Tiga Anakku Yang Sangat Tampan

Tiga Anakku Yang Sangat Tampan
Pernikahan Hendrik dan Maria


__ADS_3

" Tapi maaf tuan saya belum menyiapkan semuanya. Habis makan siang saya dan Maria akan pergi ke mall untuk membeli cincin." Ucap Hendrik


" Tenang saja semua sudah dipersiapkan oleh tuan Paulinus." Ucap tuan Alex


" Nak Hendrik dan Maria cukup datang ke hotel bersama kami." Ucap ibunya Maria


Hendrik hanya bengong dirinya benar - benar sangat terkejut sekaligus terharu dengan tuan muda besar Paulinus dan ke tiga anak kembar yang sangat perduli padanya. Membuat Hendrik berjanji dalam hati untuk setia walau nyawa menjadi taruhannya.


" Sudah jangan bengong, mari kita makan bersama." Ucap tuan Alex sambil menepuk bahu Hendrik


" Baik tuan." Jawab Hendrik


" Sebentar lagi nak Hendri jadi menantuku jadi panggil dengan sebutan daddy sama seperti putriku memanggilku." Ucap tuan Alex


" Baik tuan... eh daddy." Ucap Hendrik dengan gugup karena belum terbiasa.


" Nak Hendrik juga harus memanggilku dengan sebutan mommy." Jawab mommynya Maria.


" Baik nyo eh mommy." Jawab Hendrik sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Hati Hendrik tersentuh dengan orang tua Maria karena sangat baik dan mau menerima dirinya. Ketakutan yang dulu kini sudah tidak lagi hatinya sangat bahagia karena sudah tidak ada lagi halangan untuk mereka menikah.


Merekapun berjalan ke ruang makan dan makan dalam diam tidak ada satupun yang berbicara. Selesai makan orang tua Maria berjalan menuju ke kamarnya sedangkan Maria mengantar Hendrik menuju ke kamar tamu.


ceklek


Maria membuka pintu kamar tamu dan masuk ke dalam kamar tamu diikuti oleh Hendrik.


" Darling ini kamarnya, pakaian darling simpan saja di dalam lemari." Ucap Maria


" Nanti saja aku simpan." Ucap Hendrik sambil memeluk Maria dari arah belakang karena posisi Maria membelakangi Hendrik.


" Darling, apa yang darling lakukan ." Ucap Maria


" Darling, aku kangen banget sama kamu." bisik Hendrik sambil menciumi leher Maria


" Darling ahh.. jangan di buat merah nanti malam kita akan bertunangan." Ucap Maria sambil mendesah.


" Tenang darling." Ucap Hendrik sambil mendorong tubuh Maria ke arah ranjang kemudian menindihnya.


" Darling." panggil Maria sambil mengalungkan ke dua tangannya ke leher Hendrik.


" Sejak pertama kali kita melakukan itu membuatku ketagihan." bisik Hendrik sambil memainkan ke dua gunung kembar milik Maria.

__ADS_1


Maria menikmati sentuhan Hendrik yang membuat tubuhnya menginginkan lebih.


" Bolehkah aku?" tanya Hendrik


Maria hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju. Merekapun melakukan kegiatan suami istri hingga satu jam lamanya barulah lahar milik Hendrik keluar.


cup


" Secepatnya kita menikah." Ucap Hendrik sambil mengecup bibir Maria dan memeluknya


Maria hanya menganggukkan kepalanya dan dada bidang Hendrik di jadikan bantalan Maria dan tangan kanannya memeluk tubuh polos kekasihnya. Tidak berapa lama mereka pun tertidur pulas kalau Maria lelah habis melakukan hubungan suami istri sedangkan Hendrik lelah karena dirinya kurang tidur memikirkan Maria yang tiba - tiba menghilang.


Tidak terasa hari sudah sore, Maria perlahan membuka matanya dan melihat kekasihnya masih setia memejamkan matanya.


" Aku tidak sabar menikah denganmu karena aku mencintaimu." ucap Maria sambil tersenyum


" Aku juga tidak sabar menikah denganmu karena aku juga sangat mencintaimu." Ucap Hendrik sambil tersenyum dan membuka matanya.


" Maaf mengganggu tidurmu." ucap Maria


" Aku juga sudah bangun jadi santai saja. Oh iya menurutmu bagaimana kalau kita menikah menunggu nyonya muda besar sadar dari komanya? karena tuan muda Paulinus pasti sibuk mengurus istri dan ke tiga anak kembarnya." ucap Hendrik


" Tidak apa - apa darling terlebih aku juga belum bisa menikah dengan darling karena sahabat baikku belum sadar dari komanya." Ucap Maria


cup


" Sudah sore darling, aku akan ke kamarku karena nanti malam kita akan bertunangan." Ucap Maria sambil melepaskan pelukannya


" Baiklah." Jawab Hendrik sambil melepaskan pelukannya.


