Transmigrasi Menjadi Antagonis

Transmigrasi Menjadi Antagonis
Awal Mula


__ADS_3

...Hallo Kaka maaf yah kalau ceritanya membosankan salah kenal dari aku hihi...


...----------------...


"Chandra." Teriak seorang gadis yang cantik dengan tubuh yang mungil.


Candra yang mendengarkannya pun langsung melihat siapa yang memanggilnya


"Wuahhh aku rindu tau sama kamu, kamu kenapa sih jarang masuk aku kan jadi rindu." Tanya gadis itu sambil memeluk tubuh Chandra.


Chandra hanya terkekeh geli melihat sahabatnya itu


Menurutnya yang sekarang semangat hidupnya hanyalah sahabatnya yang bernama mesya


Yah chandra memeliki teman dekat mereka berteman dari kelas 6 SD dan sekarang hari kelulusan SMA mereka


"Aku nggak kemana-mana kok kamu tau kan gimana keluarga aku jadi aku nggak masuk sekolah selama seminggu." Ucap Chandra membalas pertanyaan mesya.


Yah mesya tau jika sahabatnya ini selalu diperlukan begitu kasar dan semena-mena oleh keluarganya tapi Mesya ingin sekali membantu tapi apa daya Bella tidak terlalu kaya untuk melawan keluarga lextosn


"Kamu di pukul lagi sama mereka mana, mana bagian tubuhmu yang sakit kita pergi ke rumah sakit yah." Ucap mesya sangat khawatir dengan sahabatnya ini, mesya bingung dengan keluarga chandra yang selalu saja main fisik.


"Aku udah nggak apa-apa kok kamu santai aja." Ucap chandra meyakinkan sahabatnya.


Tapi bukan Mesya namanya jika percaya begitu saja entah kenapa emosi Mesya udah tidak terkendali karena tidak tahan mendengar Sahabatnya itu disiksa oleh keluarganya sendiri


"Kamu kapan keluar dari masion neraka itu sih chandra, lo mau mempertahankan apa di masion itu, lo selalu di lakukan nggak adil jika punya kesalahan sedikit saja udah di hukum coba kakakmu jangankan masalah kecil masalah besar saja selalu di maafkan, kan aku dah bilang kamu nggak usah kejar kasih sayang orang tua mu itu chandra." Teriak mengebu-gebu dari mesya.


Mesya tidak menyukai sahabatnya mengalami luka terus dan Mesya tidak ingin Sahabatnya ini menderita lagi


"Aku, aku hanya butuh mereka Mesya aku butuh kasih sayang aja sehari aku ingin merasakan apa yang kakak gue rasain itu aja." Jawab Chandra menahan tangis Candra selalu aja lemah kalau membahas tentang keluarganya.


"Lo buta apa gimana sih haa!! Lo itu udah di perlakukan kaya binantang disana mana mungkin mereka ngasih loh kasih sayang lo itu mikir pakai otak bukan pakai dengkul paham nggak sih lo." Ucap Mesya yang sudah memakai kosa kata loh-gue artinya Mesya sedang dalam emosi.


Mesya yang melihat sahabatnya Hanya diam saja dan menunduk dengan bahu bergetar pertanda sedang menahan tangis tapi Mesya tidak berhenti sampai di situ


"Lo itu udah punya semuanya chandra, cafe lo sekarang udah terkenal dan butik pun begitu dan jangan lupa Lo udah punya masion yang 20× besar dari masion keluarga lo itu tapi tapi loh ahkkk gue sayang sama loh chandra hiks gue nggak mau hiks liat sahabat gue hiks menderita loh paham nggak sih." Teriak Mesya di akhiran kata" dia tidak bisa menahan tangis nya.


Chandra langsung mengangkat kepalanya dan melihat sahabatnya yang sedang menahan emosi sekaligus sedang menangis chandra langsung memeluk dan menenangkan nya dan berkata


"Kasih gue waktu sekali lagi mesya jika mereka tetap tidak mau memberikan aku kasih sayang aku akan pergi, pergi sejauh-jauhnya."


Mesya yang mendengar nya pun hanya menghembuskan nafasnya kasar sahabatnya ini sungguh keras kepala, "baik aku pegang kata-katamu chandra."


