Tiga Anakku Yang Sangat Tampan

Tiga Anakku Yang Sangat Tampan
Daddy Paulinus Tertembak


__ADS_3

( " Gara - gara kamu usaha orang tuaku mengalami bangkrut bersiap lah aku akan menculik istrimu dan meminta uang tebusan yang sangat besar." ucap pria itu menatap tajam ke arah Hendrik


Waktu berjalan dengan cepat hingga acara pernikahan Hendrik dan Maria sudah selesai satu persatu para tamu undangan pulang meninggalkan pesta pernikahan.


" Hendrik ini hadiah dari kami." Ucap daddy Paulinus memberikan amplop


" Maaf tuan tidak usah repot-repot pesta ini saja sangat besar." Ucap Hendrik menolak permintaan daddy Paulinus.


" Tidak terima penolakan." Ucap daddy Paulinus dengan nada tegas.


" Baik tuan." Jawab Hendrik pasrah sambil menerima amplop tersebut


" Paman dan tante ini hadiah dari kami." Ucap Paskalis memberikan kotak ukuran sedang yang sudah di bungkus kado.


" Terima kasih tuan muda." ucap Hendrik


" Terima kasih tiga ponakanku yang sangat tampan, kok repot - repot sayang." Ucap Maria sambil menerima kotak itu.


" Tidak repot kok tante, tante dan paman kan baik sama kami jadi sudah sepantasnya kami juga baik sama tante dan paman." Ucap Patrick bersikap layaknya seorang dewasa.


Orang tua Paulinus, daddy Paulinus, mommy Paulina, Hendrik dan Maria hanya menahan tawa bersama mendengar ucapan Patrick layaknya seperti seorang dewasa.


" Apa ada yang lucu? kenapa semuanya menahan tawa?" tanya Paulus


" Iya benar, padahal adik kami bicaranya biasa saja." Ucap Patrick sambil menatap para pria dan wanita dewasa.


" Pffftttt hahahaha.." Tawa mereka bersama melihat ke tiga anak kembar yang sangat menggemaskan


" Sudahlah dek, kita pulang saja." Ucap Paulus sambil menggenggam ke dua tangan adiknya dan pergi meninggalkan mereka.


" Mommy ikut." Ucap mommy Paulina sambil mengikuti ke tiga anaknya.


" Daddy juga ikut." Jawab daddy Paulinus sambil menggendong putranya yang bernama Paulinus


" Opa juga." Jawab opanya Paulinus sambil menggendong cucunya yang bernama Paskalis


" Oma juga." Jawab omanya Paulinus sambil menggendong cucunya yang bernama Patrick.


Mereka berjalan ke parkiran mobil, daddy Paulinus duduk di kursi pengemudi, mommy Paulina duduk di samping pengemudi sambil memangku Patrick sedangkan oma dan opa duduk di pinggir belakang pengemudi karena Paulus dan Paskalis duduk di tengah - tengah mereka.


" Daddy, besok kami ikut ke kantor ya?" pinta Paulus, Paskalis dan Patrick serempak.


" Maaf sayang, besok pagi daddy ada meating belum lagi pekerjaan kantor menumpuk. Kalian kan tahu kalau paman Hendrik sedang cuti." Ucap daddy Paulinus


" Tidak apa - apa dad, kami janji tidak nakal." Ucap mereka serempak


" Tapi kalian akan merasa bosan hanya duduk di kantor." Ucap daddy Paulinus.


" Tidak daddy, kami tidak akan mungkin bosan." Jawab mereka bertiga.


" Terserah kalian saja tapi kalau seandainya kalian bosan bilang daddy ya nanti bodyguard daddy yang akan mengantar kalian pulang." Jawab daddy Paulinus pasrah.

__ADS_1


" Terima kasih daddy." Jawab mereka serempak


" Mommy tidak ikut?" tanya daddy Paulinus


" Boleh deh." Ucap mommy Paulina sambil tersenyum menatap suaminya.


" Terus opa tidak ada yang menemani?" tanya opa


" Iya, Oma juga tidak ada teman." Ucap oma


" Kan opa ada yang menemaninya dan Oma juga ." ucap Paskalis


" Siapa yanng menemani kami?" tanya opa dan Oma serempak


" Ya opa dan oma, oma dan opa kan bisa mengobrol jadi ada temannya kan?" ucap Patrick.


