
"Mbak Hanin setiap pagi selalu marahin suaminya masalah handuk dan lemari berantakan, kalau saya jadi suami kamu Run, saya jamin pagimu akan selalu indah, nggak pake acara emosi," celetuk Narayan tergelak dan langsung mendapat pelototan dari kakaknya. Aruna hanya geleng-geleng kepala melihat bos dan kakaknya bertempur.
"Iya kan mbak?" Mbak Hanin mengendikan bahunya.
"Kalau di novel romance, bangun tidur pelukan, kecup-kecup, romantis-romantisan sampai berangkat kerja, tapi kalau mbak Hanin sama mas Riko pagi-pagi malah perang badar, yang ada bukan kecupan tapi mulut naga api." Narayan kembali tergelak.
"Itu bumbu cinta Nara, dari pada kamu, belum jadi suami Aruna saja sudah diceramahi sampai mulut Aruna berbusa, nggak perlu capek-capek nunggu Nara berubah Run, cari laki-laki lain aja yang solehah, pilih calon suami yang bener, jangan sampai kamu menyesal dapat buaya dalam karung," ucap mbak Hanin. Narayan mencebikan bibirnya, kesal dengan kakaknya yang malah menyuruh Aruna untuk mencari laki-laki lain.
"Kucing dalam karung mbak," celetuk Aruna.
Mbak Hanin terkekeh, "Ya masa yang beginian disebut kucing, kucing mah menggemaskan, ini menggelikan, makanya pake istilah buaya aja." Mbak Hanin melirik adiknya yang tengan memasang wajah mbesengut.
"Ya ... Ya ... Ya, lelaki memang selalu kalah kalau debat sama perempuan, ngalah dah," ucap Narayan. Ia berjalan menuju dispenser minum, mengambil air putih lalu meminumnya.
"Haredang kuping," celetuk Narayan.
"Yang di kasih minum kupingnya dong." Jika mbak Hanin terus saja meledek adiknya. Narayan melanjutkan minumnya, tidak menghiraukan perkataan mbak Hanin.
"Aruna maaf ya, mba sama Nara itu memang suka bercanda, dari dulu juga suka bertengkar kan, oh ya kamu kelihatannya sudah ada calon yah?" tanya mbak Hanin pada Aruna. Diam-diam si buaya dalam karung nguping sambil pura-pura terus minum.
Aruna menggeleng, "Belum mba, nanti lah, saya masih muda mba, belum siap."
"Iya benar Run, tapi biasanya zaman sekarang ini banyak sekali orang-orang yang baru beranjak dewasa tapi sudah ngebet nikah, padahal pernikahan itu kalau sudah kita kecebur nih kedalamnya, persoalannya bukan melulu soal nafsu," ucap mbak Hanin.
__ADS_1
"Kecebur? memangnya rumah tangga di dalam empang, mbak nih ada-ada aja," celetuk Narayan.
"Nih dengerin, perjalanan hidup setelah pernikahan ibarat berlayar di laut lepas untuk pertama kalinya. kamu dan istri kamu tidak akan pernah tau jalur yang akan dilintasi nanti apakah bergelombang atau tenang, entah hujan berpetir atau cerah, karena bahasa awan dan angin tak pernah bisa dimengerti.
Untuk itu, kamu harus menyiapkan kapal terbaik yang menurut jangkauan batas logikamu akan aman untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Apa itu kapal terbaik, ya persiapan mental, fisik dan finansial." Nara dan Aruna mendengarkan mbak Hanin. Jiwa emak-emak mbak Hanin begitu terlihat saat sedang memberi gambaran tentang pernikahan.
"Jangan cuma mau seneng-senengnya doang sebentar, terus udahan, menikah tidak sebercanda itu, pekerjaan belum ada, masih minta-minta orang tua, tapi nekad nikah muda dengan alasan ingin menghindari zina. Menghindari Zina banyak caranya, bukan melulu jawabannya adalah menikah jika memang fisik dan mental dan finansial masih belum ada mending jangan dulu. Kamu Nara, harusnya kamu sudah siap semuanya, lupa umur yah, malah terus saja berbuat dosa, buang-buang waktu, buang-buang uang sama ciwi-ciwi nggak jelas itu," ucap Mbak Hanin. Nara langsung mengusap wajahnya dengan kasar. Kena lagi kan, kena semprot lagi kan, disuruh nikah lagi kan sama mbak Hanin.
"Siap Nara mah mba, seperangkat alat solat dengan bonus masjid sebagai mahar juga sudah siap, tapi jodohnya belum ada," ucap Narayan sambil terkekeh.
"Belum ada dari Hongkong, tiap hari juga datang ciwi silih berganti, entahlah mana yang diseriusin," ceplos Aruna. Narayan tergelak, bocah satu ini buka kartu segala.
"Yang serius Nara, nanti mbak kirim kamu ke syuriah sana kalau begitu terus," ancam mbak Hanin. Kali ini Aruna yang tertawa. Sementara Narayan malah mendengus kesal.
"Kalau belum mau menikah ya sudah, jangan gonta ganti cewe terus."
"Nara nggak mau jomblo, titik segede ee kebo."
☘️
☘️
B
__ADS_1
E
R
S
A
M
B
U
N
G
☘️
☘️
Jangan lupa like, komen dan Vote yah. Mamaciw🥰.
__ADS_1
Salam sayang,
Santypuji.