Tobatnya Sang CEO

Tobatnya Sang CEO
Nasihat Kang Agus


__ADS_3

Di mobil kali ini kang Agus yang menyetir, khawatir dengan kondisi Nara yang melamun, kang Agus berinisiatif menyetir. Nara yang juga sadar diri dengan kondisinya, mengizinkan kang Agus membawa mobilnya untuk mencari hotel terdekat.


Sesekali sambil mencari hotel, Kang Agus juga memperhatikan Nara yang tengah menutup matanya sambil terus beristigfar dengan lirih.


"Ada hal-hal yang perlu kita terima tanpa perlu kita pahami. Percaya saja bahwa atas semua kejadian pasti tersimpan pembelajaran. Mungkin esok, lusa, seminggu, sebulan atau bahkan beberapa tahun lagi baru kamu mengerti tentang hal yang baru saja kamu lewati. Ketika kamu menyadarinya, mungkn kamu akan tersenyum lalu mengatakan, "Oh trnyata Allah ingin aku begini..." Terima saja apa yang terjadi hari ini, tutup matamu sekarang, niatkan untuk hari esok yang lebih baik, jalani seperti biasanya," ucap kang Agus.


Sebagai teman seperjuangan menjadi manusia yang lebih baik, kang Agus tidak ingin Narayan terlalu hanyut dalam sebuah masalah yang sedang menimpanya.


Nara melirik kang Agus, "Andaikan saja kita lebih cepat datang ke rumah Aruna Kang, pasti sekarang Aruna sudah menjadi calon istri saya Kang. Kenapa harus seperti ini kejadiannya, saya tidak menyangka, dan saya belum siap. Apa saya tidak ditakdirkan bahagia dengan wanita yang saya cintai. Allah memisahkan saya dengan ibu, kali ini Allah pisahkan saya dengan Aruna."


Nara menatap nanar ke arah jalan raya. Namun matanya tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya.


"Jangan membenci takdir karena tidak sesuai seperti yang di inginkan. Allah tak menyegerakan sesuatu kecuali itu yang terbaik,tidak melambat-lambatkan sesuatu kecuali itu yang terbaik juga. Jangan sedih, kehidupan ini, berjalan bukanlah sesuai dengan kehendak kita, namun atas kehendak Allah. Orang yang bahagia itu adalah orang yang bisa menerima takdirnya, takdir apapun yang Allah kasih, terima, terima saja, percayakan sama Allah."


Kang Agus tidak tahu sedalam apa luka hati Nara, sebagai teman, Kang Agus ikut prihatin melihat Nara yang benar-benar terlihat begitu sedih.


Nara terkekeh sembilu, "Kedua kalinya kehilangan wanita yang saya cintai Kang, perih kang. Saya butuh kasih sayang juga, sedari kecil saya tidak mendapatkannya. Selalu hilang, dibawa orang."


"Jika kehilangan sesuatu yang engkau cinta, ingatlah bawa pohon kehilangan semua daunnya dimusim gugur untuk mendapatkan daun yang baru di musim semi." Kang Agus terus saja menyemangati Nara. Kesedihan ini hanyalah sementara, esok lusa insyaallah bisa tersenyum kembali seperti biasa.


Nara terdiam, matanya masih fokus melihat ke arah jalan raya. Matanya kembali terpejam. Hatinya mulai bergemuruh.


Ya Allah, Aku menyayangi salah satu hamba Mu yang tak bisa aku raih. Dan sampai kapanpun takkan bisa aku miliki. Bisa kau jelaskan ya Allah? Kenapa dia hadir dalam hidupku. Hadirnya singkat, namun kepergiannya memberi luka yang begitu hebat.

__ADS_1


Kang Agus menghentikan mobilnya karena sudah menemukan hotel untuk menginap malam ini. Kang Agus mengajak Nara turun dari mobil. Mereka masuk ke dalam hotel, memesan 1 kamar dengan 2 tempat tidur.


Masuk ke dalam kamar, kang Agus mengajak Nara untuk tadarusan agar hati Narayan tenang.


"Semua sudah tertulis, lambungkan doamu, dan biarkan dia bertarung dengan takdir. hatimu hanya butuh berprasangka baik, karena siapa yang bertawakal pada Allah, tak akan menemukan kecewa di akhir. Percayalah..." ungkap Kang Agus sambil mengeluarkan kitab suci Al-Qur'an dari tas ranselnya.


Narayan masuk ke kamar mandi, berwudlu terlebih dahulu. Kang Agus sengaja mengajak Nara nderes bukan tanpa alasan. Kang Agus yakin membaca Al Qur’an ataupun mengaji dapat membuat tenang karena dengan melantukan ayat suci tersebut dapat menyadarkan bahwa dunia memang tempat manusia untuk berkeluh kesah. Hal ini terjadi karena nikmat Allah SWT yang ada di dunia sangat sedikit namun dibagi-bagi kepada banyak orang. Maka tidak heran jika di dunia ini merasa gelisah atau bersusah hati.


Justru pada saat itulah momen kembali kepada Allah SWT dan menyadari bahwa hidup di dunia bukan untuk selamanya, akan ada kematian yang senantiasa menanti. Dengan menyadarinya, masalah pasti tidak akan lagi terasa berat dan membuat diri semakin yakin mampu untuk menyelesaikannya. Saat itu juga akan merasa ada ketenangan hati yang tidak bisa digambarkan.


Sekarang bergantian. Kang Agus yang berwudlu. Nara memegang mushaf yang disediakan kang Agus sambil menunggu kang Agus selesai wudlu.


***


((Rasulullah SAW bersabda “Demi Zat Yang Jiwaku ada di Tangan-Nya, Allah SWT tidak menurunkan surah yang setara dengan surah Al Fatihah dalam Taurat, Injil, dan Zabur, bahkan dalam Al Qur’an.” (HR. Bukhari dan Muslim).


Setelah itu keduanya membaca surat Albaqarah sampai selesai.


Selesai membaca surat Albaqarah. Kang Agus meminta tolong pada Nara agar Nara membacakan arti dari surat Albaqarah ayat 286.


“Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”


"Allah percaya, kamu bisa melewati, dan kamu akan mendapatkan pahala dari apa yang akan kamu lewati ini, jika mau bersabar dan tetap berfikiran positif," ucap kang Agus. Nara mengangguk, akal sehatnya mulai jernih kembali, hatinya sudah mulai tenang.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


(Maaf sayangku semua, emak udah mulai masuk sekolah, lelah🤭 pulang sekolah, tidur 🤭 bangun tidur beberes🤭 ini lagi udah berapa hari, ngerjain ADM kelas, yg diketik ini itu banyak, lelah, obate tidur🤭 Tenang, karya ini akan tamat di sini, cuma ya gitu, kadang hiatus lama, mangap yeee)


Salam sayang, salam sehat selalu.

__ADS_1


Santy Puji.


__ADS_2