Tiga Anakku Yang Sangat Tampan

Tiga Anakku Yang Sangat Tampan
Kita Banyak Bersyukur


__ADS_3

" Silahkan ikuti suster." Ucap dokter tersebut


" Terima kasih atas bantuannya kamu memang menantu kami yang baik." Ucap tuan besar Axelo sambil menggenggam mommy Paulina.


" Sudah seharusnya seorang istri membantu suaminya dad." ucap mommy Paulina sambil tersenyum dan membalas genggaman tuan besar Axelo.


Mommy Paulina berjalan mengikuti perawat tersebut untuk di ambil darahnya. Belum ada setengah jam mommy Paulina sudah kembali ke ruang UGD dan duduk di samping tuan besar Axelo mertuanya.


Tidak berapa lama datang Hendrik dan Maria menuju ke ruang UGD.


" Selamat malam tuan besar dan nyonya muda." Sapa Hendrik dan Maria bersamaan.


" Kak Hendrik dan Maria panggil aku Paulina jangan ditambahkan nyonya muda." Ucap mommy Paulina


" Maaf kami tidak pantas jika memanggilnya dengan sebutan nama saja." Ucap Hendrik


Mommy Paulina hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


" Baiklah, maaf telah mengganggu malam pertama kalian." Ucap mommy Paulina merasa tidak enak hati.


" Tidak nyonya muda, kami mengerti kenapa kami dihubungi. Bagaimana keadaan tuan muda besar Paulinus ?" tanya Hendrik kuatir.


ceklek


Ketika mommy Paulina ingin menjawab pintu ruang operasi terbuka dan tampak seorang dokter keluar dari ruang operasi dengan wajah lelahnya.


" Bagaimana keadaan putraku dok?" tanya tuan besar Axelo.


" Bagaimana keadaan suamiku dok?" tanya mommy Paulina bersamaan


" Keadaan sudah lumayan baik dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan." Ucap dokter tersebut.


" Terima kasih dokter." Jawab mereka serempak sambil tersenyum bahagia.


" Sama - sama, maaf saya pergi dulu mau mengecek kondisi pasien lainnya." Ucap dokter tersebut.


Mereka hanya menganggukkan kepalanya kemudian dokter tersebut meninggalkan mereka. Tidak berapa lama pintu operasi terbuka dua orang perawat mendorong brankar di mana daddy Paulinus masih memejamkan matanya karena masih ada efek obat biusnya.


Kini mereka berada di ruang perawatan VVIP mereka semua berdiri kecuali ibunya Paulinus yang duduk di samping ranjang putranya. Mommy Paulina menggenggam tangan suaminya dengan air mata tidak berhenti keluar.


Perlahan daddy Paulinus membuka matanya dan melihat sekelilingnya mencari istri yang sangat dicintainya.


" Sayang, kenapa menangis?" tanya daddy Paulinus lemah.


Mommy Paulina tanpa menjawab langsung memeluk suaminya.


" Hiks... hiks .. hiks... aku sangat takut kehilanganmu hiks... hiks..." Ucap mommy Paulina.


" Aku tidak mungkin meninggalkan istriku yang sangat cantik ini. Sekarang jangan menangis lagi ya?" Pinta daddy Paulinus sambil membalas pelukan istrinya.

__ADS_1


Mommy Paulina melepaskan pelukannya dan menatap wajah tampan suaminya.


" Apakah ada yang sakit?" tanya mommy Paulina dengan nada kuatir


" Tidak ada yang sakit sayang." Ucap daddy Paulinus sambil tersenyum dan menghapus air mata istrinya dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.


" Syukurlah mommy jadi tenang." Ucap mommy Paulina sambil membalas senyuman suaminya.


" Mommy, daddy." Panggil daddy Paulinus


" Hmmm mentang - mentang sudah ada istri mommy dan daddy dilupakan." Goda daddy Paulinus


Daddy Paulinus tidak menjawab ucapan daddynya hanya tersenyum malu sambil menggenggam tangan istrinya.


" Sudahlah dad, jangan goda putra kita, dulu daddy waktu masih muda begitu juga tidak memperdulikan orang tua daddy hanya mommy yang daddy perdulikan sampai mommy tidak enak dengan orang tua daddy." ucap istrinya


" Sudahlah mom jangan membuka kartunya daddy." ucap suaminya


" Berarti Buah jatuh tak jauh dari pohonnya yang artinya sifat anak tidak jauh dari orangtuanya. Makanya daddy jangan protes kalau sifat anaknya mirip dengan daddy." Ucap daddy Paulinus sambil tersenyum.


Orang tuanya hanya membalas senyuman putranya hatinya sangat bahagia semenjak kehadiran menantunya putranya lebih sering tersenyum begitu pula dengan Hendrik asisten yang paling setia karena Hendrik tahu bagaimana sifat tuannya.