Maria dan Hendrik memakai pakaian yang berserakkan di lantai kemudian Maria keluar dari kamar Hendrik menuju ke kamarnya yang kebetulan kamarnya bersebrangan dengan kamar Hendrik. Setelah agak lama Hendrik baru keluar dari kamar menuju ke garasi mobil untuk mengambil kopernya.


Singkat cerita kini Maria dan Hendrik resmi bertunangan. Hendrik tidak mengira kalau orang tua Paulinus bersama ke tiga anak kembar yang sangat tampan datang menghadiri acara pertunangan mereka.


xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx


" Aku berhutang Budi dengan mereka." Ucap Hendrik


" Benar darling." Ucap Maria


" Aku sangat berharap nyonya muda besar Paulina segera sadar agar kita segera menikah." Harap Hendrik.


" Amin." Jawab Maria

__ADS_1


Tidak berapa lama ponsel milik Hendrik berbunyi. Hendrik mengambil ponselnya di saku jasnya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya.


Tuan Muda Besar Is Calling


" Tuan muda besar telephon." Ucap Hendrik


" Angkatlah siapa tahu penting." Ucap Maria


" Ok. " Jawab Hendrik


Hendrik menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan ponselnya ke telinganya.


" Selama siang tuan." Sapa Hendrik


" Istriku sudah sadar jadi secepatnya kalian menikah." ucap daddy Paulinus


" Benarkah tuan?" tanya Hendrik tidak percaya mendapatkan kabar yang sangat membahagiakan.


" Benar, pakailah gedung Alexander William untuk acara pernikahan kalian." Ucap Hendrik


" Apakah tidak terlalu mewah tuan?" tanya Hendrik


" Kamu sudah aku anggap saudara sedangkan calon istrimu adalah sahabat istriku dan aku sangat berhutang budi padanya karena di saat istriku butuh sandaran calon istrimu selalu ada menemaninya. Jadi kamu dan Maria pantas mendapatkan kemewahan termasuk catering, dan sepasang pakaian pengantin dan juga undangan pernikahan." Ucap daddy Paulinus


" Terima kasih banyak tuan." Jawab Hendrik terharu


" Kini kamu berundinglah dengan Maria untuk menentukan tanggal pernikahan kalian setelah kalian sudah menentukan tanggal pernikahan temuilah tuan David Guetta untuk mencetak undangan pernikahan dan juga temui nona Aliana untuk membicarakan catering. Semua menjadi tanggungan keluarga kami jadi kamu tenang saja." Ucap daddy Paulinus


" Sekali lagi terima kasih banyak tuan, semoga tuan dan nyonya bahagia selalu." ucap Hendrik terharu.


Sebulan Kemudian


Tidak terasa hari ini merupakan hari bersejarah dan dinantikan buat Hendrik dan Maria karena mereka kini resmi menikah dan menjadi sepasang suami istri.


Pernikahan Hendrik dan Maria di gelar sangat mewah banyak tamu undangan datang dari rekan bisnis, sahabat maupun keluarga handai taulan untuk menyalami Hendrik dan Maria untuk mengucapkan selamat atas pernikahan mereka berdua.


Walau ada orang yang memuji pasangan pengantin baru ada juga yang diam - diam iri dengan Maria karena telah berhasil menikah dengan Hendrik karena Hendrik adalah, pria tampan yang digilai oleh para gadis dan para wanita.


Bukan Maria saja yang membuat mereka iri hati atas keberuntungan menikah dengan Hendrik, para gadis dan para wanita banyak yang iri hati terhadap mommy Paulina karena berhasil menikah dengan pria yang sangat tampan dan sangat kaya raya sekaligus dingin dan sangat kejam tidak membeda - bedakan apa itu pria ataupun wanita. Walaupun daddy Paulinus sangat kejam dan dingin para gadis dan para wanita tetap memujanya.


Di sudut ruangan pesta pernikahan ada dua pasang mata menatap tajam dan dendam ke arah Hendrik dan Maria.


( " Walau kamu sudah menikah tapi aku yakin kalau kamu pasti masih mencintaiku dan kita pasti bisa bersama lagi seperti dulu dan kamu wanita murahan tersenyum bahagialah sekarang untuk hari ini karena suamimu besok akan menjadi milikku." ucap gadis itu dalam hati sambil menatap tajam ke arah Maria ).

__ADS_1


__ADS_2