Tobatnya Sang CEO

Tobatnya Sang CEO
Sampai Bali


__ADS_3

Sesampainya di Bali, Aruna dan Narayan langsung di antar ke resort yang berada di tepi pantai. Narayan sengaja memesan resort yang dekat dengan pantai karena ingin melihat pemandangan pantai dengan mudah. Aruna dan Narayan menempati kamar bersebalahan, tapi sebelum itu mereka makan terlebih dahulu di restoran yang tak kalah mewahnya juga dengan pemandangan laut yang begitu indah.


"Run, haduh, pemandangannya indah banget ya," ucap Narayan sambil menatap ke arah laut.


Aruna mengerutkan dahinya, ia juga ikut melihat pemandangan indah yang ada di depannya. Ada laut dengan gulungan ombak, ada juga beberapa bule dengan bikini sexy nya. Kira-kira pemandangan indah yang mana nih yang dimaksud Pak Nara, bule atau laut.


"Yang mana yang indah?" tanya Aruna. Narayan melirik Aruna.


"Itulah Run, kamu rabun jauh yah, seindah itu nggak kelihatan."


"Laut apa Bule bugil?" celetuk Aruna.


"Hih, piktor terus ih," ucap Narayan sedang terkekeh.


"Bukan piktor, tapi jawaban benar yang sangat berpeluang besar adalah bule," ucap Aruna sambil menaik turunkan alisnya.


"Tapi sexy ya Run." Narayan tergelak. Aruna memicingkan matanya, dasar playboy cap kuda terbang, bisa-bisanya memuji keseksian bule di depan Aruna, padahal tadi dipesawat bilang akan berubah.


"Nggak tau ya kalau di balik gamisku ini juga sangat seksih, Kim Kadarshian mah, aku kalah jauh😭," ucap Aruna dalam hati. Eits, semua wanita itu sexy dan cantik di mata laki-laki yang tepat.


Jikalau ada yang bilang, fisikmu jelek, masih kalah jauh. Hey wanita-wanita di seluruh Indonesia, kita itu bukan itu bahan perbandingan yah. Kita itu cantik. Semua cantik, semua sexy, jangan insecure yah. Tapi akan lebih cantik lagi jika dibarengi dengan attitude yang baik, Aruna jamin, aura kalian akan terpancar penuh kharisma.


"Sexy banget bos." Aruna sengaja meninggikan suaranya untuk menyindir bosnya. Tapi Narayan bukannya tersindir malah tertawa. Nggak peka.


"Tadi saya lagi lihat laut Run, tapi kamu malah bahas bule, suka mancing-mancing ih." Aruna menepuk dahinya. Kenapa jadi dirinya yang disalahkan.


"Tanpa saya bahas bule juga sinyal playboy bos kan sangat kuat," ucap Aruna membela diri.

__ADS_1


"Sudah ayo makan, kok kamu malah jadi cemburuan gitu sih Run, apa pesona saya sudah meracuni fikiranmu?" ledek Narayan. Aruna mencebikan bibirnya, ia tidak menjawab pertanyaan Narayan, ia lebih memilih untuk menyentong nasi lalu mengambil lauk pauk.


Aruna merasa kesal kenapa harus meladeni celetukan Narayan tentang indahnya pemandangan lautan tadi. Bos Nara jadi berfikir macam-macam dan mengiranya cemburu. Ah itu tidak mungkin.


Selesai makan Aruna berjalan ke arah gazebo yang lebih dekat lagi dengan pantai, Aruna ingin melakukan panggilan vidio call. Abah pasti senang melihat Aruna yang kini tengah berada di bali dan di fasilitasi penginapan mewah oleh perusahaan.


Panggilan berlangsung, Abah terlebih dahulu memberi salam saat muncul di layar ponsel Aruna. Arunapun menjawab salam Abah. Aruna lalu menunjukan pemandangan indah yang ada di bali melalui ponselnya.