" Maksud opa, opa ingin salah satu dari kalian menemani opa dan oma." ucap opa menjelaskan


" Ya sudah deh aku saja yang menemani opa dan oma." ucap Patrick


" Terima kasih Patrick." Ucap opa dan oma.


" Sama - sama." Jawab Patrick


Di tengah jalan yang agak sepi sebuah mobil berhenti di tengah jalan dan delapan orang keluar dari mobil dan menghadang mobil mereka.


Cittttt


Opa dan Oma memegang ke dua cucunya agar tidak jatuh ke depan sedangkan Patrick yang berada di tengah - tengah mereka bisa menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.


" Kalian semua tidak apa - apa?" tanya daddy Paulinus


" Tidak apa - apa." Jawab mereka serempak


" Si*l siapa mereka?" tanya daddy Paulinus sambil melepaskan sealbeltnya.


Semua orang menatap ke depan ada delapan orang yang menghadang mobil mereka.


" Kalian semua di dalam biar daddy menghadapi mereka." Ucap daddy Paulinus sambil keluar dari mobil.


" Paulus, kamu telepon paman Hendrik. Mommy akan membantu daddy." Perintah mommy Paulina sambil keluar dari mobil.


" Baik mom." Jawab Paulus patuh


xxxxxxx


Di Tempat Yang Berbeda


Maria dan Hendrik yang sedang melakukan pemanasan terlebih dahulu hingga pada saat yang dinantikan oleh pasangan suami istri ponsel milik Hendrik berdering membuat dirinya kesal karena dirinya ingin menyatukan tubuhnya ke tubuh istrinya.


" Si*l apa mereka tidak tahu kalau kita baru saja menikah dan ingin melakukan hubungan suami istri." Omel Hendrik

__ADS_1


" Sudahlah darling, coba angkat siapa tahu penting." Ucap Maria


" Biarkan saja darling." Ucap Hendrik


Tapi ponselnya berdering tanpa henti membuat Hendrik menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian bangun dari ranjang dalam kondisi tanpa menggunakan sehelai benang pun dan adik kecilnya sudah tegak dengan sempurna siap untuk disatukan dengan tubuh istrinya.


" Hallo." Panggil Hendrik dengan ketus tanpa melihat siapa yang menghubungi dirinya.


" Paman, aku Paulus kami di serang sekarang mommy dan daddy di serang penjahat." Ucap Paulus menjelaskan


" Apa??baik aku akan ke sana." Ucap Hendrik


" Kami berada di jalan xxxx." ucap Paulus


tut tut tut tut tut


Tanpa menunggu jawaban dari paman Hendrik, Paulus langsung mematikan ponselnya secara sepihak. Paman Hendrik langsung memakai pakaiannya dengan cepat.


" Ada apa?" tanya Maria karena melihat suaminya panik


" Tuan besar Axelo beserta keluarganya di serang, aku akan ke sana." Ucap Hendrik


" Apa???aku ikut." Ucap Maria sambil memakai dalaman dan celana panjang serta kaos.


" Ok." Jawab Hendrik singkat


Merekapun pergi meninggalkan gedung hotel tersebut untuk membantu mereka. Hendrik pun menghubungi anak buahnya untuk datang membantu.


xxxxxxx


Di tempat yang berbeda


Daddy Paulinus dan mommy Paulina masih bertarung, Patrick yang melihat ke dua orang tuanya dalam bahaya ingin membantu ke dua orang tuanya.


" Aku akan membantu daddy dan mommy." Ucap Patrick sambil turun dari mobil


" Opa juga." Jawab opa.


" Hati - hati." Jawab Oma, Paulus dan Paskalis serempak


Opa dan Patrick hanya menganggukkan kepalanya kemudian berjalan ke arah daddy Paulinus dan mommy Paulina. Daddy Paulinus dan mommy Paulina yang mendapat bantuan yang awalnya tadi terdesak kini sudah tidak begitu terdesak.


Tanpa sepengetahuan mereka seseorang dari jarak jauh menembak ke arah daddy Paulinus. Mereka semua terkejut melihat daddy Paulinus tertembak.


dor


akhhhhh


" Daddy.." panggil mommy Paulina dan Patrick serempak


" Paul." Panggil daddynya Paulinus bersamaan

__ADS_1


__ADS_2