
Pria itu menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya menatap tajam ke arah wanita itu.
" Ada apa?" tanya tuan Arnold dengan nada dingin.
" Maaf tuan, kenapa Hendrik tidak usah membayar perhiasan? apakah tuan dan Hendrik adalah germo makanya perhiasannya gratis?" tanya Veni penasaran.
Tuan Arnold mendengar ucapan Veni sangat terkejut dan sangat marah begitu pula dengan semua pelayan toko. Tuan Arnold berjalan mendekati Veni sambil menatap tajam penuh amarah.
plak
Untuk pertama kalinya tuan Arnold menampar seorang wanita karena ucapannya sangat merendahkan dirinya. Tamparan yang keras membuat Veni hampir terjatuh karena kekasihnya menahan tubuh Veni.
" Si*l beraninya memukul kekasihku!!" bentak kekasihnya dan bersiap membalas tuan Arnold.
" Pengawal!!" Teriak tuan Arnold
Empat orang pengawal langsung datang menemui tuan Arnold.
" Usir mereka berdua." perintah tuan Arnold.
" Baik tuan." Jawab mereka serempak
Mereka langsung masing-masing memegang tangan Veni dan kekasih Veni.
" Aku bisa jalan sendiri." Ucap Veni
" Hei, apakah kamu tahu siapa saya? lepaskan kalau tidak kalian akan di penjara oleh orang tuaku." bentak kekasih Veni
" Tunggu." Panggil tuan Arnold
Ke empat orang itu tetap memegang tangan kanan dan tangan kiri Veni dan kekasih Veni.
" Oh iya siapa nama orang tuamu?" tanya tuan Arnold dengan nada santai sambil ke dua tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya.
" Daddyku adalah CEO PT Angkasa Pura, tentunya tuan tahu bukan?" ucap kekasih nya sambil tersenyum sinis meremehkan tuan Arnold
" Oh PT Angkasa Pura, silahkan laporkan saya tidak takut." Ucap tuan Arnold ikut meremehkan kekasih Veni.
" Cih, kamu dan temanmu yang germo itu aku akan laporkan ke kantor polisi agar kalian berdua di penjara." ucap kekasih Veni
__ADS_1
Semua yang ada di situ sangat terkejut terlebih tuan Arnold wajahnya memerah menahan amarah. Tuan Arnold langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.
" Tarik semua saham di perusahaan PT Angkasa Pura dan juga kekasihnya." perintah tuan Arnold
" Baik tuan." Jawab asisten kepercayaannya.
Hendrik dan Maria yang berada di toko sebelah mendengar ucapan kekasih Veni dan orang yang dulu pernah dicintainya membuat Hendrik marah.
Hendrik juga menghubungi seseorang untuk menarik semua saham di perusahaan PT Angkasa Pura dan juga perusahaan milik orang tua Veni yang dulu dicintainya. Selesai menghubungi Hendrik menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya. Maria tidak bisa membantu mereka karena perkataan mereka sangat keterlaluan.
" Usir mereka berdua, mulai sekarang dan seterusnya ingat wajah mereka berdua. Tidak boleh masuk ke dalam mall ini!!!" Perintah tuan Arnold dengan nada penuh amarah.
" Baik tuan." Jawab mereka serempak
" Apa hakmu tidak mengijinkan kami untuk datang ke mall ini." ucap mereka berdua dengan kesal.
" Asal kalian tahu tuan Hendrik adalah wakil CEO sekaligus tangan kanan Tuan Paulinus PT Alexander William Co-op. Pemilik mall ini adalah tuan Paulinus dan juga aku jadi kami berhak untuk mengusir kalian berdua, pengawal usir mereka!! perintah tuan Arnold sambil membalikkan badannya dan berjalan ke ruang kerjanya.
" Lepaskan tanganku aku bisa jalan sendiri." Ucap kekasih nya Veni.
Ke empat orang bodyguard langsung melepaskan tangannya yang tadi memegang tangan Veni dan kekasihnya sambil menghalangi toko perhiasan.
" Dasar anak tidak tahu diri, kenapa kamu cari masalah hah!!!" tanya daddynya dengan penuh amarah
" Aku tidak melakukan apa-apa dad." Ucap kekasih Veni sambil menjauhkan telinganya karena daddynya membentak dirinya.
