
"Ini sekretaris baru pak Nara?" tanya rekan bisnis Narayan. Narayan mengangguk lalu memperkenalkan Aruna pada rekan bisnisnya. Aruna tersenyum, menyebutkan namanya lalu menangkupkan kedua tangan di dadanya. Relasi Narayan juga memperkenalkan dirinya.
"Haris..." Aruna melihat pak Haris sama seperti melihat Narayan, keduanya sama-sama masih muda dan hebat tentunya.
"Dewi kemana?"
" Fokus ngurus keluarga," jawab Narayan.
"Kamu sudah berkeluarga?" tanya Haris pada Aruna. Aruna menggeleng sambil tersenyum.
"Umur berapa?" tanya Haris lagi. Seharusnya membahas bisnis malah membahas data pribadi Aruna.
"26 tahun..." ucap Narayan. Nara tampak tidak suka dengan Haris yang terus saja menatap Aruna dan menanyakan tentang hal pribadi.
"Boleh saya minta nomor ponsel kamu?" Pak Haris memberikan ponselnya pada Aruna. Aruna bingung, ia tidak enak hati jika tidak memberi, tapi disebelah pak Haris ada bos Nara yang sedang melotot ke arahnya.
"Hemm, maaf Haris, kita harus secepatnya membahas tentang proyek kita, soalnya waktunya sudah sangat mendesak sekali." Narayan berusaha mengalihkan pembicaraan agar Aruna tidak memberikan nomor ponselnya pada Haris.
"Ah iya, saya siapkan dulu berkasnya pak." Aruna meletakan ponselnya di atas meja, lalu mengambil berkas yang ada di dalam tasnya.
Ponsel pak Haris tiba-tiba berdering, Aruna melirik ponsel itu, tertera nama My Wife memanggil. Aruna terkejut, terlihat pak Haris lebih terkejut lagi. Pak Haris langsung mengambil ponsel yang ada di atas meja, lalu meminta izin pada Narayan untuk menerima panggilan sebentar.
"Awas hati-hati, banyak buaya," celetuk Narayan menatap Aruna.
"Hemm, santai sih, kan ada engkong nya buaya yang bakal jagain saya, ya kan bos." Aruna menaik turunkan alisnya. Narayan mengusap wajahnya dengan kasar. Narayan geram, rasanya ingin sekali menyeret Aruna ke penghulu.🤭
Beberapa menit kemudian, Pak Haris kembali duduk di kursinya, mereka lalu melanjutkan pembicaraan seputar bisnis kerja sama.
__ADS_1
Selesai meeting sebelum pak Haris pergi, ia kembali meminta nomor ponsel pada Aruna. Aruna yang tidak enak hati akhirnya memberikannya juga. Wajah Narayan tampak kesal sekali, namun berbeda dengan wajah pak Haris yang begitu senang karena berhasil mendapatkan nomor salah satu warga pak Ganjar Pranowo.🤭
☘️☘️☘️
Nara dan Aruna kini sudah berada di mobil, ekspresi Nara masih tetap sama, manyun-manyun minta di rumus-rumus bibirnya.
"Besok-besok jangan dandan kalau meeting sama saya," ceplos Narayan sambil menyalakan mesin mobilnya.
Aruna mengerutkan dahinya, "Dandan gimana sih bos, saya nggak dandan."
"Tadi itu bedakan."
"Ya itu namanya cuma bedakan aja, biar nggak kusem surem kaya masalalu."
"Aruna, nurut dong..."
"Bos, dandan itu yah, nggak cuma pakai bedak, tapi nih pakai Primer, foundation, BB Cream, Concealer, Blush on, Eye Shadow, Pensil Eyeliner, dan masih banyak lagi."
Narayan mengusap rambutnya, pusing mendengar alat make up yang ia tidak mengerti sama sekali.
"Baru pakai bedak pak, kalau saya pakai make up lengkap kaya mantan-mantan bapak, beuh se-Indonesia Raya mati lampu," ucap Aruna begitu percaya diri.
"Aruna..."
"Dalem bapak..."
"Inget, kalau si Haris itu hubungin kamu, jangan dibalas."
__ADS_1
Aruna mengangguk, lalu mengacungkan jempolnya.
"Siap bapak..."
"Dia itu buaya."
Aruna kembali mengangguk.
"Saya tahu pak, tenang, saya tidak akan lagi terperangkap dalam cinta syaiton."
Narayan melirik Aruna sekilas, "Maksudnya cinta syaiton?"
"Cinta syaiton tuh seperti cinta sundel bolong, di depan manis di belakang bohong." Aruna terkikik.
"Kamu nyindir saya Run?" Narayan kembali melirik Aruna.
"Dih, itu perumpamaan buat pak Haris, kalau buat pak Nara mah, seperti cinta pocong, lompat sana lompat sini dari hati yang satu ke hati yang lain." Kali ini Aruna tergelak, namun tidak dengan wajah Narayan yang berubah kesal.
"Aruna..."
"Bapak, ayo nyetir yang fokus yah..."
☘️☘️☘️ Bersambung ☘️☘️☘️
(Maaf baru up lagi, kerjaan masih banyak say, kan lagi musim rapotan sayang, jadi emak garap rapot. Emak juga kan seorang emak-emak, lagi sibuk koreksi, garap rapot, si dede, ibu makan, ibu ee, ibu jajan, ibu mandi. Belum lagi bapaknya, ibu kelon, eh kelonin anaknya bobo siang maksudnya, hih ngetiknya kecepeten, ah emak🤭🤭🤭 harap maklum nggih sedulur)
Ditunggu komentar banyaknya.🤭
__ADS_1