
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya siang berganti sore semua penghuni mansion sudah mandi dan berpakaian dan kini mereka semua sudah berkumpul di ruang keluarga.
" Oh iya Rahul dan Raul apakah besok mau ke sekolah?" Tanya mommy Paulina
" Mau aunty tapi Rahul tidak ada pakaian seragam, buku - buku dan tas." Ucap Rahul
" Iya aunty." Ucap Raul
" Kalau begitu uncle akan mengajak kalian ke mall untuk membeli semua yang dibutuhkan." Ucap tuan muda besar Paulinus.
" Benarkah uncle?" Tanya Rahul dan Raul serempak.
" Benar, ayo kita pergi sekarang." Ajak tuan muda besar Paulinus.
" Kami ikut dad." Ucap ke tiga anak kembarnya serempak
" Mommy juga ikut." Ucap mommy Paulina
" Oma dan opa juga ikutkan?" Tanya Paulus, Paskalis dan Patrick serempak.
" Ikut donk." Jawab Oma dan opa serempak
" Paman Paulonus ikut juga?" Tanya ke tiga ponakannya serempak
" Apakah boleh?" Tanya paman Paulonus
" Tentu saja boleh ayo paman." Ajak ke tiga ponakannya sambil menggandeng pamannya.
Paman Paulonus merasa terharu melihat ke tiga ponakannya perduli padanya sedangkan ke dua putranya tidak memperdulikan apakah dirinya ikut atau tidak. Apakah ini hukum karma karena dulu semenjak menikah hingga mempunyai anak tidak pernah menghubungi ke dua orang tuanya jika orang tuanya menghubungi dirinya selalu mengatakan sibuk dan sibuk sehingga hanya berbicara tidak sampai lima menit.
" Kalau dua mobil tidak cukup, kita pakai dua mobil saja." Ucap daddy Paulinus sambil membuka pintu mobil belakang.
" Baik kak." Jawab Paulonus sambil membuka pintu mobil belakang.
Siapa yang mau ikut daddy?" Tanya daddy Paulinus.
" Kami dad." Jawab ke tiga putranya serempak dan masuk ke dalam mobil.
" Kami uncle." Jawab Rahul dan Raul serempak ikut masuk ke dalam mobil.
" Oma ikut kamu." Jawab mommynya Paulinus dan Paulonus tapi bingung mau duduk di mana.
" Biar opa bareng sama Paulonus." Ucap daddy Paulinus dan Paulonus kemudian membuka pintu depan samping pengemudi dan masuk ke dalam mobil kemudian menutupnya.
" Aku ikut paman saja." Ucap Paulus sambil keluar dari mobilnya.
" Kami juga kak ikut paman." Ucap Paskalis dan Patrick serempak ikut menyusul keluar.
Mereka bertiga keluar dari mobil dan masuk ke dalam mobil yang sudah di buka oleh pamannya sedangkan oma yang melihat Paulus, Paskalis dan Patrick keluar mobil ikut masuk menemani Rahul dan Raul.
__ADS_1
" Aku ikut suamiku." Ucap mommy Paulina duduk di kursi samping pengemudi.
Ke dua mobil itupun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke tempat mall. Mommy Paulina membelikan pakaian baru untuk Rahul dan Raul, tas dan buku - buku.
" Paulus, Paskalis dan Patrick mau membeli pakaian?" Tanya mommy Paulina
" Tidak mom." Jawab ke tiganya dengan serempak.
" Ok." Jawab mommy Paulina.
Selesai membeli barang - barang yang dibutuhkan daddy Paulinus membayar semua belanjaan ke dua anak kembar Paulonus.
" Mommy lapar." Ucap ke tiga anak kembarnya serempak
" Daddy lapar." Ucap ke dua anak kembarnya serempak.
" Kita makan di restoran itu saja." Ucap daddy Paulinus sambil menunjuk ke arah restoran favorit mereka.
Merekapun masuk ke dalam restoran dan sayang hanya ada satu meja kosong.
" Bagaimana ini dad, kursinya hanya ada delapan?" Tanya istrinya
" Ke dua orang tuaku, mommy dan anak - anak duduk dulu saja." Ucap daddy Paulinus
" Terus daddy dan Paulonus bagaimana?" Tanya mommy Paulina
" Gampang, tenang saja." Ucap daddy Paulinus.
" Aku ke toilet dulu." Ucap Paulonus sambil berjalan meninggalkan mereka.
