
" Daddy tidak bekerja?" Tanya istrinya
" Ya ampun daddy lupa, daddy berangkat kerja dulu." Ucap suaminya.
Daddy Paulinus mencium punggung ke dua orang tuanya kemudian mengecup kening istrinya dan dilanjutkan dengan ke tiga putranya.
" Kamu mau ikut ke kantor?" Tanya daddy Paulinus ke adiknya
" Boleh." Jawab adiknya
" Daddy kami ikut." Pinta ke tiga anak kembarnya.
" Apakah kalian tidak lelah pulang sekolah?" tanya daddynya.
" Tidak dad." Jawab mereka dengan kompak
" Oma dan opa sepi donk." Ucap oma dengan wajah sendu
Ke tiga anak kembar genius mendekati Oma dan opanya dan masing-masing mengecup pipi oma dan opanya.
" Patrick kamu temani oma dan opa biar kak Paulus dan kak Paskalis temani daddy kerja." Ucap Paskalis.
" Baik kak." Jawab Patrick patuh
" Ayo daddy dan paman kita berangkat." Ajak Paskalis.
" Ayo sayang." Ucap daddy Paulinus sambil menggandeng ke dua tangan putra kembarnya.
" Kakak tidak salah membawa ke dua putra kakak ke kantor?" tanya adiknya Paulonus
" Tidak, nanti kamu akan tahu." Ucap kakaknya
" Apakah tidak akan merepotkan mengurus ke dua putra kakak?" tanya adiknya lagi
" Tidak, santai saja." Jawab kakaknya dengan nada santai
" Sayang, nanti makan siang daddy ingin makan xxxx dan makan xxxx." Ucap suaminya.
" Baik honey, nanti aku siapkan." Ucap istrinya.
cup
" Jangan lupa nanti malam mommy ada utang dengan daddy." Bisik suaminya sambil mengecup bibir istrinya singkat dan tangannya memeluk pinggang istrinya.
" Aish daddy malu ada mommy, daddy, adik ipar dan anak - anak kita." Bisik istrinya
" Daddy ayo berangkat kerja sudah siang jangan pacaran terus sama mommy." Ucap Paskalis sambil menarik tangan daddynya
" Aish... aish... siapa yang bilang kalau mommy dan daddy pancaran?" tanya daddynya
" Temanku cerita katanya mommynya sering berciuman dengan daddy dan katanya di kamarnya terdengar suara - suara aneh." Ucap Paskalis polos
" Paskalis kamu masih kecil tidak boleh membicarakan tentang itu dan tidak boleh melakukannya." Ucap daddynya.
__ADS_1
" Tenang daddy kami bisa menjaga diri." Ucap ke tiga putranya kompak.
Semua yang berada di situ hanya menepuk keningnya masing-masing.
" Kenapa anak kita gaya bicaranya seperti orang dewasaa." Ucap mommy Paulina sambil bersandar di bahu suaminya.
" Ya sudah kalian berangkat." Ucap orang tuanya mengalihkan perhatian.
" Baik daddy, mommy." Jawab daddy Paulinus sambil mengecup punggung tangan ke dua tangan orang tuanya.
" Baik Oma dan opa." Jawab ke dua cucunya sambil mengecup punggung tangan ke dua tangan Oma dan opanya.
Semua tidak luput dari perhatian Paulonus dan ada ada rasa iri di hatinya melihat keharmonisan kakaknya dengan istri serta ke tiga ponakannya.
( " Jika aku berangkat kerja istriku masih tidur dan ke dua putraku tidak pernah perduli. Keluarga ku hanya menemui diriku jika kehabisan uang." Ucap Paulonus dalam hati )
Singkat cerita kini mereka sudah sampai di perusahaan dan ke dua putra kembarnya duduk di sofa sedangkan daddynya duduk di kursi kebesarannya dan adiknya duduk berhadapan dengan kakak kembarnya.
" Kakak pekerjaan kakak banyak sekali?" tanya adiknya
" Memang benar, sekretarisku cuti makanya dokumennya menumpuk." Ucap kakaknya sambil mengerjakan satu persatu dokumen yang menumpuk.
" Daddy perlu bantuan?" tanya Paskalis
" Boleh, ini Daddy kasih laptop dan enam dokumen." ucap daddynya sambil berjalan ke arah sofa dan memberikan laptopnya juga enam dokumen.
" Baik daddy." Jawab Patrick sambil menekan tombol power agar komputernya menyala.
" Daddy aku pinjam laptopnya." Pinta Paulus
" Kakak kenapa dokumen di kasih ke putramu?" Tanya Paulonus
" Nanti adik akan tahu." Jawab kakaknya dengan nada santai.
