Tiga Anakku Yang Sangat Tampan

Tiga Anakku Yang Sangat Tampan
Kita Satu Keluarga


__ADS_3

" Iya aku serius untuk bercerai denganmu dan tunggulah sebentar lagi pengacara akan datang." Ucap Paulonus.


Tiba - tiba kepala pelayan datang menemui mereka bertiga.


" Maaf tuan - tuan dan nyonya, pengacara keluarga sudah datang." Ucap kepala pelayan sambil menundukkan kepalanya tanda hormat.


" Bawa ke sini." Perintah daddy Paulinus


" Baik tuan." Jawab kepala pelayan sambil menundukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan mereka bertiga.


" Ini pasti ulah kakakmu dan juga kakak ipar, aku tidak terima!!!" Bentak istrinya


plak


plak


Suaminya menampar ke dua pipinya hingga ke dua sudut bibir istrinya mengeluarkan darah segar sedangkan daddy Paulinus hanya diam, acuh dan tidak memperdulikan mereka karena bukan urusannya.


" Kau berani menamparku? Baik kita bercerai tapi aku akan menuntut uang sepuluh milyar karena usaha keluargaku bangkrut karena ulahmu." Ucap istrinya sambil memegangi ke dua pipinya yang membengkak.


" Apakah kamu tidak tahu itu semua karena ulahmu yang selalu menghamburkan uang." Ucap suaminya naik satu oktaf.


" Kamu menyalahkan diriku?.. cihhhhh... kamu saja yang bodoh yang tidak mengelola perusahaan milik orang tuaku." Ucap istrinya naik satu oktaf juga.


" Diam!!! kepalaku pusing mendengar pertengkaran kalian, baiklah aku akan membayarmu sepuluh milyar tapi dengan syarat kamu pergi dari kehidupan adikku dan juga ke dua putramu." Ucap Paulinus dengan nada tegas


" Tidak masalah, aku juga tidak mau mengasuh ke dua putramu yang hanya menyusahkan aku saja." Ucap istrinya Paulonus sambil menunjuk - nunjuk ke wajah suaminya.


plak


" Kamu memang istri durhaka, aku sangat menyesal menikah dengan wanita busuk seperti dirimu." Ucap suaminya sambil menampar istrinya kembali.


" Kamu berani menampar diriku la..." Ucapan istrinya terpotong oleh kedatangan seorang pria paruh baya.


" Maaf tuan - tuan dan nyonya." Ucap pengacara


" Silahkan duduk pengacara." Ucap daddy Paulinus.


Pengacara itupun duduk di kursi kemudian mengeluarkan dua lembar kertas tentang pengajuan perceraian.


" Maaf tuan ini surat tentang perceraian yang tuan minta." Ucap pengacara tersebut memberikan dua lembar kertas ke daddy Paulinus.


" Yang ingin bercerai adik saya, ini dik kamu baca suratnya." Ucap kakaknya memberikan dua lembar kertas tersebut ke adiknya.


Adiknya menerima dan membacanya setelah selesai membaca adiknya tanpa ragu menandatangani surat tersebut di lembaran ke dua.

__ADS_1


" Kamu tanda tangani." Perintah suaminya


" Uang sepuluh milyar baru aku tandatangani." Ucap istrinya


" Pengacara berikan cek ke wanita ini sepuluh milyar." Perintah daddy Paulinus


" Baik tuan." Jawab pengacara tersebut.


Pengacara itupun memberikan cek dan menulis sejumlah sepuluh milyar sesuai permintaan tuan muda besar Paulinus.


" Ini tuan." Ucap pengacara sambil memberikan satu lembar cek ke tuan muda besar Paulinus.


Tuan muda besar Paulinus menandatangani cek tersebut dan memperlihatkan ke adik iparnya.


" Ini ceknya sudah ada dan silahkan tanda tangani surat itu." Ucap tuan muda besar Paulinus.


" Berikan dulu." Pinta adik iparnya.


Tuan muda besar Paulinus menghembuskan nafasnya secara perlahan kemudian memberikan cek tersebut ke wanita itu.


" Ini ceknya dan tanda tangani." Ucap tuan muda besar Paulinus sambil memberikan cek tersebut.


" Baik." Ucap adik iparnya sambil menerima cek tersebut.


( " ***Dasar kalian berdua bodoh setelah cek ini aku cairkan aku akan bersenang-senang dan ketika mau sidang pengadilan aku akan mengatakan ke pak hakim kalau aku dipaksa tanda tangani surat tersebut dan aku akan setuju mengikuti mereka jika memberikan uang dua kali lipat untukku." Ucap wanita itu dalam hati ).


