Tobatnya Sang CEO

Tobatnya Sang CEO
Aruna Cemburu?


__ADS_3

Baru saja Aruna duduk di tempat kerjanya, tiba-tiba ada wanita cantik menghampirinya. Aruna menghela nafasnya dengan kasar, bertanya-tanya dalam hati apakah ini pacar bosnya atau siapa, tapi dari gelagat dan dandannya, ya fix ini pasti mencari pak bos.


Wanita itu tersenyum manis, semanis senyumanmu yang baca tulisan ini.🤭


"Mbak, Narayan nya ada?" tanya si wanita itu. Tapi belum sempat Aruna menjawab, Narayan ternyata keluar dari ruangannya, dan si wanita ini langsung menengok ke arah Narayan, lalu berlari kecil dan memeluknya, Aruna melihat ekspresi Narayan yang sedikit terkejut sambil meliriknya.


Aruna melirik keduanya dengan tatapan tidak suka, Aruna beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan menuju toilet.


"Aruna...Run..." teriak Narayan terus saja memanggil Aruna, tapi Aruna menghiraukannya.


"Sayang kamu kenapa sih? ada aku di sini, sebelum kamu ke Bali bukannya kamu nyuruh aku kesini." Secantik sexy terus saja menggelayut manja di lengan Narayan.


"Yunita, tolong jangan temui saya lagi, saya sebentar lagi anak menikah," ucap Narayan tegas. Yunita langsung terdiam, ia nampak terkejut mendengar pengakuan dari Narayan.


"Jangan bohong kamu, aku tau, ini cuma cara kamu biar hubungan kita putus kan?" Yunita menyunggingkan senyuman diujung bibirnya.


"Kita tidak pernah memiliki hubungan, jangan suka berhayal kamu, kali ini saya serius, saya akan menikah, jadi lebih baik kamu jangan ganggun saya lagi." Narayan kembali masuk ke dalam ruang kerjanya, ia mengunci pintu ruang kerjanya agar Yunita tidak bisa masuk ke dalam.


Benar saja, Yunita mengejar Narayan, ia menggedor-gedor pintu ruang kerja Narayan sambil mengucapkan umpatan-umpatan untuk Narayan.

__ADS_1


Lelah tidak dibukakan pintu juga, akhirnya Yunita pergi dari ruangan Narayan.


☘️☘️☘️


"Dasar buaya, tetep aja buaya," celetuk Aruna sambil menatap cermin di depannya. Aruna saat ini masih di toilet, ia masih kesal karena ternyata masih saja ada wanita-wanita yang selalu datang dan mengaku sebagai kekasih bosnya.


"Kemarin saja waktu di Bali, janji bakal ini itu. Omongannya kaya parfum isi ulang, wangi tapi palsu." Aruna menghentakan kakinya di lantai. Aruna lalu kembali bercermin, ia menanyakan dirinya sendiri, kenapa malah jadi tidak suka dengan situasi seperti ini, padahal sebelumnya sudah biasa seperti ini, apa yang terjadi dengan dirinya, apakah dirinya sudah mulai termakan janji manis Narayan Nugraha?


Aruna membuka peniti jilbabnya, lalu mencuci wajahnya, berharap pikirannya bisa jernih setelah mencuci muka. Selesai mencuci muka, Aruna kembali merapikan jilbabnya, setelah itu kembali ke meja kerjanya.


Baru saja duduk, telfon kantornya berdering, ternyata telfon dari bosnya, menyuruhnya untuk masuk ke dalam ruangan bos, membahas tentang pertemuan nanti siang di restoran Mega Mall.


Aruna menghirup nafas dalam-dalam, lalu mengeluarkannya perlahan, setelah itu bergegas menuju ruangan bosnya.


Si bos langsung berjalan menghampiri Aruna dengan wajah panik, ia menyuruh Aruna duduk di sofa.


"Run, maafin saya, itu tadi kesalahan saya, sebelum ke Bali sempat mengundang dia ke sini, tapi kan waktu di Bali saya sudah janji sama kamu mau berubah. Maafin saya yah." Narayan benar-benar menunjukkan rasa bersalahnya, tapi Aruna ragu untuk mempercayai ucapan Narayan.


"Untuk apa minta maaf, nggak perlu pak, oh ya tadi katanya mau bahas tentang meeting hari ini." Aruna mencoba mengalihkan pembahasan.

__ADS_1


"Maaf Run, saya kemarin sudah janji tapi malah ...."


"Bapak, kalau janji itu mudah dipegang, tidak akan ada yang jual materai 6000, sudah lupakan saja." Aruna lalu membuka berkas-berkas yang nanti akan dibawa saat meeting. Narayan menghela nafasnya, ia merasa bodoh sekali bisa sampai terjadi hal yang tidak disukai Aruna. Narayan akhirnya mengikuti mau Aruna, yaitu membicarakan masalah pekerjaan saja.


☘️☘️☘️


1 Jam membicarakan pekerjaan, membuat Aruna sedikit melupakan permasalahan tadi pagi. Tidak selayaknya juga ia harus marah, Narayan berhak menentukan wanita mana yang akan menjadi teman hidupnya.


"Run, tolong buatkan saya kopi yah!"


Aruna mengangguk.


"Tanpa gula."


Aruna mengerutkan dahinya, "Pahit banget nanti pak."


"Nggak apa-apa, ada kamu yang sudah manis," ledek Narayan sambil tersenyum. Dasar yah, Narayan memang paling jago membuat hati wanita bergetar.


Aruna ikut tersenyum juga, pertahannya sedang tidak kuat seperti biasanya, rasanya Aruna ingin menyublim saja mendengar gombalan bosnya.

__ADS_1


☘️Bersambung...☘️


(Maaf yah belum bisa up banyak-banyak, lagi banyak koreksian🙏)


__ADS_2