Untung saja keadaan sekolah sepi jadi mereka tidak jadi bahan penonton


...----------------...


Chandra sekarng tengah mengemudi ke arah masionnya dengan perasaan gusar dia selalu saja mendapatkan juara 2 nasional dia tetap tidak bisa mendapatkan juara 1 nasional yang di inginkan keluarganya


Dan entah kenapa firasat Chandra tidak enak dia langsung mengambil hp nya yang tergigit apel sepanggal itu


"Halo pak anton tolong cafe dan butik aku dialihkan semua kepada Mesya sahabatku yah dan surat masionku ahlikan kepada keluargaku." Ucap chandara entah kenapa firasatnya mengatakan kalau dia akan pergi sejauh-jauhnya dari dunia ini.


Pak anton adalah kepercayaan Chandra dan pak Anton sudah berkerja dengan chandra 4 tahun lamanya


Pak Anton yang mendengar nya pun ingin sekali mananyakan tapi sebelum pak Anton bertanya sambungan sudah diputus sebalah pihak


Chandra sekarang sudah sampai di masion besar tapi masion yang dia beli lebih besar dari masion ini


Chandra hanya memandang masion ini dengan perasaan gusar entah apa yang akan dilakukan keluarga karena dia tidak mendapatkan nilai yang di inginkan oleh keluarganya, Chandra menarik nafas dan membuangnya perlahan dan melangkah kakinya ke dalam masion itu


Baru beberapa langkah dia berhenti karena dia mendengar suara berat


"Kali ini kamu dapat peringkat berapa chandra." Tanya seorang pria paruh baya itu.


Chandra langsung melihat kearah ayahnya, yah berbicara itu ada ayah nya chandara


Chandra dapat melihat ayahnya sedang menatap nya dengan dingin sedangkan bundanya hanya menatap tidak penuh minat


"Aku mendapat peringkat 2 nasional ayah." jawab chandra tanpa rasa takut apalagi yang Chandra takutkan dia sudah mendapatkan ini dari tahun-tahun lalu.


PLAK..


Tamparan keras mendarat dengan mudah di pipi nya chandara bahkan bibirnya Chandra sudah robek dan sudah ada lebam di ujung bibirnya


"APA kamu mendapatkan peringkat 2 lagi dan lagi apa kah kamu tidak bisa mendapatkan peringkat 1 nasional begitu seperti kakak mu haa." Teriak ayahnya chandra setelah menampar chandra.


"Aku nyesel ngelahirin kamu chandra kamu kenapa tidak seperti kakak mu haa, coba kamu lihat kakak mu selalu mendapatkan peringkat 1 nasional dan dia sudah menjadi model di usai 16 tahun sedangkan kamu tidak becus mati aja sana." Ucapan ibundanya dan disusun tamparan.


PLAK..


Lagi dan lagi tamparan yang dia dapatkan bukan nya hadiah, tapi chandra tidak menangis karena tamparan ini kalian tanya kenapa maka jawabannya chandra sudah terbiasa mendapatkan ini


Chandra Hanya diam sambil menerima tamparan demi tamparan mengapa dia tidak menangis haa kalian pasti sudah tau karena tertulis di atas


"Chandra apa kamu bisa buat ayahmu ini bangga sedikit saja haa Coba ikuti kakak mu itu candra, Kakak mu selalu membanggakan ayah dan bunda mu dan kau ahk tidak becus." Teriak ayahnya chandra sambil menendang perutnya chandra.

__ADS_1


Ahk..


Rintihan sedikit keluar dari mulut nya chandra dia tidak berbohong tendangan ayahnya tadi sangat sakit...


"Kamu pantas mendapatkan itu bahkan lebih kamu kenapa tidak seperti kakak mu chandra." Teriak bundanya dan mengangkat tangan siap di layangkan kepada Chandra tapi tangan bundanya berhenti mendengar suara seorang gadis.


"Ada apa ini ayah bunda." tanya seorang gadis.


Ayah dan bunda Langsung melihat kearah dan tersenyum manis yang tidak pernah Chandra dapatkan


mari kita kenalan sama kakaknya Chandra, citra Kirana lextosn anak pertama Yang mereka bangga-banggakan


"Biasa nak adikmu selalu saja mendapatkan peringkat 2 dia tidak pernah mendapatkan peringkat 1 sepertimu sayang." ucap bunda dengan suara lemah lembut berbeda dengan suaranya tadi berbicara dengan chandra.


