Tiga Anakku Yang Sangat Tampan

Tiga Anakku Yang Sangat Tampan
Hak Asuh Anak


__ADS_3

" Kamu yakin?" Tanya kakaknya


" Aku yakin kak, pernikahan kami tidak bisa diteruskan lagi." Ucap adiknya dengan nada sangat yakin


" Baiklah kakak akan memanggil pengacara untuk mengurus perceraian kalian berdua dan kakak pastikan hak asuh anak kalian akan jatuh ke tanganmu." Ucap kakaknya dengan nada sangat yakin.


" Mereka sangat kuat dan aku tidak yakin bisa memenangkan hak asuh anak." Ucap adiknya dengan wajah lesu dan tidak yakin


" Kita satu keluarga kak aku dan keluargaku akan membantumu terlebih kita mempunyai bukti yang kuat kalau dia bukan ibu yang baik." Ucap daddy Paulinus.


" Terima kasih kak, mungkin ini karmaku yang tidak memperdulikan ke dua orang tuaku." Ucap adiknya


" Masih ada kesempatan untuk memperbaiki kesalahan." Ucap kakaknya.


" Terima kasih kak dan maafkan adikmu ini yang banyak salah sama kakak dan kakak ipar." Ucap adiknya.


Tidak berapa lama ponsel daddy Paulinus berdering. Daddy Paulinus mengambil ponselnya di saku jasnya untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya.


" Yang telepon mommy dad." Ucap Paulus


" Kok kamu tahu?" tanya daddynya


" Ya tahu donk." Jawab Paulus


" Kakak bisa tahu dad karena melihat cctv mansion." Jawab Paskalis sambil mengetik di atas keyboard laptop.


" Hehehehe kok Daddy lupa ya." Ucap daddy Paulinus sambil terkekeh geli.


Paulus dan Patrick hanya menepuk keningnya masing-masing kemudian menggelengkan kepalanya.


" Maklum daddy sudah tua." Jawab ke dua anaknya


" Paulus, Patrick nanti uang saku daddy potong." Ucap daddynya


" Kami tidak takut, tabungan kami masih banyak dan lagi beberapa hari yang lalu kami membeli beberapa perusahaan." Ucap Paulus


" Ancaman Daddy tidak berlaku buat kami." Ucap Paskalis


Daddy Paulinus langsung menjewer putra sulungnya.


" Auch... daddy sakit nanti Paulus bilang sama mommy." Ucap Paulus


" Kalian berdua ya senang banget bikin daddy kesal." Omel daddy Paulinus.


" Daddy jangan lama - lama wajah mommy memerah menahan marah." Ucap Paulus sambil memegangi telinganya.

__ADS_1


Daddy Paulinus melepaskan tangan kanannya yang tadi menjewer putra sulungnya kemudian menggeser tombol berwarna hijau.


" Hallo mommy." Panggil daddy Paulinus


" Daddy maaf aku tidak bisa ke kantor untuk antar makan siang karena ke dua ponakan kita sedang menangis." Ucap mommy Paulina menjelaskan.


" Ok tidak apa-apa sebentar lagi akan ke sana." Ucap Daddy Paulinus.


" Baik dad kami tunggu." Ucap mommy Paulina


" Ok." Jawab daddy Paulinus


tut tut tut tut tut


Ponsel langsung dimatikan dan daddy Paulinus menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya.


Daddy Paulinus menandatangani semua dokumen yang dikerjakan oleh putra ke duanya Paskalis. Daddy Paulinus hanya mengecek sebentar kemudian menanda tangani semua dokumen itu. Apa yang di lakukan kakaknya dan dua ponakannya tidak luput perhatian dari adik kembarnya.


" Seandainya istri dan ke dua anakku seperti keluargamu pasti akulah pria yang sangat bahagia. Kakak bersyukurlah mempunyai istri dan ke tiga anak yang sangat tampan dan genius." Ucap adiknya dengan nada tulus.


" Kakak selalu bersyukur sekali mempunyai istri dan ke tiga anak kembar yang sangat menghormati kami sebagai orang tua." Ucap kakaknya


" Mungkin ini karmaku yang tidak pernah memberikan kabar ke orang tua kita." Ucap adiknya.


