Tiga Anakku Yang Sangat Tampan

Tiga Anakku Yang Sangat Tampan
Hendrik dan Maria


__ADS_3

" Iya benar selama delapan bulan mommy tidak sadar." Ucap daddy Paulinus.


" Daddy, kenapa daddy sekarang terlihat kurus? Ke tiga anak kita kemana dad?" tanya mommy Paulina.


" Daddy tidak ***** makan sejak mommy mengalami koma dan mengenai ke tiga anak kita mereka berangkat ke sekolah." Jawab daddy Paulinus.


Mommy Paulina hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


" Mommy, kenapa memeluk daddy waktu kita mengalami kecelakaan?" tanya daddy Paulinus


" Karena mommy tidak bisa kehilangan orang yang sangat mommy cintai." Ucap mommy Paulina


" Tapi lain kali jangan lakukan itu karena daddy sangat takut kehilangan mommy." pinta daddy Paulinus


" Baik daddy." Jawab mommy Paulina walau hatinya tetap akan melakukan hal itu melindungi suami, ke tiga putranya dan juga ke dua mertuanya walau nyawa menjadi taruhannya.


" Daddy akan panggilkan dokter untuk mengecek kondisi mommy." Sambung daddy Paulinus.


Daddy Paulinus menghubungi dokter untuk datang. Belum ada dua menit dokter dan perawat sudah datang karena mereka menginap di mansion milik daddy Paulinus untuk diperkerjakan merawat istrinya.


Dokter itupun memeriksa keadaan mommy Paulina setelah sepuluh menit perawat itupun melepaskan semua selang yang menempel di tubuh mommy Paulina kecuali selang infus.


" Keadaan nyonya sudah mulai membaik, besok belajar menggerakkan tubuh nyonya karena sudah lama nyonya tidak sadar dari komanya." ucap dokter itu menjelaskan.


" Terima kasih dok." Jawab mommy Paulina sambil tersenyum


" Kalau begitu kami permisi." Jawab dokter tersebut sambil tersenyum membalas senyuman nyonya Paulina.


Mommy Paulina hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum sedangkan daddy Paulinus seperti biasa datar dan dingin.


" Mommy, kenapa mommy senyum sama dokter itu? dan juga buat apa mommy mengucapkan terima kasih dokter itu kan sudah daddy bayar mahal." Protes daddy Paulinus dengan nada cemburu dan ada juga ada nada kesal.


" Suamiku yang sangat tampan dan baik hati, mommy tersenyum sebagai ungkapan terima kasih karena telah merawat mommy. Walau daddy sudah membayarnya sangat mahal tapi ucapan terima kasih bisa membuat orang itu merasa di hargai." Ucap mommy Paulina sambil tersenyum dan menggenggam tangan suaminya.


Daddy Paulinus tersenyum mendengar ucapan istrinya membuat dirinya sangat bahagia dan tidak salah memilihnya sebagai istrinya.


" Daddy tidak berangkat kerja?" tanya mommy Paulina karena melihat suaminya memakai pakaian kantor.


" Tidak, mommy sudah sadar dan daddy akan menemani mommy." Ucap daddy Paulinus sambil tidak henti-hentinya tersenyum karena sangat bahagia istri yang sangat di cintainya sudah sadar dari komanya.


" Tidak daddy harus kerja kalau kerjaannya sudah beres daddy bisa menemani mommy." Tolak mommy Paulina dengan nada lembut.


" Tapi daddy ingin menemani mommy." Ucap daddy Paulinus

__ADS_1


" Daddy, mommy tahu kalau daddy pasti hari lagi ada meating. Jadi mommy minta pergilah ke kantor." Ucap mommy Paulina


" Memang benar hari ini ada meating tapi daddy akan memerintahkan Hendrik untuk mewakilinya." Ucap daddy Paulinus bersikeras.


Mommy Paulina hanya menghembuskan nafasnya perlahan kemudian menutup matanya karena enggan berdebat apalagi sampai ribut dengan suami yang sangat dicintainya.


" Mommy marah sama daddy?" tanya daddy Paulinus menatapnya dengan sendu.


Mommy Paulina membuka matanya dan melihat mata sendu suaminya membuat dirinya tidak tega.


" Honey, maukah honey memelukku sambil berbaring?" tanya mommy Paulina mengalihkan pembicaraan.