"Hah kamu selalu saja membuat ayah dan bundaku emosi sekali saja kamu membanggakan mereka kamu itu sudah di besar di keluarga mampu dan terpandang dan ini balasan kamu kepada mereka hah dasar tidak tau diri, aku saja bahkan malu mengakui kau adikku." Ucap citra dengan sinis.


"STOP."


Teriak Chandra yang membuat keluarganya kaget bahkan pelayanan yang ada di sana pun ikut kaget


Cukup sudah Chandra tidak bisa menahan lagi sudah cukup pendritaan yang dialami


"Kalian kira aku bahagia tinggal dengan keluarga macam ini haa."


"Aku selalu saja di siksa sama kalian karena hanya melakukan kesalahan-kesalahan sedikit saja."


"Coba kalian jadi di posisi ku sebentar saja hiks kalian nggak akan sanggup hiks." teriak Chandra.


PLAK..


Tamparan lagi, "kamu sudah berani berteriak dimuka kami haa."


"Kami tidak akan menghukummu jika kau tidak melakukan kesalahan-kesalahan dan memenuhi yang kami mau seperti mendapat peringkat 1 nasional seperti Kakak mu." Bentak ayahnya


"Ahkkk kalian tidak tau saja anak yang kalian banggakan itu melakukan segala cara mendapatkan peringkat 1 nasional itu termasuk menjual tubuhnya kepada kepala sekolah." Ucap chandra


"Apa yang kau katakan pada anak ku brengsek." Teriak ibunya


Sedangkan citra menegang di tempat berdirinya mengapa adiknya tau itu bukan kah itu rahasia hanya dia dan Kepala sekolah yang tau


Chandra berdiri dan mengambil hpnya dan membuang di muka ayahnya, untung saja ayahnya langsung menangkap hp itu jika tidak sudah lah


"Coba kalian lihat vidoe anak kalian yang kalian banggakan selangit itu LIHAT."


Ayah dan bundanya melihat semua itu pun syok dalam vidoe yang mereka tonton adalah vidoe anaknya yang sedang disetubuhi oleh kepala sekolah


Mereka melihat jelas anak yang mereka bangga-bangga kan sedang merintih keenakan di setubuhi oleh pak kepala sekolah


Bundanya langsung terduduk di lantai dia syok apa yang dilakukan oleh anak kesayangannya


Dia melihat tangan nya sendiri terus tertawa haha aku tidak becus mendidik anakku


Sedangkan papanya sudah memandang anak kesayangannya dengan tatapan tajam yang sama di berikan kepada Chandra bahkan tatapan ini lebih tajam


Sedangkan citra sudah takut gemetaran kenapa ayahnya menatapnya dengan tatapan tajam yang tidak pernah dia dapatkan


Dan dari mana adik bangsatnya itu mendapat video tentang dirinya yang sedang di setubuhi oleh kepala sekolah aaahk sial


"APA YANG KAMU LAKUKAN ITU CITRA KAMU SUNGGUH-SUNGGUH MENJIJIKKAN JIKA AKU TAU KAMU MENDAPATKAN PERINGKAT 1 NASIONAL DENGAN HASIL JUALAN TUBUHMU AKU TIDAK AKAN BANGGA DENGANMU ITU CUIH AKU TIDAK SUDI." teriak Ayahnya dengan murka


Citra yang mendengar ayahnya membentaknya pun langsung menangis


"Ayah aku, aku minta maaf hiks ayah a-aku melakukan hiks itu demi ayah dan bunda hiks aku mau di hiks bangga-banggakan seperti anak orang lain ayah." Jelas citra dengan segukan.


PLAK tamparan dari ayahnya melayang tepat di pipi citra


"Apa kamu bilang itu demi aku dan istriku KAU PIKIR PAKAI OTAKMU CITRAA!! KAU MENJUAL TUBUHMU DEMI ITU HAHAHA SUNGGUH DILUAR DUGAAN SAYA."


"SEKARANG KAU KELUAR DARI MASION SAYA, SAYA TIDAK SUDI MEMILIKI ANAK YANG SUDAH TIDAK PERAWAN SEBELUM MENIKAH."