Wanita itu tanpa membaca langsung menandatangani surat tersebut.


" Sudah, dan aku akan mencairkan cek ini." Ucap adik iparnya sambil memberikan dua lembar kertas tersebut ke pengacara.


" Cek itu bisa cair bila kalian berdua resmi bercerai." Ucap tuan muda besar Paulinus.


" Apa??? kalian menipuku." Pekik adik iparnya


" Siapa yang menipumu? aku melakukan itu karena berjaga - jaga di saat sidang kamu akan mempunyai niat busuk untuk membatalkannya." Ucap tuan muda besar Paulinus.


( " *Si*l bagaimana kakak iparku bisa tahu?" tanya adik iparnya dalam hati* ).


" Aku tahu apa yang kamu pikirkan, jangan kira aku bisa dibodohi oleh wanita licik sepertimu. Uang itu akan kamu terima jika kalian sudah bercerai, sekarang pergi dari mansion orang tua kami tanpa membawa ke dua putramu." Ucap tuan muda besar Paulinus.


" Tidak aku akan menyerahkan ke dua putraku jika kami sudah bercerai jadi untuk saat ini aku akan membawanya." Ucap adik iparnya.


" Tidak bisa." Tolak suaminya.


" Kalian bertiga bekerja sama untuk melakukan ini bukan?" ucap wanita itu

__ADS_1


" Kamu ada dua pilihan tinggalkan tempat ini atau aku akan mengirimkan rekaman cctv di mana kamu menyiksa ke dua putramu, baik di mansion ini ataupun di tempat kamu tinggal." ancam tuan muda besar Paulinus.


" Kamu tidak mungkin bisa melakukan itu." Ucap wanita itu.


" Siapa bilang?" Tanya tuan muda besar Paulinus sambil mengutak atik ponselnya dan memperlihatkan rekaman video cctv tentang wanita itu menyiksa ke dua putranya dan diperlihatkan ke adik iparnya.


" Jika video ini tersebar anda akan di tangkap dan aku bisa memastikan Anda akan membusuk di penjara." Ucap tuan muda besar Paulinus.


" Si*l baik aku akan pergi." Ucap adik iparnya


Adik iparnya berjalan ke arah kamar ke dua anak kembarnya tapi baru dua langkah terdengar suara suaminya.


" Jangan ke kamar putraku karena mereka tidak mau bertemu denganmu, pergi ke kamar dan bawa barangmu." Perintah suaminya


" Bagaimana pun mereka masih putraku." Ucap istrinya


" Sudah tidak lagi karena kamu bukan ibu yang baik buat mereka." Ucap suaminya.


" Satu langkah lagi ke kamar ponakanku polisi akan datang untuk menangkapmu." Sambung kakak iparnya.


" Baiklah aku akan pergi ke kamarku." ucap wanita itu sambil menahan amarahnya.


Wanita itu berjalan ke arah kamarnya untuk membawa semua barang - barang miliknya dan berjalan ke arah mereka.


" Aku akan pergi dari mansion ini tapi ingat aku tidak akan melupakan ini semua, tunggu pembalasanku." Ancam wanita itu


" Jika kamu berani mengganggu keluargaku jangan berharap kamu dan keluargamu akan selamat." Ucap ke dua kakak beradik tersebut.


Wanita itu hanya menatap suaminya dan kakak iparnya dengan tajam kemudian pergi meninggalkan mansion tersebut.


" Kalau begitu saya permisi dulu tuan." Pamit pengacara.


" Baik, aku tunggu kabar kapan sidang perceraiannya." Ucap Paulonus.


" Secepatnya sidang perceraiannya, tuan tunggu saja surat dari pengadilan." Ucap pengacara tersebut


Pengacara tersebut menundukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.


" Kita tunggu kabarnya saja dan mulai besok adik bekerja di perusahaan cabang sebagai CEO, nanti kakak akan memperkenalkan adik di perusahaan tersebut." Ucap kakaknya.


" Baik kak, sekali lagi terima kasih." Ucap adiknya dengan nada tulus


" Kita satu keluarga harus saling tolong menolong." Ucap kakaknya.


" Sekarang kita istirahat saja dan kebetulan urusan kantor sudah selesai." Ucap kakaknya sambil berdiri.

__ADS_1


" Baik kak." Jawab adiknya ikut berdiri.


Mereka berdua berjalan ke arah kamarnya masing - masing untuk beristirahat.


__ADS_2