" Adik mau ikut bantu?" Tanya kakaknya.
" Boleh, sini." Ucap adiknya penuh semangat.
Daddy Paulinus memberikan beberapa dokumen ke adik kembarnya.
" Daddy sudah selesai, ada yang lainnya?" Tanya Paskalis sambil berdiri dan berjalan ke arah daddynya.
" Coba paman lihat." Pinta Paulonus penasaran karena cepat sekali mengerjakannya.
Paskalis memberikan dokumen tersebut yang sudah di selesaikan ke paman Paulonus dan pamannya langsung memeriksanya.
" Sayang, ini daddy kasih lagi." Ucap daddy Paulinus sambil memberikan dua belas lembar dokumen.
" Baik dad." Jawab Paskalis sambil menerima dua belas lembar dokumen tersebut.
" Ini... ini ..... benar semua." Ucap Paulonus tidak percaya.
" Tentu benar, mana dokumennya mau aku tanda tangani." Pinta kakaknya dengan nada bangga.
__ADS_1
" Ini kak." Ucap adiknya sambil memberikan enam lembar dokumen yang dikerjakan oleh Paskalis
" Kak boleh aku bertanya?" Tanya adiknya penasaran.
" Silahkan." Jawab kakaknya sambil mengecek dan menandatangani dokumen.
" Kakak bertemu kakak ipar di mana? setahuku kakak alergi terhadap semua wanita?" Tanya adiknya penasaran
" Kami tidak sengaja bertemu dan ketika tidak sengaja aku menyentuhnya aku tidak alergi karena itulah aku menikah dengannya." Ucap kakaknya yang tidak mau menjelaskan lebih detail karena bagaimanapun dirinya tidak ingin nanti istrinya direndahkan oleh orang lain terlebih saudaranya.
" Kenapa kakak menyerahkan semua harta kakak ke kakak ipar? apakah kakak tidak takut jika suatu saat nanti kakak ipar selingkuh dan menendang kakak?" Tanya adiknya
" Aku percaya istriku tidak melakukan itu." Ucap kakaknya dengan nada yakin
" Kenapa kakak seyakin itu?" tanya adiknya
" Istri kakak tidak seperti wanita lain yang hobbynya belanja barang - barang mewah padahal kakak memberikan dua kartu kredit tanpa batas dan kartu debit." Ucap kakaknya.
" Bukankah aneh kalau wanita tidak belanja? Bukankah semua wanita sangat hobby belanja?" Tanya adiknya.
" Selama kami menikah istriku tidak pernah belanja jika aku bertanya selalu berkata : Sayang, tas branded, pakaian branded, perhiasan mewah aku sudah punya semuanya jadi lebih baik uangnya di tabung." Ucap kakaknya menirukan ucapan istrinya
" Apakah kakak pernah memaksanya untuk belanja?" Tanya adiknya
" Dulu sering tapi seminggu ini tidak." Ucap kakaknya
" Kenapa?" Tanya adiknya
" Karena istriku tetap bersikeras tidak mau belanja." Ucap kakaknya
" Tapi benarkah kakak ipar belanja?" tanya adiknya penasaran
Kakaknya menghembuskan nafasnya dengan perlahan karena adiknya mengganggu pekerjaannya.
" Daddy sudah selesai." Ucap Paskalis sambil memberikan dua belas lembar dokumen.
" Terima kasih sayang, kamu duduk di sini saja dan kerjakan dokumen daddy." Ucap daddy Paulinus sambil berdiri dan memijat keningnya.
" Baik dad." Jawab Paskalis sambil duduk di kursi kebesaran milik daddynya.
Daddy Paulinus duduk di sebelah adik kembarnya sambil menatap adiknya.
" Istriku pernah memakainya tapi jarang." Ucap kakaknya
" Belanja apa kak?" Tanya adiknya
" Belanja untuk keperluan dapur dan membelikan makanan yang sangat banyak untuk orang - orang miskin." Ucap kakaknya dengan nada sabar.
" Apa??" teriak adiknya
" Ssttt.." Ucap kakaknya
" Maaf... kalau ke tiga putramu bagaimana?Maksudku aku melihat anakmu sangat genius." Ucap adiknya sambil menunjuk ke arah depan di mana jari jemari mungil Paskalis sangat lincah di keyboard laptop.
__ADS_1
" Ke tiganya genius tapi masing - masing ada kelebihan." Ucap kakaknya dengan nada bangga.
" Kelebihan apa kak?" Tanya adiknya penasaran