Tobatnya Sang CEO

Tobatnya Sang CEO
Roti Sobek


__ADS_3

"Assalamualaikum Aruna, nih buat kamu." Narayan pagi ini terlihat begitu fresh, dengan stelan kemaja warna navi, mengembangkan senyumnya di depan Aruna sambil memberikan satu kantong plastik berisi makanan.


"Waalaikumsallam, apa ini pak?" Aruna menerima kantong plastik dari Narayan, matanya melongok ke dalam isi kantong plastik.


"Tadi habis dari Maret-maret, mampir beli roti, buat dimakan sambil ngopi, saya belum sarapan Run, kesiangan." Aruna mendengus kesal, mengerucutkan bibirnya sambil ngedumel.


"Bangun pagi saja susah, bagaimana mau bangun rumah tangga." Mendengar dumelan Aruna, Narayan tergelak.


"Iya iya, makanya itu jadi pacar saya mau yah, biar tiap pagi ada yang bangunin." Narayan terkekeh sambil sesekali menaik turunkan alisnya.


"Saya nggak cari pacar bapak, bapak kan pacarnya sudah banyak, suruh aja mereka bangunin bapak."


"Idih nggak cari pacar, gimana nanti kalau nikah kalau nggak pacaran dulu, jangan sampai dapat kucing dalam karung Aruna."


Aruna melirik bosnya, "Maksud bos?"


"Ya pacaran juga perlu, biar lebih saling mengenal, lebih saling memahami, apalagi saya sebagai laki-laki, sangat butuh sekali memahami wanita, wanita kan sudah aneh-aneh sifatnya, moodnya juga suka berubah-ubah, saya nggak mau nanti malah banyak pertengkaran dalam rumah tangga karena ketidak cocokan," jawab Narayan.


"Tapi pacaran kan haram pak, saya nggak mau, bapak kalau mau ngajak saya pacaran mending balik kanan aja deh." Aruna sebal sekali dengan bosnya, ternyata sama saja niatnya hanya ingin dipacari.


"Ya nanti pasti saya nikahi."


"No..."


Narayan terkekeh, "Terus, cara saya biar mengenal kamu gimana? biar saya tau membahagiakan kamu itu dengan cara apa? biar kamu nggak marah-marah itu harus bagaimana? hayo gimana?"


"Bukan tanpa alasan, Allah memerintahkan Rosulullah untuk menikah setidaknya dengan 12 istri, bukan tanpa hawa nafsu, melainkan ini adalah perintah langsung dari sang pemberi wahyu. Tujuannya adalah untuk menjadikan suri tauladan bagi umatnya dan mengajarkan pada kita bagaimana cara untuk bisa memahami pasangan kita nanti. Sebab istri Rasulullah, telah mewakili sifat wanita di seluruh dunia, masih kurang? Allah turunkan surat An-nisa dalam Alquran khusus tentang wanita, tujuannya agar lelaki bisa memahami wanita dengan seluruhnya. Pacaran hanya akan menjadi peluang orang lain menyakiti hati kita, orang lain bisa menyakiti hati kita karena kita memberi peluang untuk disakiti."

__ADS_1


"Jadi?"


"Jadi ya, baca tentang kisah Rosulullah dan istrinya dan baca surat An-nisa dengan terjemahan dan tafsirnya jika ingin memahami wanita dengan baik, tanpa dipacari, gitu lhoo bos ku."


Narayan mengangguk, "Okeh, jika itu memang kemauan kamu, saya siap mempelajarinya. Walaupun berat."


Aruna tersenyum, "Bapak, menikah itu yang harus dipersiapkan adalah ilmunya, bukan hanya menyiapkan keribetan resepsi yang hanya untuk beberapa jam. Kebanyakan orang zaman sekarang, mereka hanya fokus menyiapkan souvernir, WO dan perlengkapan resepsi lainnya, padahal yang paling penting dipersiapkan dalam pernikahan adalah bagaimana cara mengarungi pernikahan tadi, ilmu tentang rumah tangga, ilmu menjadi suami yang baik yang mampu membimbing anggota keluarga."


"Tapi kamu mau menunggu saya? menunggu sampai saya benar-benar memiliki ilmunya kan Aruna?" ucap Narayan sambil tersenyum manis. Tuh kan, senyumannya membuat Aruna susah untuk menolak.


"Insyaallah..." Aruna mengacungkan jempolnya sambil tersenyum. Narayan kembali tersenyum, sepagi ini sudah saling tebar senyuman.


"Jangan lupa buatkan saya kopi ya Run, saya masuk dulu yah." Aruna mengangguk, Narayan lalu berlalu menuju ruangannya sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal. Mendapatkan Aruna memanglah sebuah tantangan. Rasanya Narayan harus belajar lebih keras lagi.


Aruna duduk kembali, lalu membuka kantong plastik yang diberikan Narayan tadi, ada roti sobek di dalamnya, Aruna tersenyum saat melihat bungkus Xari Roti nya dengan dua rasa, yaitu coklat dan keju, ada kata-kata gombalan di kemasannya.


Ambyar gaes. Narayan memang paling jagoan dalam hal gombal menggombal. Aruna menuju pantri membuatkan kopi untuk bosnya.


Selesai membuatkan kopi, Aruna menuju ruangan bosnya, baru saja akan membuka pintu, Aruna di kejutkan dengan wanita cantik yang baru datang tapi langsung masuk mendahului Aruna. Aruna juga ikut masuk ke dalam tanpa menghiraukan wanita itu.


Narayan terkejut ketika melihat ke arah pintu. Pintu terbuka, dua wanita sekaligus masuk ke dalam ruangannya. Satu mantan gebetannya, dan yang satu wanita yang sedang ia perjuangkan nantinya.


"Nara, aku nggak mau putus." Wanita itu mendekati Narayan, Narayan langsung berdiri. Nara takut Olivia berbuat macam-macam, ada Aruna di ruangannya. Aruna melirik keduanya.


"Terserah, yang penting aku sudah bilang kita sudah selesai, sudah sana cari laki-laki lain," ucap Narayan. Ucapan Narayan membuat Aruna senang, namun sekaligus sakit, semudah itu ternyata Narayan mencampakan wanita.


"Nara, aku cinta banget sama kamu, aku nggak bisa melupakan malam itu." Olivia mencoba menghampiri Narayan hendak memeluknya, tapi Narayan cegah. Hati Aruna semakin sakit saat mendengar Olivia mengatakan tentang malam itu, malam apakah yang dimaksud Olivia.

__ADS_1


"Maaf bos ini kopinya." Aruna segera meletakkan kopi yang ia buat di atas meja Narayan. Aruna tidak ingin mendengar atau melihat lebih jauh masalah Olivia dan Narayan. Aruna bergegas keluar dari ruangan Narayan.


"Aruna ... Na..." Narayan tahu jika Aruna marah padanya. Narayan mengusap wajahnya dengan kasar, lalu melirik Olivia. Narayan harus mencari cara agar Olivia mau meninggalkannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


☘️☘️Bersambung☘️☘️


(Alhamdulillah, Author sudah pulih, hayo ditunggu 100 komentarnya🤭 Semoga kalian sehat selalu)


Salam sayang,


SantyPuji.

__ADS_1


__ADS_2