Tobatnya Sang CEO

Tobatnya Sang CEO
DiBentak


__ADS_3

Pagi ini Aruna dan Lala tergopoh-gopoh saat datang ke kantor, semalam terlalu asyik bercerita dengan Lala hingga keduanya kini hampir saja datang terlambat.


Sesampainya di meja kerja, Aruna langsung mengambil air putih, rasanya lega sekali karena tidak jadi telat, walaupun harus berlarian sampai nafas tersengal-sengal.


Aruna duduk di kursi kerjanya, mengatur nafasnya, memegangi dadanya sambil beristighfar. Setelah dirasa kondisinya sudah normal kembali, Aruna mulai menyadari dengan kondisi kakinya yang ternyata hanya memakai sandal japit. Pantas saja tadi begitu enteng saat berlari. Aruna menepuk dahinya, bingung harus bagaimana. Pulang lagi, tidak mungkin.


Aruna menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ah rasanya sia-sia sekali tidak telat tapi salah kostum.


"Assalamualaikum, pagi Aruna Arsyana." Aruna langsung menengadahkan kepalanya saat menyadari suara bosnya menyapanya.


"Waalaikumsallam, bos..." Aruna tersenyum ramah, senang melihat bosnya menyapa dengan mengucapkan salam terlebih dahulu. Biasanya menyapa dengan kalimat genit, pagi cantik, bagi sayang macam terong-terongan dipinggir jembatan. Kalau cewek cabe-cabean gaes, kalau cowok terong-terongan.🤣


"Kamu kenapa, pagi-pagi sudah gelisah? nungguin saya yah?" Ah mulai lagi nih, pedenya sekabupaten.


"Pak..." Aruna mengerucutkan bibirnya.


"Masih pagi Aruna, jangan menggoda saya," ceplos Narayan.


"Dih si bapak, nggak nggoda, enak saja," ucap Aruna protes. Bos sengklek langsung tergelak.


"Pak maaf..."

__ADS_1


"Ngomong yang jelas Run."


"Pak tadi saya buru-buru, saya lari-lari, eh kelupaan malah pakai sendal jepit." Aruna menunduk, siap dimarahi Narayan.


"Kirain apa, ya sudah nanti kalau istirahat kita ada meeting di luar sekalian beli nanti." Aruna mengangguk, lega rasanya sibos tidak marah. Eh tapi selama 6 bulan ini bekerja juga belum pernah melihat pak Narayan marah-marah soal pekerjaan.


"Ya sudah saya masih dulu, nanti jangan lupa ke ruangan saya. Kamu tadi buru-buru tapi sudah sarapan kan?"


"Aruna mengangguk dan menggeleng, "Siap pak. Belum sarapan."


"Nanti sarapan di dalam, saya pesankan untuk kamu." Narayan lalu bergegas menuju ruangannya. Aruna melongo, pak Nara tidak marah, malah perhatian. Apakah ini usaha untuk menaklukan hati Aruna. Hemm, mungkin saja. Aruna lalu membuka leptopnya dan mulai bekerja.


☘️☘️☘️


"Ya Allah, Bu Yasmin." Aruna begitu terkejut, karena selama 6 bulan ini, ia baru kali ini melihat ibu pak Narayan lagi, setelah sudah sekian lama sejak keluarga Bu Yasmin pindah.


"Siapa ya?" Aruna kembali terkejut karena ternyata bu Yasmin tidak mengenalinya.


"Saya Aruna Bu, anak Abah Harun, tetangga ibu dulu waktu Aruna masih kecil." Aruna begitu antusias menjelaskan pada bu Yasmin.


"Ya Allah, Aruna, yang waktu kecil suka ngikut Nara terus." Aruna tersenyum kecut, kenapa hal itu yang di ingat Bu Yasmin.

__ADS_1


"Iya bu..."


"Cantik banget sekarang sampai ibu pangling, eh iya Dewi kemana? biasanya dia yang di sini."


"Sudah mengundurkan diri bu, mau fokus ngurus anak katanya, saya sudah 6 bu digantiin mbak dewi."


"Ah iya, berarti selama 6 bulan ini saya nggak kesini, oh iya Nara ada di dalam kan?" Aruna langsung mengangguk.


"Saya masuk yah?" Aruna beranjak dari tempat duduknya lalu mempersilahkan bu Yasmin masuk ke dalam ruangan Narayan setelah itu Aruna kembali ke meja kerjanya.


Tapi baru saja ia akan duduk, pintu ruangan bosnya terbuka, Aruna langsung melihat ke arah ruangan bosnya. Terlihat wajah Narayan memerah.


Narayan lalu menghampiri Aruna, "Jangan izinkan wanita itu datang ke sini lagi, apalagi masuk ke dalam ruangan saya," bentak Narayan. Ia lalu bergegas pergi entah kemana.


Aruna kaget dengan suara Nara yang begitu keras, ia tidak pernah diperlakukan seperti ini sebelumnya. Aruna sampai mengelus dadanya sendiri agar netral, tangannya tampak gemetar, baru kali ini ia dibentak seseorang.


Selang beberapa saat, bu Yasmin keluar dengan berurai air mata, ia hanya melirik Aruna sekilas, lalu berlari juga entah kemana.


"Astagfirullah, ada apa sih ini..."


☘️☘️Bersambung... (Ada apa ya kira-kira)☘️

__ADS_1


Maaf yah, author jarang up, anak sekolah sudah mulai PAT, jadi author fokus ngoreksi dan garap rapot🙏


__ADS_2