"Tapi hiks ayah-''


"SAYA BILANG KELUAR YAH KELUAR." Ucapan citra terpotong karena ayahnya sudah berteriak kepadanya.


"Bu-bunda hiks tolongin ci-citra hiks bunda a-aku hiks mau di usir sama ayah aku tidak mau hiks meninggalkan masion ini hiks bunda." adu citra sambil menangis dan sekaligus meminta pertolongan kepada bundanya.


Tapi perkataan dan perlakuan bundanya membuat citra tidak percaya mengapa bundanya mengatakan itu


PLAK..


tamparan dari bundanya dan berkata


"KAU KELUAR DARI SINI CITRA SAYA TIDAK PERNAH MENGAJARKAN KAMU MENJUAL TUBUHMU APA UANG DARI BUNDA KURANG HAAA."


"Bu-bunda nampar aku." Tanya citra tidak percaya dan memegang pipi yang ditampar bundanya


Citra langsung melihat kearah adiknya berdiri yang sedari tadi terdiam pun langsung berteriak padanya

__ADS_1


"INI SEMUA GARA-GARA KAU,KENAPA KAU LAHIR DI DUNIA SEBAGAI ADIK KU HAAA!!! DAN BUNDA, AYAH TIDAK AKAN MENAMPAR DAN MEMBENTAKKU KALAU BUKAN KARNAMU"


"KAU MENHANCURKAN HIDUPKU KAU MEMBUAT KU MENDERITA DALAM HITUNGAN DETIK BAHKAN BUNDA DAN AYAH BERANI MENGUSIRKU KARNA MU AKU MEMBENCI MU SIALAN." Teriak citra dengan emosi mengebu-gebu.


Citra berlari kearah Chandra dan memecahkan fas bunga kearah kepalanya Chandra,citra tidak berhenti sampai disana dia langsung mengambil serpihan kaca yang pecah dari vas itu pun langsung di tusuk kearah jantungnya Chandra


Arghh..


rintihan kesakitan keluar dari mulutnya Chandra


"CHANDRA/NON CHANDRA." Teriak orang tuanya dan pelayan yang ada di masion itu.


Chandra mematung karena merasakan sakit di kepala nya di tambah lagi dibagikan jantungnya itu


"Kak citra aku cuman mau bilang yang kakak rasakan sekarang hanya sebagian kecil yang aku rasakan uhk uhk kakak tidak tau betapa siksanya aku belajar sampai jam 3 malam tapi tidak mendapatkan hasil yang memuaskan." Ucap Chandra tersenyum miris dan melanjutkan ucapannya.


"Kak citra tidak pernah merasakan dikurung digudang semalaman tanpa cahaya dan tanpa di kasih makan uhk uhk."


"Kak citra mendapatkan kasih sayang dari ayah dan bunda sedangkan aku hiks."


Chandra terkekeh miris mengingat itu, "aku sudah tidak mendapatkan kasih sayang dari kelas 5 sd."


"Kak citra tidak hiks pernah merasakan menahan lapar hiks di sekolah karena aku tak di beri jajan uhk uhk."


"Kak citra juga tidak hiks pernah merasakan setiap pulang dari uhk uhk sekolah mendapat tendangan dari ayah dan tamparan demi tamparan dari bunda hiks hiks."


"kak citra juga uhk uhk tidak pernah merasakan bagaiman menjadi aku saat uhk uhk ulang tahun yang tidak pernah rayakan hiks."


"Kak citra tidak uhk pernah hiks hiks merasakan bagaimana uhk memakai baju kusam."


"Dan kak citra tidak pernah hiks hiks menahan uhk malu karena diejek uhk tidak memiliki keluarga karena di diakhiran namaku tidak memakai kata lextosn." Ucapan Chandra yang terputus-putus karena menangis dan berbatuk-batuk menahan sakit di bagian kepala dan jantungnya.


Deg..


Citra yang mendengarkannya pun langsung sadar dan melihat adiknya itu duduk di lantai sedang menangis dengan darah mengalir dari kepala dan dibagian dadanya


Citra langsung memeluk tubuh adiknya yang mulai mendinging dan pucat


"Maafkan aku dek maafkan hiks aku,


aku terlalu egois hiks maaf kumohon jangan tinggalkan hiks aku, beri aku kesempatan hiks menembus kesalahanku dan beri aku kesempatan hiks untuk memberikan kamu kasih sayang hiks seorang kakak."