"Insyaallah kapan-kapan Aruna bawa Abah dan Umi kesini yah," ucap Aruna yang langsung dijawab anggukan dan senyuman. Aruna lalu bercerita tentang keindahan Bali. Aruna juga meminta doa dari Abah dan Uminya lagi agar pekerjaannya di sini berjalan dengan lancar.


Saat aku sedang asyik bercerita dengan abah, tiba-tiba pak Nara nongol di belakangku, dan langsung menyapa abah dengan antusias.


"Abah," teriak Narayan. Abah langsung tersenyum.


"Assalamualaikum nak Nara, apakabar Nak?" tanya Abah. Narayan menjawab salam abah dan menjawab bahwa dirinya sedang baik-baik saja. Narayan juga menanyakan kabar Abah.


Aruna menghadap ke laut, merasakan hembusan angin laut, ia juga sambil mendengarkan obrolan Abah dengan bosnya.


"Tolong Abah titip Aruna ya Nara, kalau Aruna tidak baik tolong kasih tahu," ucap Abah. Aruna langsung terbatuk, haduh Abah tidak tahu saja jika Abah berpesan pada orang yang salah.


"Yang ada juga aku yang selalu kasih tau pak Nara Abah," gumam Aruna lirih.


"Iya bah, siap, dititipi seumur hidup juga Nara mau banget," ucap Narayan sambil terkekeh. Abahpun ikut terkekeh.


Obrolan mereka akhirnya berakhir karena Abah menyuruh Arunda dan Narayan istirahat, perjalanan jauh pasti membuat lelah.


Narayan mengembalikan ponsel Aruna, "Noh Run, Abah sudah titipkan kamu ke saya."

__ADS_1


"Abah belum tahu saja pak bos seperti apa," celetuk Aruna. Aruna lalu turun dari gazebo, berjalan menuju kamarnya. Narayan mengikuti Aruna dari belakang.


Belum juga sampai kamar, ada perempuan bule yang tiba-tiba ingin memeluk Narayan namun Narayan langsung menepisnya. Aruna menghentikan langkahnya karena mendengar kegaduhan, Aruna balik badan, dan ya benar saja, bosnya sedang berseteru dengan seorang wanita.


"Nara, aku masih cinta banget sama kamu, kenapa kamu cuma mempermainkan aku, kamu tega," ucap Wanita itu sambil menunjuk-nunjuk ke arah Narayan.


"Bianca, hubungan kita sudah selesai, jangan ngada-ngada kamu." Narayan hendak berjalan kembali tapi di peluk paksa oleh Bianca.


Narayan langsung menolak paksa juga. Bianca terlihat frustasi, ia langsung menjerit hingga pengunjung yang lain melihat ke arahnya. Narayan hanya geleng-geleng kepala tidak menggubris wanita bahenol itu.


"Nara, aduh kepala aku pusing." Kali ini Bianca menggunakan jurus andalannya untuk menarik perhatian Nara. Tapi sayangnya Narayan tetap saja berjalan hingga melewati Aruna.


"Nara..." Bianca tiba-tiba tergeletak. Aruna menengok ke belakang, Narayan tetap saja berjalan tidak berhenti sama sekali. Saat Aruna menengok ke arah Bianca, eh wanita itu sedang mengedipkan-ngedipkan matanya. Sialan, Bianca hanya sedang pura-pura.


Aruna menghampiri Bianca, ia berjongkok karena Bianca masih berakting pingsan.


"Pura-pura ngamuk gagal, pura-pura puyeng gagal, pura-pura pusing juga gagal, coba meninggoy beneran, pasti berhasil," ucap Aruna sambil terkekeh. Aruna langsung berdiri lalu lari ngibrit sebelum si bahenol bangun menerkam Aruna.


☘️ Bersambung...☘️


Jangan lupa like, komen dan Vote.


Jangan lupa juga share di sosmed kalian yah.


Salam sayang,


SantyPuji

__ADS_1


__ADS_2