Tiga Anakku Yang Sangat Tampan

Tiga Anakku Yang Sangat Tampan
Pakai Darah Saya Saja Dok


__ADS_3

" Aku tidak apa - apa." Jawab daddy Paulinus sambil melawan mereka.


( " Si*l aku tidak bawa pengawal dan juga tidak bawa senjata." umpat daddy Paulinus dalam hati merutuki kebodohannya ).


" Daddy, istirahat saja biar kami bertiga yang melawan mereka." Ucap mommy Paulina dengan nada kuatir sambil melawan musuh - musuhnya.


" Daddy tidak bisa, lawan kita terlalu berat." Tolak daddy Paulinus sambil melawan rasa sakit karena punggungnya terkena tembakan dan berusaha melawan musuh - musuhnya.


Mereka berempat masih bertarung hingga tidak berapa lama daddy Paulinus merasakan tubuhnya seperti berputar - putar, mommy Paulina berusaha mendekati suaminya sambil menghindar dan menyerang kembali musuh - musuhnya.


bruk


Daddy Paulinus akhirnya ambruk dan tidak sadarkan diri untunglah tubuhnya langsung di tangkap oleh istrinya sehingga tidak terjatuh. Patrick yang melihat mommy dan daddynya dalam bahaya dengan gerakan lincah langsung berlari dengan cepat mendekati ke dua orang tuanya dan memukul musuhnya dengan telak ketika ingin menusuk pisaunya ke tubuh mommynya.


bruk


Musuh itupun langsung ambruk tidak sadarkan diri. Di saat genting datang bantuan baik dari anak buah daddy Paulinus maupun kedatangan Hendrik dan Maria.


" Tuan besar Axelo tolong bantu tuan muda besar Paulinus biar kami yang menghadapi mereka." Ucap Hendrik


" Baik." Jawab tuan besar Axelo


Tuan besar Axelo berjalan ke arah daddy Paulinus, mommy Paulina dan Patrick.


" Kita tinggalkan tempat ini." Perintah tuan besar Axelo sambil membantu mommy Paulina dengan memapah tubuh daddy Paulinus.


" Baik dad." Jawab mommy Paulina

__ADS_1


" Baik opa." Jawab Patrick


Mereka membawanya ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang pengemudi bersama mommy Paulina, Paulus dan Paskalis sedangkan tuan besar Axelo duduk di kursi pengemudi dan di samping pengemudi istrinya sambil memangku Patrick.


Tuan besar Axelo mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi agar mereka cepat sampai rumah sakit. Hanya membutuhkan waktu setengah jam mereka sudah sampai di rumah sakit.


Singkat cerita kini mereka sedang menunggu di ruangan ugd dengan perasaan kalut mengingat Paulinus banyak mengeluarkan darah segar terlebih dan tidak sadarkan diri.


" Hiks.. hiks.. Daddy..." ucap mommy Paulina sambil menangis tidak berhenti dirinya sangat takut kehilangan suami tercintanya.


" Berdoalah agar Paulinus selamat dan tidak mengalami luka serius." Ucap ibu mertuanya sambil memeluk menantunya dari arah samping dan mengusap punggungnya.


" Iya mom." Jawab mommy Paulina sambil membalas pelukan ibu mertuanya.


" Mommy, Paulus, Paskalis dan Patrick istirahat lah di ruang perawatan VVIP biar daddy dan Paulina menunggu Paulinus." Perintah tuan besar Axelo.


" Baik dad." Jawab istrinya


" Tapi Oma kami ingin menunggu daddy." Ucap mereka bertiga serempak.


" Kalian bertiga mengantuk nanti kalau daddy sudah sadar opa akan membangunkan kalian bertiga." Ucap tuan besar Axelo yang melihat ke tiga cucu kesayangannya menguap terus.


" Baik opa." Jawab ke tiga cucunya dengan patuh.


Akhirnya Oma dan ke tiga cucunya berjalan ke ruang perawatan VVIP untuk beristirahat tapi sebelumnya mereka membersihkan badannya terlebih dahulu kemudian mengganti pakaian mereka. Ruang perawatan VVIP ini khusus untuk keluarga besar karena itulah mereka menyimpan semua pakaian milik tuan besar Axelo, istrinya dan keluarga kecil daddy Paulinus.