" Hendrik dan Maria kok ada di sini?" tanya daddy Paulinus baru tersadar.


" Mereka membantu kita dad." Ucap mommy Paulina menjelaskan


" Tidak apa - apa tuan, karena itu tugasku untuk melindungi tuan sekeluarga." Ucap Hendrik


" Terima kasih ya Hen, gajimu bulan ini naik dan dapat bonus." Ucap daddy Paulinus


" Maaf tuan tidak perlu repot-repot saya menolongnya dengan ikhlas terlebih tuan besar dan nyonya besar sangat baik padaku jadi sudah sepantasnya aku membalas kebaikannya." Ucap Hendrik


" Tidak Hen, kamu pantas mendapatkannya anggap saja ini hadiah pernikahan untuk kalian." Ucap daddy Paulinus


" Tuan sudah memberikan hadiah yang sangat banyak apalagi semua acara pernikahan kami tuan menanggung semuanya." Ucap Hendrik merasa tidak enak hati.


" Aku tidak terima penolakan, sekarang kalian pulanglah dan lanjutkan malam pertama kalian." Ucap daddy Paulinus


" Sekali lagi terima kasih tuan, kalau begitu kami permisi dulu." Ucap Hendrik


Hendrik dan Maria berpamitan dengan ke dua orang tua daddy Paulinus kemudian dilanjutkan dengan daddy Paulinus dan mommy Paulina meninggalkan mereka di ruang perawatan VVIP.


" Daddy dan mommy istirahat saja biar aku yang menjaga suamiku." Ucap mommy Paulina


" Tapi kalau lelah bangunkan daddy agar daddy yang menjaga putra daddy." ucap ayahnya Paulinus.


" Baik dad." Jawab mommy Paulina patuh


Ke dua orang tua daddy Paulinus langsung istirahat di ranjang khusus menunggu pasien karena ruang perawatan VVIP tersebut sangat besar dan ada tiga ranjang, ranjang pasien dan dua ranjang untuk yang menunggu pasien.

__ADS_1


" Mommy, daddy sangat haus." Ucap daddy Paulinus manja.


" Ok." Jawab mommy Paulina sambil mengambil gelas yang sudah ada sedotan dan dimasukkan ke mulut suaminya.


Suaminya meminum hingga tersisa setengah gelas. Mommy Paulina meletakkan kembali gelasnya di meja.


" Mommy temani daddy tidur ya?" pinta daddy Paulinus sambil menggeserkan tubuhnya.


" Tapi daddy kan lagi sakit." Tolak mommy Paulina.


" Daddy tidak bisa tidur kalau tidak di peluk mommy." ucap daddy Paulinus manja.


" Kenapa daddy jadi manja?" tanya mommy Paulina sambil menatap wajah tampan suaminya sambil membelai wajahnya.


" Apakah tidak boleh manja dengan istri sendiri?" tanya daddy Paulinus


cup


" Boleh sayang, senang banget kalau manja denganku." Ucap mommy Paulina dan mengecup bibir suaminya sambil berbaring di samping suaminya.


Mommy Paulina menghadap suaminya sambil memeluknya begitu pula dengan suaminya.


" Kalau kita di kamar daddy ingin menerkam mommy." Ucap daddy Paulinus


" Aish...daddy sakit - sakit kok pikirannya masih mesum." Ucap mommy Paulina


" Apa hubungannya sayang? tidak sakit atau sakit namanya mesum tidak pernah hilang. Apa lagi mesum sama istri sendiri tidak masalah kan sayang?" tanya daddy Paulinus.


" Iya tidak salah sayang, ayo kita tidur." Ucap mommy Paulina sambil memejamkan matanya.


cup


" Selamat malam sayang." Ucap suaminya sambil mengecup bibir istrinya singkat.


" Selamat malam sayang." Ucap istrinya sambil tersenyum tanpa membuka matanya.


Tidak berapa lama mereka tidur sambil berpelukan. Tanpa mereka sadari dua pasang mata yang pura - pura tidur melihat perbincangan anak dan menantunya.


" Semoga putra kita dan menantu kita selalu diberi kebahagiaan." Ucap mommynya Paulinus.


" Amin. Kita sangat bersyukur mempunyai menantu yang baik dan perhatian dengan putra kita terlebih menantu kita sangat menghormati kita sebagai orang tua." Ucap daddynya Paulinus.


" Benar dad, di tambah lagi tiga cucu kita yang sangat tampan dan genius." Ucap mommynya Paulinus.


" Iya kita banyak bersyukur, kita tidur mommy sudah malam." Ucap daddynya Paulinus.


" Iya mommy juga sudah mengantuk." Ucap mommynya Paulinus.


Tidak berapa lama merekapun sudah tertidur pulas untuk menyambut pagi hari.

__ADS_1


__ADS_2