cemberut.


cup


" Maaf daddy, wajah daddy sangat mirip dengan paman. Apakah ini paman Paulonus yang daddy ceritakan?" tanya Paulus sambil mengecup pipi daddynya.


" Benar sayang, ayo salaman sama paman dan bibi." Ucap mommy Paulina sambil memberikan kode ke arah adik iparnya.


Ke tiga kembar genius turun dari gendongan daddy, Oma dan opanya.


" Paman, kenalkan saya Paulus anak pertama." Ucap Paulus memperkenalkan diri


Paulus mengulurkan tangannya dan Paulonus menerima uluran tangannya. Hati Paulonus menghangat melihat ponakannya mencium punggung tangannya begitu pula dengan Paskalis dan Patrick.


Berbeda dengan istrinya, istrinya tidak mau tangannya di sentuh ponakannya membuat tangan Paulus menggantung. Hal itu membuat daddy Paulinus menatap tajam ke arah adik iparnya sedangkan adik iparnya tidak memperdulikannya.


" Cucu - cucu opa dan Oma mendapatkan piala?" Tanya opanya berusaha mengalihkan perhatiannya.


" Iya opa tadi di sekolah ada lomba dan kami menang." Ucap Paulus sambil menurunkan tangannya.


" Wah hebat cucu - cucu Oma dan opa." Ucap oma sambil berjongkok kemudian merentangkan tangannya.


" Huh... pa..." Ucapan istrinya Paulonus terpotong oleh mommy Paulina


" Adik ipar dan ke dua ponakanku pasti lelah silahkan istirahat." Ucap mommy Paulina sambil menggelengkan kepalanya untuk tidak meneruskan ucapannya.


" Baiklah kamu istirahat dulu." Ucap Paulonus sambil menarik tangan istrinya.


Mereka berempat berjalan ke arah kamar Paulonus yang bertahun - tahun tidak pernah pernah ditempati lagi sejak dirinya menikah.


ceklek


Paulonus membuka pintu kamarnya dan melihat semuanya masih sama dan kamarnya tetap bersih. Ke dua anaknya mengeluarkan masing-masing ponselnya kemudian main game online sambil berbaring di ranjang.


" Kalian istirahat dulu, papa ingin bicara dengan orang tua papa." Ucap Paulonus.


" Papa, ingat jangan mudah terpengaruh dengan mereka dan ingat apa yang telah mereka lakukan padaku, pipi dan tubuhku sakit papa harus membalas mereka." Ucap istrinya.


Suaminya hanya menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan mereka bertiga. Paulonus melihat ke dua orang tuanya sedang tertawa bersama ke tiga ponakannya dan sekaligus cucunya begitu pula melihat kakak kandungnya sedang bermain dengan ke tiga anaknya dan orang tuanya. Paulus, Paskalis dan Patrick melihat paman Paulonus hanya berdiri menatap mereka membuat mereka mendekati pamannya.


" Paman kenapa berdiri di situ ayo bergabung bersama kami." Ajak ke tiga ponakannya.

__ADS_1


Pamannya mengikuti ke tiga ponakannya bersamaan kedatangan kakak iparnya sambil membawa troli berisi cemilan dan minuman.


" Waw... mommy bikin cemilannya banyak." Ucap Patrick


" Kesukaan Oma dan opa." Ucap ke dua mertuanya.


" Kami juga suka." Ucap Paulus dan Paskalis serempak


" Daddy kenapa cemberut?" tanya istrinya


" Lihatlah perut daddy sampai kancing jas daddy tidak muat untuk di kancing." Keluh suaminya sambil memperlihatkan perutnya yang sudah mulai gendut.


" Pffftttt hahahaha...." Tawa mereka semua begitu pula dengan Paulonus.


" Aish kalian sungguh tega sama daddy, mommy sih bikin daddy cepet gendut." Keluh suaminya


" Kok mommy yang di salahin dad?" tanya istrinya sambil bersandar di bahu suaminya.


" Habis gara - gara masakan mommy, daddy makan terus." Ucap suaminya.


cup


Istrinya mengecup pipi suaminya kemudian tersenyum.


" Besok pagi sebelum berangkat kerja, daddy olahraga nanti mommy temani." Ucap istrinya.


" Kami juga ikut menemani daddy." ucap ke tiga putranya serempak


cup


" Terima kasih mommy." Ucap suaminya sambil mengecup pipi istrinya.


cup


cup


cup


" Terima kasih anak - anakku yang sangat tampan." ucap daddynya sambil mengecup pipi ke tiga putranya.


Mommy Paulina dan ke tiga putranya hanya tersenyum. Hal ini tidak pernah lepas dari penglihatan Paulonus. Hatinya seperti tersentil melihat keharmonisan keluarga kakaknya berbeda dengan istri dan ke dua anaknya yang masing - masing sibuk dengan dunianya hanya uang dan uang yang selalu dimintanya.

__ADS_1


__ADS_2