" Apa kamu tahu akibat perkataan kekasihmu dan kamu perusahaan daddy sekarang bangkrut. PT Alexander William Co-op dan PT Artha Gading Co-op ke duanya menarik sahamnya." Ucap daddynya dengan nada dua oktaf
Juadar
Juadar
Bagai petir di siang bolong kekasih Veni langsung lemas ternyata dirinya melakukan kesalahan yang sangat besar. Mereka berdua tidak menyangka kalau Veni dan kekasihnya jatuh miskin akibat perkataannya.
" Sekarang kita miskin semua aset perusahaan dan semua aset yang kita miliki di sita sama bank. Bersiaplah kita akan hidup susah itu akibat dari perkataan bodohmu. Dasar anak tidak berguna, gara - gara ulahmu kita hidup miskin." Omel daddynya kekasih Veni.
plak
plak
__ADS_1
duak
duak
" Gara - gara aku percaya omonganmu kini orang tuaku bangkrut!!" bentak kekasihnya Veni sambil menampar pipi kanan dan kiri Veni kemudian menendangnya.
Veni berteriak kesakitan karena kekasihnya melakukannya dengan kekuatan penuh membuat ke dua sudut bibir Veni pecah dan mengeluarkan darah segar begitu pula dengan mulut dan hidung Veni. Mereka yang melihatnya tidak tega melihat Veni berteriak kesakitan menahan ke dua tangan kekasih Veni dan menjauhkan dari Veni.
Tidak berapa lama ponsel milik Veni juga berdering dengan menahan rasa sakit Veni mengambil ponselnya di dalam tasnya dan melihat ayahnya menghubungi dirinya.
" Apa kamu tahu akibat perkataan kekasihmu dan kamu perusahaan daddy sekarang bangkrut. PT Alexander William Co-op dan PT Artha Gading Co-op ke duanya menarik sahamnya." Ucap daddynya dengan nada satu oktaf.
Juadar
Juadar
Bagai petir di siang bolong Veni langsung lemas ternyata dirinya melakukan kesalahan terbesar menghina Hendrik.
" Sekarang kita miskin semua aset perusahaan dan semua aset yang kita miliki di sita sama bank. Bersiaplah kita akan hidup susah itu akibat dari perkataan bodohmu. Dasar anak tidak berguna, gara - gara ulahmu kita hidup miskin." Omel daddynya Veni.
Veni langsung menangis histeris karena dirinya tidak mau hidup miskin.
" Tidakkkkkkk!!!" teriak Veni
" Usir mereka berdua pak." ucap para pengunjung karena mereka berdua membuat kegaduhan
" Iya pak usir saja mereka." Ucap para pengunjung lainnya
Kekasih Veni langsung berjalan meninggalkan Veni kekasihnya dan tidak memperdulikan panggilan Veni. Tangan Veni di tarik oleh dua orang bodyguard agar keluar dari mall dan satu orang bodyguard yang lainnya mengikuti dari arah belakang hingga di pinggir jalan raya bodyguard yang tadi mengikuti dari belakang berjalan mendahului mereka untuk memanggil taksi.
Setelah beberapa lama ada taksi lewat bodyguard itupun melambaikan tangannya agar taksi itu berhenti. Setelah taksi itu berhenti bodyguard itupun membuka pintu mobil dan ke dua bodyguard yang tadi memegang tangan Veni langsung mendorong tubuh Veni ke dalam taksi tanpa ada rasa empati sedikitpun.
bruk
Tubuh Veni langsung terlentang di kursi mobil belakang.
" Itu akibatnya kalau berbicara sembarangan dengan bos kami pemilik mall ini." ucap mereka serempak dengan nada dingin.
Selesai mengatakan itu salah satu bodyguard menutup pintu mobil dan langsung membalikkan badannya. Ke tiga bodyguard berjalan meninggalkan taksi tersebut menuju ke tempat mereka bertugas.
__ADS_1
" Yank dres ini sangat cantik jika kamu pakai pasti kamu tambah semakin cantik." ucap Hendrik memberikan dress untuk kekasihnya.