" Ok." Jawab mereka serempak dan duduk di tempat masing - masing.
Mommy Paulina masih berdiri dan melihat sekeliling dan tanpa sengaja matanya menatap sahabat lamanya begitu pula dengan sahabat lamanya sedang menatap dirinya.
" Paulina." Panggil sahabatnya sambil berdiri dan berjalan ke arahnya yang kebetulan mejanya tidak jauh dari mejanya hanya berjarak dua meja.
" Angelina Williams." Panggil mommy Paulina sambil mendekati sahabatnya kemudian memeluknya begitu pula dengan sahabatnya setelah agak lama mereka melepaskan pelukannya.
" Selama sore tuan Paulinus." Sapa Angelina
" Siapa ya?" Tanya daddy Paulinus
" Maaf tuan saya Angel sekretaris di perusahaan cabang milik tuan." Ucap Angelina memperkenalkan dirinya.
" Oh ya kebetulan, mulai besok adakan rapat pemimpin saham dan memperkenalkan CEO baru." Ucap daddy Paulinus.
" CEO baru tuan?" Tanya Angel mengulangi perkataan bosnya.
" Iya dia adik kembarku namanya tuan Paulonus." Ucap daddy Paulinus.
__ADS_1
" Baik tuan, besok pagi saya akan memberitahukan ke para pemegang saham." Jawab Angel.
Tidak berapa lama Paulonus datang dan mendekati mereka.
" Oh ya kebetulan ini adik kembarku." Ucap daddy Paulinus
" Paulonus mulai besok kamu bekerja di perusahaan cabang dan nona Angel ini akan menjadi sekretarismu dan Angel kenalkan adik kembarku." Ucap daddy Paulinus.
" Angelina Williams, panggil saja Angel." Ucap Angel sambil tersenyum dan mengulurkan tangan kanannya.
" Paulonus." Ucap Paulonus dengan nada dingin sambil memperkenalkan dirinya tanpa membalas uluran tangan.
Angel hanya tersenyum dan menurunkan tangannya kembali.
" Angel kamu makan sendirian?" Tanya mommy Paulina mengalihkan perhatian karena tidak enak dengan sahabatnya karena adik iparnya tidak membalas uluran tangan padahal sahabatnya sudah terbiasa diperlakukan seperti itu.
" Iya aku sendirian, memangnya kenapa?" Tanya Angel
" Bagaimana kalau Paulonus mengobrol dengan Angel sambil membicarakan tentang pekerjaan karena besok sudah mulai bekerja di perusahaan cabang." Usul mommy Paulina ingin menjodohkan sahabatnya dengan adik iparnya Paulonus.
" Bagus juga idemu." Sambung daddy Paulinus
" Apakah Angel tidak keberatan?" Tanya mommy Paulina
" Tentu saja tidak keberatan." Ucap Angel
" Bagaimana denganmu adik ipar?" Tanya mommy Paulina.
" Sama tidak keberatan." Ucap Paulonus
" Baiklah silahkan duduk di sana." Ucap Angel dengan nada sopan.
" Ok." Jawab Paulonus singkat.
" Daddy kami ikut." Pinta Rahul dan Raul serempak sambil menatap sendu daddynya.
" Kalian berdua sama aunty." Ucap Paulonus
" Tapi..." Ucapannya terpotong oleh Angel.
" Tidak apa - apa, ayo ikut sama tante." Ajak Angel dengan nada lembut mendekati ke dua anak kembar kemudian berlutut agar sejajar dan ke dua tangan kanan dan kirinya mengusap rambut Rahul dan Raul.
" Apakah tidak merepotkan?" Tanya Paulonus
Paulonus ingat ketika dulu waktu istrinya pergi dan ke dua anaknya ingin ikut tapi di tolak oleh istrinya dan ketika anaknya menangis karena tidak di ajak membuat istrinya memaki ke dua putranya. Sejak saat itu ke dua putranya tidak pernah meminta atau menangis lagi sejak mommynya pergi lagi untuk jalan - jalan bersama teman sosialitanya.
" Kenapa repot? ke dua anak ini sangat tampan dan menggemaskan." Ucap Angel
" Bolehkah aku memeluknya?" Tanya Angel mengangkat kepalanya menatap wajah tampan Paulonus dengan sorotan mata memohon.
__ADS_1
" Tergantung ke dua putraku." Ucap Paulonus sambil memalingkan wajahnya.