Citra sangat-sangat menyesal mengapa dia tidak bisa mengendalikan emosinya seandainya dia bisa mengendalikan pasti adiknya tidak akan dia lukai seperti ini


Sedangkan disisi lain


Ayahnya yang mendengarkan kenyataan demi kenyataan pahit itu keluar dari mulut Chandra langsung melihat tangan nya


Tangan ini tangan ini yang memukul Chandra tanpa ampun dan membedakan kasih sayangnya dia tersenyum miris apakah dia sudah terlalu kejam pada anaknya itu bukan, bukan kejam lagi lebih tepatnya iblis


Sama hal dengan ayahnya, bundanya pun langsung terduduk lemas mendengar kenyataan yang dia lakukan kepada anak keduanya itu Dia teringat di masa lalu


"Bunda aku mau beli gaun baru seperti kak citra." Ucap Chandra kecil kepada ibunya.


"Diamlah kau pakai saja gaun lama mu lagian itu cocok denganmu."


"Tapi bunda gaun lamaku sudah kusam bukan kah gaun itu sudah 3 tahun mengapa aku tidak di belikan gaun baru padahal kakak selalu mendapatkan gaun baru setiap minggu." Tanya Chandra kecil.


"Kamu itu tidak cukup berharga bagiku yang berharga bagiku hanya anakku citra Kirana lextosn bukan dirimu." Jawab bunda nya.


"Bukan kah aku juga anakmu bunda tapi mengapa bunda hanya menyayangi kakak ku saja." Tanya Chandra kecil.


"Karena kau hanya anak yang tidak di harapkan ahk aku menyesal ngelahirin kamu." Ucap bundanya dengan nada sinis.


Bundanya yang mengingat kenangan itu hanya menyesal mengapa dia terlalu kejam terhadap anaknya apakah dia masih pantas di sebut ibu*


Ayah dan bundanya terbangun dari lamunan mereka mendengar citra berteriak hiksteris


"Aku uhk menyayangimu kak aku sangat uhk menyayangimu." Chandra dengan senyum tulus dan mau menutup matanya.


"TIDAK KAU TIDAK BOLEH HIKS MENUTUP MATAMU HIKS AYAH BUNDA TOLONGIN HIKS CHANDRA." Teriak histeris citra.


Bunda dan ayahnya yang mendengar teriakan citra itu pun langsung berlari menuju kearah Chandra


"Chandra kamu harus kuat kamu harus tetap hidup dan biarkan ayah brengsek mu ini memberikan kasih sayang yang kamu inginkan dari dulu nak tolong jangan kamu hukum ayahmu ini dengan meninggalkan aku untuk selama-lamanya." Ucapan itu sangat terdengar sedang menahan tangis.


"Chandra sayang hei kamu jangan tinggalkan hiks bunda yah kamu harus kuat jika hiks, kalau kamu sehat dan pulih bunda akan hiks membelikanmu gaun baru dan merayakan ulang hiks tahunmu sayang hiks." Ucap Bundanya yang sudah tidak bisa menahan tangisan.


"APA YANG KALIAN LIHAT HAA!!! CEPAT SIAPKAN MOBIL."


"baik tuan."


"A-ayah." Panggil chandra


Mendengar suara Chandra yang sedang memanggilnya pun dia langsung mendekat ke arah Chandra


"Tidak usah uhk uhk membawaku ke ru-rumah sakit yah aku ud-udah nggak uhk uhk tahan, aku cuma mau bilang." Ucap Chandra berhenti untuk mengambil nafas.

__ADS_1


"Aku sa-sayang a-ayah dan bun-bunda dan jangan uhk uhk membenci kak-kakakku." Itu ucapan terakhir yang keluar dari mulut Chandra sekarang Chandra sudah menutup matanya dengan damai dia pergi meninggalkan beribu luka begitu dalam kepada keluarganya.


...Jika kau tidak sanggup dengan rasa sakit yang di berikan maka kau harus pergi jauh-sejauhnya biar mereka juga merasakan sakit dan kehilangan yang Meraka berikan pada mu...


__ADS_2