
Setelah setengah jam akhirnya Paulus berhasil menghack ponsel dua pria itu begitu pula dengan orang suruhan daddy Paulinus sudah berhasil menangkap dua pria berseragam hitam.
" Patrick bagaimana?" Tanya Paskalis
" Sebentar lagi kak..... Selesai" Ucap Patrick sambil tersenyum bahagia.
Akhirnya bom berhasil dijinakkan membuat semuanya bernafas lega.
" Oh iya kak, mereka bekerja sama dengan siapa?" Tanya Paskalis
" Bibi dan mantan kekasih tante Angel." Ucap Paulus
" Kurang aj*r mantan istriku." Ucap Paulonus dengan nada kesal.
" Paulus bikin bangkrut perusahaan mereka." Ucap Paulonus sambil mengepalkan ke dua tangannya menahan amarahnya.
" Maaf paman kalau masalah itu yang bisa Patrick." Ucap Paulus menjelaskan
" Maaf paman lupa, Patrick tolong paman untuk membuat mereka bangkrut." Ucap Paulonus
" Daddy, mommy bolehkah?" Tanya Patrick meminta ijin ke dua orang tuanya sebelum menjawab ucapan pamannya.
" Lakukanlah sayang mereka pantas mendapatkannya." Ucap daddy Paulinus.
" Lakukanlah." Ucap mommy Paulina
" Baik daddy, mommy." Jawab Paskalis
Paskalis mulai mengutak atik laptop yang di pegangnya. Paulus, Paskalis dan Patrick masing-masing diberikan laptop oleh daddy mereka. Jari jemari mungil Paskalis dengan lincah di atas keyboard. Tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya Paskalis berhasil membuat dua perusahaan milik mantan istrinya dan mantan kekasih Angel bangkrut seketika.
" Sudah selesai." Ucap Paskalis
" Terima kasih, paman akan selalu mengingat kebaikan ke tiga ponakan paman yang genius." Ucap Paulonus.
" Sama - sama paman." Jawab ke tiga anak kembar yang sangat tampan sekaligus genius
" Karena pernikahanmu dengan Angel tinggal dua hari perketat kediaman Angel dan juga gedung." Ucap daddy Paulinus
" Benar kak, karena ternyata wanita itu sangat licik." Ucap Paulonus
" Aku akan mencoba meretas rekaman cctv milik bibi." Ucap Paulus sambil mengutak atik laptopnya
" Hmm... Patrick pinjam laptopmu, daddy akan meretas rekaman cctv milik mantan kekasih Angel." Ucap daddy Paulinus
" Baik dad." Jawab Patric sambil memberikan laptopnya ke daddy Paulinus.
Daddy Paulinus menerima laptop putra bungsunya kemudian mulai mengutak atik laptopnya. Setelah agak lama daddy Paulinus berhasil meretas rekaman cctv milik mantan kekasih Angel begitu pula dengan Paulus berhasil meretas meretas rekaman cctv milik bibi atau ibunya Rahul dan Raul.
xxxxxxx
Di Tempat Yang Berbeda
" Maaf nyonya orang yang kita suruh untuk mengebom gedung pernikahan mantan suami nyonya ketahuan dan berhasil di tangkap." Ucap orang kepercayaannya.
" Apa?? tidak mungkin kenapa bisa ketahuan?? apakah gedungnya berhasil meledak?" Tanya wanita itu
" Saya juga tidak tahu nyonya dan mengenai gedungnya... gedungnya tidak meledak nyonya sepertinya dikendalikan dari jarak jauh." Ucap orang kepercayaannya dengan menjeda kalimatnya.
" Apa?? Bagaimana mungkin aku membuat rencana yang sangat matang tapi bagaimana mungkin bisa berantakan dalam sekejap." Ucap wanita itu.
plak
__ADS_1
Seorang pria paruh baya tiba - tiba datang dan langsung menampar wanita itu.
" Dasar anak tidak berguna, gara - gara ulahmu perusahaan milik daddy bangkrut." Ucap daddynya
" Daddy, apa hubungannya perusahaan bangkrut dengan aku?" Tanya wanita itu
" Gara - gara kamu mengusik keluarga mantan suamimu perusahaan daddy bangkrut dan besok kita tinggal di jalan." Ucap daddynya
plak
" Kenapa aku bisa punya anak tidak berguna sepertimu yang bisanya menghambur - hamburkan uang." ucap daddynya sambil menampar kembali.
" Daddy sudah." Jawab istrinya.
" Ini akibat mommy terlalu memanjakan anak." Bentak suaminya untuk pertama kali
" Daddy kenapa menyalahkan mommy?" Bentak istrinya tidak mau kalah.
" Kalau mommy tidak memanjakan anak kita tidak akan seperti ini." Ucap suaminya dengan nada satu oktaf
" Sudah cukup!!!" Teriak wanita itu
" Valen jangan teriak di depan orang tuamu!!" Bentak daddynya
" Kalian tahu besok kita harus pergi dari rumah ini, semua perusahaan, mansion dan semua aset berharga di sita oleh bank." Ucap daddynya
" Bagaimana mungkin." Ucap ibu dan anak itu.
" Bukankah tadi daddy sudah katakan gara - gara ulahmu kita bangkrut, semua saham milik mantan mertuamu di tarik semua dan daddy harus menutupi semuanya dengan menjual semua properti milik daddy. Bersiaplah besok kita tinggal di jalan jadi gelandangan." Ucap daddynya.