Tuan besar Axelo duduk berdampingan dengan menantunya sambil menatap ke arah pintu UGD.

__ADS_1


" Istriku atau Mommy mertuamu waktu dulu melahirkan dua anak kembar anak pertama bernama Paulinus yang sekarang menjadi suamimu dan yang ke dua Paulonus. Paulinus lebih pendiam dan tidak pernah sedikitpun tersenyum beda dengan adiknya yang selalu murah senyum hanya saja Paulinus lebih pintar dalam bidang semua mata pelajaran dan selalu juara pertama sedangkan adiknya hanya beberapa mata pelajaran saja dan kalau juara paling juara ke tiga atau ke empat." ucap tuan besar Axelo.


" Hingga pada akhirnya umur anak kembar kami menginjak dua puluh lima tahun. Sahabat daddy datang dengan membawa istri dan putri mereka yang sangat cantik. Kami berempat berencana ingin menjodohkan dengan putra kami yang pertama dengan putri mereka tapi Paulinus tidak setuju karena dirinya belum tertarik dengan lawan jenis sedangkan Paulonus sangat tertarik dengan gadis itu dan akhirnya kami menikahkan mereka." sambung tuan besar Axelo.


" Dua tahun kemudian istrinya Paulonus melahirkan anak kembar dua sedangkan Paulinus masih sibuk dengan pekerjaannya tanpa mau memikirkan tentang pernikahan." sambung tuan besar Axelo lagi.


" Hingga daddy dan mommy berpikir apakah putraku sulit menemukan seseorang gadis yang benar - benar tulus mencintainya bukan karena kekayaan keluarga kami. Akhirnya mommy dan daddy menjodohkan lagi dengan sahabat sekaligus rekan bisnis awalnya menolak tapi karena mommy sakit barulah Paulinus setuju untuk tunangan tapi dengan syarat cukup keluarga inti tanpa ada acara hingga akhirnya kami bertemu denganmu." Ucap tuan besar Axelo.


" Sebelum mengenalmu, putraku selalu bersikap dingin, tidak pernah tersenyum dan selama hidupnya tidak pernah dekat dengan seorang wanita manapun. Dari sekolah hingga lulus kuliah sampai putraku bekerja tidak pernah membawa seorang wanita namun ketika bertemu pertama kali dengan ke tiga kembar genius dan kamu wanita yang sangat dicintai oleh anakku, mommy dan daddy baru kali ini melihat Paulinus tersenyum bahagia dan bisa berdekatan denganmu. Apalagi mommy dan daddy baru tahu kalau ternyata anak kami mengalami alergi dan kamu adalah obatnya." Ucap tuan besar Axelo.


" Alergi jika Paulinus bersentuhan dengan seorang gadis atau wanita maka kulitnya akan memerah dan gatal - gatal tapi ketika bersentuhan dengan dirimu maka alergi itu tidak bereaksi sedikitpun karena itulah kami sebut kamu adalah obat mujarab untuk anak kami." ucap tuan besar Axelo mengakhiri ceritanya.


Mommy Paulina hanya menganggukkan kepalanya terlebih dirinya sudah tahu dari mommy mertuanya tapi dirinya tidak mungkin mengatakan ke daddy mertuanya. Tidak berapa lama ruang UGD terbuka tuan besar Axelo dan mommy Paulina langsung berdiri dan mendekati dokter tersebut.


" Bagaimana keadaan putraku?" tanya tuan besar Axelo


" Bagaimana keadaan suamiku dok?" tanya mommy Paulina secara bersamaan.


" Tuan muda besar Paulinus pelurunya sudah berhasil di ambil tapi maaf kami kekurangan stok darah golden blood atau darah emas." ucap dokter tersebut menjelaskan.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Bukan darahnya yang berwarna emas, dalam istilah medis golongan darah ini disebut Rh-null karena tak adanya rhesus antigen pada sel darah merah.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


" Bukankah stock darah golden blood selalu tersedia?" tanya tuan besar Axelo

__ADS_1


" Ya benar tadi kami sudah memakainya waktu mengambil peluru tuan muda besar Paulinus tapi ternyata masih kurang karena tuan muda besar Paulinus banyak kekurangan darah karena agak lama ditangani." ucap dokter tersebut menjelaskan.


" Kalau begitu pakai darah saya saja dok." ucap mommy Paulina.


__ADS_2