Wajah daddy yang awalnya sendu langsung berubah bahagia mendengar ucapan istrinya yang sangat dicintainya.


" Benarkah apa yang mommy katakan?" tanya daddy Paulinus masih tidak percaya.


" Iya honey, mommy kangen di peluk daddy." Ucap mommy Paulina


Tanpa menjawab daddy Paulinus membuka jasnya kemudian di letakkan secara asal setelah selesai daddy Paulinus melanjutkan membuka dasi, beberapa kancing kemeja atas dan juga kancing di ke dua tangannya.


Daddy Paulinus menghubungi asisten pribadinya yang bernama Hendrik untuk menghandle semua pekerjaan kantor dan juga mewakili dirinya untuk meating dengan perusahaan Elang Angkasa. Selesai menghubungi daddy Paulinus berbaring di samping istrinya sambil memeluknya.


xxxxxxx


Di tempat yang berbeda Hendrik sudah berada di kantor sejak pagi tadi dan menunggu tuan muda besar Paulinus untuk datang karena hari ini ada meating dengan perusahaan Elang Angkasa.


Hendrik menghembuskan nafasnya dengan kasar setelah menerima telepon dari atasannya karena bosnya tidak mau tahu kalau dirinya banyak pekerjaan yang menggunung belum lagi asisten yang membantunya mendadak berhenti dengan alasan ibunya sakit parah dan ingin merawatnya.


" Hahh... sungguh sangat menyebalkan setengah jam lagi mau meating sedangkan dokumen menumpuk segunung belum aku kerjakan sama sekali." Keluh Hendrik


" Kenapa sih asisten ku pakai berhenti segala." Omel Hendrik sambil menatap tumpukan dokumen tanpa ada minat untuk mengerjakan pekerjaan kantor.


Tiba - tiba ponselnya berdering tanpa melihat siapa yang menghubungi dirinya Hendrik langsung menggeser tombol berwarna hijau.


" Hallo." Panggil Hendrik tidak semangat


" Hallo darling? ada apa kok pagi - pagi tidak semangat?" tanya Maria


" Ini darling bosku tega banget pakai acara libur segala." Adu Hendrik dengan nada manja.


" Mau aku temani tidak?" tanya Maria


" Boleh darling, aku tunggu ya." Ucap Hendrik sambil tersenyum setidaknya ada yang bikin semangat untuk bekerja.

__ADS_1


" Ok." Jawab Maria singkat


tut tut tut tut tut


Sambungan komunikasi pun langsung terputus tanda mengakhiri obrolan mereka berdua. Hendrik menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya dan mengambil satu dokumen untuk dikerjakan.


tok


tok


tok


" Masuk." Ucap Hendrik


ceklek


Maria membuka pintu ruang wakil CEO dan melihat tunangannya dalam suasana hati yang tidak enak di pandang mata.


" Darling kenapa?" tanya Maria sambil berjalan mendekati tunangannya.


" Lihatlah darling dokumen yang menumpuk di meja." Ucap Hendrik sambil berdiri dan mendekati tunangannya kemudian memeluknya.


" Mau aku bantu darling?" tanya Maria


" Apakah darling bisa mengerjakannya?" tanya Hendrik


" Sepertinya tidak bisa darling." Ucap Maria berbohong.


" Lho katanya mau membantu." ucap Hendrik


" Iya bantu doa dan bantu melihat darling mengerjakan pekerjaan kantor." Ucap Maria sambil tersenyum menggoda tunangannya


" Kamu senang banget menggoda tunanganmu." ucap Hendrik sambil mencubit hidung mancung tunangannya dengan gemas


" Darling, aku mau meating dulu. Darling di sini ya tungguin aku selesai meating." Ucap Hendrik


" Ok." Jawab Maria singkat


cup


Hendrik mengecup bibir tunangannya kemudian melangkahkan kakinya menuju ke ruang meating. Maria duduk di kursi kebesaran milik tunangannya kemudian mengerjakan dokumen satu demi satu hingga tidak terasa dua jam lebih lamanya akhirnya Maria selesai mengerjakan semua pekerjaan kantor milik tunangannya.


Maria turun dari kursi kebesaran milik tunangannya kemudian berjalan ke arah jendela yang menghadap jalan raya sambil meregangkan otot-otot nya yang terasa kaku.

__ADS_1


grep


" Maaf ya darling kalau lama meatingnya." Ucap Hendrik sambil memeluk tunangannya.


__ADS_2