" Valen, bukankah waktu itu mantan suamimu memberikan uang yang sangat banyak, mana uangnya kita bisa pakai buat membeli rumah kecil." Pinta mommynya yang mengingat putrinya diberikan uang yang sangat banyak.
" Maaf mommy, sudah habis." Jawab Valen
" Daddy coba hubungi sahabat daddy untuk meminta maaf dan aku rasa dia mau memaafakan kan kita bersahabat lumayan lama." Ucap istrinya memberikan usulan.
" Percuma,tadi daddy sudah menghubungi katanya putri yang tidak berguna itu mengusik anggota keluarganya." Ucap daddynya sambil memegangi dadanya yang makin lama makin sakit.
bruk
" Daddy!!" Teriak ibu dan anak melihat suaminya tidak sadarkan diri.
" Pelayan!!" Teriak ibunya Valen
Dua orang pelayan datang tanpa diperintah mereka mengangkat tubuh tuan besar mereka menuju ke garasi mobil. Valen duduk di kursi pengemudi sedangkan Ayahnya Valen berbaring di belakang pengemudi dan ke dua paha istrinya sebagai bantalannya. Valen mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
Singkat cerita kini mereka sudah sampai di rumah sakit, mereka berdua menunggu di ruang UGD di mana ayahnya Valen sedang di periksa. Tidak berapa lama dokter keluar dengan wajah lesu.
" Bagaimana keadaan suamiku dok?" Tanya istrinya
" Maaf nyonya kami sudah berusaha tapi nyawa suami nyonya tidak tertolong." Ucap dokter itu.
" Tidak!!!" Teriak istrinya sambil berlari ke dalam ruangan ugd.
" Dokter tidak bercanda kan?" Tanya Valen
" Maaf nona, saya tidak bercanda, ayah nona sudah meninggal. Permisi nona saya ingin periksa pasien lain." Ucap dokter tersebut sambil berjalan meninggalkan Valen sendirian.
Valen berlari ke ruang UGD dan melihat ibunya sedang memeluk jasad suaminya membuat Valen menggenggam erat ke dua tangannya dan semakin membenci keluarga mantan suaminya terlebih dengan Angel yang tidak tahu salah apa - apa. Ibunya Valen melepaskan pelukannya dan membalikkan badannya menatap putri kesayangannya dengan tatapan membunuh.
" Kamu.... kamu... sudah membunuh suamiku... ibu sangat menyesal telah melahirkanmu dan ibu juga sangat menyesal telah memanjakan mu." Ucap ibunya Valen
__ADS_1
plak
akhhhhh
duak
akhhhhh
Ibunya memukulnya dengan bertubi - tubi membuat Valen berteriak kesakitan dan sekuat tenaga mendorong ibunya ke arah tembok.
bugh
akhhhhh
bruk
Ibunya berteriak kesakitan hingga keluarlah darah segar dari kepalanya kemudian ambruk tidak sadarkan diri membuat Valen panik dan berteriak memanggil dokter.
" Maaf nona, apa yang terjadi?" Tanya dokter itu
" Saya... saya tidak sengaja mendorong mommyku, tolong periksa mommyku dok." Pinta Valen
Dokter itupun memeriksa nadi ibunya Valen kemudian berlanjut ke leher. Dokter itu menggelengkan kepalanya kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
" Ibu nona sudah meninggal." Ucap dokter tersebut.
" Apa? Tidak mungkin." Teriak Valen tidak percaya.
" Hubungi polisi." Perintah dokter itu ke perawat.
" Baik dok." Jawab perawat itu patuh dan langsung menghubungi kantor polisi.
" Kenapa memanggil polisi?" Tanya Valen
" Nona harus bertanggung jawab dan akan menerima hukuman karena telah menghilangkan nyawa ibu nona." Ucap dokter itu.
" Tidak... tidak aku tidak mau di penjara." Teriak Valen sambil melarikan diri.
Dokter itu pun mengejar Valen sambil berteriak memanggil security dan juga meminta orang-orang untuk menangkap Valen. Akhirnya Valen tertangkap bersamaan kedatangan polisi.
Valen langsung di bawa ke kantor polisi dan dimasukkan ke dalam penjara. Valen berusaha memberontak tapi tenaganya kalah jauh sehingga Valen pasrah.
xxxxxxx
Di Tempat Yang Berbeda
Pasangan suami istri tepatnya paman dan bibinya Angel serta ke dua anak mereka dikejutkan oleh kedatangan polisi.
" Maaf pak, ada apa ya?" Tanya sepasang istri serempak
" Maaf pak, Bu kalian berdua kami tangkap karena kalian telah memalsukan tanda tangan nona Angel yang merupakan pewaris sah. Begitu pula dengan ke dua anak anda sebagai pengedar narkoba." Ucap salah satu polisi sambil menyerahkan surat penangkapan
" Ke dua anak anda kemungkinan besar akan mendapatkan hukuman mati sedangan bapak dan ibu kemungkinan akan mendapatkan hukuman sepuluh hingga lima belas tahun penjara." Sambung polisi itu
" Tidak, bapak salah orang." Ucap sepasang suami istri itu serempak
" Kami tidak mungkin salah orang karena semua bukti sangat lengkap." Ucap polisi itu
" Tidak... tidak... tidak kami tidak mau di penjara." Ucap mereka serempak.
" Tangkap mereka dan bawa ke kantor polisi." Perintah polisi itu yang tidak memperdulikan.
__ADS_1
" Baik komandan." Jawab para anak buahnya.
Merekapun menangkap sepasang suami istri dan ke dua anaknya dan dijebloskan ke dalam penjara.