" Baik kak dan sekali lagi terima kasih karena kakak perhatian pada adikmu ini." Jawab adiknya


" Kamu itu adik kandungku dan sebagai saudara harus saling tolong menolong, ayo kita pulang." Ucap kakaknya.


" Baik kak." Jawab adiknya.


" Anak - anak ayo kita pulang." Ajak daddy Paulinus.


" Baik dad." Jawab Paulus dan Paskalis serempak.


Daddy Paulinus duduk di pengemudi sedangkan adiknya duduk di samping pengemudi dan ke dua putranya duduk di belakang pengemudi. Daddy Paulinus mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


Singkat cerita kini mereka sudah sampai di mansion dan di sambut oleh mommy Paulina dan putra bungsunya Patrick.


cup


" Mommy dan daddy kemana?" tanya suaminya sambil mengecup kening istrinya.


" Ada di kamar cucunya." Ucap istrinya sambil mengambil tas milik suaminya.


" Ok, Daddy mau ke sana." Ucap suaminya sambil berjalan ke arah kamar ke dua ponakannya dan diikuti oleh adiknya.

__ADS_1


" Paulus dan Paskalis kalian mandi setelah itu tunggu di meja makan." Perintah mommynya.


" Baik mom." Jawab Paulus dan Paskalis serempak.


Paulus dan Paskalis berjalan menuju ke kamarnya sedangkan mommy Paulina berjalan ke arah kamarnya untuk menyimpan tas kerja milik suaminya.


ceklek


Daddy Paulinus membuka pintu dan melihat ke dua ponakannya sedang berbaring di ranjang dan di temani oleh ke dua orang tuanya.


" Mommy dan daddy maafkan anakmu yang tidak berbakti." Ucap Paulonus sambil berjalan mendekati ke dua orang tuanya dan memeluk ke duanya.


" Ssstt sudah yang terpenting kamu sudah sadar dan tahu kalau kami sangat menyayangi dirimu." Ucap mommynya sambil membalikkan pelukan putra bungsunya.


Setelah agak lama mereka melepaskan pelukannya.


" Sebenarnya apa yang terjadi mom, dad?" Tanya Paulonus penasaran


" Istrimu meminta uang sama mommy untuk belanja, ke salon dan jalan - jalan tapi mommy tidak kasih karena memintanya sangat besar lima puluh lima juta. Kalau untuk ke dua cucu opa dan oma kami pasti akan memberikannya." Ucap daddynya menjelaskan


" Wanita itu sangat marah dan langsung memarahi mommymu. Paulina yang mendengar mommymu di marahi dan juga melihat mommy akan di tampar oleh istrimu membuat Paulina marah dan menahan tangannya kemudian mendorongnya hingga terjatuh. Wanita itu marah dan menyerang Paulina tapi karena Paulina bisa bela diri wanita itu kalah dan membuatnya kesal dan masuk ke dalam kamarnya." Ucap daddy Paulinus dan Paulonus dan tidak menyebut istrimu ataupun menantu karena dirinya sangat membencinya.


" Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" Tanya Paulonus sambil menggenggam ke dua tangannya dengan erat menahan emosinya.


" Kami mendengar ke dua putramu menangis dan terdengar suara orang membanting barang membuat daddy menendang pintu dan melihat wanita itu memukul ke dua putranya. Paulina langsung masuk ke dalam dan memukul wanita itu membuat ke dua cucu opa dan oma menangis. Akhirnya Paulina memberikan uang lima puluh juta dan menyuruhnya pergi." Ucap daddy Paulinus dan Paulonus.


" Paulina memeluk ke dua putramu supaya berhenti menangis dan menyuapi ke dua putramu karena ke dua putramu lapar." Sambung mommynya


" Sekarang kemana dia?" Tanya Paulonus yang juga tidak menyebut kata istri karena hatinya sudah benar - benar membeku.


" Kemungkinan belanja soalnya tadi dia pergi bersama teman - temannya." Jawab daddynya.


" Belum sehari dia sudah banyak teman?" tanya Paulonus dengan nada terkejut


xxxxxxx


Hiks... hiks... levelnya turun dratis dari level 8 menjadi 3 author sampai kaget banget.


Ayo donk like, komentar, hadiah, like dan votenya biar author semangat.


Terima kasih yang sudah memberikan like, komentar, hadiah, like dan votenya.


Salam author,


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


__ADS_2